The Truth
Author: Scarlet Yue
Cha Yu Ri inspektur Kepolisian pusat di korea.
Ia sudah memecahkan beberapa kasus bahkan dikenal sebagai negosiator yang hebat.
Hari itu, Yu Ri sedang kencan dengan teman baiknya sejak di bangku SMA, Han Kang, seorang dokter spesialis anak di rumah sakit swasta korea.
Saat mereka sedang makan di sebuah restoran china.
Handphone YuRi bunyi, ia mengangkatnya.
Ternyata dari seniornya di kepolisian.
Ada kasus penyanderaan di sebuah rumah.
Yu Ri menatap Han Kang setelah menutup handphonenya.
Han Kang tersenyum dan berkata," pergilah. Aku tidak apa apa. Lagipula aku juga harus kembali ke rumah sakit.'
Yu Ri menghela nafas dan berkata," maafkan aku."
Han Kang tersenyum, ia sudah terbiasa dengan panggilan urgent dari kepolisian.
Han Kang mengangguk.
Dan berkata," besok kita bisa bertemu lagi."
Yu Ri tersenyum dan bersemangat mendengarnya.
Ia lalu mengangguk," tentu saja."
Ia berdiri, mengambil tas dan jasnya.
Dan berkata," terima kasih kau sudah menemaniku hari ini. Aku pergi."
Han Kang tersenyum mengangguk.
Yu Ri hendak berlari pergi.
Han Kang sedikit berteriak dan berkata,"hei! Cha Yu ri! jangan lupa hubungi aku setelah selesai! "
Yu Ri menjawab sambil mengangkat jari jempolnya," baiklah!"
Han Kang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
Yu Ri sampai di sebuah perumahan.
Disana sudah sangat ramai dengan orang orang yang tinggal di sekitar rumah itu.
Dan beberapa polisi memberi garis polisi dan menjaga keamanan disekitar rumah yang menjadi tempat penyanderaan.
Yu Ri turun dari mobilnya.
Dan berjalan ditengah kerumunan. Sampai di dekat garis polisi ia memperlihatkan tanda pengenalnya dan berkata," aku inspektur Cha dari kepolisian pusat. "
Ia pun diberikan akses masuk oleh polisi yang menjaga disitu.
Seorang senior laki laki dan perempuan yang sudah setengah baya menghampirinya.
Senior Park Haeng Ja, " Yu Ri, kau habis kencan?"
Yu Ri berjalan sambil menjawab," kalian mengganggu kencanku lagi."
Senior Park dan senior Lee pun tertawa kecil.
Mereka lalu berjalan mengikuti Yu Ri.
Senior Lee," maaf. Hanya kau yang hebat bernegosiasi. "
Yu Ri tersenyum tipis mendengarnya.
Mereka masuk ke dalam truk mini.
Lalu Yu Ri melihat monitor.
Dari jendela terlihat seorang laki laki memegang pistolnya dan menyekap seorang perempuan seumuran dengannya.
Yu Ri," apa yang mereka inginkan?"
Senior Lee," mereka meminta helikopter."
Yu Ri menoleh dan menjawab," apa?! "
Senior Park," mereka hanya bisa berbicara dalam bahasa inggris. "
Lalu Senior Lee berkata," ketua Kim ada di tenda. Temuilah dia."
Yu Ri pun berjalan keluar dari truck, dan menuju tenda, diikuti senior Lee.
Ketua Kim melihat Yu ri dan berkata," Yu Ri? Bukankah kau sedang ijin cuti hari ini?'
Yu Ri menarik nafas sambil melirik senior Lee.
Ketua Kim menggelengkan kepalanya dan berkata," lagi lagi mereka mengganggumu."
Yu Ri melihat seorang laki laki dengan mengenakan rompi lengkap.
Ketua Kim melihat mata Yu Ri, ia segera berkata," dia adalah komandan Jo Jae Soo, dari anggota BIN korea. "
Laki laki itu menganggukkan kepalanya.
Yu Ri tidak menghiraukannya dan ia menatap ketua Kim, dan berkata," kalian sampai memanggil BIN? Kalian mau masuk nenyergap mereka tanpa melihat kondisi di dalam?"
Ketua Kim," sudah hampir 5 jam mereka tetap bersikukuh di dalam. "
Yu Ri menarik nafas dan berkata," biarkan aku yang masuk dan berbicara dengan mereka."
Ketua Kim," tidak perlu, hal ini sudah diambil alih oleh BIN. Kau kembalilah untuk berkencan."
Yu Ri menatap Ketua Kim dengan tatapan serius.
Dan berkata," biarkan aku bicara dan melihat negosiasi apa yang mereka inginkan. Aku harus pastikan korban bisa keluar dengan selamat."
Tanpa mendengarkan lagi jawaban ketua Kim, Yu Ri berjalan keluar tenda.
Mengambil jaketnya di truck.
Lalu berjalan ke halaman rumah.
Senior Park melihatnya.
Ia segera berjalan menuju tenda dan berkata pada Senior Lee," Yu ri, ia masuk ke dalam?"
Senior Lee mengangguk.
Senior Park menarik nafas panjang.
Yu Ri mulai berbicara keras dengan bahasa inggris," aku Inspektur Cha. Bisakah kita bicara lebih santai?"
Seorang laki laki dari jendela melihat Yu ri, ia menjawab," kami hanya ingin kalian menyediakan helikopter!"
Yu Ri," maaf, diluar terlalu ramai. Bisakah aku masuk dan berbicara dengan kalian agar lebih jelas? "
Orang itu menatap Yu ri.
Ia menoleh ke belakang .
Beberapa saat menatap Yu ri lagi dan berkata," kami tidak bodoh! Cepat sediakan helikopter! "
Yu Ri mengeluarkan pistolnya dari dalam jaketnya.
Ia mengangkatnya dan berkata," aku akan membuang pistol ini. Dan pastikan mereka tidak masuk ke dalam. Kau bisa percaya padaku."
Headset di telinga Yu ri terdengar suara senior Lee," kau jangan lakukan itu! Kita tidak tahu apa yang ada di dalam!"
Yu ri berkata,"karena itulah aku harus pastikan apa yang terjadi di dalam. Jangan lakukan sergapan dulu. Tunggu aku."
Lalu Yu ri mengambil headset nya dan membuangnya.
Yuri pun mulai berjalan masuk ke dalam.
Senior Park terlihat khawatir, ia memegang dahinya dan berkata," dia benar benar keras kepala. Ini yang membuatku takut untuk menjaminnya di depan ibunya."
Yu Ri melihat keadaan di dalam.
Hanya ada 2 orang penjahat dan masing menyekap 1 orang.
Korban 1 laki laki dan 1 perempuan.
Mereka terlihat begitu ketakutan.
Yu Ri," kalian tenanglah. Aku pasti akan mengeluarkan kalian dari sini dengan selamat."
Salah seorang penjahat itu berkata," jika kau ingin mereka selamat, cepat sediakan helikopter!"
