Disc: Gambar diatas adalah visual dari Louis di umur 12
Cr: author and Pinterest
Ini cuma oneshoot tentang 7 demon's red ✨
🌪️🌪️🌪️🌪️🌪️
"Louis, kau tahu kalau ada festival komik Yang akan di adakan di Sidney nanti?" tanya Iris sambil menatap layar ponselnya.
"Masa? di bagian mana?" tanya Louis.
"Di gedung Opera, kebetulan ada author-author favoritmu di sana."
ucapan Iris sontak membuat Louis tertarik, dia bisa melihat komikus favoritnya!
"Kapan acaranya?"
"Besok."
"Aku kebetulan sedang senggang besok, kamu mau ikut juga? Coba aku mau lihat bintang tamunya." Louis mendekat ke arah Iris.
"I'm not sure, but sepertinya boleh juga." balas Iris sambil menunjukkan poster festival yang ada di beranda Stargram-nya.
"Wah, ini sih jarang-jarang sekali. Model Clarissa juga datang." ujar Louis yang sedang memperhatikan poster dengan seksama.
"Kebetulan ada penulis novel yang mau aku temui,"
Louis tersenyum, "Penulis novel boys lover yang belakangan ini kamu baca?"
"Hei, sudah kubilang itu bukan milikku. lagipula aku ingin bertemu penulis novel 'The Leaf'" Iris yang di singgung begitu langsung melotot ke arah Louis.
"Haha, oke jangan marah seperti itu dong."
Iris menghela nafas, "Kita biarkan saja Eugene diam sendiri di rumah."
"Tapi bagaimana dengan Sein, Adelle, dan Ken?"
iris tersenyum tipis, "Kita suruh Eugene menjaganya dong."
Louis merinding melihat senyuman Iris, Iris sepertinya sengaja membuat Eugene mengajak tiga anak kecil itu sendiri.
"Aku juga butuh liburan, jadi biarkan saja dia mengajak tiga anak itu seharian penuh!" iris mengatakannya dengan bersungut-sungut, dia lelah menjadi satu-satunya yang paling bertanggung jawab di rumah ini.
"Tapi nanti Eugene ma-"
"Apa kau tak mau berkencan denganku seharian besok?"
ucapan Iris sukses membuat Louis banting stir, segera Louis hanya menurut. lagipula dia juga kesal dengan Eugene dan kebetulan dia mendapat sebua keberuntungan dengan berkencan dengan Iris seharian itu kesempatan yang tidak boleh di lewatkan! Biarkan saja Eugene kesusahan, toh dia memang tidak pernah mau mengajak adik-adiknya.
********
"Sudah siap?"
Iris muncul dari luar dengan penampilan yang menurut Louis sangat manis, jarang sekali Iris keluar dengan gaun berwarna merah muda dan topi untuk menutupi kepalanya.
"I-iya sudah."
"Ya sudah ay- ah!"
iris hampir saja terjatuh, ada yang menahan kakinya. dia melihat ke bawah dan terlihatlah adik sepupunya yang berumur 5 tahun, Kenneth.
"K-ken?"
Kenneth menatap iris Dengan tatapan memohon, tidak lupa tangannya mengunci kedua kaki iris seperti mengatakan bahwa dia tidak boleh pergi.
"Iris kau kenapa? tidak jadi pergi?" tanya Louis yang baru keluar dari kamarnya setelah selesai bersiap-siap.
"Coba lihat di bawah."
Louis menatap kaki Iris, dia bisa melihat ada seorang anak kecil bergelayut di kaki Iris. apalagi anak itu menatapnya dengan tatapan garang, seolah-olah mengancamnya agar tidak mendekati iris.
buk!
"A-ah, hei!"
Louis ternyata juag di serang, Sein dan Adelle sekarang tengah memeluknya dari belakang dengan tatapan sedih. tidak biasanya anak-anak ini seperti ini, apa mereka tahu akan di tinggalkan?
"Wah, lihatlah. kalian tega sekali meninggalkan mereka."
Iris dan Louis kompak menoleh dan menatap Eugene tajam, ini pasti hasil hasutan Eugene agar tidak menjaga anak-anak dan mereka tidak bisa pergi.
"Kau mengatakan apa saja pada mereka, hah?" Ketus Iris.
"tidak ada, hanya saja bilang kalau kalian pergi bersenang-senang tanpa mereka."
iris dan Louis benar-benar kesal dengan sikap Eugene, tapi di saat yang sama Kenneth, Sein, dan Adelle membuka suara.
"Kalian tidak boleh pergi!"
Nah, bayangan liburan bagi iris hancur sudah. Kencan romantis bagi Louis juga sama hancurnya, mereka harus membatalkan janji pergi dan menemani adik-adik yang sedang bergelayut di tubuh mereka.