Di semesta ini, kehidupan seorang penyihir adalah hal biasa dan lumrah yang dengan mudah dapat ditemui. Di semesta ini, manusia membaur sebagai satu-satunya jenis mortal bersama para makhlul mitologi yang keberadaannya tabu di semesta yang lain. Mari menyebutnya dengan semesta Mitologi (Myuniverse).
Perkawinan silang antara 2 makhluk berbeda juga bukan hal yang mengherankan. Bahkan demigod juga acap kali terlihat hilir mudik. Ibarat makhluk, para demigod itu kasta bangsawan. Sebab para Dewa enggan turun ke dunia.
Maka disinilah Ranalia. Putri tunggal dari seorang penyihir kenamaan, Servaraz. Sebagai putri tunggal, Ranalia dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan mendapatkan banyak perhatian dari para murid sang ayah.
Bellezac, salah satu murid kebanggaan ayahnya adalah jodoh yang diam-diam Servaraz siapkan untuk sang putri. Bellezac tahu betul rencana tersebut. Dirinya juga diam-diam menaruh hati pada gadis dengan julukan penyihir tercantik itu.
Kendati Servaraz telah merencanakan semua dengan matang, ada satu hal yang tidak bisa—bahkan oleh—penyirir sekelas Servaraz kendalikan: takdir.
Ranalia, gadis itu dipertemukan takdir dengan seorang pemuda berparas menawan, demigod sekaligus putra kesayangan Aphrodite, Johnathan.
Kala itu, Johnathan tengah mengunjungi teman penyihirnya, Stevan yang notabene penyihir dengan sifat paling dingin seantero Myuniverse. Johnathan memang tidak pilih-pilih soal teman. Sebab itu dirinya menjadi idola kaum hawa.
Namun kaum hawa itu hanya bisa memimpikannya dalam diam. Mereka sadar tidak bisa menarik perhatian si pemuda bahkan tidak bisa disandingkan bersama. Dalam Myuniverse, demigod adalah bangsawan mutlak yang tidak bisa sembarangan didekati.
Tapi beda cerita kalau demigod sendiri yang ingin mendekat. Itu menjelaskan kenapa Johnathan bisa akrab dengan Stevan. Penyihir itu tahu betul watak baik hati Johnathan. Maka Stevan juga hanya membiarkan Johnathan menjadi temannya.
Tatkala Ranalia ditugaskan sang ayah untuk mengambil buku ramuan yang dipinjam Stevan, pertemuan dengan latar rumah sang penyihir tentu tidak bisa dielakkan.
Sama-sama terpana dan jatuh cinta pada pesona masing-masing, Ranalia dan Johnathan nampak salah tingkah saat Stevan menjadi perantara mereka secara tidak langsung untuk berkenalan.
"Ini Ranalia, putri penyihir Servaraz."
"Ini Johnathan, putra Dewi Aphrodite."
Ranalia yang ingin menjabat tangan Johnathan mendadak mengurungkan niat, "K-kau.. —maksudku, Anda—"
"Aku hanya seorang demigod. Tidak apa-apa," Johnathan tersenyum manis dan mengulurkan tangannya duluan.
"J-justru itu. Kau tidak bisa disentuh sembarangan."
Johnathan menganggap kegugupan Ranalia sebagai tingkah manis gadis itu. Maka dengan menahan gemas, Johnathan meraih kedua tangan lembut Ranalia untuk digenggam. "Kalau begitu, biar aku saja yang memegangmu. Boleh, kan?"
Pipi Ranalia bersemu merah. Malu-malu, gadis itu mengangguk pelan.
Stevan menghela napas. Mungkin saja dirinya akan ditanyai Servaraz macam-macam jika penyihir itu tahu putrinya tengah dimabuk asmara tepat di dalam rumah Stevan.
Tapi, diam-diam Stevan mengamini jika Johnathan dan Ranalia bersama. Mereka berdua terlihat cocok. Sama-sama mempesona, baik hati, dan punya latar belakang luar biasa.
.....
Semua terasa begitu cepat. Karena banyak kecocokan, tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk saling memahami karakter satu sama lain.
Dan tentu saja, rumah Stevan adalah satu-satunya tempat kencan dadakan yang paling aman. Karena baik itu Johnathan maupun Ranalia belum siap memberitahukan hubungan mereka pada orang lain selain Stevan.
Lagipula, Stevan juga tidak ambil pusing. Kala Ranalia dan Johnatan bercumbu dan bermesraan, Stevan akan dengan lapang dada keluar dari rumahnya, sekalian mencari bahan untuk ramuannya.