Yu Ri menarik nafas dan berkata," baiklah. Kalian harus tenang. Coba lihatlah di luar lewat jendela. Kami sediakan mobil disana. Kalian lihat?"
Salah seorang penjahat itu membuka gorden jendela dan melihat mobil diluar.
Lalu Yu Ri berkata lagi," kalian bisa pergi dengan mobil itu sampai ke lapangan di depan. Kami sudah sediakan helikopter di sana. "
2 orang penjahat itu saling bertatapan lalu berbincang dengan bahasa thailand.
Lalu seorang dari mereka menjawab Yu Ri," kami tidak mau mobil. Kami mau helikopter!"
Yu Ri," helikopter tidak akan bisa mendarat disini, karena tidak ada lintasan untuk pendaratan yang cukup luas. Karena itu, aku sudah meminta anak buahku menyediakan mobil untuk kalian. Aku akan menjamin mereka membiarkan kalian pergi. Asal, kalian melepaskan mereka berdua. "
Mereka hampir mempercayai Yu Ri.
Di dalam tenda, komandan BIN berkata," dia sudah terlalu lama di dalam. Kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Biarkan kami masuk."
Senior Lee," ketua Kim, jika mereka menyergap, kita tidak bisa memastikan keselamatan sandera. Kita tunggu Yu Ri keluar. Bukankah kau juga tahu selama ini Yu ri selalu berhasil bernegosiasi."
Ketua Kim masih diam.
Komandan BIN itu berkata lagi, "kau sudah menyerahkan ini pada BIN. Biarkan kami yang menanganinya."
Ketua Kim menarik nafas.
Akhirnya ia berkata," baiklah. Masuklah."
Senior Lee dan senior Park menatap terkejut dengan jawaban ketua Kim.
Senior Lee," Ketua Kim?!"
Sementara itu , salah seorang penjahat itu mulai berpikir dan ia hendak menyetujui Yu ri.
Tapi tiba tiba ada suara ledakan kecil di depan pintu.
Penjahat itu terkejut begitu juga Yu ri.
Penjahat itu segera berkata," kau sudah menipu kami!"
Penjahat itu segera menembak sanderanya, diikuti sandera yang lain.
Yu Ri berteriak," Tidak!!"
Kejadian itu begitu cepat.
Penyergapan pun dilakukan.
Anggota BIN mulai menembak mati 2 penjahat itu.
Yu Ri pun diamankan dan dituntun berjalan keluar.
Yu Ri terlihat begitu shock.
Senior Park segera berlari menghampirinya dan memeluknya.
Sedang senior Lee hanya bisa melihatnya dan ikut perihatin.
1 minggu Yu ri tidak masuk ke kantor.
Ia tidak pernah melihat secara langsung orang dibunuh dan mati di depan matanya.
Meski begitu, ia tetap menjalani seperti biasa di rumah. Ia membantu ibunya untuk memasak.
Ia membawakan makanan untuk dr Han.
Hingga akhirnya ia memberanikan diri lagi masuk kantor.
Senior Park melihat Yu Ri masuk.
Dan ia memberikan Yu ri coffee.
Senior Park," coffee latte kesukaanmu."
Yu Ri tersenyum dan berkata," terimakasih."
Senior Park duduk di depannya dan berkata," sepertinya, aku perlu mengambil cuti 1 minggu sepertimu."
Yu Ri,"kau harus lakukan itu. Agar kau bisa berkencan juga dengan senior Lee."
Senior Park menatap Yu Ri dan sedikit salah tingkah.
Ia menjawab," apa kau bilang?"
Yu Ri tersenyum.
Senior Park menarik nafas dan berkata," ketua Kim...dia memilih untuk pindah ke Sokcho. Dan untuk sementara, ketua tim disini akan di pimpin langsung oleh direktur Han."
Yu Ri terkejut mendengarnya.
Ia menatap senior Park.
Lalu ia berjalan keluar dan menuju ruangan ketua Kim.
Ketua Kim tersenyum melihat Yu Ri.
Dan berkata," akhirnya kau sudah masuk. "
Yu Ri menatap ketua Kim dan berkata," kenapa ketua harus pindah?"
Ketua Kim menatap Yu Ri.
Ia tersenyum," kau sudah mendengarnya."
Ia menarik nafas dan berdiri.
Lalu ia berjalan menatap jendela.
Ia berkata," aku...ingin istirahat. Sudah saatnya aku menikmati hidupku bersama keluarga. Lagipula di Sokcho sangat bagus untukku."
Yu Ri," tapi ketua..."
Ketua Kim menoleh dan melihat Yu ri.
Ia berkata," aku sudah melakukan kesalahan. Memang dalam hidup pasti orang wajar melakukan kesalahan. Hanya saja...hal ini cukup membuatku mengerti sudah saatnya aku berhenti dan instropeksi diri."
Yu Ri terdiam.
Ketua Kim berkata lagi," kau juga jangan merasa bersalah karena kejadian kemarin. Akulah yang salah mengambil keputusan. "
Yu Ri," maafkan aku."
Ketua Kim tersenyum.
Ia berkata," sebagai gantinya. Akan ada orang baru nanti besok. Dia seorang inspektur dari Sokcho. Dia sudah berhasil memecahkan cukup banyak kasus, sehingga dia dipromosikan kemari. Dia akan menjadi partermu nanti. Senior Lee akan lebih banyak membantu direktur Han sebagai ganti posisiku."
Yu Ri," inspektur dari Sokcho?...ketua, bukankah kau tahu aku sangat sulit dalam mencari partner?"
Ketua Kim tersenyum mendengarnya.
Dan berkata," kau akan terbiasa nantinya."
Lalu ketua Kim mengambil jasnya.
Dan ia berjalan mendekati Yu Ri sambil memegang pundak Yu ri.
Setelah itu ia berjalan keluar.
Yu Ri hanya terdiam.
Saat makan siang bersama.
Yu Ri menatap senior Lee dan senior Park.
Lalu timnya.
Senior Lee dan senior Park hanya diam meski mereka menyadari tatapan Yu Ri.
Yu Ri," senior Park, siapa inspektur baru yang dari Sokcho itu?"
Senior Park menatap Yu Ri.
Lalu ia bertatapan dengan senior Lee.
Yu Ri menarik nafas.
Dan berkata," kenapa kalian hanya diam dan saling bertatapan? Kenapa orang baru itu menjadi partnerku? Kenapa tidak menjadi partner senior Lee atau senior Park?!"
Senior Lee," kau tenanglah dulu. "
Yu ri," aku tidak bisa tenang! Cepat katakan alasannya."
Senior Lee," baiklah baiklah. Sebenarnya... direktur Han yang mengaturnya. Lagipula inspektur baru ini, katanya dia juga sangat cerdas. Sepertimu. Kalian pasti akan cocok."
Yu Ri," direktur Han...dia benar benar memahamiku. Benar begitu?"
Semuanya tersenyum mengangguk.
Direktur Han adalah ayah Han Kang.
Selama ini, direktur Han sudah menganggap Yu ri seperti keponakannya sendiri.
