Hai, perkenalkan namaku Anne, ini adalah sebuah kisah Cinta yang terjadi dalam hidupku.
Waktu itu, saat aku ingin berjalan-jalan di taman kota bersama temanku yang bernama Reva. Setiap hari Weekend, kami akan menyempatkan diri untuk ke Taman Kota, agar kami bisa menikmati waktu liburan dan refreshing.
"Reva, setelah jalan-jalan ditaman kota. Kita akan pergi kemana"
"Hmm..kalau menurut kamu gimana Anne?"
"Aku lelah dan aku ingin tidur"
"Yasudah kamu pulang dulu dan aku ingin ke Supermarket dulu, buat belanja"
"Bye aku pergi dulu ya Anne"
"Hati-hati Reva"
Reva pun meninggalkanku dan berjalan kearah Supermarket. Aku pun masih melihat-lihat pemandangan Taman Kota. Tapi saat, aku ingin berjalan. Tiba-tiba ada seseorang yang menabrakku.
"Om, kalau jalan itu lihat-lihat donk" Kataku ketus
"Eh, gw masih muda ya. Lu kali yang masih BOCIL"Kata pria itu sambil menekan kata Bocil
"Terus, apa dulinya gw"Kataku
"Gini aja, Lu harus ganti rugi ke gw atas Lu menabrak gw"Kata pria tersebut sambil menahan emosinya
"Eitss..tunggu bukanya lu yang nabrak gue ya"Kataku
"Yaudah, berapa banyak uang yang harus gue bayar"Kataku
"Lu, gausah ganti pake uang. Tapi lu harus kerja jadi Pembantu gw"😏😏😏
"Ck, yaudah lah. Karena, hari ini gue lagi baik dan gue bakal menerimanya"Kataku
"Nie, kartu nama gw"
Aku pun menerima kartu nama yang diberikan pria aneh tersebut.
"Nama Lu Jervan Nathanielo Peilon"
"Iya itu nama gw, jadi sekarang lu harus manggil gw dengan nama Tuan Jervan" Kata orang tersebut sambil narsis
"Oke"
Karena, aku malas jadi aku memutuskan untuk pergi dari situ dan langsung pulang kerumah.
-Pagi Harinya-
"Hmm.." Aku menguap, karena baru bangun dari tidurku.
-Tingggg~Tinggg~Tingg-
Suara deringan hp berbunyi dan aku segera menjawab telepon tersebut.
"Ada yang bisa dibantu dengan Anne yang Cantik dan Anne ga punya waktu untuk bertele tele"
"Eh, bocil lu punya lele kok ga bagi ke Tuan Jervan"
"WHAT.."
"Lu si om aneh itu kan"
"Jangan panggil gw dengan sebutan Om, lu bisa panggil gw Jervan, Jeje, My husband atau my boyfriend"
"Tunggu..sejak kapan gue bisa punya suami sama gue"
"Entah, sekarang gw ingetin lu harus dateng ke Perusahan JV Group dalam waktu 15 menit"
"WOI, GUE JUGA BELUM MANDI TUAN JERVAN"
"Terserah lo, gw kaga duli sama lo"
-Panggilan berhenti-
"Huwaa..."
Aku pun berlari larian, seperti orang gila ketika aku harus datang kesana dalam waktu 15 menit.
1 Menit kemudian, aku mandi Kilat.
Memakai baju yang belum di setrika, karena aku malas meneriskanya.
-SKIP 1 TAHUN KEMUDIAN-
Jevan Pov
"Apa gue kasi tau Anne? kalau gue suka sama dia"
"Tapi apa dia mau menerima gw, yah pastinya mau secara gue kan ganteng dan mengalahkan Aktor dan Artis Asia bagian Timur"
Akhirnya, Jervan memutuskan untuk melamar Anne. Jervan pun mengajak Anne untuk makan malam bersama, untuk memberi kejutan kepada Anne.
Pov Jervan&Anne...
Jervan memegang tangan Anne dan mengatakan
"Anne, kebanyakan hal-hal besar dalam hidup anda tidak akan terjadi secara kebetulan, mereka akan terjadi dengan pilihan."
"Je, kebetulan adalah takdir, dan takdir bukanlah kebetulan."
"Takdir adalah sesuatu yang mempertemukan kita karena kita tidak akan percaya pada fakta bahwa semua hal terjadi secara kebetulan."
"Je, jika kebetulan terjadi terlalu banyak, seorang ilmuwan akan mencari pola, dan seorang beriman akan mencari Tuhan."
"Dari pertemuan, aku belajar bahwa setiap momen kebersamaan adalah waktu yang berharga kita Anne."
"Aku tidak pernah membenci pertemuan, karena yang aku benci ialah kenyamanan."
"Sejak pertemuan pertama kita Anne, aku sudah tertarik padamu. Apakah kau juga merasakan hal itu?"
"Pertemuan pertama membawaku terhanyut dalam cinta pertama, Je."
"Jadi, Anne apakah kau menerimaku sebagai pendampingmu"
"Yes"
-THE END-