"Kalian baik-baik di dalam. Jangan sampai kalian menjadikan rumahku sebagai tempat kalian 'lupa daratan'. Ingat keluarga kalian belum tahu tentang hubungan kalian."
"Tentu saja. Kami belum sejauh itu." Johnathan tersenyum jenaka. Lantas mengerling ke arah sang kekasih dan berbisik mesra, "Tapi akan."
Ranalia tersipu dan memasrahkan kepalanya ke pundak kanan Jonathan.
Stevan memutar bola mata malas. "Terserahlah. Asal kalian berhati-hati saja."
Baik Ranalia dan Johnathan sama-sama tahu maksud Stevan. Sebenarnya mereka berdua tidak benar-benar siap jikalau pada akhirnya hubungan mereka terbongkar. Entah kapan hari itu tiba.
Tapi sayangnya, itu adalah hari ini.
Tepat 10 menit setelah Stevan keluar rumah, Ranalia yang tengah duduk di pangkuan Johnathan karena ingin menggoda sang kekasih malah merasakan kehadiran sang ayah di balik pintu.
Tentu saja itu benar-benar Servaraz. Jika Ranalia bisa merasakan kehadiran sang ayah, maka Servaraz juga jelas bisa merasakan kehadiran sang putri.
Terlambat untuk Ranalia memberitahukan keterkejutannya pada sang kekasih, sekonyong-konyongnya pintu itu sudah terbuka lebar dengan bunyi dobrakan.
Ranalia melompat berdiri dari pangkuan Johnathan. Begitu pula sang pemuda. Berusaha tenang kendati jauh dalam hatinya, Johnathan lebih gugup dibandingkan sang kekasih.
"Tuan Servaraz."
"T-Tuan Johnathan. M-maaf atas kelancangan sa—"
"Tidak, tuan. Tolong cukup panggil saya dengan nama John. Yang sekarang berdiri di depan Anda bukanlah putra Aphrodite. Yang sekarang berdiri di depan Anda hanyalah kekasih putri Anda. Calon menantu Anda."
Ranalia terharu. Begitu besar cinta Johnathan untuknya hingga rela menekan ego sebagai demigod di depan penyihir yang kastanya bukan apa-apa.
Johnathan meraih tangan gadisnya untuk digenggam. "Tolong restui hubungan kami. Izinkan aku mengikatnya dalam ikatan pernikahan."
....
"Apa Dewi setuju punya menantu penyihir sepertiku?"
Johnathan yang tengah mengelus kepala gadisnya di atas ranjang tempat mereka saling berbagi kehangatan mencium pucuk kepala Ranalia. "Ranalie-ku sayang, tentu saja ibuku senang sekali punya menantu secantik dirimu."
"Lalu kira-kira kapan pernikahan kita akan dilangsungkan?"
"Besok."
"Oh.." Ranalia mangut-mangut. Kemudian menyadari sesuatu, "Tunggu, besok?!"
Johnathan tertawa renyah. "Iya, sayangku. Aku sudah menyiapkan segalanya. Orangtuamu sudah setuju. Ibuku juga akan datang. Dan mungkin sekarang ini Stevan dan Heremia sedang berdebat tentang konsep dan hiasan untuk altar."
Heremia adalah sepupu jauh Johnatan. Demigod anak Dionysus yang diam-diam naksir Stevan.
"Kau, tahu? Padahal ayahmu hampir ingin menjodohkanmu dengan murid kesayangannya."
"Ayah cerita tentang Bellezac?"
"Kau sudah tahu?"
"Bukankah aneh kalau putrinya sendiri tidak tahu? Selama ini aku hanya pura-pura tidak tahu. Aku tidak tertarik dengan Zac."
"Zac? Ternyata kau punya panggilan sayang untuk lelaki lain." Johnathan berencana menggoda Ranalia dengan berpura-pura cemburu.
"Tidak. Aku hanya mengikuti yang lain. Mereka juga memanggilnya Zac. Bukan cuma aku. Kau tidak cemburu, kan?"
Johnathan tersenyum gemas melihat raut panik kekasihnya. Lantas menghadiahi ciuman bertubi-tubi di pipi Ranalia. "Tentu saja tidak. Yang menikah denganmu kan aku."
End.
maaf alurnya agak rancu. pertama td ngantuk, terus ternyata blm sempat di sv jd pas keluar malah kepotong. alhasil bikin ulang. dan Ra lupa kata-kata nya gmn td. jd ya sudahlah jd nya begini aja 😅