Salah satu hal yang paling membahagiakan bagi seorang mahasiswi adalah ketika liburan.
Tidak ada tugas dan bisa bersantai menikmati indahnya hari tanpa tekanan.
Itulah yang dirasakan oleh Laili saat ini.
Di teras rumah, ia menatap langit sambil mengharapkan sesuatu yang baik akan datang menghampiri.
Cuaca yang begitu cerah serta kicauan burung, membuat Laili semakin menikmati indahnya alam tempat ia hidup dan bernafas.
Sudah dua jam menunggu, tidak satupun hal baik mendatangi.
Laili mengerutkan kening ketika Ben si adik, meledeknya.
“Kak, daritadi kau melamun terus. Apa kau sedang menunggu pangeran berkuda datang menjemputmu? Hahaha.”
“Hng! Kau bisa tidak, jangan menggangguku bersantai?”
“Kak, lihatlah sekelilingmu. Di hari libur pun, teman-temanmu banyak kesibukan. Sedangkan kau? Selalu duduk santai bagaikan putri kerajaan. Apa kau tidak malu?”
Kata-kata tersebut langsung menjadi tamparan keras bagi Laili.
“Kau! Pergilah! Shih, shih!”
Dengan cepat, Ben langsung bergegas meninggalkan Laili yang sudah diselimuti oleh amarah.
Sekilas apa yang dikatakan adiknya benar.
Laili merenunginya sesaat.
“Haduh, benar juga ya. Di hari libur temen-temen pada sibuk kerja, jalan-jalan dan berbelanja. Sedangkan aku? Paling sibuknya pas lagi masak, makan, tidur. Selebihnya hanya bersantai. Huh! Apa yang harus aku lakukan?!” Gumam Laili sambil berjalan mondar-mandir.
Disisi lain, ia berpikir bahwa dengan bersantai ria di hari libur adalah pilihan terbaik. Tapi, sedikit kesibukan juga akan sangat membantu.
“Baik! Sudah kuputuskan!”
Tanpa berpikir panjang, Laili mengambil laptopnya dari dalam kamar.
Ia meletakkannya diatas meja, lalu menuju dapur untuk mengambil beberapa camilan dan minuman dingin.
Setelahnya, Laili pun duduk tepat di depan laptop, membayangkan sesuatu yang akan segera dilakukannya.
Tik, tik, tik.
“Yeiy! Selesai!”
End~