"Berita terkini kasus kematian sepasang suami istri terjadi di kota A di duga kematian sepasang suami istri ini terjadi karna adanya adu mulut yang terjadi di antara mereka. Sang istri juga di kabarkan meninggal karna pukulan benda tumpul yang di layangkan oleh sang suami, dan suami korban meninggal karna di tusuk dengan senjata tajam yaitu pisau di bagian perut oleh putrinya sendiri"
Kabar itu membuat kehidupan seorang gadis yang berusia 18 tahun berubah 180 derajat menjadi pelaku pembunuhan atas kematian sang ayah dan merubah segala nya di kehidupan nya.
"Terdakwa yang bernama Bella dalam kasusnya yaitu kasus pembunuhan sesuai undang-undang dan hukum negara kita kami para hakim setuju bahwa terdakwa Bella di beri Hukuman 10 tahun penjara" "Tuk ! Tuk ! Tuk !" suara hakim dan ketukan palu yang merubah semua jalan takdir hidup Bella.
Sel Penjara :
"Bella..." Sang Kaka yang tidak kuasa melihat adik nya hidup di dalam penjara yang dingin dan di kelilingi oleh orang orang yang haus akan siksaan di penjara
"Kaka...ini sudah pilihan Bella tidak apa apa hanya 10 tahun itu waktu yang singkat" Sahut Bella dengan wajah murung nya
"Hiks....Kaka akan selalu menjadi Kaka mu dan Kaka akan selalu menjadi orang yang ada buat diri mu walaupun kau telah menjadi seorang pendosa yang berat" Kaka laki laki Bella benar benar tidak kuasa menahan air matanya yang jatuh membasahi pipi, dia kini hanya memiliki Bella satu satu nya ayah, ibu dan adik laki laki nya meninggal dalam kasus kali ini
"Kak maafkan Bella karna tidak bisa melindungi ibu dan adik...Kaka... jagalah diri Kaka baik baik di luar sana, waktu pertemuan kita sudah hampir habis Bella pergi dulu" Bella perlahan memasuki ruangan jeruji besi yang dingin tersebut sambil menundukkan kepalanya.
10 tahun berlalu Bella yang keluar dari ruangan jeruji besi itu berubah menjadi orang yang berbeda matanya penuh dengan kegelapan dan tatapan kosong.
"Mama jangan tinggalkan Bella ! Mama Bella di sini akan melindungi Mama ! Mama ! Mama ! MAMAAAAAA" Teriak Bella dalam tidurnya
"Akhh kenapa lagi dengan anak itu" Cetus salah satu teman Bella yang berada di penjara
"Woi anak muda !" Sapa nya dengan raut wajah yang menyeramkan
"Apa yang kau teriakan dalam tidur mu ?, kau bahkan berkeringat dingin dan bergemetar hebat" laki laki yang berotot kekar itu mendekati Bella dan duduk di samping nya
"Selama 10 tahun ini kau banyak diam dan tak mau bicara kepada kami semua, kau tau... walaupun wajah kami ini seram dan kami bertubuh kekar kami tidak pernah mau menyakiti orang-orang lagi, Cerita kan lah nak masalah mu pada ku tapi itu jika kau mau...itu mungkin bisa membuat mu sedikit tenang" Jelas nya lagi sambil memegang jeruji besi
"Maafkan aku paman...jika selama ini tidak mau bicara aku sedikit mengalami trauma dalam hidup ku, jika kau mau mendengarkan aku akan menceritakan nya pada mu" Ucap Bella sambil menundukkan kepala nya
"Cerita lah nak... paman akan mendengarkan mu" Sahutnya dengan sopan
"Paman pasti sudah tau aku masuk penjara karna kasus pembunuh 10 tahun lalu terhadap ayah kandung ku sendiri... aku melakukan nya bukan karna tanpa alasan !!! Ayah ku melakukan kekerasan terhadap ibu ku waktu itu dia memukul ibu dengan kayu berpuluh puluh kali, bahkan...bahkan dia menghantamkan kepala ibu ku ke dinding... dan adik ku, dia juga tewas demi melindungi ibu ku yang sudah sekarat adik ku menerima satu pukulan di kepala dengan kuat aku yang waktu itu benar benar lemah dan dalam pikiran yang campur aduk... antara bunuh diri atau membunuh ayah ku sendiri dan kebetulan di samping ku ada pisau waktu itu, aku segera mengambilnya dan menusukkan beberapa tusukan kepada ayah ku. Aku tidak peduli dengan dirinya aku langsung mendekati ibu ku yang sudah sekarat sedangkan adik ku dia sudah tergeletak di lantai bersimbah dengan darah..." Tiba tiba Bella terdiam dan teringat kejadian 10 tahun lalu dia melamun dalam cerita nya
INGATAN BELLA :
"Bella..." Ibu Bella yang sekarat memegang pipi anak perempuan nya yang cantik tersebut
"Mama...ada apa Bella di sini Bella akan memanggilkan ambulan untuk mama dan adik mama bertahan sebentar yaa Hiksss..." Ucap Bella sambil menggenggam tangan ibu nya
"Bella...nak...Te..ri...ma...kas..ih..." Sang ibu menutup mata nya begitu saja di hadapan Bella tragedi yang di alami Bella membuat dirinya menderita dan mengalami gangguan jiwa
"Hiks...MAMAAAAAA...AAKKHHH" Teriak Bella dengan keras.
