matahari terik bersinar menyilaukan mata yang kian lama kian redup secangkir kopi panas di seruput seorang gadis paruh baya yang bingung harus ngapain.
tengok kanan tengok kiri utak Atik hp yang tidak tahu harus main apaan. keringat bercucuran dan nafas semakin tersengal. deg-degan rasanya.
huffff...... kata ku sambil memegang dada dan bergumam agar jantungku berhenti berdetak gugup menantikan seseorang yg datang kemari dan berkencan denganku. kata ku lirih
gimana Liz? " kata Hera cewek yang memakai celemek bergambar kucing berkulit putih itu menyapa ku.
mmmmmmmmmmm....... jawab ku dengan penuh tanda tanya dan ketidak pastian.
dia Dateng gak ya? tanya ku lirih
ya Tuhan.. kenapa ini terjadi padaku gumam ku
waktu sudah berjalan selama 2 jam lebih dan yang di tunggu tidak kunjung datang.
menunggu kencan dengan teman online memang sungguh menyebalkan.
berdandan ala ala keypop selama 2 jam kini luntur kayak oli..
wajah yang ceria jadi kusam dan tak bertenaga.
padahal pertemuan ini sudah di nanti nanti.
hiks.hiks.hiks. tangis ku terisak lirih dalam lipatan tangan yang ada di atas meja. selama 30th ini apa yang aku inginkan tidak kunjung tercapai. apa salah ku? tanya ku dalam hati
dalam tangisan aku teringat oleh seseorang yg dulu aku kenal di Bali saat liburan pertama setelah ujian senang ku bukan main. aku melihat deburan ombak yang melenggang kesana kemari dengan deru pasir yang seirama.
indah nya.. serentak dalam kekaguman ku melihat sosok yang berselancar dengan di iringi ombak laut...sungguh mempesona.
aku dekati dia dan meminta berkenalan tanpa sadar
hai, nama nya siapa? kata ku dengan tak tahu malu dan berani
saking malu nya mau melipat tangan ku ke wajah ku ini.
sontak aku kaget ketika dia membalas ku dengan senyuman dan berkata
aku Rama. wah sungguh manis sexi pulak fikir ku sampai melongo.
kok bengong? sudah makan belum?
seketika aku sadar saat dia menepuk ku dan memberi kode untuk makan.
belum " jawab ku
makan bareng ajah yuk?
senyuman nya membuat aku suka dan terpesona melihat nya. meski lebih tua dari ku dan mungkin sepantaran om ku tp wajah nya masih menawan.
aku yang masih SMA hanya dengan polos nya mau di ajak makan sama om om ganteng ini
sungguh mukjizat kata hati ku
nama nya Rama manager di salah satu restoran Ubud di Bali.
aku mengenal nya beberapa hari saat aku berada di resort.
beberapa hari aku di Bali serasa menyenangkan saat ada Rama. kebetulan sekali saat bertemu aku bukan shif kerja nya.
saat dia senggang dia mengajak ku jalan-jalan dan mengobrol.
obrolan kita pun nyambung. dalam beberapa hari ini aku sungguh senang laksana kencan dengan dia.
akhirnya hari terakhir aku berada d Bali. aku mengajak dia makan bersama sebelum pulang ke Surabaya.
kenapa nih?
kan nomer kontak nya ada ucapnya sambil tersenyum mengejek.
aku hanya terdiam dan memakan makanan ku
sepulang nya aku di Surabaya aku bertemu ikhsan kekasih ku yang satu kelas dengan ku. dia menjemput ku tapi aku tidak berkata apa-apa saking capek nya badan ku lemas.
kamu kenapa Liz? tanya ikhsan padaku
tak tahu harus jawab apa aku diam saja. sampai tiba di rumah langsung aku sandar kan tubuh ku di atas kasur.
esok nya aku mulai persiapkan semua peralatan sekolah untuk kelas pertama setelah liburan.
rasa nya kurang semangat tapi mau enggak mau harus hadir.
kelas yang berisikan 25 murid dan berjadwalkan ibu puji hari ini sungguh sangat ironis. terbilang sangat ironis karna ada ikhsan disana yang pasti akan meminta penjelasan dari ku nanti nya.
pagi pagi dia menjemput ku secara paksa dan meminta penjelasan tapi aku hanya diam saja dengan seribu tanya.
seusai kelas jam pertam pun dia menghampiri sampai istirahat ku hanya bilang aku lelah saja habis libur meski pun menyenangkan tapi sendirian
yah, harus nya waktu itu aku liburan sama ikhsan sesuai dengan rencana tapi ternyata ibu nya sakit dia tidak bisa pergi liburan tapi kan sayang tiket yang sudah dibeli alhasil aku pergi sendiri.
meskipun begitu aku senang bisa bertemu dengan Rama "kata ku dalam hati sembari tersenyum kecil
aku minta maaf ya Liz? ucap ikhsan
maaf ya? bsok di ganti malam Minggu an deh. kata ikhsan sembari mengusap kepala ku dengan nada mengejek