Chelsea... gadis kelas 2 smp dengan paras cantik jelita, bermata coklat indah dan memiliki mata belo yang membuat nya cantik bagai boneka. Sekarang ini gadis itu sedang bersiap- siap diri.
~Hmm hm hmm
Ucap ku sambil bersenandung kecil.
Seperti biasa, bersiap menuju sekolah yang membosan kan. Dengan helaan nafas, aku memasang earphone dan menikmati lagu yang kuputar. Namun tak lama mama ku membunyikan klakson mobil yang membuat ku terkejut. Sesegera mungkin aku mematikan lagu yang kuputar dan berjalan menuju mama ku.
" Kenapa lama? "
Suara nya sangat dingin seperti biasanya. Aku hanya diam dan langsung masuk ke mobil. Selama perjalanan kami hanya diam dan acuh satu sama lain. Ya aku tau dia mamaku, tetapi jika ini yang dia mau... it's up to him.
Sesampainya, mama ku memberikan satu pesan penting... yah lagi.
" Belajar yang rajin, jangan ikuti jejak si bodoh itu "
Aku hanya menutup telinga dan berjalan menjauh.
" Hei kau dengar! Cih, anak itu "
Kulihat dia sudah pergi. Orang yang mama maksud bodoh itu adalah papa ku. Mereka bercerai karena suatu alasan. Hak asuh jatuh ke tangan mama ku yang sangat dingin. Intinya dia tidak suka mendengar suara melody atau apapun itu yang berkaitan tentang musik. Itu mengingatkan nya kepada papa.
Dan sial nya, mungkin karena aku juga anak papa aku juga menyukai musik sama seperti beliau. Mama mengetahuinya, semua CD pemberian papa ku di buang oleh nya. Haah, sungguh di sayangkan. Padahal lagu yang di berikan papa bagus- bagus semua(╥﹏╥)
Yah sudahlah, mama juga memikirkan masa depan ku. Dia ingin menjadikan putri semata wayang nya ini menjadi wanita karir. Walaupun... aku tidak terlalu suka. Dan aku diberi 2 pilihan yang sulit.
Ucap Chelsea sambil melihat selembaran yang tertempel di mading kelas nya. Disana tertulis pengunguman yang tertarik di bidang musik bisa ikut serta dan mendaftar sesuai isi poster tersebut. Gadis itu hanya menghela nafas dan masuk ke kelasnya tanpa memperdulikan pengunguman itu.
Ia duduk di bangku nya, mengambil earphone dan memutar lagu fovorit. Bersenandung kecil sambil menutup mata. Tak lama...
BRAKK!
Apa lagi ni? Ada yang menyatakan perasaan lagi?
Batin Chelsea sambil menghela nafas.
Dengan wajah nya itu, tak heran Chelsea menjadi sedikit populer di sekolah nya. Ia mendongakkan kepala, betapa terkejut nya dia saat mengetahui siapa yang memukul meja.
" Hiss kau "
Ucap ku memandang sinis orang itu. Sosok pria dengan topi biru yang menjadi ciri khas nya. Ia hanya tersenyum dan duduk di bangku sekitar.
" Hei, jadi tidak? "
Ucap pria itu sambil tersenyum. Chelsea hanya diam dan kembali mendengarkan musik nya seolah tidak terjadi apa- apa.
" Kau mengacuhkan ku lagi?(╥﹏╥) "
" Tidak, itu jawaban ku " ~Chelsea
" Kenapa? Suara mu itu bagus, kenapa kau menolak ke grub kami? "
Ah bikin kesal saja. Dia Alex, ketua band... salah satu ekskul di sekolah ini. Beberapa hari yang lalu dia mengajak ku untuk bergabung ke ekskul nya, yah dan aku setuju saja... walau bukan menjadi member tetap sih. Tetapi ada udang di balik bakwan di wajah tanpa dosa nya itu-_-
" Ayolah Chel, bayangkan saja jika kita menjadi pemenang di audisi itu! Kau bisa membuktikan mama mu jika musik tidak salah "
Ah dan yah, dia juga salah satu teman yang tau masalah ku.
" Kau gila, bisa- bisa aku akan habis dilahap monst... ah tidak, aku akan dicoret dari kk!ಠ◡ಠ "
Ucap ku sambil menarik kerah Alex.
" Belum coba belum tau kan? Dan lagi coba bayangkan ekspresi junior dan senior kita jika menang dalam audisi tersebut "
Wajah Alex menunjukan beberapa harapan dengan mata yang berbinar- binar.
Mudah bagimu untuk bicara, haah. Aku melepaskan Alex. Dia juga memandangku dengan tatapan kasihan, his kubilang aku tidak apa- apa💢
" Aku tidak mau memaksamu, aku hanya ingin kau bisa membuktikan ke ibu mu... bahwa tidak ada salah nya untuk bernyanyi dan bermain musik. Aku mau tanya, apa perasaan mu saat sedang bernyanyi? " ~Alex
Perasaan? Aku juga tidak tau... tunggu, ah!
" Seperti ada ketenangan, bahkan jika melody yang kudengar indah itu membuat ku seperti terbang ke langit "
Ucap Chelsea sambil menutup mata mengingat momen yang pernah ia rasakan. Alex hanya tersenyum. Namun tak lama Chelsea mengingat satu hal yang terlupakan.
" Tetapi kau juga membaca keterangan dari syarat lomba itu kan? Kita harus pergi ke Jakarta beberapa hari dan di karantina mandiri jika lolos. Jika itu benar- benar terjadi mama tidak akan mengizinkan ku dengan alasan mengganggu pelajaran sekolah kita "
Ucap Chelsea dengan lirih.
