“Pramugari itu bilang kalau pesawat kita delay.” Ujar gadis manis berambut pendek di dalam ruang tunggu (boarding lounge) bandar udara Paris, Charles de Gaulle. Ia membawa semangkuk penuh marshmello di tangannya.
“Sampai kapan?” Tanya selebriti cantik berbadan tinggi yang sedang bersandar di atas sofa.
“Mungkin satu jam.” Jawab gadis manis yang belakangan diketahui bernama Kim Miru. Sahabat karib yang merangkap sebagai manajer selebriti cantik itu.
“Shit!” Hardik Geum So La, sang selebriti cantik yang sedang menunggu penerbangannya pulang ke Korea.
Geum So La seorang sosialita, Queen of influencer yang mempunyai lebih dari dua puluh juta pengikut akun media sosial.
Di cintai oleh para fans (pengikut) yang amat tergila-gila padanya. Berparas cantik dan merupakan trendsetter paling berpengaruh di Korea.
Sudah dari semalam Solla tidak tenang. Alasan pertama karena ini kepulangannya ke tanah air setelah dua tahun berada di Paris, Prancis. Untuk bekerja sebagai brand ambassador merek dunia, Chinel.
Alasan kedua tentu saja ia sangat merindukan makanan pedas yang di jual di pasar seperti tteokbokki dan samyang. Belum lagi beer kaleng dan ayam goreng, baru dibayangkan saja air liur sudah menetes.
Ketiga dan yang paling utama karena selama dua tahun ini ia tidak bertemu dengan kekasihnya, Park Gong Soo.
Dan lebih dari dua minggu sebelum kepulangannya ke Korea, kekasihnya itu tidak dapat dihubungi. Terakhir mereka bertemu lewat video call pada saat sang kekasih akan mengadakan rapat pemegang saham perusahaannya.
“Masih ngga bisa menghubungi Gong Soo-Sunbae?” tanya Miru sembari sibuk mengunyah makanan.
Solla memperhatikan sahabatnya yang sedari tadi tidak bisa berhenti mengunyah.
“Aku takut akan ada tagihan yang datang padaku sepulang kita ke Korea.” Kata Solla.
“Tagihan apa?!” Tanya Miru heran.
“Tagihan untuk membayar makanan yang kau kunyah dari tadi. Mereka akan protes merugi padaku dan mengirimkan sekotak penuh surat tagihan.” Jawab Solla sambil terus memperhatikan handphone di tangannya.
Miru tersentak. Ia berhenti mengunyah dan meletakkan kembali toples besar berisikan kue kering.
Selama satu jam penuh mereka menunggu konfirmasi boarding. Solla semakin gelisah.
“Haish.. Harusnya aku tidak menurutimu untuk naik penerbangan umum.” kata Solla kesal. Miru hanya bisa menghela nafasnya.
Satu jam lebih tiga puluh menit barulah penerbangan mereka tersedia. Tanpa peduli apa pun Solla melesat menuju tempat boarding meninggalkan Miru di belakang.
Jarak 8.965 KM di tempuh dalam 11 jam perjalanan udara dari Paris ke Seoul. Kelelahan bersarang pada tubuh kedua wanita itu.
Solla dan Miru berlarian menuju mobil yang sudah mejeng cantik di depan. Meskipun kepulangannya rahasia namun ada saja para penggila selebriti itu berdatangan ke bandara. Untung saja Solla selalu membawa beberapa bodyguard untuk menjaganya dimanapun.
Setelah berjuang bertahan hidup dari kumpulan para fans yang antusias akan idola mereka. Akhirnya Solla dan Miru berhasil masuk ke dalam mobil.
“Waa daebak! Lihat kaosku sobek begini!” ucap Miru memperlihatkan sobekan di kaosnya.
Solla tertawa. Dalam kelelahannya rupanya ada saja tingkah sahabatnya yang dapat membuatnya tertawa.
Miru kesal dan marah. Karena itu adalah kaos kesayangan yang ia beli langsung dari Paris.
