"nona Yang, tuan Zhuo sudah menunggu"
"Baik. antarkan aku ke kamarnya"
sebuah lorong mewah terhampar di hadapanku. aku menuju ke sebuah kamar presidential suite, kamar ini di tunjukkan untuk seorang tamu VVIP bermarga Zhuo yang datang untuk kunjungan bisnis di negara ini.
masuk ke dalam kamar, yang aku lihat adalah pemandangan yang penuh dengan kemewahan yang terlihat sangat nyaman. tapi sayang, pemandangan itu dirusak oleh seorang pria di tempat tidur dengan telanjang dada. perlahan aku membuka jaket tebal yang menutupi tubuhku memperlihatkan lekuk tubuh dengan pakaian ketat yang membungkusnya.
perlahan mendekat dengan senyum ramah dan menggoda. menautkan lengan kiri ku ke lehernya dan memeluknya. tangan kanan perlahan bergerak dan...
BAANG......
Suara senjata api dengan peredam berbunyi pelan, darah di muncratkan dari dadanya dan mengenai tubuhku. tangan kananku memegang sebuah senjata api Glock 17 dan menembakkan pelurunya tepat di bagian dada pria itu.
perlahan berdiri dan menyela bekas darah dari tangan ku. perasaan ku seperti sudah mati rasa, darah dan mayat adalah pemandangan ku setiap hari. berjalan kembali mengambil jaket yang telah aku lepas, mengenakannya dan keluar dari ruangan tanpa di ketahui.
"Misi telah dilaksanakan. mengkonfirmasi bahwa target telah di hapuskan"
aku berbicara menggunakan earphone yang terpasang di telingaku. benar, pekerjaan ku adalah seorang agen rahasia pemerintah dan assassin wanita kelas SSS. tugasku hari ini adalah melenyapkan kepala cabang dari WORLD END dan mencari petunjuk apapun mengenai para pimpinan
organisasi itu.
"bagus sekali agen Noir. kesuksesanmu sejauh ini sebesar 100%"
Noir adalah nama sandi ku sebagai agen, nama asliku adalah Laura Karen. saat kecil aku tinggal bersama ayahku yang pemabuk dan penjudi, saat mabuk dia akan memukuli dan menganiaya ku Dangan pukulan dan tendangan, semakin keras aku menangis maka, semakin keras pula pukulan yang akan aku terima. bahkan suatu hari saat dia sedang mabuk, hanya karena wajahku mirip dengan ibuku yang pergi meninggalkannya, dia menyiramkan sepanci sup panas ke arah wajahku.
beruntung aku menghindarinya dan membuat wajahku aman tapi bagian tanganku terkena luka bakar yang parah sehingga akan selalu meninggalkan bekas yang mengerikan di lengan ku.
lama kelamaan, perbuatan keji yang dilakukan oleh bajingan itu tercium oleh polisi dan segera menangkap orang itu. sejak saat itu aku tinggal di panti asuhan, dan setelah berusia tujuh tahun, aku di pilih untuk ikut latihan menjadi seorang agen.
seorang agen akan dilatih sejak kecil untuk lebih mudah menerima pelatihan. seorang agen elite harus mempelajari menyamar, berbagi bahasa, membaca emosi orang lain dll.
semakin lama, pelatihan itu mulai menjadi neraka. kami harus membunuh beberapa target tingkat bawah dan setiap hari harus melakukan latihan yang sangat berat dan melelahkan.
semenjak saat itu, aku telah menjadi agen rahasia untuk negara dan menjalankan tugas pembunuhan, penyamaran dan penyusupan, baik untuk mencari informasi atau menghancurkan musuh dari dalamnya.
seperti saat ini, aku harus mencari pimpinan puncak dari sebuah organisasi misterius yang membuat senjata biologis pemusnah masal.
senjata biologis sangat berbahaya dan dapat memberikan ancaman ancaman nyata bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya.
aku berjalan keluar hotel tanpa perubahan sedikitpun dan memasuki sebuah mobil sport hitam di pinggir jalan. karena misi sudah di selesaikan, aku dapat kembali ke markas pusat dan menyerahkan beberapa bukti.
di sebuah gedung percetakan yang tampak biasa saja, sebenarnya memiliki ruang bawah tanah yang di fungsikan sebagai ruang kontrol dan pusat misi bagi agen. tempat seperti ini tersebar di seluruh negeri, dan dengan berbagai bentuk, seperti restoran ,kedai kopi, dan bahkan toilet umum.