Yu Ri berdiri dan berkata," aku harus menemuinya."
Senior Park segera berdiri dan berkata," Yu ri, sudah terlambat. Itu tidak bisa diubah."
Yu Ri menatap senior Park.
Lalu senior Lee dan timnya.
Ia menarik nafas.
Lalu ia berjalan pergi.
Senior Lee," benar benar menyeramkan."
Salah satu anak buah Yu Ri mengangguk.
Senior Park hanya menggelengkan kepalanya.
Dan berkata," itu artinya dia sudah kembali lagi."
Senior Lee mengangguk membenarkan.
Keesokan harinya.
Won InJae, inspektur perempuan yang cerdik dan karakternya yang mudah bergaul.
Ia berdiri di depan kantor kepolisian pusat korea.
Ia begitu bersemangat di hari pertamanya masuk setelah ia mendapat promosi.
Meski ia harus meninggalkan ibu dan ayahnya juga kakaknya di Sokcho.
Tapi ia sangat bersemangat dengan promosi kali ini.
Ia ingin menyelidiki dan mencaritahu sesuatu di kota.
Ia pun berjalan masuk.
Saat berjalan masuk, disampingnya juga ada seorang perempuan, memakai kaos dan jaket dengan celana jeans berjalan masuk.
Dan dilehernya ia mengenakan tali kalung tanda pengenal.
Meski tidak terlihat jelas namanya.
In Jae pun mengikutinya sampai masuk.
Lalu ia mengejar perempuan itu dan berkata," maaf, permisi..."
Yu Ri pun berhenti dan menoleh.
Ia melihat seorang perempuan sedikit lebih muda darinya.
Mengenakan kaos hijau army dan jaket hitam.
Wajahnya terlihat ceria dan menyenangkan.
Perempuan itu tersenyum ramah dan berkata," maaf. Apakah aku bisa bertemu dengan Senior Lee Sang In?..."
Yu Ri menatapnya sebentar.
Lalu ia berkata," baiklah. Ikutlah denganku."
Perempuan ia tersenyum dan berkata," terima kasih."
Yu Ri hanya menganggukan kepalanya.
Lalu ia berbalik dan berjalan.
Perempuan itupun mengikutinya.
Sampai di dalam ruangan.
Ada cukup banyak orang di dalam.
Lalu Yu Ri berjalan ke sebuah meja dekat jendela dan berkata," Senior Lee, ada seorang perempuan muda mencarimu. "
Senior lee menatap Yu ri.
Lalu semuanya pun ikut menoleh menatap Senior Lee.
Senior Park yang sedang berjalan melewati ruangan itupun berhenti mendengarnya.
Yu Ri ," kau berkencan?..."
Senior Lee terkejut mendengarnya.
Ia pun menjawab," kau?! Benar benar..."
Yu ri tersenyum.
Ia berkata," dia ada di sini sekarang."
Yu ri menoleh ke arah perempuan itu.
Lalu semuanya pun menatap perempuan itu.
In Jae pun terlihat salah tingkah.
Senior Lee berdiri, dan menuding Yu Ri dengan telunjuknya.
Ia berjalan mendekati perempuan itu.
Ia mengenalinya karena sudah melihat foto In Jae saat membaca data diri In Jae.
Senior Lee tersenyum menatap InJae," Inspektur Won, kau sudah datang. Senang bertemu denganmu."
In Jae pun tersenyum, lalu ia berkata," Senior Lee, senang bertemu dengan anda. Aku Won In Jae."
In Jaepun membungkukkan badannya.
Senior Lee tersenyum mengangguk.
Dan berkata," kau bersemangat sekali."
Injae mengangkat kepalanya.
Lalu senior Lee berkata lagi," baiklah, aku akan kenalkan kau pada timmu dan yang lainnya."
In Jae pun berkenalan dengan timnya.
Lalu dengan senior Park.
Senior Park terlihat sangat menyukai In Jae.
Ia merasa In Jae gadis yang ramah dan bersemangat.
Dan akhirnya Senior Lee mengenalkannya pada Yu ri.
Senior Lee," dan ini adalah inspektur Cha Yu Ri. Dia akan menjadi partnermu nantinya."
In Jae terkejut , ternyata perempuan yang sudah ia ajak bicara sebelumnya adalah seorang inspektur.
In Jae pun tersenyum ramah dan mengangkat tangan kanannya.
Sambil berkata," senang bertemu denganmu. Nanti mohon bantuanmu."
Yu Ri menatap In Jae.
Begitu juga lainnya.
Semuanya menunggu reaksi Yu Ri.
Meski memang selama ini Yu Ri dikenal agak galak dan sedikit cuek.
Tapi ia sangat baik dengan rekan rekannya.
Hanya saja Yu Ri cukup sulit untuk menerima partner.
Tapi Yu Ri, saat melihat In jae.
Entah kenapa ia merasa tertarik pada Won InJae.
Lalu tiba tiba ia mengangkat tangan kanannya dan menjabat tangan In Jae.
Semuanya terkejut melihatnya.
Yu Ri sedikit tersenyum dan berkata," aku...harus melihatmu dulu. Kau harus lebih bersemangat."
In Jae pun tersenyum senang.
Ia mengangguk dan berkata," siapp!"
Lalu Yu Ri melepas tangannya.
Dan berjalan pergi.
Senior Park tersenyum dan mendekati In Jae," pertama kalinya dia mau menerima partnernya. Kau lulus ditahap awal."
Semuanya tersenyum mendengarnya.
Injae pun tersenyum.
Dan ia lega.
Yu Ri duduk di meja kerjanya.
Lalu ia teringat saat ia melihat wajah InJae.
Ia menarik nafas panjang.
Dan ada sedikit senyum dibibirnya.
Hari itu, In Jae mempelajari beberapa kasus.
Ia dibantu oleh timnya, Nam Do San dan Jung Da Jung.
Sesekali senior Park datang dan membawakan coffee untuk mereka.
InJae belum begitu dekat dengan Partnernya, Yu Ri.
Keesokannya.
Direktur Han mendapat info tentang kasus penyanderaan seorang intel yang menyamar sebagai Reporter dari sebuah stasiun televisi, Lee Sang Mok.
Akhirnya, direktur Han meminta Senior Lee untuk memanggil Cha Yu Ri dan juga Won In Jae.
Merekapun datang ke kantor pusat badan inteligen.
Senior Park sudah ada disana.
Mereka pun duduk di sebuah ruang kaca.
Direktur Han duduk ditemani senior Lee di sampingnya.
Sedang senior Park membantu membuka file file dan mengoperasikan monitor.
Senior Park," namanya adalah Ahn Jeong Won. Seorang pengusaha dan mafia. Dia memperdagangkan senjata apapun. "
Lalu beberapa foto Ahn Jeong Won pun di monitor.
Direktur Han," beberapa hari ini, kita mendapat informasi bahwa ia menyandera seorang agen intel korea yang menyamar sebagai seorang reporter. Dan..."