Namun masalah tersebut langsung teratasi ketika Solla bilang akan menggantikannya dengan kaos dan sepatu limited edition oppa bangtan kesukaannya.
Biarpun Miru adalah wanita tapi ia tomboy. Tidak ada imut-imutnya sama sekali. Kadang hal tersebut membuat Solla jengkel namun juga nyaman.
Mobil itu berhenti pada lobby apartemen mewah di Seoul. Solla dan Miru bergegas masuk.
“Se-Selamat datang kembali nona.”
Sapa dua orang receptionist dari balik mejanya. Mereka menunduk memberikan hormat. Solla membalas dengan menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Kemudian ia menaiki lift untuk mencapai kamarnya.
Solla heran melihat Miru yang kebingungan dan gelisah.
“Kau sakit perut?” tanya Solla pada Miru saat mereka menunggu lift.
“Kau ngga lihat tingkah aneh dua receptionist itu, Solla?” Bisik Miru.
Memang benar. Kedua receptionist itu nampak bingung dan gelisah. Mereka berbisik satu sama lain sambil sesekali melirik Solla.
“Apa ada gosip baru akhir-akhir ini?” tanya Solla pada Miru.
“Ada. Tapi bukan tentangmu.” Jawab Miru.
“Lalu?” Solla penasaran.
“Han Yu Ra. Selebriti cantik yang naik daun dalam dua tahun belakangan. Memiliki talenta yang luar biasa. Selalu ramah kepada para fans dan dinobatkan menjadi Idola Berhati Malaikat. Saat ini sedang menjalani cinta rahasia dengan salah satu pewaris perusahaan ternama. Dan kabarnya mereka akan menikah pertengahan tahun ini.” Ujar Miru sambil membaca sebuah artikel di layar tabletnya.
“Oh ya?! Kenapa dia ngga cerita sama aku?” tanya Solla heran.
“Kau ngga ngerti kalimat yang ditulis di sini?” Miru mendelik.
“Apa? Anak itu mau nikah tapi ngga bilang padaku.” Kata Solla.
Mereka memasuki kondominium tempat Solla tinggal. Miru menghela nafas berat. Rupanya sahabatnya masih saja tidak mengerti kode yang diberikan olehnya, bahkan para wartawan di majalah.
“Aku tanya padamu. Kapan terakhir kali kau berhubungan dengan Sunbae?” tanya Miru. (Maksudnya Sunbae di sini pacar Solla)
“Eum... Mungkin sudah dua minggu.” Jawab Solla sambil mengganti bajunya.
“Dan kau lihat tanggal saat artikel ini di tulis. Saat Yura mengumumkan bahwa ia akan menikah dengan kekasih rahasianya setelah dua tahun berpacaran?” Sungut Miru.
Miru menyodorkan tablet pada Solla. Namun tak di gubris. Ia malah sibuk mengupas jeruk.
“Hei kau...”
“Udahlah, Miru-ssi. Kau tahu kita baru saja pulang. Sebelas jam penerbangan menyerap daya hidupku. Aku ingin istirahat.” Sela Solla.
Ia melenggang ke dalam kamar. Menyalakan pendingin ruangan dan menyelimuti dirinya rapat-rapat.
Setelah membersihkan diri, Miru berbaring di sebelah Solla yang sudah terlelap.
“Kau terlalu baik, Solla.” Kata Miru lirih. Ia membelai lembut kepala Solla yang menyembul keluar.
***
“Pak Kim (Sekretaris Gong Soo) bilang kalau Sunbae hari ini cuti dan sekarang berada di apartemen kalian.” Ucap Miru dari seberang telepon.
Solla sudah berada di jalan menuju apartemen yang ditinggali kekasihnya untuk memberinya kejutan.
Apartemen mewah dua lantai yang ia beli untuk dijadikan tempat tinggal masa depan bagi dirinya dan kekasihnya setelah menikah kelak.