markas utama dari agen rahasia ini berada di lepas pantai. di sebuah pulau kecil yang juga dijadikan pangkalan militer di permukaan. kerahasiaan dan keamanan dari markas pusat sangat ketat.
aku berjalan menuju ruang bawah tanah melalui gudang tempat gedung percetakan tadi, di dalamnya terdapat beberapa orang dan peralatan yang sangat canggih.
aku berjalan mendekat menuju seorang lelaki. dia mengenakan pakaian dengan jas hitam dan wajah yang serius. meski terdapat kerutan di wajahnya, di tidak terlihat lemah sama sekali. jika kamu macam-macam dengan pria ini, kamu akan mati tanpa tahu bagaimana hal itu terjadi.
dia mantan petugas lapangan kelas S, seorang penembak jitu. karena usia dan pencapaiannya dia sekarang menjabat sebagai direktur cabang.
Laura:"Noir. kata kunci tugas 'World end' "
pria tua itu hanya mengangguk dan mengetik beberapa kata di komputer di depannya, perlahan mengangkat kepalanya dan menambahkan sedikit senyum sambil berkata.
"tingkat penyelesaian misi telah di konfirmasi. melakukan Misi ganda sebagai agen dan assassin, membawa barang bukti dari target, dan menyingkirkan target dengan kepastian 100%. selamat agen Noir, upah anda untuk misi ini sebesar
$10.000.000. silahkan beristirahat hingga misi berikutnya"
aku hanya 'um', berbalik dan pergi meninggalkan ruangan. sebelum itu aku menghapus semua riasan ku termasuk gaya dan warna rambut. mengenakan setelan hitam, aku menuju bandara untuk kembali ke negara asal ku.
misi ku di negara ini telah berakhir, setidaknya saat ini. sebagai seorang agen, kita harus siap dengan berbagai keadaan termasuk memiliki tempat tinggal di berbagai macam tempat di seluruh dunia. menguasai berbagai bahasa dan keterampilan d mi mendukung penyusupan maupun penyamaran.
untuk pulang ke negara asal ku, aku harus terbang selama lima jam. ah... aku sangat lelah. sepertinya aku belum tidur selama beberapa hari ini.
lima jam kemudian, aku tiba di negara asal ku. sambil menarik koper, aku berjalan menuju arah pintu keluar, di sana sudah terparkir SSC Tuatara hitam pekat. kendaraan ini telah di siapkan beberapa saat sebelum pesawat mendarat.
"silahkan"
seorang pemuda berpakaian sopan, membungkuk dan menyerahkan sebuah koper ke arah ku. aku mengangguk, menerima koper dan membawanya pergi bersama mobil itu.
aku tidak langsung menuju ke kediaman ku, tetapi menuju ke sebuah bank untuk melakukan penarikan sejumlah tunai. biasanya penarikan uang akan terbatas. tapi dengan kartu khusus yang di berikan oleh departemen agen rahasia, kamu dapat menarik sebanyak yang kamu inginkan.
alasannya adalah karena kami seorang agen. seorang agen petugas lapangan tidak akan pernah tahu kapan dia akan gugur dalam tugasnya. jadi negara memberikan keistimewaan seperti ini supaya kami, para agen lapangan dapat bersenang-senang selama waktu luang.
aku menarik sekitar $300.000 dan mentransfer sisanya ke dalam akun bank yang lain. selesai melakukan penarikan, aku pergi ke sebuah villa besar berlantai tiga. ini adalah tempatku tinggal, villa berlantai tiga dengan gaya Eropa clasic.
aku bisa bersantai dan merasakan kedamaian saat di rumah. villa ini besar, sekitar 25 hektar, jadi ada beberapa pelayan yang mengurus tempat ini.
aku tertidur selama lima jam atau lebih. saat terbangun itu sudah malam hari. aku langsung bersiap mandi dan mengenakan setelan berwarna hitam. aku duduk dengan tenang di sofa ruang tamu dan membuka koper hitam kecil yang di berikan pemuda di bandara tadi siang.