Direktur Han menoleh menatap Yu ri dan InJae.
Ia melanjutkan kata katanya lagi," sepertinya ini berhubungan dengan 2 anak buahnya yang kita bunuh saat kasus penyanderaan 1 minggu yang lalu."
Yu Ri terkejut mendengarnya.
Ia menatap direktur Han.
Senior Park," Ahn Jeong Won, dia bukan kewarganegaraan korea. Selama ini dia sangat hebat menyembunyikan identitasnya. "
Senior Lee menatap Yu Ri.
Ia tahu, 1 minggu berlalu setelah kejadian penyanderaan itu, masih sangat sulit bagi Yu Ri.
Direktur Han menatap 2 orang inspektur di depannya.
Ia menarik nafas dan berkata," dan baru saja , kami mendapat info lagi. Dia menyandera lagi seseorang dari kepolisian kita. "
Yu Ri," seseorang dari kepolisian kita?"
Direktur Han mengangguk.
Ia berkata," aku ingin kalian berdua mempelajari seluruh tentang Ahn Jeong Won, mencari informasi tentangnya. Dan...menangani kasus ini. Kalian adalah negotiator yang hebat di kantor kepolisian korea. Karena itu aku menunjuk kalian."
Yu ri dan InJae menatap Direktur Han.
Lalu mereka menjawab," siap Sir!"
Direktur Han mengangguk.
Lalu ia berdiri dan keluar.
Senior Park berkata," aku akan perlihatkan video rekaman Ahn Jeong Won bersama seorang sandera reporter Lee Sang Mok."
Video pun diputar.
Terlihat wajah Ahn Jeong Won.
Mengenakan kemeja putih.
Di sebuah gudang tua.
Hanya dia bersama seorang sandera yang berlutut disampingnya.
Ia tersenyum dan berkata," halo... kalian pasti terkejut melihatku. Tenang saja. Dia masih aman bersamaku. Aku hanya ingin memperlihatkan wajahku dan juga reporter Lee. Kalian bisa memikirkan dulu apa yang harus kalian lakukan. Sampai jumpa."
Video pun mati.
Yu Ri," apa yang dia inginkan?"
Senior Lee," kami belum tahu apa yang dia inginkan. Belum ada pergerakkan lagi darinya. Kami bekerja sama dengan agen BIN untuk menyelidiki posisinya."
InJae masih diam.
Lalu ia berkata," kejadian penyanderaan 1 minggu yang lalu. Apakah aku bisa melihat kasusnya? "
Mereka menatap Injae.
Senior Park," baiklah. Aku akan berikan padamu."
Yu Ri berdiri dan berkata," ikutlah denganku. Aku akan memberitahumu."
Lalu Yu Ri berjalan keluar ruangan.
Senior Park dan senior Lee saling bertatapan.
Injae pun menatap seniornya.
Ia segera berdiri, sebelum pergi ia berkata," Senior Park, maaf bisa kau bantu aku untuk mengirim file."
kasusnya."
Senior Park," baiklah tentu saja."
Injae pun membungkukkan badan pada senior Lee dan senior Park dan berkata," terima kasih."
Lalu ia berjalan keluar mengejar Yu Ri.
Yu Ri menyetir mobil dan Injae duduk disampingnya.
Yu Ri," kasus penyanderaan 1 minggu yang lalu...2 orang laki laki asal Thailand. Mereka menyandera seorang perempuan berusia 30 tahun dan seorang laki laki berusia 40 tahun di sebuah rumah. "
Injae menoleh menatap Yu ri sambil mendengarkan.
Saat berhenti di lampu merah.
Yu Ri membuka handphonenya, lalu ia menunjukkan pada Injae foto foto kasus penyanderaan itu.
Dan berkata lagi," mereka hanya meminta pada kami, untuk menyediakan helikopter."
Injae ," helikopter?!..."
Yu Ri mengangguk lalu menyetir lagi.
Yu Ri," aku datang setelah 5 jam penyanderaan karena mereka masih bersikukuh di dalam. Aku sempat berhasil bernegosiasi dengan mereka. Tapi karena ternyata kita sudah terlanjut bekerja sama dengan BIN. Ketua Kim memerintahkan melakukan penyergapan. Dan akhirnya..."
InJae menatap Yu Ri, menunggu kelanjutannya.
Yu Ri menarik nafas.
Lalu berkata," mereka membunuh 2 sandera. Dan 2 penjahat itu pun juga terbunuh oleh BIN. "
Injae terdiam mendengarnya.
Ia cukup terkejut.
Yu Ri menghentikan mobilnya di depan rumah sakit.
Lalu ia turun.
Injae pun ikut turun.
Yu Ri," ikuti aku."
Mereka pun berjalan masuk.
Saat sampai di dalam.
Ada seorang laki laki cukup tinggi mengenakan jas dokter dan tersenyum di depan Yu ri.
Yu Ri," aku ingin melihat hasil otopsi mereka."
Laki laki itu berkata," inspektur Cha, sudah 1 minggu kau baru kemari."
Yu Ri menarik nafas dan meliriknya.
Yu Ri menoleh ke Injae dan berkata," dia adalah dokter dari tim forensik kita. Dokter Gong Taegwang."
Gong Taegwang menatap Injae.
Injae pun juga.
Tiba tiba Injae berkata ," Gong Taegwang?!..."
Gong Taegwang," waaah, kau Won Injae. "
Injae tersenyum senang menatap Taegwang.
Lalu Taegwang mengusap kepala Injae, dan berkata," sudah lama tidak bertemu denganmu. Injae."
Injae," Hei! Taegwang!"
Yu Ri menatap mereka berdua. Seperti sudah sangat akrab.
Yu ri," kalian...sudah kenal ternyata."
Taegwang mengangguk," kami teman sejak di bangku SMP di Sokcho."
Injae mengangguk tersenyum.
Lalu menjotos pelan perut Taegwang dan berkata," dia meninggalkanku lebih dulu, setelah lulus SMA."
Yu Ri tersenyum melihatnya.
Ia menggelengkan kepalanya.
Dan berkata," kalian hanya teman?..."
Injae dan Taegwang pun saling merangkul, mereka tersenyum dan mengangguk bersama.
Yu ri tertawa kecil.
Lalu berkata," cepat berikan hasil otopsinya. "
Taegwang," baiklah baiklah. Ikut denganku."
Setelah melihatnya.
Lalu mereka berpamitan dengan Taegwang.
Taegwang pun menatap Injae sambil tangannya membentuk handphone di telinga dan berkata," jangan lupa hubungi aku."
Injae mengangguk tersenyum.
Di dalam mobil Injae menoleh ke Yu Ri.
Dan berkata," aku sudah menyimpan nomor handphoneku di handphonemu. "
Yu Ri menoleh," kapan kau memasukkannya?"
Injae ," saat kau berikan handphonemu padaku tadi. Kau tidak mengambilnya segera."
Yu ri melirik," kau benar benar gerak cepat."
Injae," kita adalah partner. Tentunya masing masing kita harus punya kontak handphone bukan?"