Mobilnya terparkir dalam basement apartemen mewah tersebut. Solla membawa sekotak kue red velvet kesukaan mereka.
Ia membuka kunci apartemen. Lalu masuk ke dalam. Di dalam masih sangat gelap, wajar sebab Solla datang pagi-pagi sekali karena sudah tidak sabar.
Solla berjalan mengendap-endap menuju kamar kekasihnya.
Oh? Pintunya ngga di kunci lagi, dasar Oppa. Batin Solla.
Ia mendengar suara dari dalam kamar. Suara tertawa kekasihnya. Dengan semangat Solla membuka pintu kamarnya.
Sungguh tragis ketika ia melihat kekasihnya sedang bersama wanita lain di dalam kamarnya.
Dada Solla terasa sesak. Nafasnya memburu. Air matanya jatuh membasahi pipinya. Ia melihat mereka sedang beradu ranjang dengan panasnya. Solla sangat marah dan kecewa.
“Oppa!”
Gong Soo dan wanita yang bersamanya, Yura, terkejut akan kedatangan Solla. Mereka telah tertangkap basah dan tidak bisa berbicara apa pun.
“Jelaskan padaku!” Solla berteriak. Namun baik Gong Soo maupun Yura terdiam.
“Sudahlah Oppa. Aku lelah berpura-pura terus. Sebentar lagi juga kita akan menikah.” Ujar Yura menggelendot manja.
“Apa?! Menikah!?” Solla tak habis pikir ia ditusuk dari belakang oleh teman dekat dan pacarnya sendiri.
“Nuna.” Yura menghampiri Solla yang hanya mengenakan selimut untuk menutupi tubuhnya. Menggenggam tangan Solla. “Maaf. Tapi aku dan Oppa saling mencintai.” Katanya. “Jadi tolong restui kami ya.” Lanjutnya.
PLAK!!!
Sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Yura. Solla sangat sakit hati atas perbuatan mereka.
“Kau!” Gong Soo mencengkeram kuat lengan Solla. “Jangan berbuat kasar padanya! Dia sedang hamil anakku!” Bentaknya.
“A-Anak?! Kau bilang Anak!?” Mata Solla terbelalak lebar. Badannya bergetar hebat menahan amarah.
Kekasihnya malah sibuk menenangkan wanita lain di hadapannya dengan cara memeluknya.
“Kau mau tahu kenapa aku melakukan ini?” tanya Gong Soo. “Itu semua karena kau yang terlalu tergila-gila dengan uang! Kau selalu sibuk dan mengejar impian bodohmu itu sampai bertahun-tahun!” Katanya.
“Hanya karena itu?! Kau melakukan ini padaku hanya karena aku sibuk?!” Solla murka.
“Sepertinya kau lebih tahu.” Kata Yura. “Nuna jangan munafik. Semua laki-laki membutuhkan belaian. Kau tidak memberikan apa yang Oppa mau, padahal kalian telah berpacaran selama delapan tahun lamanya."
Yura seakan mengejek Solla, dengan bersandar manja pada dada Park Gong Soo.
“Ha! Ternyata kau menjual dirimu pada orang miskin!” Solla berpaling dari para pengkhianat.
“Hei berhenti!” Perintah Yura.
“Siapa yang kau sebut miskin!?” Kata Park Gong Soo tak terima.
Solla menghentikan langkah kakinya. Berbalik badan memandang rendah orang-orang yang telah menyakitinya.
“Oh! Kalian mau menikah bukan?! Tenang saja, aku sebagai orang kaya akan menghadiahkan apartemen ini untuk pernikahan kalian! Dan tunggu pengacaraku datang!”
Solla berjalan mantap tanpa menoleh ke belakang lagi. Ia tak peduli jika kedua orang itu terus memanggil-manggil namanya.
SELESAI
Seru ga?
Mau baca lebih banyak? Mampir ke profil aku yuk!
Judul cerita lengkap ini LAST HIEMS. Aku tunggu kehadiran kalian ya! *Reincarnation Alert*