Rambut panjang berwarna coklat dengan mata yang penuh dengan tatapan kelembutan, Memakai pakaian dress one piece nya ia memetik senar gitar dengan lihai menggunakan lengan mungilnya.
Rumput bergoyang ketika angin datang berhembus pelan, Deru angin pecah oleh Alunan suara hangat dari Gitar yang menjadi sayap Penghubung antara gadis dan musik.
Langit senja dengan cahaya jingga yang bercampur kelabu, Jatuh tepat ke atas gadis cantik berambut cokelat.
Nura namanya,Gadis cantik yang selalu bermain gitar setiap sore hari. Mengisi keheningan sore dengan melodinya yang hangat. Sungguh alunan yang ia mainkan selalu membuat hati damai.
Ku selalu menanti sosoknya di Taman pada sore hari yang senantiasa duduk di pohon rindang sambil bermain orkestra kecilnya tersebut.
“Nura" panggil ku
Nura melihat ke arah ku, Ia berhenti bermain dan melemparkan senyuman hangat kepadaku.
“Agh, Senyumannya sungguh manis" teriak ku dalam batin, Andai aku bisa menyuarakannya.
“Ada apa Angga?" tanya Nura, Ku kemudian duduk di sampingnya.
“Bukan hal khusus, ku hanya suka melihat mu memainkan gitar mu"
Gadis itu memiringkan kepalanya kebingungan
“Ngomong-ngomong, Kenapa Angga ada disini?" Tanya Nura
“Sudah ku bilang kan barusan, Ku hanya suka melihat mu yang sedang bermain gitar" aku tersenyum ke arahnya
“Puft.. Tidak ada yang spesial dari permainan ku kau tau" Nura tertawa kecil.
“Kau harusnya menyadari akan bakat mu sendiri Nura!! Permainan mu itu sungguh membuat hati damai kau tau"
“Apa hati mu sedang berperang Angga?" ucap Nura yang tidak memahami ucapan Angga.
Gadis ini hanya polos, Sikap ini juga yang membuat ku tak tahan untuk membuat mu jadi milik ku Nura.
Angga memalingkan wajahnya, Setelah tenang dia kembali melihat ke arah Nura.
“Tidak Nura, Bukan itu maksudku" ucapku mencoba menjelaskan.
Nura kembali memiringkan kepalanya kebingungan
“Kau aneh Angga" ucapan itu jelas sedikit menyinggung hati Angga.
“Bukan aku yang aneh, Tapi kau yang terlalu polos Nura" batin Angga.
“Lupakan lah" ucap ku, Nura hanya tertawa, Ia melihat ke arah langit senja yang telah berubah menjadi kelabu.
memandang Dengan mata indahnya, Menyelam dalam ke langit dan melihat bintang-bintang yang belum muncul secara sempurna.
Dalam wajahnya selalu terpasang senyuman, Hampir tidak pernah aku melihat dia tidak bahagia.
Ku mengenal Nura sejak kecil, Mengetahui fakta bahwa Nura mempunyai penyakit yang membuat hidupnya tidak lama lagi. Itu menyayat hati ku, Dada ku sesak saat mengetahui kabar itu, Air mata mengalir tanpa kusadari.
Ketika aku bertanya kepadanya kenapa selalu bermain gitar pada senja hari. Dia memberikan jawaban yang cukup membuat ku terkejut.
“karena Hanya senja yang tau cara berpamitan dengan indah tanpa menyakiti kedua insan"
Itu seolah-olah dia akan berpisah dengan ku, Hatiku sakit mendengar itu.“Angga" Lamunanku pecah ketika Nura memanggil ku.
“Ada apa Nura?" tanya ku
Nura meletakkan gitar nya, Ia menghadap ke arahku dengan tatapan serius di wajahnya.
“Kata dokter, Besok hari terakhir ku" Ucap Nura dengan nada penuh kesedihan.
mata ku membeliak, Telinga ku berdengung, Mencoba Memahami ucapan Nura. Mata ku berkaca-kaca dan air mata pun mengalir dari mata ku membasahi pipi.
“T-terakhir? Tidak Nura kau bohong kan, Ini pasti hanya untuk mengerjai ku kan? Nura...."
Ucapku tak percaya, Namun Nura hanya tersenyum kepadaku penuh makna. dan kemudian berbicara
“Aku senang kau ada bersama ku Angga, Jujur...Hidup ku jadi lebih berwarna ketika kehadiran mu muncul. Awalnya ku berpikir bahwa hidup ku ini tidak ada maknanya sama sekali, Tapi kau terus bersikeras bahwa hidup ku bermakna.....Aku sangat senang mendengarnya".
Air mata Nura mengalir membasahi pipi chubby nya.
“Angga...Aku menyukai mu, Jika ada kehidupan kedua, Aku ingin menjadi pendamping hidup mu untuk selamanya" Nura tersenyum namun dalam senyum itu, Aku bisa merasakan rasa sedih dan senang yang bercampur aduk.
“Ku juga menyukai mu Nura...Aku Suka segala hal tentang mu....Jika memang kehidupan kedua itu benar adanya.....Aku akan memilih mu untuk menemani ku selamanya Nura"
Itu ungkapan cinta dari kedua insan dengan langit senja menjadi saksinya. mereka berpelukan bersama di bawah pohon rindang dengan hembusan angin pelan.
.
.
.
.
Esok harinya, Benar seperti apa yang Nura kata kan. itu hari terakhir nya.... Ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman yang masih terpasang di wajahnya. Sungguh sampai akhir pun kau selalu tersenyum dengan lembut.
Angga tidak ingin terus berlalut dengan kesedihan, Kini Setiap sore hari, Angga yang akan datang ketempat yang mereka berdua selalu kunjungi untuk bermain gitar disana. memecah keheningan dengan melodi hangat penuh rindu.
SEE YOU NEXT TIME:)