saat aku membuka koper, yang aku lihat adalah sebuah elektronik card. elektronik card memiliki warna biru transparan dan berfungsi mirip dengan USB flash disk, hanya saja ini adalah peralatan khusus yang di gunakan oleh markas pusat yang berarti bahwa ini adalah misi dengan kerahasiaan tinggi. selain dapat memuat data, kartu ini juga sebagai kartu pengenal bagi para agen dengan misi khusus kerahasiaan tingkat A.
aku menyalakan sebuah laptop khusus yang juga terdapat di dalam koper itu. hubungkan kartu itu dengan laptop dan masukkan kode rahasia agen. kode yang hanya akan di di ketahui oleh agen itu.
membaca informasi yang ada di dalamnya. ternyata ini adalah detail dari misi yang selanjutnya. aku harus menyusup ke pangkalan WORLD END dan melenyapkan seluruh hasil riset yang telah mereka lakukan.
riset itu mengenai senjata biologis pemusnah masal. mereka menyebutnya sebagai 'Zom:B virus'
seperti namanya, ini adalah virus yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan merubah pikiran seseorang menjadi pikiran binatang yang akan menyerang apa pun di sekitarnya seperti binatang yang menggila.
virus ini dimodifikasi dari virus rabies supaya menjadi lebih ganas dan memiliki efek kegilaan kepada manusia. dan yang lebih mengerikan, virus ini dapat menyebar melalui luka yang diciptakan oleh orang yang terjangkit.
sialan. untuk apa manusia mencipta hal yang berbahaya seperti ini?. keegoisan dan keserakahan manusia selalu menyebabkan kerugian mereka sendiri. mereka ingin saling menjatuhkan dan menghancurkan. tidak ada gunanya. dasar sialan.
menurut catatan, misi ini akan dilaksanakan sekitar tiga hari dari sekarang. besok aku harus sudah bersiap, misi ini akan dilaksanakan bersama dengan tiga orang tingkat S dan tiga orang tingkat SS. sementara aku sebagai satu dari tiga tingkat SSS di negara ini, akan bertindak sebagai pemimpin misi.
dua anggota SSS yang lainnya sedang melakukan tugas yang sama, hanya saja mereka akan menyusup ke dalam cabang organisasi itu untuk mencegah adanya data yang tersisa.
apanya yang istirahat, aku baru duduk selama beberapa menit di sofa dan aku sudah mendapatkan misi baru?. kehidupan ini sungguh merepotkan, jika aku bisa berharap, aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga dan memiliki seorang anak perempuan. sayang nya takdir lebih kejam untukku. huh... tidak ada gunanya memikirkan hal ini .
aku harus segera mempersiapkan beberapa keperluan. pertama aku harus menyiapkan beberapa senjata pribadi. dalam misi, setiap agen akan di berikan senjata, tapi jika ingin yang sesuai dengan mu. kamu harus membelinya secara pribadi.
tanpa berfikir panjang, aku langsung menuju mobil dan pergi ke kawasan pertokoan. tujuanku bukanlah toko senjata biasa, melainkan toko senjata yang secara khusus memproduksi senjata bagi para agen rahasia dan assassin.
aku berhenti di sebuah kedai kopi yang cukup terkenal di sebelah kiri jalan, bersama dengan berbagai jenis kedai di kedua sisi jalan.
ini bukanlah kedai biasa, melainkan toko senjata yang disamarkan sebagai kedai kopi. saat aku masuk terdapat beberapa pelanggan yang sedang santai dan menikmati kopi mereka.
aku memesan segelas Cafe Macchiato. tidak lama kemudian seorang pelayan wanita berambut coklat di potong sebahu datang mengantarkan pesanan ku.
aku meminum sedikit dari kopi itu dan menghentikan pelayan yang mencoba pergi.
Laura:"kopi ini terlalu banyak susu"
pelayan menoleh sambil tersenyum dan dia menjawab.
pelayan:"maaf, haruskah kami mengganti kopi anda?"
Laura:"tidak perlu. bisakah aku memesan kue hangat dengan rasa kopi?".
pelayan itu awalnya sedikit terkejut lalu mengambil secarik kertas dan pulpen dari sakunya. dia menyerahkannya kepada ku.
pelayan:"silahkan tuliskan pesanan anda"
aku mengambil kertas dan pulpen lalu menulis sebuah kalimat 'senjata adalah nyawa, tapi uang dapat membicarakannya' dan di ikuti oleh beberapa angka 10264(Noir). setelah menulisnya aku menyerahkan kertas itu ke pelayan. sekarang pelayan itu nampak serius dan berkata.
pelayan:"kami tidak memiliki pesanan anda. jika mungkin, bisakah anda mengikuti saya untuk melihat beberapa kue yang tersedia di cafe kami?"