Yu Ri menarik nafas.
Injae tersenyum menatap Yu ri.
Injae lalu mengirim pesan ke anak buahnya di Sokcho.
Ada 2 timnya yang selalu membantunya mencari informasi. Mereka sangat hebat dalam mencari informasi sekalipun sangat sulit.
Lalu ia mengambil permen coklat dijaketnya.
Dan memakannya.
Yu Ri meliriknya.
Injae pun sadar dengan lirikan Yu Ri.
Ia lalu menganbil lagi permen coklat dikantongnya.
Dan ia berikan pada Yu ri," kau mau?"
Yu Ri ," aku tidak mau."
Injae," coklat bisa membantumu untuk berpikir jernih. Dan...ia membantu meredakan lapar."
Injae tersenyum.
Yu Ri ," kau makanlah lagi jika lapar."
Injae mengangguk lalu memakan coklatnya.
Yu Ri teringat seseorang, yang sangat menyukai coklat.
Mereka berhenti disebuah restoran.
Yu Ri lalu turun.
Injae pun terkejut. Ia lalu ikut turun dan berjalan mengikuti Yu ri.
Mereka duduk di dekat jendela.
Injae tersenyum, sambil melihat sekitarnya.
Lalu ia menatap Yu Ri," terima kasih."
Yu Ri," untuk apa kau bilang terima kasih padaku?"
Injae," kau tahu aku lapar."
Yu Ri tersenyum tipis dan berkata," aku lapar."
Injae tetap tersenyum dan mengangguk.
Beberapa saat datang 2 mangkuk mie kacang.
Injae tersenyum lebar.
Dan berkata pada Yu ri," selamatmakan."
Injae pun segera melahapnya.
Yu Ri menatapnya.
Akhirnya ia tersenyum melihatnya.
Selesai makan.
Yu ri berkata," ternyata selera makanmu hebat sekali."
Injae mengangguk," aku lapar sekali. "
Yu Ri tersenyum mendengarnya.
Injae menatapnya," akhirnya, pertama kalinya kau mau tersenyum padaku."
Yu ri terdiam segera.
Injae ,"jika aku lapar, aku biasa makan coklat dulu. Jika tidak aku akan gemetaran."
Yu Ri menatap Injae.
Ia lalu menggelengkan kepalanya.
Lalu Yu ri berdiri dan membayar.
Injae pun mengikutinya.
Mereka berjalan keluar restoran.
Injae, " terima kasih kau sudah mentraktirku.'
Yu Ri," kau hutang padaku."
Injae tertawa mendengarnya.
Beberapa saat handphone Injae bunyi saat ia masuk ke mobil.
Ia mengangkatnya.
Ternyata anak buahnya memberi beberapa informasi tentang Ahn Jeong Won dan kasus penyanderaan.
Injaepun mengangguk dan berkata," baiklah. Kalian teruskan lagi penyelidikannya. Terima kasih."
Setelah menutupnya.
Yu Ri hanya melirik.
Injae akhirnya berkata," aku meminta anak buahku untuk mencari informasi tentang Ahn Jeong Won. Mereka...sangat hebat dalam mencari informasi. "
Yu ri," kau punya anak buah?..."
Injae mengangguk sambil membuka pesan surrel dari anak buahnya.
Ia menjawab," aku berjanji akan mempromosikan mereka nanti. "
Yu Ri tersenyum," kau atasan yang baik."
Injae menoleh menatap Yu Ri setelah melihat pesan surrelnya.
Yu Ri," kenapa kau menatapku?"
Injae," Ahn Jeong Won memiliki hubungan dengan presiden direktur komunikasi terkenal. Dan juga beberapa pejabat di badan hukum."
Yu ri terdiam mendengarnya.
Mereka turun di depan kantor.
Setelah Yu ri memarkirkan mobilnya.
Lalu saat berjalan masuk.
Yu ri berhenti dan menoleh pada Injae,
Ia berkata," mintalah tolong pada anak buahmu untuk terus mencari informasi tentang Ahn Jeong Won. Aku...akan membantumu untuk mempromosikan mereka nanti."
Injae tersenyum mendengarnya.
Ia lebih bersemangat dan berkata," Siap!"
Yu Ri mengangguk dan berjalan masuk ke ruangannya.
Dan ia tersenyum. Ia mulai mengakui Injae.
Senior Park melihat mereka berdua.
Lalu mengikuti Yuri masuk.
Senior Park duduk di depan meja Yu Ri .
Ia tersenyum dan berkata," kau...sepertinya sudah mulai terbiasa dengan Injae. Bahkan lebih cepat."
Yu Ri menatap Senior Park.
Lalu berkata," aku harus terbiasa."
Senior Park mengangguk ," benar sekali."
Senior Park berdiri," nanti malam aku akan masak bersama ibumu. Kau pulang cepat bukan?"
Yu Ri," senior Lee harus kuajak ke rumah juga."
Senior Park melirik Yu Ri.
Lalu berjalan keluar sambil berkata," aku sudah mengajaknya."
Yu Ri tersenyum mendengarnya.
Ia melihat handphonenya, ada pesan masuk dari Han Kang.
Ia membukanya.
Han Kang mengajaknya untuk bertemu besok.
Yu Ri membalas pesan Han Kang dan menyetujuinya.
Sore itu,
Yu Ri melihat Injae masih di mejanya.
Sambil memakan coklat.
Lalu Yu Ri melihat timnya Jung Da Jung membawa 2 cup coffee ditangannya.
Yu Ri mendekati Da Jung dan berkata," coffee untukku?..."
DaJung belum menjawab, Yu ri sudah mengambil 1 cup coffee dari tangannya dan berkata," terima kasih."
Yu Ri lalu berjalan pergi.
Da jung menatap atasannya sambil menggelengkan kepala," dia selalu seperti itu."
Yu ri pun mendekati meja kerja Injae.
Lalu meletakkan coffee itu di meja Injae.
Sambil ia berkata," jangan pulang terlalu malam."
Lalu Yu Ri berjalan pergi.
Injae menatap coffeenya dan ia melihat Yu ri.
Ia tersenyum senang melihatnya.
Ia mengambil coffeenya dan meminumnya.
Ia mengangguk ," coffee latte."
Beberapa saat Da Jung hendak memberikan file ke Injae.
Ia melihat coffee di meja Injae.
Da Jung," coffee ini, kenapa bisa ada di meja Inspektur Won?"
Injae menoleh dan menjawab," inspektur Cha yang memberikannya padaku."
Da Jung terkejut mendengarnya.
Ia tersenyum.
Dan berkata," wahhh, Daebak. Inspektur Cha sudah berubah. "
Injae menatap Da Jung sedikit bingung.
Do San pun mendekatinya dan berkata," kenapa? Apa yang terjadi?"
Da jung menoleh ke Do San dan berkata," coffee ini...aku membeli 2. Tadinya untukmu Do San. Tapi Inspektur Cha seperti biasa mengambilnya di tanganku. Dan ternyata ia berikan pada Inspektur Won."
