Namaku Lucy hearfilia, aku berusia 20 tahun.aku berkuliah di universitas Jakarta.aku anak orang kaya ketiga di Jakarta. aku mempunyai banyak bakat, di kampus aku di sebut gadis multitalenta. tetapi harapan untuk meneruskan bakat ku terpaku pada ayahku. ayahku ingin aku meneruskan perusahaannya sebagai direktur di sana. aku ingin sekali menolaknya tapi aku tak mampu karna semenjak ibuku minta cerai ayahku berubah drastis seperti ini.
saat itu aku mencoba berbicara kepada ayahku untuk kedua kalinya.
"ayah,,,"
"iya ada apa Lucy"
"setelah lulus aku ingin menjadi penyanyi, itu bakatku yah"
"TIDAK!!!! (SAMBIL MELEMPAR KORAN YANG DIBACANYA)
"KAMU TUH SATU-SATUNYA HARAPAN AYAH UNTUK MENJADI PENERUS PERUSAHAAN INI!!!!
KAMU AJA GAK BISA NYANYI DARI KECIL SUARA UDAH JELEK JANGAN SOK MAU JADI PENYANYI YAH BAKAL DI ELIMINASI KALO KAMU REKAMAN"
"tapi yah...aku gak ingin menjadi penerus ayah,,,aku punya keinginan sendiri yah"
"JANGAN NGIMPI LUCY, DENGERIN AJA AYAH GAK USAH MEMBANTAH"
Lucy yang merasa ini semua gak adil langsung berlari pergi meninggalkan ayahnya di ruang tamu.
saat di kamar....
lucy menangis terisak-isak,,
"hik..hiks...hiks.. kenapa-kenapa...ibu aku kangen aku ingin ikut ibu..hiks..hiks..."
setelah menangis cukup lama Lucy tertidur sampai pagi...
dreettt....dreeeettt...dreeeet.
hp Lucy berdering....ah ternyata hanya alarm
Lucy pun bangun dan langsung mandi setelah itu bersiap-siap ke kampus.
saat sarapan Lucy tidak menghiraukan ayahnya.
setelah itu dia langsung mengambil kunci mobil dan berangkat ke kampus.
.Saat di kampus sahabat Lucy si Wendy menghampiri dirinya.
"eh lu habis nangis?"
"ah iya Wen,,,ayah gue Wen ayah gue,,ngelarang gue untuk nunjukin bakat gue Wen"
"loh padahal kan suara lu bagus cy, ayah lu gimana sih kok gitu"
"gue malah disuruh teruskan perusahaan nya Wen,,tapi kan gue gak mau Wen..gue kan punya impian gue sendiri"
"sabar ya Lucy,ayah lu gak pernah denger suara lu?"
"pernah waktu gue umur 8 tahun dan yang dia denger gak sebagus suaraku sekarang Wen"
"oh iya Lucy gue ada kabar gembira buat lu"
"apaan Wen?"
"katanya Minggu depan bakal ada kontes menyanyi loh memperingati ulang tahun sekolah kita yang ke 74 tahun cy"
"gue pengen ikutan Wen?".
"tapikan lu dilarang Sama bokap lu?"
"udah gapapa guekan bisa diam-diam ikutnya, pokoknya gue harus ikut,,,gue bakal tunjukin ke ayah kalo aku tuh bisa menyanyi gak kek dulu".
"nah gitu dong semangat Lucy"
Tak lama kemudian dosen mereka masuk dan memulai pelajaran...
3 jam telah usai...mereka ke arah kantin
dari kejauhan Lucy melihat saudara laki-laki nya sedang jalan dengan seorang perempuan.setelah mengamati terlalu lama Lucy dan Wendy menghampiri (sebut saja) Ardy .
"kak"(kata Lucy)
"kak Ardy kan?"
"kamu..kamu Lucy?"
"iya kak ini aku...kakak kemana aja sama ibu...Kaka kenapa ninggalin aku sama ayah"(sambil memeluk Ardy)
"maaf yah Lucy...tapikan kita ada di kampus yang sama jadi kita bakalan sering ketemu kok"
"kak bagaimana kabar ibu?,,,,
"loh Lucy belum tau? belum di beritahu ayah?"
"emang ada apa kak?"
"ibu udah meninggal sebulan yang lalu cy"."
"a..a..apaaa..hiks .hiks.ini gak adil..ibuuu"(tak kuat menahan nangis)
"yang sabar yah Lucy,mungkin ayah gak ingin kamu bersedih makanya tidak memberitahukannya"
" tapi..tapi..apa alasannya kak..dan lagi Kakak Taukan aku suka nyanyi,,kenapa ayah ngelarang aku buat gapai cita-cita ku kak"
"ahhh....Lucy...ayah gak seperti yang kamu pikirkan kok..ayah cuma butuh waktu ajaa kok,,kamu yang sabar ya,, kakak mau lanjut ngampus dulu ntar kita lanjut lagi Lucy"
Ardy pun meninggalkan Wendy dan Lucy..
"sabar yah Lucy..Minggu depan kan itu siaran langsung kamu bakal tunjukkan ke ayahmu kalo kamu tuh bisa yuk semangat yuk"
"makasih best friend"
4 Jam kemudian mata kuliah telah selesai
mereka pun pulang ke rumah masing-masing
saat di rumah Lucy..Lucy melihat dari bilik jendela ayahnya membawa pulang kakaknya Ardi..
Lucy pun mendengar kan percakapan mereka.
"ayah...jangan ngelarang Lucy seperti itu yah..ayahkan tau sendiri dia sudah menyukai musik sejak dini yah"
"tapi Ardy..siapa yang bakal meneruskan perusahaan ayah Dy"
"itu biar aku saja yah..aku sanggup kok meneruskan perusahaan ayah aku pasti bakal belajar untuk jadi direktur di perusahaan ayah jadi ayah jangan lagi ngelarang-ngelarang Lucy nyanyi"
"oke baik.. perusahaan ayah ..ayah serahkan kepadamu tapi ada satu syarat jika Lucy menang di lomba Minggu depan ayah bakal membebaskan Lucy.
"ayah..tau dari mana?"( dalam hatiku)
"ah pasti Wendy kampret...ayahnya Wendy kan sahabat ayahku"
"pokoknya aku harus jadi yang terbaik di Minggu depan semangat Lucy"
Tak terasa Minggu depan telah tiba ..
Saat MC memanggil nama Lucy semua orang bersorak dan bertepuk tangan..tidak lupa juga ada ayah dan kakaknya...
lucypun bernyanyi...
semuanya terkagum-kagum mendengar suara Lucy yang lembut dan menyelaraskan nadanya menjadi unik.
ayahnya tersenyum
....
ketika pengumuman MC memanggil dari juara ke 3 MIRAJANE, juara ke 2 ERZA HERLINA, DAN juara yang di tunggu-tunggu juara pertama LUCY HEARTFILIA
lucypun naik ke atas panggung..kemudian disusul oleh ayah dan kakaknya .
"Lucy selamat yah nak..maafkan ayah selama ini melarang bakatmu ini"(memeluk Lucy)
"iya ayah gapapa..maafkan aku juga yang udah marah-marah gak jelas ke ayah"
"ayah janji tidak akan mengubah keinginan mu lucy, ayah ijinkan kamu menjadi penyanyi"
"syukurlah yah"(sambung Ardy)
semua yang mendengar menjadi terharu dan bertepuk tangan.
setelah lomba itu Ardy ikut tinggal di rumah Lucy dan mereka sangat bahagia