Happy reading 😘
"Sayang, hati-hati.Perhatikan jalanmu tidak perlu berlari."teraik seorang Ibu pada anaknya.
"Ibu berjalan lebih cepat lagi.Jangan sampai aku tinggal nanti."teriak si anak juga.
"Tapi tidak perlu sampai berlari nak.Kau bisa jatuh dan terluka nanti."teriak panik ibunya lagi.
"Itu tidak ak..bruk ibuu..." belum sempat menyelesaikan ucapannya dia sudah terjatuh karena tersandung batu.
"Dona..."
"Ya ampun sayang,kau mengapa tidak berjalan dengan pelan saja.Lihat kau jadi terluka,ini berdarah Dona."ujar ibunya khawatir.
"Hu..huu.. menga..pa ibu memarahikuu...aku sud..ahh terluka..tapi ibu malah..marah...marah..Hua...ibu kejam..."
"Sayang,cup..cup... jangan menangis ya.Ibu minta maaf hemm.Apa lukanya masih terasa sakit,akan ibu obati sekarang."sesal Ibunya.
"Sakit Bu...ini masih sakit Bu."
"Ibu akan obati, sekarang merem biar sakitnya hilang ya."ujarnya ibunya.
Dona hanya menganggukkan kepalanya.
Ibunya langsung menangkup luka dilutut anaknya.Setelah itu dia hanya membaca beberapa patah kata.Lalu menghembuskan nafasnya yang terasa hangat.
"Auhh."keluh Dona.
"Sudah buka matanya nak, sekarang sudah tidak sakit."ujar Ibunya.
Dona langsung membuka matanya lebar-lebar.Saat merasakan perih lalu dalam sekejap langsung hilang dia seperti sudah biasa dengan hal itu.
"Ibu.."ucap Dona.
"Hemm.."jawab ibunya lembut.
"Dona sayang Ibu,ibu adalah ibu yang terbaik dan terhebat di dunia ini.Dona bangga banget punya Ibu,Dona bahagia."ucap Dona dengan menatap berbinar bahagia ibunya.
"Ibu juga sangat Lo sama Dona.Dona anak Ibu satu-satunya dan cuma akan ada satu anak Ibu yaitu Donanya Ibu."ujar Ibunya.
➰➰➰➰➰
Dona Ayelin, ialah seorang manusia yang sedari kecil telah kurawat dan kubesarkan dengan sangat baik.Aku menyayanginya layaknya anak kandungku sendiri.Bahkan aku jugalah yang memberikan dia sebuah nama.
Awalnya dia hanya bayi merah terlantar yang aku temukan.Aku menemukannya saat aku ingin membersihkan tubuhku yang kotor disungai.Sebenarnya saat itu aku juga belum memiliki apa-apa termasuk rumah.
Tapi karena aku tak tega meninggalkan bayi kecil itu sendirian aku pun membawanya ikut bersamaku.
Namun satu hal yang sangat aku pikirkan saat membawanya.Aku bukan lah dari bangsa yang sama dengann dia.Aku bukan manusia melainkan seekor naga putih.
Ya...
Naga putih yang turun ke dunia manusia hanya untuk merasakan kedamaian.Untuk menghindari permasalahan di dunia bangsa naga sesaat.
Namun,siapa yang tau akan tentang takdir.Kami bangsa naga juga sangat percaya tentang takdir penguasa.Karena takdir itulah aku mempunyai putri canti yang berasal dari bangsa manusia.
Awalnya aku hanya ingin merawatnya sampai waktuku di dunia manusia habis.Tapi sekarang saat dia sudah remaja.Aku sangat takut untuk melepaskan nya.
Dirinya yang selalu saja ceroboh, membuatku selalu khawatir.Apalagi dia juga sangat lemah dan cengeng.Aku merasa enggan untuk melepaskannya.
Salahku memang telah memanjakan dia dengan terlalu berlebihan.Tapi jika melihat tampangnya yang sangat imut dengan mata biru bulat,bibir merah mungil,pipi tembemnya dan rambut lurus panjangnya.Siapa yang akan tahan untuk tidak memanjakan dia.
Sekarang memang belum saatnya aku pergi kembali ke duniaku.Tapi akan terjadi sebentar lagi, waktuku tinggal sedikit.Dan untuk meninggalkan kesan yang baik aku akan menjaganya disaat-saat terakhir ini.
➰➰➰➰➰
Pagi ini aku ingin mengajak Ibu bermain digunung. Aku ingin berjalan-jalan disekitar gunung.Aku sudah rapi dengan gaun sederhana berwarna kuning milikku.
Aku pergi menemui Ibu di kamar.Aku tau seperti biasanya saat Ibu selesai menyembuhkan lukaku.Pasti Ibu akan beristirahat sesaat dikamar nya.
Saat aku membuka pintu kamar Ibu tiba-tiba terdengar suara asing dari kamar.