InJae terkejut mendengarnya.
Ia menatap Da jung.
Do San," benarkah?! inspektur Won, kau benar benar membuatnya berubah. "
Do San menjabat tangan Injae dan menggenggamnya.
Sambil berkata dengan tersenyum," selamat inspektur Won!"
InJae hanya diam sambil tersenyum dan mengangguk.
Ia tidak menyangka ternyata selama ini Inspektur Cha tidak biasa perhatian dan dekat dengan rekannya.
Selain senior Park dan senior Lee.
Malam itu, Injae pergi menemui Gong Taegwang.
Mereka makan di sebuah kedai Chadolbaelgi sambil minum soju.
Gong Taegwang tersenyum melihat selera makan Injae yang masih sama.
Injae ," kau menatapku? Kau rindu denganku?"
Taegwang tertawa mendengarnya.
Dan berkata," kau masih belum berubah. Makanmu masih banyak seperti dulu."
Injae tersenyum lalu melahap selada berisi daging dan khimci.
Taegwang," aku tidak menyangka kau mendapat promosi hingga kemari."
Injae mengangguk," aku juga tidak menyangka. Tapi aku bersyukur. Aku bisa kemari. Ini yang kutunggu selama ini. Lagipula aku bisa bertemu denganmu lagi."
Taegwang tertawa mendengarnya.
Mereka sudah terbiasa dekat seperti itu
Hingga semua teman teman sekelas mengira mereka berpacaran.
Tapi memang sebenarnya Taegwang menyukai InJae hanya dia belum berani mengutarakannya selama ini.
Taegwang," bagaimana dengan inspektur Cha? Kau sudah akrab dengannya?"
Injae mengangguk," dia sangat perhatian. Meski dia tidak mau memperlihatkannya. Aku membaca kasus kasus yang selama ini ia berhasil memecahkannya. Dia benar benar hebat. Aku mengaguminya.'
Taegwang tersenyum.
Dan menjawab," dia...memang hebat. Hanya saja dia galak. "
Injae tertawa mendengarnya.
Taegwang," InJae...kau masih mencari mereka?"
Injae menatap Taegwang.
Ia terdiam sebentar.
Lalu menjawab," karena itulah, saat aku mendengar dipromosikan kemari. Ini kesempatanku untuk bisa lebih gampang mencari mereka. Aku dengar mereka diadopsi dan tinggal disini."
Taegwang menuangkan soju ke gelas Injae lalu ke gelasnya.
Ia mengajak toas dan berkata," kau harus semangat!"
Injae mengangguk dan tersenyum.
Lalu mereka minum bersama.
Taegwang mengantar Injae pulang sampe ke apartemen Injae.
Injae tidak minum terlalu banyak.
Ia tahu, ia tidak boleh mabuk untuk berjaga jaga jika ada panggilan darurat.
Sampai di depan apartemen Injae.
Taegwang," masuklah. "
Injae tersenyum," terima kasih sudah mengajakku makan malam ini."
Taegwang tersenyum dan berkata," nanti, kita akan sering bertemu."
Injae mengangguk," tentu saja. Aku akan mentratirmu dengan gaji pertamaku disini."
Taegwang tertawa, lalu mengelus kepala Injae.
Injae," Gong Taegwang! Jangan mengelus rambutku!"
Taegwang suka melihat Injae marah seperti itu.
Makin Injae marah, makin Taegwang ingin menggodanya.
Ia mengelus lagi rambut Injae.
Taegwang," marahlah terus. Aku akan tambah mengganggumu."
Injae segera memegang tangan kanan Taegwang.
Injae, " kau mau berkelahi denganku?"
Taegwang menjegal Injae dengan cepat, Injae yang tidak tahu terkejut dan hendak terjatuh.
Taegwang segera memegang pundak Injae dan menangkapnya.
Mereka pun saling bertatapan.
Dan, muka mereka berdua memerah.
Mereka segera melepaskan tangan mereka.
Dan mereka berdua jadi salah tingkah.
Taegwang akhirnya berkata," masuklah. "
Injae mengangguk.
Lalu ia berbalik dan hendak berjalan masuk.
Ia berhenti sebentar dan menoleh ke Taegwang lagi sambil berkata," hati hatilah."
Taegwang mengangguk," baiklah."
Lalu Injae pun masuk ke dalam.
Taegwang pun berjalan pergi sambil tersenyum senang.
Injae yang sedang menutup pintunya ia menarik nafas panjang.
Jantungnya masih terasa berdetak dengan cepat.
Ternyata Injae juga menyukai Taegwang.
Keesokannya.
Yu Ri tidak langsung ke kantor.
Ia bertemu dengan Han Kang.
Mereka sarapan bersama pagi itu.
Han Kang," bagaimana dengan partnermu?"
Yu Ri mengangguk," aku akui dia hebat. Dia orang yang bersemangat. Bahkan dia punya anak buah untuk mencari informasi. "
Han Kang tersenyum menatap Yu ri.
Yu Ri," kenapa ? Ada yang salah?"
Han Kang," tidak. Hanya saja...biasanya kau akan lama untuk bisa terbiasa dengan rekanmu. Tapi baguslah. "
Yu Ri," kau sama saja dengan senior Park."
Han Kang tertawa mendengarnya.
Yu Ri meminum airnya.
Setelah menenggaknya.
Ia berkata," dia mirip dengan seseorang. Kebiasaannya yang membuatku teringat dengan seseorang."
Han Kang menatap Yu Ri," mirip dengan siapa?"
Yu Ri menatap Han Kang.
Lalu menjawab," Hye Na."
Han Kang menatap Yu Ri, ia mendengar jawaban Yu Ri.
Tiba tiba handphone Yu ri bunyi.
Lagi lagi ia mendapat panggilan dari seniol Lee dan memintanya untuk cepat datang ke kantor.
Yu Ri tersenyum menatap Han Kang.
Untung saja mereka sudah selesai makan.
Han Kang menarik nafas," tidak apa apa. Aku sudah senang bisa sarapan pagi denganmu. "
Yu ri tersenyum dan mengangguk," aku juga. Maafkan aku Han Kang."
Han Kang," pergilah. "
Yu Ri mengangguk dan meletakkan di depan Han Kang sebuah bolpen berwarna silver.
Yu Ri tersenyum dan berkata," sampai jumpa."
Yu Ri lalu berjalan pergi.
Han Kang tertawa melihat bolpen di depannya.
Yu Ri benar benar membuatnya gemas.
Sampai Yu Ri di kantor.
Injae sudah ada disana bersama senior Park dan Senior Lee di ruang meeting.
Lalu Yu Ri duduk disamping Injae.
Yu Ri," ada apa memanggilku?"
Senior Lee terlihat begitu serius.
Ia berkata," kita mendapat info, bahwa Ahn Jeong Won menyandera lagi. Dan sepertinya mereka 1 keluarga. Ada 2 anak anak diantaranya."
Yu Ri terkejut mendengarnya.
