Yu Bingbing, wanita super cantik idola para pria, selalu diganggu oleh pria bernama Li Xuan. Sudah berbulan bulan Yu Bingbing mencoba untuk menyingkirkan Li Xuan, tetapi setiap kali dia mencoba menyingkirkan dia selalu mendapat masalah dan pada akhirnya Yu Bingbing mulai mengembangkan dan menerima dalam hatinya untuk Li Xuan.
Sudah lebih dari 4 bulan, dewi kecantikan gunung es Yu Bingbing masih tidak ingin mengakui kata hatinya terhadap Li Xuan. Tetapi setiap kali Li Xuan pergi, pada akhirnya dia yang linglung. Dia ingin Li Xuan mengaku terlebih dahulu, bukan dia. Hingga suatu hari,
23 September 2021.
Lapangan Basket.
Dewi kecantikan gunung es Yu Bingbing duduk di pinggir lapangan. Di temani segelas jus jambu dan es krim, Yu Bingbing dengan sopan menyendok es krim ke dalam mulutnya.
Di tengah lapangan, 2 tim basketball milik sekolah sekolah menengah atas sedang bermain basketball dengan keren. Salah satu dari tim tersebut, Li Xuan adalah kapten bola basket yang mengatur tim serta penyerang utama terbaik.
"Gao Huatong, lempar kemari!" teriak seorang pemuda dengan nomor 42 di belakang kaos olahraganya. Dia adalah Li Xuan, dengan cepat tangan Li Xuan langsung meraih bola. Begitu bola di tangannya, semua orang dalam tim musuh langsung berubah menjadi waspada. Bukan karena apa, Li Xuan sudah mencetak skor tidak kurang dari 20 poin dalam 15 menit pertama, sedangkan 15 menit kedua Li Xuan sudah hampir mencetak 40 poin, sekarang adalah 15 menit ketiga, mereka tidak boleh kalah karena ini sangat penting bagi mereka.
Li Xuan juga tidak meremehkan dalam pandangan, tetapi dihatinya dia mencibir mereka. Li Xuan dengan gesit langsung menggiring bola di tangannya ke depan, melewati 2 pemain berturut-turut, tetapi segera dia di hentikan oleh seorang dengan tinggi 178 meter tersebut.
"Li Xuan, jangan harap kamu bisa melewati ku lagi!" ucap Wang Haoran menghadang Li Xuan dengan kedua tangannya. Li Xuan sekali lagi mencibir, gerakan tangannya tetapi kali ini lebih gesit dari sebelumnya.
Hup!
Segera semua orang terkejut, tetapi sorak-sorai segera memenuhi lapangan.
"Li Xuan! Li Xuan! Li Xuan!"
"Kyaaa.... sangat tampan!"
"Li Xuan! Semangat!"
Sedangkan tim musuh :
"Sial, apakah gerakan itu begitu mudah sekarang?"
"Apakah kita harus kemasukan lagi!"
"Apakah dia keturunan dewa basketball?"
"Tidak, mungkin saja dia adalah dewa?"
Yah, gerakan gesit Li Xuan langsung masuk ke dalam kolong diantara 2 kaki Wang Haoran sangatlah tampan. Tidak semua orang bisa melakukan hal seperti itu dengan mudah, bahkan tim profesional tidak semudah itu bisa melakukan hal yang dilakukan oleh Li Xuan.
Li Xuan langsung melanjutkan gerakannya, 2 langkah ancang ancang ke arah gawang, 3 langkah dengan hati-hati dan lompat. Semua orang langsung bersemangat kembali dan langsung bertepuk tangan meriah, kecuali tim musuh. Lagi-lagi Li Xuan mencetak gol dalam pertandingan ini. Sekarang tim sudah mencetak skor sebesar 98 poin, sedangkan tim musuh sampai saat ini hanya mencetak 37 poin, ada 61 poin jarak antara tim Li Xuan dan tim Wang Haoran, jelas tidak mungkin bagi Wang Haoran untuk melawan balik Li Xuan.
Semua tim musuh sudah mulai gila, pertandingan ini adalah pertandingan untuk melanjutkan turnamen antara sekolah dan mungkin bisa mencapai tim provinsi. Tetapi di tim Li Xuan ada Li Xuan yang bisa dengan sendirinya membalikkan keadaan yang hampir terpuruk.
Tim musuh mulai menyerang dengan agresif, walau begitu Li Xuan tetaplah Li Xuan, dia dengan mudah menghindari mereka dan mencetak gol lagi dan lagi. Kemarahan tim musuh meningkat, mereka tidak peduli lagi dengan orang orang disekitarnya.
Seorang anggota tim musuh sudah muak, kakinya dengan cepat langsung mengejar Li Xuan dan segera menangkap Li Xuan. Li Xuan terkejut, semua orang terkejut, anggota tim musuh bernama Ling Dapeng itu langsung membantingkan tubuhnya ke arah Li Xuan.
"Li Xuaaann!" sebuah teriakan keras langsung menggema di antara penonton. Semua orang kaget dengan teriakan tersebut, termasuk mereka yang bermain bola. Seakan-akan Li Xuan seperti terluka parah, padahal hanya di senggol saja tetapi ada yang berteriak histeris?
Mereka menatap ke satu arah yang sama, kecantikan itu segera menjadi malu, wajahnya di tutupi dan sudah berubah menjadi merah seperti apel. Dia tidak lain adalah Yu Bingbing, kecantikan pertama di sekolah.
Li Xuan linglung, semua orang linglung, mereka tidak pernah menduga bahwa kecantikan gunung es itu juga bisa malu, apalagi memanggil nama pria dengan akrab. Tidak ada yang mengetahui hubungan Li Xuan dengan Yu Bingbing, hati para pria langsung hancur berkeping keping.