Pagi hari yang sejuk, aku melihat hujan yang menyirami seluruh dunia. Hujan sangat membuat perasaanku sangat rileks seakan aku melupakan segala memori yang ada didunia ini.
Aku menyimpan segala rasa Rinduku dalam hatiku, aku mencoba untuk menjadi orang yang tegar dan kuat. Tapi seakan akan, itu semua membuatku stress. Hanya saja seseorang yang membuatku nyaman, dia tidak akan ada didunia ini.
***
Dulu, aku memiliki seorang Pacar yang bernama Rio. Dia pria ganteng berusia 24 tahun, Memiliki Pekerjaan yang Cukup, sangat baik dan selalu menjaga ku dari hal yang jahat
Aku dan Rio sangat mencintai, sampai akhirnya kami berpacaran selama bertahun-tahun. Dan Kami memutuskan untuk menikah.
Sebelum kami menikah, kami memutuskan untuk liburan 2 minggu di Perancis.
Kami berjalan-jalan di ibukota Perancis, menikmati suasana yang membuat kami tak memikirkan segala beban kami. Menghabiskan waktu di Paris, seakan-akan itu tak cukup untuk kami berdua.
Setelah pulang ke negara kami, kami harus segera menyiapkan hal yang dibutuhkan untuk Pernikahan kami. Dengan menyiapkan Foto Pre-Wedding, Pakaian Pernikahan, Kue Pernikahan, Gedung, Catering dan lain-lainnya..
D-day Wedding..
Hari ini adalah Hari Pernikahan ku dengan Rio..
Aku sangat senang sekali, karena hari ini adalah hari terindah ku. Tetapi perasaan ku tak enak, terasa Rio akan pergi meninggalkan ku..
"Lea, kamu tau ga dimana Rio"
"Engga bu, tadi aku sudah telepon dia dan dia baru sampai di lampu merah X"
"Yasudah, kamu tunggu dulu ya"
"Ya bu."
Beberapan menit kemudian, kami mendapatkan kabar bawa Rio terkena serangan jantung saat mau datang kesini untuk bersiap di gedung ini. Aku merasa hatiku sangat hancur dengan berita tersebut, aku pun lari sekencang mungkin untuk mengambil mobil di parkiran sejauh 10 meter.
"Ri..RIO"aku menyebut namanya sambil air mataku mengalir...
"KAMU TEGA RI"
Selesai sampai dirumah sakit, aku berlari mencari ruangan Rio, dan setelah aku menemukannya aku pun membuka pintu itu dengan sangat keras.
"Rioooo"kataku sambil menyeka air mata..
Setelah selesai pemakaman, aku pun melihat selembar kertas pada kado yang Rio berikan padaku dua hari yang lalu. Aku pun membaca surat tersebut.
"Hai Lea, jika kamu membaca ini berarti kamu sudah tau surat ini ya"
"Lea, maafkan aku jika aku tidak memberitahu kamubsebelumnya.."
"Aku, mempunyai penyakit jantung yang sangat fatal dan beberapa hari lagi aku akan meninggal, aku tau itu semua karena aku berobat kemarin"
"Jika, kamu sedih karena hal ini tolong maafkan aku"
"Aku, juga punya hadiah buat kamu di sebuah hutan yang indah, di masion yang aku berikan kepada mu"
"Jangan sedih ya, aku selalu berada disisimu"
"Kamu adalah cinta pertama dan paling terakhir dalam hidupku"
"Aku harap kamu selalu bahagia, walaupun tanpa kamu"
"Selamat tinggal, my girlfriend and my love together"
"Tanda cinta ku padamu, Rio-23 Oktober 2019"
Tangisku pun, pecah seketika saat membaca itu dan aku segera mencari hadiah terpendam itu..
-THE END-
"Even though the longing is there, but I will not forget you my first and last love for you Rio"~Lea