"Hah...hah...Tolong...tolong selamatkan bayi ku" Seorang perempuan yang merintih berlari di hutan menghindari kejaran dari para bandit gunung yang ingin membunuhnya.
Rintihan perempuan tersebut membangunkan seekor siluman naga yang sudah bertapa ribuan tahun di sebuah goa, membuatnya bangkit dari pertapaan nya dan mengubah wujud nya menjadi manusia.
Seekor naga berubah menjadi seorang pria tampan yang memakai jubah hitam dengan rambut panjang nya.
Melihat seorang perempuan yang sedang sekarat berlari sekuat tenaga sambil menahan perutnya yang sudah mengalir darah dan menahan rasa sakit.
"HAH...Tuan" Sang naga terkejut melihat perempuan tersebut dia melihat tanda bulan sabit yang tidak bisa di lihat oleh orang biasa.
Tanda bulan sabit adalah lambang dari Tuan yang merawat naga tersebut dan itu membantu siluman naga mengenali tuan nya karena manusia di ciptakan tidak sama seperti siluman, manusia memiliki umur yang lebih pendek dari siluman.
Seorang siluman naga akan menunggu tuannya berengkarnasi kembali setelah kematian karena itulah siluman naga akan bertapa ribuan tahun untuk menunggu Tuan nya kembali.
Tetapi pertemuan Nan Ling dengan Tuan nya kali ini benar benar tragis dia bertemu dengan tuan nya di saat tuan nya berada di ambang ke matian.
"KALIAN....YAA" Nan Ling menghabisi para bandit gunung itu dengan sekali serangannya dan di saksikan langsung oleh perempuan tersebut
"Tuan..." Nan Ling langsung memapah perempuan tersebut dan meletakkan nya di pertapaan nya
"Hahh...apa...apa kah kita saling mengenal ?" tanya perempuan tersebut yang sudah mulai kehilangan kesadaran
"Hah !!!" Nan Ling terkejut ketika tuan nya memberikan pertanyaan tersebut karena biasanya orang yang memiliki tanda bulan sabit akan mengenali siluman yang ia rawat dengan sendiri nya
"Hah...aku tidak tau kau siapa ? ta...tapi aku merasa kau...kau adalah orang baik... tolong selamatkan anak ku...jika kau berkenan tolong rawat dia, suatu hari nanti dia harus menjadi kaisar negri ini ingat lah...aku memberi nya nama....Zhan...Chen..." Perempuan itu perlahan menutup mata nya di depan Nan Ling
dan di hadapan Nan Ling pula lahir seorang bayi laki laki yang begitu sehat dan memiliki aura yang begitu luar biasa, setelah beberapa saat Nan Ling baru lah menyadari satu hal perempuan tersebut bukan tuan nya tetapi anak laki laki yang baru di lahirkan perempuan itulah tuan nya.
Anak laki laki itu memiliki tanda bulan sabit seperti tuan nya di zaman dulu lambang bulan sabit yang begitu bersinar terletak di bawah telinga anak kecil tersebut.
"Kau....kau tuan kecil ku yang ku rindukan...hiks...aku akan merawat mu tuan Zhan Chen" Nan Ling memeluk tuan kecilnya tersebut dengan lembut karna terakhir kali dia kehilangan tuan nya di medan perang dan kini dia tidak ingin kehilangan tuan nya lagi.
Karena hukuman bagi seorang siluman naga yang tidak dapat melindungi tuan nya saat terbunuh di medan perang adalah tidak dapat bertemu dengan rengkarnasi tuan nya selama ribuan tahun dan itulah yang Nan Ling rasakan dia seperti tidak memiliki tujuan untuk hidup ketika berpisah dengan tuan nya.
"Hai...tuan kecil ku hehehe lihatlah aku membawakan susu kesukaan mu dan membuat kue pai labu yang baru ku pelajari hahaha" Betapa bahagianya Nan Ling yang sekarang menjaga tuan nya dengan sepenuh hati walaupun dia harus menyamar menjadi orang biasa dan berbaur dengan masyarakat
"Nya....nya...nya...nya" Sahut Zhan Chen yang masih berumur 8 bulan tersebut
"Betapa bagusnya jika kau hanya menjadi anak kecil tuan ku...aku akan melihat mu tersenyum setiap hari tetapi ibu mu berpesan pada ku, kau harus menjadi kaisar suatu hari nanti...aku mohon bersabar lah tuan dengan pelatih yang ketat di masa yang akan datang hahaha dan....dan ..." Nan Ling tidak tahan meneruskan perkataannya, mengingat tuan nya yang meninggal di medan perang membuat Nan Ling merasakan kembali hukuman pertapaan ribuan tahun lalu.
"Intinya tolong ingat ini baik baik tuan kecil ku kau tidak boleh mati di Medan perang hahaha" Tawa ringan Nan Ling mencoba menahan air mata nya yang mulai jatuh
Bertahun tahun sampai waktu nya tiba, Zhan Chen tumbuh menjadi laki laki yang tampan perkasa dan kuat dalam segala pertarungan dia bahkan secara perlahan merebut kembali tahta nya yang sudah menjadi takdirnya
"HIDUP KAISAR ZHAN CHEN...." seluruh pasukan dan rakyat bersusun rapi memberikan hormat kepada Zhan Chen yang kini telah menjadi kaisar mereka selama 5 tahun
Sebuah pesta perjamuan di sediakan para menteri untuk Zhan Chen karena melihat Zhan Chen yang setiap hari begitu dingin dan suram mereka bermaksud mendesak Zhan Chen untuk memiliki seorang permaisuri.