Menukar pelajaran dengan musik... ibu pasti akan memilih pelajaran yang harus aku pelajari agar masa depan ku cerah. Di bandingkan musik yang tidak tau bagaimana masa depan kita...
Namun tak lama Alex memukul pundak ku dengan keras, kebiasaan dah💢
" Terserah kau saja, nih! Jika kau berubah pikiran, klub band selalu terbuka untuk mu "
Dia memberikan selembaran pendaftaran audisi sama kepadaku. Ia melambaikan tangan nya, terlihat sekali bahwa Alex mengharapkan ku untuk ikut serta bersama tim nya. Haah, dia berhasil membujuk ku.
Ucap Chelsea sambil tersenyum.
Besok nya...
" Tidak boleh! Apa yang kau pikirkan Chelsea? Meninggalkan pelajaran mu demi audisi bodoh itu!? "
Mama teriak ke arah ku, hahaha sudah kuduga... apa yang kuharapkan?
Tak lama ibu Chelsea mengambil paksa kertas pendaftaran audisi. Ia merobek nya tepat di hadapan gadis malang itu.
" Mama! "
Ucap Chelsea sambil menahan air mata nya. Ia mengambil sobekan kertas itu dan mengumpulkan nya menjadi satu.
" Belajar lah yang rajin! Musik tidak memberikan mu masa depan yang cerah! "
" Tapi aku suka! "
Tak tahan dengan sifat putri nya, sang ibu tanpa sengaja menampar Chelsea dengan keras. Gadis itu diam sesaat dengan badan bergetar, seolah tak percaya apa yang terjadi.
Cih.
" Musik yang salah... atau papa yang salah? Mentang- mentang papa suka musik, mama membencinya. Ah tidak, seharusnya dulu aku ikut papa saja "
" Chelsea, itu... "
Chelsea berlari ke kamar dan menangis sekencang- kencang nya. Ibu hanya mengetuk pintu berkali- kali, bahkan mendobrak pintu dengan kencang. Namun usaha nya sia- sia, Chelsea sudah mengunci kamar tersebut.
" Chelsea, menurutlah kepada mama! "
Namun tak ada jawaban dari balik pintu. Beliau hanya diam dan memberi waktu ke putri nya. Sedangkan Chelsea tidak henti- henti nya menangis.
Hari demi hari salah satu bangku di kelas 8B kosong... Chelsea absen beberapa kali yang membuat Alex khawatir. Apakah saran ku salah? Itulah pertanyaan yang menghantui Alex.
Sedangkan di tempat Chelsea...
Ah aku lapar, persediaan mie juga menipis. Sudah hampir 1 minggu aku berdiam diri di kamar. Keluar sesekali untuk mengambil mie instan walau agak canggung bertemu dengan mama. Haah, ayo selesaikan ini Chelsea aku juga sudah lelah.
Muncul niat untuk meminta maaf di diri Chelsea. Ia hendak keluar dari kamar. Sebelum membuka pintu, kertas masuk ke lubang kecil pintu tersebut. Chelsea mengambil dan melihat apa isi kertas itu, betapa terkejut nya dia melihat isi selembaran tersebut.
" MAMA!! INI BENERAN!? "
Ucap Chelsea berlari menghampiri mama nya yang sedang membaca koran. Gadis itu dengan girang membawa selembaran yang berisi persetujuan audisi yang Chelsea ingin- ingin kan. Namun beliau hanya mengangguk dan melanjutkan membaca koran tanpa ada sorakan bahagia.
" Thank you and... Im sorry mama "
Ucap Chelsea sambil memeluk mama nya. Beliau hanya tersenyum kecil.
Hahaha terlihat sekali bahwa mama juga masih canggung dengan ku.
" Gadis merepotkan "
Ucap ibu Chelsea sambil mengelus kepala putrinya.
" Mama, I will succeed! "
Ucap Chelsea dengan mata berbinar- binar.
" Ya terserah, tetapi jangan kecewakan mama! "
Ibu dan anak itu hanya tertawa bersama.
.
.
.
Besoknya hari yang ditunggu- tunggu tiba...
" Ee, aku gugup "
Ucap Chelsea kepada teman- teman nya. Kemudian Alex lagi- lagi memukul pundak Chelsea dengan keras.
" Oi, sakit dodol!💢 "
Kemudian Alex memegang pundak Chelsea dengan wajah yang serius.
" Nikmati saja, ingat apa yang kau rasakan saat bernyanyi. Kami akan mengiringi setiap melody yang kau nyanyikan "
Klub band yang ikut juga menggangguk kan kepala dan tersenyum menyemangati, Chelsea hanya tersenyum senang karena banyak dukungan untuk nya.
" Dan lagi tolong jangan sia- sia kan uang kami, untuk ke Jakarta membutuhkan uang yang tidak sedikit(╥﹏╥) " ~Alex
Aaah ini maksudnya ya, aish💢
Semua yang ada disana hanya memukul Alex dengan kesal.
" Hei, dari semua orang kau yang paling sedikit memberikan sumbangan tau! Untung mama nya Chelsea bisa menambahkan uang kita💢 "
Ucap salah satu gitaris kepada Alex. Kami semua hanya tertawa. Kemudian tak lama, giliran kelompok kami yang akan tampil.
Setelah berada di atas panggung, entah mengapa diriku sangat bersemangat! Bahkan kulihat rekan- rekan yang lain berekspresi sama seperti ku. Sebelum hitungan aba- aba, Alex berbisik kepadaku.
" Sudah siap? " *senyum
Tentu... Tentu aku siap! Hahaha aku akan berusaha yang terbaik.
" Come on guys, tunjukan kilaukan kita! "
Dan buktikan bahwa musik adalah sesuatu yang menyenangkan.
.
.
.
[ Jangan lupa like and komen, thank you✋🏻 ]