Bella membiarkan jasad adik dan kedua orang tua nya beberapa saat dia pun menelepon polisi dan Kaka laki laki nya yang tinggal di luar kota
"Hallo apakah ini kantor polisi ?" Tanya Bella dengan nada sendu nya
"Iya kami kantor polisi, apakah ada yang bisa kami bantu ?" Tanya polisi tersebut di balik telpon nya
"Pak datanglah ke kota A distrik 3 nomor rumah 21 telah terjadi kasus pembunuhan dengan saya pelakunya sendiri" Ucap Bella yang langsung menutup telpon nya
Bella juga menghubungi sang Kaka untuk mengurus jenazah orang tua dan adik mereka, Bella di interogasi oleh pihak ke polisian untung rumah Bella memiliki CCTV bukti tersebut membantu dia meringankan hukuman dirinya yang awal nya seumur hidup atau hukuman mati menjadi 10 tahun penjara.
Bella tersadar dari ingatan kelam nya dengan satu panggilan dari salah seorang polisi.
"Atas nama Bella" Ucap sang polisi
"Iya saya pak" Bella langsung terkejut dan berdiri begitu saja
"Waktunya ke pengadilan kau hari ini di bebaskan" Sahut sang polisi yang membawa Bella penuh dengan keamanan
"Paman... terimakasih sudah mau mendengarkan cerita ku sekarang aku jadi tenang" Senyum manis terukir di wajah Bella dia pun berjalan menuju pengadilan
Setelah terbebas beberapa bulan Bella selalu di hantui dengan mimpi buruk nya 10 tahun lalu dan selalu memanggil ibu nya di saat tidur nya.
"Mama...Bella di sini...mama di mana ? Bella mau ketemu mama...." Bella yang sudah frustasi dengan hidupnya berdiri di sebuah gedung tinggi sekitar 25 lantai
"BELLA..." Teriak sang Kaka yang menerima panggilan telepon dari adik nya tersebut dan bergegas menemui sang adik yang kini berdiri di pinggi gedung
"Kaka...Bella minta maaf tidak bisa menjadi adik yang baik untuk diri mu hahaha... terimakasih, Kaka jadilah laki laki sejati jangan pernah memarahi istri mu jangan pernah ikuti jejak ayah kita ..Sekali lagi terimakasih...hahaha" Tawa riang dan senyum terakhir dari Bella menjadi perpisahan yang menyakitkan bagi sang Kaka
"BELLA....."Teriak Kaka nya yang tidak sempat menangkap tangan adik nya yang kini tewas bunuh diri lompat dari gedung lantai 25
"BELLA....AKHHH, Maafkan kaka...Hiksss Bella....Aaaa" Sang Kaka kini benar benar terpuruk di tinggalkan semua orang orang tercinta nya
Kabar kematian Bella bahkan sampai ke teman teman nya yang berada di penjara bersama nya termasuk seorang paman yang mendengar kan Bella bercerita saat dia di penjara.