Laura:"tentu"
aku berdiri dari kursiku dan berjalan mengikuti pelayan itu ke sebuah ruangan. pelayan menempelkan telapak tangan nya di sebuah cermin dan perlahan garis cahaya hijau memindai sidik jari.
perlahan dinding yang ada di depan pelayan itu terbuka dan menunjukkan sebuah lorong terbuat dari log dan sangat cerah karena lampu di sepanjang lorong.
di sisi kanan dan kiri dipajang banyak senjata api di sepanjang lorong. kami tiba di sebuah ruangan dengan lebar lebih dari lima puluh meter persegi, dengan berbagai macam senjata panas dan dingin di seluruh ruangan. di tengah ruangan terdapat seorang pria paruh baya yang sedang mengelap beberapa senjata api di tangannya.
"nona Noir. lama tidak berjumpa"
pelayan:"silahkan memilih hidangan yang anda inginkan"
Laura:"pak tua. apa kamu punya pesanan ku"
"tentu nona, ada di sini"
pak tua itu perlahan berdiri dan mengambil sebuah koper hitam dari belakang lemari senjata.
Laura:"baik. uangnya akan aku tansfer nanti"
"apa kamu tidak mau mengecek nya dulu?"
Laura:"tidak apa. aku percaya pada mu"
.....
setelah meninggalkan tempat itu, sudah waktunya untuk mempersiapkan keberangkatan selanjutnya. aku tidak tahu rekan macam apa tingkat S yang akan bekerja sama, aku harap mereka tidak menjadi beban .
persiapan sudah dilakukan, aku menuju ke pelabuhan terpencil di kota ini. di sana terdapat sebuah kapal Ferry berwana putih dengan tiga lantai yang terparkir di dermaga. kapal itu adalah kapal jemputan untukku. seharusnya kapalnya akan menjemput ku besok pagi, tapi karena aku ingin berangkat sekarang, kapal Ferry sudah ada di dermaga.
walaupun kapal itu cukup besar, hanya terdapat beberapa orang di dalam nya, termasuk nahkoda.
bagian dalamnya bersih dan nyaman, mirip seperti kapal pesiar.
karena ini kapal khusus agen, walaupun kecil, kapal ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata termasuk senapan mesin M134. senapan Mesin M134 merupakan senapan rotari/berputar yang dikembangkan oleh General Electric, Amerika Serikat.
dengan adanya persenjataan maka kapal Ferry ini siap untuk menghadapai segala kemungkinan. bukan cuma karena kapal ini digunakan oleh para agen, tetapi juga di dek bawah kapal ini merupakan ruangan pengangkut amunisi yang di suplai untuk markas pusat.
setelah sekitar satu jam, terlihat sebuah pulau dengan bangunan seperti benteng di atasnya. di bagian depan terdapat dermaga yang berisi berbagai jenis kapal perang dan kapal cepat militer. di bagian belakang terdapat bebatuan karang yang siap untuk mengoyak lambung kapal.
inilah markas pusat sekaligus tempat pelatihan para agen. di atasnya mungkin hanya terlihat seperti bangunan benteng kuno, tapi sebenarnya bagian dalam merupakan mesin dan peralatan yang sangat canggih. termasuk sistem pertahanan udara SAMP-T complex (Eurosam).Selain dapat digunakan di darat, SAMP-T complex juga telah disesuaikan dengan kebutuhan angkatan laut sehingga memungkinkan untuk menangkal serangan udara dari kapal perang. Ia juga mampu bekerja dalam segala cuaca. maka dari itu pulau kecil ini termasuk sulit untuk di tembus.
kami tiba di dermaga, disana terdapat tiga orang berpakaian rapi dengan wajah tegas. terutama pria yang berdiri di paling depan. dia adalah komandan divisi tiga, atau atasan langsungku.
Laura:"agen Laura Karen melapor untuk bertugas"
berdiri dengan postur tegak dan memberikan hormat selayaknya seorang tentara.