Lalu berkata," sebenarnya apa yang ia inginkan?"
Senior lee mengangguk," kita tunggu perintah dari Direktur Han. Baru kita ke berhadapan dengannya. Saat ini badan inteligen sedang mencari informasi sebanyak banyaknya."
Senior Park," dan aku sudah mengirim informasi yang sudah di dapat oleh Injae."
Yu Ri," aku akan minta juga Do San dan Da Jung mencari tahu. Biarkan mereka bekerja sama dengan anak buahmu, inspektur Won."
Yu Ri menatap Injae.
Injaepun mengangguk dan menjawab,"baiklah. Aku akan hubungi mereka. "
Hingga sore,
Semua terlihat sibuk.
Yu Ri melihat Injae sedang duduk di depan meja kerjanya, lagi lagi memakan coklat sambil menatap laptopnya.
Tangannya terlihat gemetar.
Yu Ri lalu berkata," Inspektur Won. Aku lapar. Kita makan sebentar."
Injae menoleh menatap Yu ri.
Ia tersenyum senang," baiklah."
Injae pun berdiri dan mengikuti Yu ri.
Injae," Inspektur Cha, rasanya aneh kau memanggilku Inspektur Won. Kita adalah partner bukan? Kau bisa memanggilku Injae."
Yu Ri tetap berjalan.
Lalu ia berkata," Inspektur Cha, aku ingin makan jajjangmyeon yang paling enak di daerah sini. Kau tahu?"
Yu Ri melirik ke Injae.
Lalu berkata," jajjangmyeon terenak?"
Injae mengangguk.
Yu Ri," aku tidak mau. Kita makan lainnya saja. "
Injae," sejak kemari. Aku belum menemukan jajjangmyeon yang enak. Aku yang akan bergantian mentraktir inspektur Cha. Bagaimana? "
Yu Ri terdiam sambil berjalan.
Lalu ia menuju di depan meja Nam Do san dan Jung Da Jung.
Injae melihatnya pun berhenti dan menunggunya.
Yu Ri," Kalian... tahu dimana jajjangmyeon terenak didaerah sini?"
Nam Do San dan Da jung menatap atasannya.
Begitu juga Injae.
Injae dibuat terkejut karena Yu ri akhirnya bertanya tentang jajjangmyeon terenak.
Do San dan Da Jung bertatapan.
Senior Lee dan senior Park sebenarnya sudah mengikuti Yu ri dan Injae dari belakang.
Mereka terkejut melihat Yu Ri yang sudah mulai terlihat akrab dengan Injae.
Da Jung tersenyum dan akhirnya berkata," ada 1 restoran china yang dekat dengan kantor kita. Tapi...bolehkah kami ikut juga? "
Do San mengangguk.
Yu Ri menatap mereka berdua.
Injae segera mendekat dan berkata," tentu saja. Aku yang akan traktir."
Lalu berkata," baiklah. Kalian berdua temani Inspektur Won."
Yu Ri hendak berjalan pergi.
Injae segera memegang lengan Yu Ri.
Dan berkata," ayolah Inspektur Cha. Kau bilang kau juga lapar. Kita makan bersama."
Yu Ri menatap Injae.
Wajahnya terlihat memohon.
Ia hendak menjawab.
Tapi tiba tiba Injae berkata sambil menggandeng lengan Yu Ri dan berkata," baiklah. Kau mau ikut."
Injae menggandeng Yuri sambil berjalan dan berkata ," Do San, Da Jung! ayo kita makan."
Senior Lee dan Senior Park berdiri melihat mereka.
Senior Park," Inspektur Won, kau tidak mengajak kami?"
Injae tersenyum," senior Park, Senior Lee. Jika ada kalian pasti lebih ramai. Baiklah kita makan bersama."
Yu Ri menggelengkan kepalanya dan menarik nafas.
Mereka semua duduk di sebuah meja makan bundar yang cukup besar.
Restoran China yang letaknya dekat dengan Kantor Kepolisian.
Dan ternyata itu adalah restoran China milik adik senior Lee.
Adik Senior Lee, Nyonya Lee So Jung, begitu senang melihat kedatangan mereka.
Lalu ia dibantu putrinya membawa mangkuk mangkuk berisi jajjangmyeon.
Nyonya Lee," baiklah silakan menikmati."
Yu Ri mendekat ke senior Park dan berkata pelan," Kalau ini aku tahu, restoran china milik bibi Lee. "
Yu Ri menatap Do San dan Da Jung.
Da Jung," senior Lee selalu mengajak kami kemari. Jadi yang kami tahu disini Jajjangmyeon yang paling enak."
Nyonya Lee tersenyum mengangguk," wahh terima kasih."
Senior Lee hanya tersenyum menatapnya.
Injae tidak mempedulikannya.
Ia pun segera memakannya dan melahapnya.
Setelah mengunyah dan menelannya, ia tersenyum lebar.
Ia berkata," ini sangatt enakk!"
Semuanya menatap Injae.
Mereka pun tertawa.
Begitu juga Yu Ri.
Kali ini Yu ri sudah mulai terbiasa dengannya Injae.
Yu ri menatap Injae yang makan dengan lahap.
Ia pun tersenyum.
Setelah selesai makan.
Di depan restoran Yu Ri sedang berdiri.
Semuanya masih berbincang di dalam.
Lalu Injae keluar dan memberikan cup coffee ke Yu ri.
Yu Ri," terima kasih."
Injae mengangguk tersenyum.
Ia meminum coffeenya.
Yu Ri berkata," kau suka jajjangmyeon?"
Injae yang sudah menenggak coffeenya.
Ia menoleh dan berkata," aku sangat suka jajjangmyeon. Sebenarnya...aku tidak peduli dengan jajjangmyeon yang enak atau tidak. Yang terpenting aku bisa makan jajjangmyeon."
Lalu menatap ke depan.
Ia berkata lagi," saat kecil. Hidupku cukup susah. Untuk makan jajjangmyeon saja sangat sulit untukku."
Injae menoleh ke Yu Ri dan tersenyum," karena itu, sekarang aku tidak peduli. Bisa makan di tempat enak atau tidak. Yang penting aku bisa menikmati Jajjangmyeon."
Yu Ri menatapnya.
Kali inipun, Injae membuatnya teringat pada seseorang.
Seseorang yang ia kenal dengan sangat dekat bernama " Hye Na."
Pagi itu.
Yu Ri yang baru saja bangun.
Karena handphone nya terus berbunyi ada panggilan masuk.
Senior Lee rupanya terus meneleponnya.
Setelah mengangkatnya, senior Lee sudah ada di depan apartemennya.
Ia terkejut.
Dan segera memakai jaketnya, lalu berjalan keluar membuka pintu.
Senior Lee segera mengikutinya masuk.
Yu Ri," kenapa kau pagi pagi sudah meneleponku dan tiba tiba sudah ada di depan apartemenku?"
Senior Lee," cepar bergantilah pakaian. Kita segera ke markas badan inteligen. Inspektur Won sudah berangkat bersama senior Park."