Zhan Chen yang tidak tahan dengan pesta pun pergi meninggalkan perjamuan dan menenangkan diri di sebuah tempat yang begitu sejuk dan indah di temani dengan sinar bulan purnama
"Nan Ling..." Panggil Zhan Chen dengan suara lembut nya di dalam benak nya tidak ada yang dapat menggantikan Nan Ling begitu saja
"Nan Ling lihat lah...aku sudah berhasil menjadi kaisar, kau benar benar siluman bodoh kau menyiksa ku Nan Ling hahaha" Ucap Zhan Chen dalam hati nya yang merasakan sedih begitu mendalam dan betapa lelahnya menunggu
Sebelum Zhan Chen naik tahta dia berperang dengan Kaisar terdahulu dan hampir mati di Medan perang, Nan Ling yang tau akan hukuman yang dia terima jika tuan nya mati di medan perang mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi tuan nya.
Zhan Chen merenung mengingat kemarin Nan Ling naga siluman yang telah menjaganya selama ini dan rela berkorban apa pun bahkan nyawa nya sendiri.
"Tuan...ja-dilah Kaisar yang tangguh...maafkan hamba tidak bisa berdiri di sisi mu....hahaha" Tawa ringan Nan Ling selalu terdengar di telinga Zhan Chen
"Kau curang Nan Ling, katakan berapa lama aku harus bertapa untuk menunggu mu kembali ?" Ucap Zhan Chen sambil memeluk Nan Ling dan mulai menitikkan air matanya
"Hahaha...apa kau sanggup bertapa sepuluh ribu tahun seperti diri ku yang menunggu diri mu Tuan...Uhukk.." Nan Ling tertusuk oleh pedang pembasmi siluman dari kaisar terdahulu yang membuat jiwa dan kekuatan nya semakin hilang
"Nan Ling ..." Zhan Chen meratapi Nan Ling yang mulai tidak sadarkan diri dan kehilangan banyak darah
"Ambil ini..." Nan Ling memberikan sebuah bola kecil seukuran ibu jari yang berwarna emas "Tuan simpanlah ini...ini akan menjadi kekuatan mu, aku sudah menyimpan nya selama ribuan tahun ini ku dapatkan saat melakukan penebusan dosa...kali ini...aku tidak mau bertapa ribuan tahun lagi...jadi...jadi maafkan aku harus merepotkan mu Tuan...." Nan Ling perlahan menutup matanya dan meninggalkan Zhan Chen
"NAN LING......" Teriak Zhan Chen menggetarkan seluruh alam semesta
Zhan Chen yang tidak terima dengan kepergian Nan Ling mengamuk bagaikan iblis di medan perang tidak ada kata maaf bagi para musuh nya, bahkan Zhan Chen menyerang semua keturunan Kaisar terdahulu bukan hanya untuk membalas dendam kematian dari Nan Ling tetapi kematian ibu nya dan perlakuan ayah kandung nya sendiri yang telah membuang nya bahkan sebelum dia di lahirkan.
Angin berhembus meniup wajah Zhan Chen dengan lembut menyadarkan Zhan Chen dari lamunan nya.
"Hah Nan Ling sudah 5 tahun...apa kau benar benar tidak akan kembali ?" Ucap Zhan Chen sambil
menatap langit malam.
"Baru 5 tahun kau sudah mengeluh Tuan, bagaimana dengan diri ku yang sudah ribuan tahun menunggu kehadiran mu" Suara lembut yang begitu familiar terdengar di telinga Zhan Chen
"HAH ! Suara ini ? Nan Ling !!! Apakah itu kau ?" Zhan Chen membalikkan badan nya dan benar saja seorang laki laki yang sudah menjaganya selama ini muncul di hadapan nya
"Nan Ling...." Zhan Chen berlari ke arah Nan Ling dan betapa bahagianya dia ketika mendapat pelukan hangat dari Nan Ling
"Tuan... akhirnya kita bertemu kembali hahaha" Senyum yang begitu merekah dan suara tawa ringan yang menjadi ciri khas Nan Ling membuat Zhan Chen yang mendengar nya menangis di pelukan Nan Ling
"Tuan jangan menangis lagi kau membasahi jubah kesayangan ku hahaha" Ejek Nan Ling
"Kau membuat ku menderita Nan Ling...Aku tidak akan memaafkan mu jika kau pergi lagi dari sisi ku" Ucap Zhan Chen yang sedikit kesal
"Hahaha aku tidak akan meninggalkan diri mu lagi tuan sekarang berhenti lah menangis kau bukan anak kecil" Nan Ling benar benar senang, kali ini dia di berikan kesempatan yang kedua dari para dewa untuk hidup kembali karena dirinya yang sudah berani melindungi tuan nya sampai mengorbankan nyawa nya sendiri.