Kamu datang di saat kapalku hampir tenggelam, kupikir kamu akan menemaniku hingga ke daratan, nyatanya kamu meninggalkanku dengan deru ombak yang menghantam
...
Gadis mungil itu terus berlari tanpa peduli dengan orang-orang yang di tabrak nya. Saat ini dalam pikirannya hanya ada kata harus lari dan sembunyi.
Tes...
Satu rintik jatuh tepat mengenai tangan indahnya. Semakin panik dan histeris. Langkahnya melambat, ia jatuh terduduk dengan sang rintik yang terus turun.
Tubuh mungilnya kini telah basah seluruhnya. Menangis dengan air mata yang telah bercampur dengan sang rintik.
Memeluk lututnya. Pandangannya mulai menjadi kosong. Acuh, semua orang tak peduli padanya, bahkan menganggap dirinya sebagai orang yang tidak waras.
" jahat. Kenapa kau datang lagi "
" pergi. Menjauh dariku "
" aku membencimu, kau merenggut kebahagiaanku "
" kamu menggambil mereka, seharusnya dari dulu aku sudah membencimu bukan malah menyukaimu, harusnya hari itu kamu tidak datang. PERGI !!!"
Suara yang terdengar ketakutan namun penuh amarah.
" Nara... " terdengar suara lembut memanggil namanya. Suara yang sangat merdu. Suara yang Nara rindukan.
Ia mendongak, menatap wajah menawan dari seorang pemuda yang tengah memayunginya tanpa peduli pada dirinya sendiri.
" Raka " lirih Nara dengan suara pilunya.
" jangan takut, ada Raka " ucapnya sambil membawa Nara dalam pelukannya.
Hangat...
Akhirnya Nara merasakan kehangatan ini lagi. Sekarang ia sudah tenang. Menutup mata indahnya dalam dekapan Raka.
" gadis bodoh " kemudian isakan kecil terdengar dari bibir Raka.
" kamu pergi "
" sama seperti hujan. tak peduli sebanyak apa aku menampungnya dalam genggaman tangan ini kamu tetap-"
" pergi... " Raka kembali menangis setelah sekian tahun lamanya.
Nara gadis mungil nan rupawan itu telah merebut dunianya. Gadis itu pula yang telah menjadi bagian dari dirinya. Yang kini telah pergi sambil membawa dunianya.
Raka, pemuda menawan yang selalu melindungi Nara dari sang rintik. Selalu mampu membuatnya nyaman dan orang terakhir yang peduli padanya.
Pada akhirnya sang gadis dalam hujan dan sang pembawa payung biru kini benar-benar telah membenci sang rintik.
Benci karena memisahkan keduanya. Benci karena telah membuat keduanya kehilangan. Merenggut segala yang keduanya miliki.
THE END
...
Berikan dukungan ya
Heart ❤️ nya di klik ya
kalau ada kekurangan atau ada saran mohon sampaikan.
Sayonara~~