Pada jaman dahulu di negeri Entah Berantah hiduplah sekelompok naga yang cukup besar. Jumlah mereka sampai berpuluh-puluh. Tubuh naga cukup besar di punggungnya terdapat sayap yang cukup besar. Sayap itu dapat digunakan terbang kemana saja. Tubuh naga terbang berwarna hijau muda, sayapnya berwarna kuning dengan jumlah kaki delapan. Di ujung kaki terdapat jari-jari yang ditumbuhi kuku yang panjang. Kedua mata naga terbang berwaran hijau tua, kelopak matanya berwarna kuning keemasan, penglihatannya sangat tajam. Meskipun berujud naga terbang, namun gerombolan naga ini suka menolong, membantu sesama dan rendah hati. Naga terbang hidup rukun berdampingan.
Dengan menggunakan sayapnya naga terbang suka bepergian kemana saja, bahkan kadang sampai ke negeri lain. Kalau naga terbang sedang bepergian, ia selalu bersama teman-temannya, jumlahnya bisa mencapai belasan naga terbang.
Pada suatu ketika, naga terbang bepergian dengan teman-temannya, mereka terbang entah kemana, perginya pun sudah berhari-hari bahkan berminggu-minggu tanpa tujuan yang berarti. Siang malam terbang tiada henti. Entah di hari yang ke berapa mereka terbang, belasan naga terbang merasa kecapaian dan keadaan semakin gelap menandakan waktu malam, beristirahatlah mereka.
Learn more
Keesokan harinya ketika keadaannya sudah terang, terbangunlah gerombolan naga terbang. Alangkah terkejutnya mereka, ternyata di tempat itu hanya berupa padang pasir, tanpa pohon satu pun. Gersang, kering kerontang. Terasa panas sekali tinggal di sana. Gerombolan Naga terbang kebingungan, ingin makan tidak ada yang bisa dimakan, ingin minum tidak ada yang dapat diminum. Mereka hanya bisa mondar mandir saja tidak bisa berbuat apapun.
Disaat gerombolan naga terbang kebingungan, di depan mereka melintas awan tebal yang kehitaman, semakin lama semakin mendekat dan berhenti di depan mereka.
“Klap” seperti kilat menyambar gerombolan naga terbang, semua naga menutupkan kedua mata dan dalam sekejap mereka membuka mata kembali bersamaan. Alangkah terkejutnya mereka awan hitam yang ada di depan gerombolan naga terbang hilang, berubah menjadi istana kerajaan yang sangat indah sekali.
Semua bangunan istana kerajaan berwarna kuning cerah, seperi keraton yang dilapisi emas. Di depan kerajaan di jaga beberapa prajurit, semua kelihatan gagah dan rapi, karena pakaian yang prajurit kenakan semua serba putih dari ujung kaki hingga ujung kepala, wajah mereka tidak nampak sama sekali, karena ditutup kain yang berawarna putih juga.
Tiba-tiba dari balik pintu kerajaan, keluarlah seorang raja, badannya lebih besar dan tinggi dari prajurit kerajaan, Sang Raja pun berpakaian serba putih, raut mukanya juga tidak kelihatan, karena tertutup kain putih.
“Siapa kamu?”, tanya Raja
“Kami gerombolan naga terbang” jawab pemimpin naga terbang
“Dari mana kamu?” tanya Raja lagi
“Kami dari negeri Entah Berantah” jawab naga terbang bersamaan
“Kenapa kalian sampai di sini?” tanya Raja
“Maaf Raja, kami tersesat, kami bingung akan pulang tidak tahu jalan” jawab pemimpin naga terbang lagi
“Kami bingung, lapar dan haus, karena sudah berhari-hari kami tidak makan dan minum” kata naga terbang yang lain
“Baiklah” jawab Raja
“Klap” seperti ada kilat lagi yang menyambar di depan gerombolan naga terbang. Sekejap mata di depan gerombolan naga sudah tersedia makanan dan minuman yang serba enak dan jumlah banyak sekali.
“Silakan makan dan minum sepuasnya” Raja mempersilakan gerombolan naga menikmati hidangan yang ada di depan mereka. Tanpa basi-basi gerombolan naga terbang menyantap menu yang sudah tersedia di depan mereka.
Tak berapa lama, habislah makanan dan minuman yang ada di depan gerombolan naga terbang
“Terima kasih sekali, Raja” kata pemimpin naga terbang
“Kami sekarang sudah sehat, tidak lapar dan haus lagi” jawab naga terbang yang lain.
“Terima kasih juga makanan dan minuman yang aku hidangkan sudah membuat kalian sehat lagi. Ini semua hadiah dari Raja untuk kalian, karena kalian sudah berbuat baik di negeri kalian Perbuatan baik yang kalian lakukan, teruskanlah” perintah Raja
“Baik Raja” jawab gerombolan naga terbang serempak.
“Agar tidak tersesat pulang akan aku tunjukkan kalian jalan pulang” kata raja.
“Klap”, kilat menyambar gerombolan naga terbang. Dalam hitungan detik, hilanglah raja, kerajaan yang ada tinggalah jalan menuju negeri Entah Berantah.
“Hore…” teriak belasan naga terbang bersamaan, akhirnya kami dapat pulang kembali berkumpul keluarga. Dengan wajah ceria dan semangat gerombolan naga terbang pulang ke rumah masing-masing menemui keluarganya.