"seperti yang aku harapkan dari agen tingkat SSS. dua agen tingkat SSS yang lain masih perlu banyak belajar darimu Laura, tidak, Noir"
Laura:"anda terlalu memuji komandan"
"kamu dpat ber istirahat sampai rekanmu yang lain akan tiba besok"
Laura:'kalau begitu mohon izin untuk mundur"
komandan hanya memberikan 'um'. setelah kegiatan formal itu, aku pergi ke kamarku. kamar ini cukup mewah mirip seperti kamar presidential suite di hotel bintang lima. tapi karena ini adalah kamar agen, jadi di dalamnya tidak terlalu banyak peralatan. kamar yang nyaman untuk beristirahat, setidaknya aku ingin tidur sebelum misi besok.
entah kapan aku mulai terlelap. tapi karena terbiasa dengan kewaspadaan, aku terbangun dengan cepat saat mendengar ketukan di pintu. saat aku membuka pintu disana terdapat seorang perempuan sekitar awal tiga puluhan. dilihat dari seragam yang di gunakan dia adalah seorang perwira.
"makan malam sudah siap nona"
Laura:"aku tidak perlu. kamu bisa pergi sekarang"
aku mengabaikannya dan menutup pintu dengan rapat.
.....
keesokan harinya, aku diperintahkan untuk menuju ke aula pelatihan. aula pelatihan adalah area berlatih ilmu beladiri di dalam ruangan.
di sana terdapat enam orang setidaknya sekitar tiga puluhan, tiga tahun lebih tua dari ku.
di antara ke enam orang itu, dua di antaranya adalah perempuan. mereka memiliki potongan rambut yang sama-sama pendek. aku tidak akan terlalu memperhatikan hal detail ini. lagian belum tentu mereka akan kembali dari misi.
Laura:"aku tidak perlu pengenalan diri kalian. yang aku perlukan adalah kemampuan kalian, aku akan menanyakan nama kalian jika nanti kalian akan mati. setidaknya aku harus menuliskan nama kalian di batu nisan sebagai penghormatan terakhir".
aku benar-benar tidak peduli dengan basa-basi. aku hanya ingin menyelesaikan tugas ini dengan baik. menyebalkan untuk diberitahu nama yang tidak akan kamu ingat.
Laura:"kalian sudah mengetahui detail dari tugas ini. jika ada yang belum dimengerti kalian bisa bertanya. jika sudah mengerti, kita akan berangkat sekarang"
semuanya mengangguk dengan serius. jadi mereka sudah mengerti kan?. lagian mereka adalah agen tingkat S ke atas, bukan agen kelas E atau C.
kami menaiki sebuah pesawat kecil yang akan menerjunkan kami tidak jauh dari lokasi target. lokasi target berada di kedalaman hutan, disebuah laboratorium. kami bertujuh berhasil mendarat dengan selamat di lokasi yang telah di tentukan.
Laura:"jika misi ini gagal maka masa depan umat manusia akan terancam. virus yang mereka kembangkan kemungkinan akan di ujicoba ke negara kita. karena itu kita tidak boleh gagal"
"baik"
ke enam orang lainnya menjawab secara bersamaan. kami berjalan menyusuri hutan belantara dengan pohon rindang dan udara sedikit lembab.
"aku jadi mengingat saat camping dengan putraku. saat itu kami tersesat cukup jauh. hahaha"
"sebenarnya aku malah mengingat misi pengejaran Terget yang melarikan diri di hutan Amazon"
"maksudmu si mata-mata itu. beruntung aku sedang libur waktu itu. jika tidak aku pasti akan menembaknya"
Laura:"apa kalian masih memiliki keluarga di rumah?"
"benar kapten. saya memiliki seorang anak perempuan yang berusia tiga tahun"
"anakku akan lulus dari sekolah dasar bulan depan. aku ingin melihat hari pertamanya masuk ke sekolah menengah"
mereka mulai berbicara dan mengobrol dengan santai. bahkan suasana misi pun menghilang. apa mereka menyadari betapa beresiko nya pekerjaan ini. tapi karena ini pilihan mereka, mereka pasti punya alasan untuk menerima misi ini.
aku hanya mengangguk dan memimpin mereka ke lokasi target.
Laura:"kalian dua anggota SS yang ahli dalam peretasan dan program komputer, tugas kalian adalah untuk menyadap dan melumpuhkan sistem keamanan dan komunikasi mereka"
"baik"
kedua anggota tingkat SS itu mengangguk dengan serius dan mulai menyiapkan peralatan mereka.