"Persiapkan dirimu Drona, sebentar lagi orang dari kastil naga akan menjemput kau sebagai Ratu untuk kembali."suara asing itu.
"Tapi aku sudah tidak berminta lagi untuk menjadi ratu bangsa naga."ucap Ibu.
"Kau telah diberikan tanggung jawab besar ini sejak kecil.Bangsa naga sangat membutuhkan dirimu.Bagaimana mungkin kau bisa melupakan mereka."
"Tapi putriku juga sangat membutuhkan aku disini aku tidak mungkin meninggalkan dia."ucap Ibu.
"Dia hanya anak manusia yang kau besarkan selama ini.Lalu apa susahnya untuk meninggalkannya sekarang,ingat dia hanya anak anggkat mu."
Deghh...
'Anak angkat?anak naga?'
"Kau seorang lelaki,dan tak memiliki anak maupun istri tentu kau akan mengatakan itu dengan mudah.Tapi aku adalah seorang ibu sekarang, bagaimana mungkin seorang Ibu meninggalkan anaknya sendirian."ucap Ibu.
"Kalau begitu bawa dia ikut denganmu ke dunia naga."
"Itu tidak mungkin."ucap Ibu.
"Kau...cih, semuanya tidak mungkin.Seakan akan tidak ada yang mungkin bagimu di hidup ini."kesal orang yang berbicara dengan Ibu sedari tadi.
"Tapi itu memang tidak mungkin,jika mungkin aku sudah membawanya dari awal dan menjadikan dia seorang tuan putri di kastil."ucap Ibu.
"Apanya yang tidak mungkin,kau dasar Ratu naga bod*oh.Kau bisa mengubah dia menjadi naga dan menjadikannya keturunan kandungmu sendiri bukan."
Ahh..
"Iya,kau benar Grona ternyata kau masihlah adikku yang sangat cerdas.Aku bangga memiliki adik sepertimu."ucap Ibu bangkit dari duduknya.
"Cih,aku memang cerdas dari dulu."
"Tapi... bagaimana jika dia tidak mau.Bagaimana jika dia malah membeci diriku ini.Aku dan dia sangat berbeda sekarang.Kau taukan bangsa manusia sangat membenci bangsa naga.Aku tidak ingin kehilangan dia Gro."lirih Ibu.
"Untuk yang itu aku juga tidak tau,jika dia tidak mau aku tidak tau harus apa."
"Tidak...kalau begitu aku tidak perlu membawanya pergi.Aku akan meninggalkan dia disini tapi aku akan tetap mengawasi.Ya itu lebih baik,aku..."
"Tidak." teriakku.
Hemm...
"Dona,nak kemarilah."ucap Ibu gemetaran.
"Tidak Bu..."teriakku lagi.
"Sayang kenapa hemm..."
Aku langsung berlari memeluk Ibu erat-erat"Jangan,jangan tinggalkan Dona sendiri Ibu.Dona tidak mau sendirian, Dona ingin ikut dengan Ibu saja."ucapku tegas.
Tidak mungkin aku bisa hidup tanpa Ibu disisiku.Naga,aku tidak merasakan kemarahan apapun dengan itu.Aku hanya sedang takut Sekarang.Takut akan ditinggalkan Ibu untuk selamanya.Aku tidak ingin itu terjadi.
"Nak, kau bicara apa hemm...?"tanya ibu gugup.
"Jangan menutupi apapun lagi Bu,aku sudah tau segalanya.Aku menyayangi Ibu apapun bentuknya.Aku tidak ingin ditinggalkan oleh Ibu.Aku ingin menjadi seperti Ibu dan ikut bersama Ibu.Ibu kumohon bawalah aku dengan mu."pintaku.
"Kau bisa menyesal nantinya jik...."
"Tidak akan,aku akan sangat menyesal saat kehilangan Ibu nantinya."ucapku cepat.
"Nak.."
"Jika Ibu tak mau aku akan bunuh diri saja sekarang.Aku tak ingin ditinggalkan,maka biar aku yang meninggalkan Ibu."
"Jangan,jangan lakukan itu.Kau menyakiti Ibu nak."
Aku hanya memalingkan wajahnya dari Ibu,tak tega melihat Ibu berlinang air mata seperti itu.
"Baik, Ibu akan membawamu.Jangan bertingkah ceroboh lagi.Ibu tidak akan meninggalkan dirimu."ucap Ibu.
"Ibu janji."
"Iyah, Ibu janji."
➰➰➰➰➰
Sejak saat itu Aku dan Dona kembali ke kastil naga.Aku telah membuat Dona menjadi naga sebagai keturunanku sendiri.Nantinya dialah yang akan mewarisi segalanya.
Sampai sekarang aku tak percaya jika Dona memilih ikut bersamaku dan menjadi naga.Tapi itulah yang terjadi.
Ini hanya sebuah takdir...
See you 😘