Pada jaman dahulu kala, terlihatlah sebuah Kerajaan yang amat besar di Pulau Aura. Disana hanya terlihat banyak Naga dan Popularitas manusia hanya minoritas. Walaupun, disana ada sedikit Manusia, tetapi para naga itu menganggap manusia tersebut sebagai keluarganya.
Suatu hari, di Kerajaan Dragon ada seorang Pangeran yang berwujud manusia. Padahal dia dilahirkan oleh sekor Naga yang amat langka di pula tersebut.
Pangeran tersebut sedang bercakap cakap dengan Keluarganya..
"Pangeran Ademes" Kata Ratu Aleva.
"Iya baginda Ratu" Kataku sambil hormat terhadap Ratu..
"Ademes, engkau tak mau apa dengan kondisi orang tua mu seperti Naga dan kamu seperti Manusia" Tanya Raja Adeon
"Tak baginda raja, saya tak mau memiliki keluarga yang bukan manusia. Seharusnya saya bersyukur diberikan Tuhan Keluarga yang lengkap" Jelasku
"Nak, kamu memang berwujud manusia, tetapi darah kamu memiliki ikatan yang sama"kata Ratu sambil mengusap air matanya..
"Ibunda ratu, kenapa engkau menangis?"Tanyaku
"Tak apa Ademes"Jawabnya..
Waktu pun berlalu, kini pun Pangeran tersebut harus mencari seorang Pendaming hidupnya dengab lewat Sayembara. Saat dilakukannya Sayembara, pangeran tersebut terpaku dengan Kecantikan, seorang Gadis yang bernama Jesa..
dia ingin sekali bisa memikat hati gadis tersebut.
Setelah beberapa tahun, akhirnya Pangeran Ademes menikahi seorang Gadis tersebut. Tetapi, saat mereka berdua berbahagia datanglah surat untuk mengajak perang. Pangeran Ademes takut nanti jika Ia meninggalkan Istrinya sendirian.
Tapi, jika dia tak ikut perang ini maka Kerajaan Dragon akan hancur. Dengan terpaksa Pangeran Ademes menerima ajakan tersebut dan saat perang itu tiba Pangeran Ademes tak lupa untuk berpamitan dengan Istri dan keluarganya.
"Istriku Jesa, aku akan pergi sebentar dan jaga dirimu. Jika kau hamil maka kau harus rawat anak kita dengan baik ya.."
"Itu pasti Ademes"
"Sekarang, jaga kesehatan mu dan jangan cape cape ya"
"Iya suamiku"
"Ibunda ratu, tolong jagakan Permaisuri Jesa ya bu."
"Itu pasti anakku Ademes"
Pangeran Ademes pun meninggalkan Kerajaan Dragon, peperangan pun terjadi cukup hebat antara Naga dan Manusia.
"Pangeran Ademes, bagaimana jika kau barter denganku"Kata Pangeran Leon..
"Barter?"
"Ya, barter antara Perang ini dengan istrimu bagaimana...?"Kata Pangeran Leon
"Tidak akan pernah terjadi"
"Lihatlah, bagaimana pasukan nagamu itu berkurang. Termasuk Ayahmu Raja Xian sudah MATI"
"Jika, kamu menukarnya dengan istrimu, maka kau akan bebas dari perang ini.."
"Tidak"
"Oke"
Setegah tenaga Pangeran Ademes pun berkurang, kini Sang Permaisuri pun hanya bisa berdoa akan keselamatan sang suaminya.
"Tuhan, tolong selamatkan suamiku dari perang hebat ini"Putri Jesa terus mengucapkan doa itu berkali kali.
Satu serangan dan akhirnya Pangeran Ademes pun kalah ditangan Pangeran Leon..
"HAHAHAA..."tawa jahat Pangeran Leon
"Bagaimana?, sudah menyerah ya!"
"Aku selalu yakin bahwa aku akan selalu berhasil.."tatapan tajam Pangeran Leon..
Saat Pangeran Leon ingin meninggalkan tempat tersebut, terdengarlah sebuah Naga besar yang disebut sebut Ia lah Nenek Moyang dari Semua Naga yang ada didunia...
Petir pun menyembar dengan amat hebat, seakan akan bumi ini akan runtuh akan sambarannya..
Naga tersebut pun berkata..
"LIAT AKU PANGERAN LEON"Naga itupun mengeluarkan suara yang menakutkan.
"Ck"
Pangeran Leon pun hendak menengok kebelakang, tetapi..
"CRASSHHH.."
Terdengarlah suara belati emas yang memiliki Kekuatan hebat itupun menusuk dada Pangeran Leon. Pangeran Leon pun meninggal tanpa membalasnya terlebih dahulu.
-THE END-