Laura"sisanya akan menyusup dari tiga tempat yang berbeda. kalian akan masuk ke dalam ruang arsip, dan dua sisanya dari S dan SS kalian akan bersama melumpuhkan penjaga. aku akan mengurus ruang penelitian"
"baik kapten"
kami menyebar dengan senyap dan mulai memasuki bangunan itu. bangunan itu sekitar lima belas hektar. tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. lagipula masing-masing dari kami memiliki peta terperinci dari bangunan ini.
aku menunggu selama beberapa menit sampai mendapat sinyal bahwa sistem keamanan telah di ambil alih.
Laura:"ayo. lakukan bagian masing-masing"
empat lainnya mengangguk dan segera bergerak dengan senyap. kami masuk dengan mengendap-endap. terdapat banyak pasukan bersenjata yang berpatroli di seluruh tempat.
kami akan menyingkirkan yang menghalangi jalan kami dengan tenang dan senyap, atau kami akan bersembunyi jika kami menemukan sekelompok orang. sebenarnya aku bisa menghabisi mereka, tapi supaya tidak menimbulkan keributan.
aku berhasil menyusup ke dalam lab penelitian. disini penuh cahaya dan ada beberapa meja bedah yang masih berlumuran darah. dari aromanya darah ini adalah darah manusia. di ruangan selanjutnya yang aku lihat adalah berbagai macam organ tubuh manusia dan binatang.
organ-organ itu di awetkan di dalam tabung kaca dengan direndam larutan pengawet. sepertinya ini bukan hanya tempat penelitian senjata biologis, tapi juga tempat eksperimen manusia. aku merekam dan mengambil gambar dengan kamera kecil yang di letakkan di bagian dadaku.
di ruang yang ketiga dan terakhir. terdapat berbagai macam cairan dan tabung reaksi. di dalam ruangan terdapat ruangan lain dengan pintu kedap udara. karena pintu itu memiliki jendela kaca, aku dapat melihat sekitar selusin orang yang mengenakan baju pelindung lengkap berwarna putih. mereka menyuntikkan sesuatu ke seseorang yang di ikat ke sebuah meja bedah.
saat jarum suntik menembus dan obat yang di dalamnya memasuki tubuh orang itu, orang itu bergetar dan berteriak sangat menyakitkan. otot-ototnya mulai mengembang dan rambut di seluruh tubuhnya mulai memanjang, begitu pula dengan kuku jarinya.
sepertinya ini bukan senjata biologis biasa, tetapi sebuah senjata biologis yang dapat membuat manusia bermutasi.
manusia itu sudah terlihat seperti binatang yang tanpa akal dan mulai mengamuk dengan gila. akhirnya dia di suntik menggunakan sebuah obat berwarna biru. dan perlahan mulai tenang.
tetapi sesaat sesudahnya, mahkluk itu kembali meronta dan berusaha mengigit para ilmuan yang ada di sekitarnya. aku sudah lama menjadi agen rahasia, dan aku mengetahui bahwa mahkluk itu hanya memiliki haus darah di kepalanya.
mirip seperti zombi yang hanya tahu makan dan makan. jika virus seperti ini terlepas ke dunia luar, maka bisa di bayangkan betapa mengerikannya hal yang akan terjadi.
semua kejadian itu telah terekam dengan kamera kecil ku. perlahan aku mulai mengeluarkan bahan peledak berkekuatan tinggi. ini adalah bahan peledak yang menggunakan uranium bukan bubuk mesiu. jadi bisa dikatakan bahwa ini adalah bom nuklir mini.
daya ledaknya dapat meluluhlantahkan seluruh bangunan ini tanpa ada yang tersisa. setelah meletakkan bahan peledak, waktunya untuk meninggalkan tempat ini. lagi pula waktu peledakan nya sudah di atur dalam beberapa menit.
alarm......
tiba-tiba, alarm keras berbunyi dan mengejutkan semua orang. termasuk para peneliti di dalam. tapi sebelum mereka sempat melarikan diri, karena suara bising itu membuat mahluk eksperimental mereka menjadi gila dan melepaskan diri dari ikatan.
mahluk itu langsung menerkam dan mencabik-cabik tubuh para ilmuwan itu, organ dan cipratan darah berceceran di lantai dan dinding. tapi yang lebih menakutkan, seorang ilmuwan yang tubuhnya telah kehilangan beberapa organ, bangkit kembali dan bermutasi. bahkan dapat mengubah mayat menjadi mutan?. sial ini adalah mutan zombie, aku tidak bisa membiarkan mahluk ini keluar.
aku menaruh berbagai perabotan untuk memblokir pintu supaya tidak terbuka. biarkan mahluk itu hancur bersama bahan peledak yang aku tanam.
aku segera bergegas keluar, tapi terdapat Dangan banyak pasukan bersenjata lengkap. aku menemukan enam lainnya di sebuah ruangan Yanga sama.
Laura:"apa yang terjadi?"
"maaf kapten. saat saya ingin mengambil alih sistem keamanan, tiba-tiba ada makhluk aneh yang keluar dan merangkak dari tabung kaca. karena terkejut, saya tanpa sengaja menekan tombol peringatan"
sialan, mereka benar-benar mengacau. sekarang semua personil bersenjata sedang mencari kami. jika dalam lima menit kami tidak mampu keluar, maka kami akan dimakamkan bersama dengan reruntuhan.
Laura:"kita harus segera pergi dalam lima menit"
aku harus segera menemukan cara untuk dapat melarikan diri dari tempat ini.
Laura:"kita akan keluar melalui atap. ayo bergerak"
tidak ada cara lain, kami harus menembus barikade pasukan bersenjata itu. jika ku ingin menirukan adegan film yang melalui ventilasi udara, maka kamu dapat segera melupakannya. ventilasi udara terlalu rumit dan akan memakan waktu yang lebih lama. mungkin bahan peledaknya akan meledak duluan .
kami bertujuh naik ke atas dengan beberapa baku tembak dengan pasukan penjaga laboratorium. awalnya semuanya berjalan lancar, tapi orang-orang sialan ini mulai mengepung kami. terpaksa aku menggunakan beberapa granat untuk membuat celah supaya Ki bisa melarikan diri. saat aku pikir Ki bisa melarikan diri dengan mudah, salah seorang terkena tembakan tepat di bagian perutnya.
"tinggalkan saja aku"
dia adalah seorang lelaki dengan rambut hitam dan mata yang cerah. di berada di tingkat S.
"aku tahu kondisi ku. aku tahu, bahwa organ vital ku terkena. dan akan mengalami pendarahan. setidaknya sebelum mati, aku ingin berkontribusi lebih besar untuk negaraku".
dia mengambil tujuh granat dari ranselnya. dan bersandar di dinding.
"pergilah. oh, dan kapten, tolong tulis Aston Grample di batu nisanku".
Laura:"aku mengerti"
perlahan aku berdiri dan mengajak yang lainnya untuk pergi. walau hanya sebentar, sepertinya mereka sudah memiliki ikatan yang kuat satu sama lain. beberapa mulai meneteskan air mata lalu berbalik dan pergi. sebagai seorang prajurit dan agen, kami harus selalu menghadapi masalah keadaan seperti ini. kami harus siap kehilangan teman dan bahkan nyawa kami sendiri.
setelah kami menjauh, di belakang kami terdengar suara ledakan keras dan teriakan dari beberapa orang.
akhirnya kami keluar dari bangunan itu, saat kami ingin memasuki hutan, kami di kepung oleh lebih dari selusin prajurit bersenjata. aku memikirkan cara untuk segera keluar dari pengepungan ini.
sebelum ide itu muncul aku mendengar suara keributan dari kejauhan. melihat ke arah bangunan tempat penelitian, dari dalam terdengar karutan dan tembakan. pintu di dobrak dengan keras. beberapa binatang mutan zombie keluar, jumlahnya sudah menjadi sekitar tuju.
apakah mereka juga menginfeksi para prajurit di dalam?. jika ini terjadi, dan jika sampai mereka keluar dari tempat ini, maka dunia akan berakhir.
Laura:"aku akan memberikan kalian kesempatan untuk melarikan diri. kalian harus cepat pergi"
"lalu bagaimana dengan kapten?"
Laura:"aku tidak bisa meninggalkan tempat ini. jika mahluk itu keluar dari tempat ini, maka umat manusia akan punah"
sambil menyerahkan rekaman video yang aku ambil, aku terus berbicara dan menjelaskan apa yang harus aku lakukan. pengepungan itu kacau saat mereka melihat Monster mutan mulai memakan dan merobek tubuh teman-teman mereka. darah dan organ tubuh bercecer di tanah. mayat yang semula mati, kini mulai bangkit kembali dan menjadi mutan zombie.
aku melemparkan bom asap. di dalam asap tebal, aku menyalakan pandangan inframerah dari gadget yang tertanam di retina mataku dan mulai menembaki para prajurit yang menghalangi jalur pelarian kami satu per satu.
akhirnya kami tiba di gerbang besi besar, aku membuka gerbang itu dan membiarkan lima sisanya melarikan diri.
"ayo kapten"
Laura:"aku tidak bisa pergi. gerbang besi ini hanya bisa di buka dan di tutup dari dalam. jika aku membiarkannya terbuka, maka mutan itu akan keluar dan menginfeksi lebih banyak orang"
"tapi kapten_"
Laura:"CUKUP!!... apa kalian tidak mematuhi perintah?"
"kami mematuhi"
mereka memberi hormat dengan mata yang memerah lalu menjawab serempak.
Laura:"kalian masih punya orang yang ingin kalian temui. jadi tetaplah hidup"
aku menekan tombol untuk menutup gerbang, dan gerbang besi tebal itu mulai menutup. setelah gerbang menutup, aku mengambil sebuah koper kecil hitam yang tersembunyi di dalam ransel ku, koper itu hanya setebal dua belas cm dan panjang 1,6M, lebar 10cm. aku menempelkan jari jempol ku ke arah gembok digital yang mengunci koper itu, atau harus ku sebut kotak. cahaya hijau mulai mengidentifikasi sidik jariku dan kotak perlahan terbuka.
di dalamnya terdapat sebuah katana yang menyala dengan warna biru dingin. ini adalah senjata yang aku pesan dari kedai kopi waktu itu. senjata ini menggunakan bilah logam yang di olah secara khusus, dan dapat memotong baja.
setidaknya sebelum mati, aku akan membinasakan kalian para monster. aku berlari dengan cepat menuju arah gerombolan mutan. kekuatan mereka sangat besar, saat aku menangkis pukulan mereka, aku merasa bahwa tangan ku bergetar.
aku menghindari serangan dari beberapa mutan yang hiruk pikuk. mengayunkan pedang ku dan memotong kepala dari dua mutan secara bersamaan. kedua tubuh besar itu langsung ambruk ke tanah dan tidak bangkit lagi. ternyata bukan hanya sikap mereka yang seperti zombi, tapi bahkan kelamaan nya sama.
setelah bertarung dengan ratusan mutan zombie, aku mulai kehabisan tenaga, jika lawan ku adalah manusia biasa, maka aku dapat mengalahkan mereka tanpa berkeringat, tapi mutan ini berbeda, selain tubuh yang dan tenaga yang besar, mereka tidak merasakan sakit. pertarungan melawan ratusan mutan zombie benar-benar melelahkan, dan masih tersisa lebih banyak lagi.
jam alarm di tangan ku berbunyi, itu pertanda bahwa sebentar lagi bahan peledak itu akan meledak. aku berlari dengan tenaga ku yang tersisa dan memasuki bangunan penelitian.
SLAP.....
lima kuku panjang menembus perutku dari belakang, ini adalah mutan zombie yang pertama, yang aku lihat di laboratorium.
Laura:"kamu akan mati bersamaku. hah... harapanku untuk menjadi ibu rumah tangga ternyata tidak terwujud. jika bisa... aku ingin hidup biasa dengan seorang anak perempuan..."
BOOOM......
ledakan dahsyat menghanguskan seluruh kawasan seluas lebih dari 30 hektar tanah.
(beberapa hari kemudian di markas utama)
semua agen dan tentara yang bertugas di pulau itu memiliki wajah yang serius dan penuh hormat, memandangi gambar seorang wanita yang berusia sekitar 27 tahun.
"agen Laura telah gugur dalam misi terakhirnya. tapi dia tidak gugur karena tugas yang gagal, justru sebaliknya, dia mengorbankan dirinya demi menyelamatkan temannya dan menjamin keberhasilan misi. mulai hari ini aku, selaku presiden di negara ini, mengumumkan pengangkatannya sebagai seorang anggota tingkat SSS Royal"
(selesai)