Yu Ri," apa yang terjadi?"
Senior Lee," aku tidak tahu. Yang jelas, direktur Han ingin bertemu denganmu dan menangani Ahn Jeong Won."
Yu ri menatap Senior Lee.
Ia segera ke kamarnya dan segera berganti pakaian.
Lalu ia segera mengambil tas dan handphonenya.
Dan ia berjalan keluar bersama senior Lee.
Di perjalanan.
Yu Ri berkata," apa yang dilakukan Ahn Jeong Won lagi?"
Senior Lee yang sedang menyetir.
Ia berkata," dia menghubungi markas badan inteligen. Sepertinya sudah ada beberapa sandera disana. Dan untuk mengulur waktu sampai BIN menemukan posisinya. Direktur Han ingin kau bernegosiasi dengan Ahn Jeong Won."
Yu ri menarik nafas panjang sambil menatap ke samping jendela.
Di markas badan intel.
Injae terus online dengan anak buahnya.
Ia terus memberikan arahan pada mereka.
Sedang Do San dan Da Jung juga ada online bersama senior Park.
Anak buah Injae, Kim Do Yeon dan Park Ji Gyeom.
Park Ji Gyeom berhasil menemukan identitas sandera.
Park Ji Gyeom," Inspektur Won, identitas sandera bernama Kim Dong Ho ketua tim kepolisian pusat korea. Lalu 4 sandera 1 keluarga yang sedang berlibur di thailand."
Do San dan Da Jung yang juga sedang online call bersama, terkejut mendengar nama Ketua Kim.
Begitu juga senior Park.
Injae menatap senior Park.
Beberapa saat Yu Ri datang bersama senior Lee.
Mereka segera ke ruang meeting.
Injae dan senior Park ada disana.
Injae dan senior Park menatap Yu ri dan senior Lee.
Yu ri," apa yang kalian dapatkan?"
Injae," salah 1 sandera, adalah ketua Kim dari tim kepolisian pusat korea."
Yu Ri dan senior Lee terkejut mendengarnya.
Direktur Han pun datang bersama sekretaris kedutaan, sekretaris Kong.
Direktur Han," kalian sudah datang. Baiklah aku langsung saja. Ahn Jeong Won menghubungi kami. Dan ia meminta untuk bertemu denganmu, Inspektur Cha. Aku ingin kau mengulur waktu sampai BIN bisa menemukan posisi mereka. Dan inspektur Won, tugasmu membantu Inspektur Cha jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. "
Yu Ri sedikit terkejut karena Ahn jeong Won ingin bertemu dengannya.
Beberapa saat, Ahn Jeong Won pun menghubungi lagi.
Yu Ri segera siap di tempat.
Dan Injae berdiri disampingnya agar tidak terlihat oleh kamera sambil tetap terhubung dengan anak buahnya.
Panggilan video pun muncul di laptop yang di letakkan di meja depan Yu ri.
Ahn Jeong Won duduk di sebuah kursi, ia tersenyum dan berkata," halo, kau...Cha Yu Ri?..."
Yu Ri mulai tersenyum dan seperti biasa ia tenang.
Yu Ri," halo, namaku Cha Yu Ri. Senang bertemu denganmu."
Ahn Jeong Won tersenyum dan mengangguk," kau memang sangat cantik seperti namamu. "
Yu Ri tersenyum dan berkata," terima kasih."
Ahn Jeong Won," aku ingin sekali mengajakmu berkencan. Oya, berapa umur dan ukuran bajumu atau sepatumu."
Injae tersenyum mendengarnya.
Yu Ri tetap tenang.
Dan berkata," kalau kau mau, kita pasti akan ada waktu untuk minum bersama."
Ahn Jeong Won," waaah, kau menyenangkan sekali. Kau...belum menjawab pertanyaan ku tadi?"
Yu Ri menatap Ahn Jeong Won.
Begitu juga Ahn Jeong Won sambil tersenyum, tangannya mulai bergerilya mengambil pistol di meja dekatnya.
Yu ri," Tuan Ahn Jeong Won,...kita bisa membicarakan yang lainnya. Seperti...kau mau memberitahuku, apa yang sebenarnya kau inginkan?"
Ahn Jeong Won tersenyum mendengarnya.
Lalu ia menyuruh anak buahnya membawa seorang sandera dan berlutut di depannya.
Wajah sandera itu sudah cukup banyak berwarna biru.
Dan ada beberapa darah di tubuhnya.
Ahn Jeong Won mengarahkan pistolnya ke sandera itu.
Yu Ri melihat nya dan ia terkejut, sandera itu adalah ketua Kim.
Ahn Jeong Won tersenyum," kau sudah liat? Bukankah kau mengenalinya?..."
Wajah Yu Ri menjadi berubah.
Semuanya juga melihat di video.
Mereka terkejut melihat keadaan ketua Kim.
Yu Ri akhirnya berkata," ukuran baju ku M dan sepatu 37. "
Ahn Jeong Won tersenyum mendengarnya.
Yu Ri," bolehlah aku bicara dengan Ketua Kim?"
Ahn Jeong Won menatap Yu Ri.
Dan berkata," tentu saja. Bicaralah."
Yu Ri," ketua Kim... kau baik baik saja?"
Ketua Kim mengangkat kepalanya perlahan.
Ia lalu menjawab," aku baik baik saja. Kau tenanglah."
Yu Ri mengangguk.
Wajahnya terlihat khawatir. Dan matanya sedikit memerah.
Yu Ri," ketua Kim, kami pasti akan menyelamatkanmu. "
Ahn Jeong Won tertawa mendengarnya," sepertinya, kau sangat perhatian dengan ketua Kim. Nona Cha, kau punya hubungan khusus dengannya?"
Yu Ri terdiam.
Ahn Jeong Won tersenyum.
Lalu ia menyuruh anak buahnya membawa seseorang sandera lagi.
Dia reporter Lee, intel yang menyamar.
Ahn Jeong Won," baiklah. Baiklah. Nona Cha, kau tahu dia siapa?"
Yu Ri," dia reporter Lee Sang Mok. "
Ahn Jeong Won mengangguk," benar sekali. Aku ingin tahu, siapa diantara mereka yang sangat berarti bagimu."
Ahn Jeong Won menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkan pada keduanya.
Yu ri dan semuanya begitu terkejut.
Yu Ri," Tuan Ahn Jeong Won. Aku mohon tenanglah. Kita bisa bicara apa yang kau inginkan. Aku pasti akan membantumu."
Ahn Jeong Won tersenyum dan mengarahkan pistolnya.
Ia mulai menekan dan tiba tiba terjadi tembakan.
Yu ri berteriak," Tuan Ahn Jeong Won!"
Injae pun ikut terkejut disampingnya.
Begitu juga lainnya.
Tapi ternyata Ahn Jeong Won tidak mengarahkan tembakannya pada kedua sandera itu.
Ahn Jeong Won," kau...baru saja berteriak. Nona Cha, kau begitu khawatir? Apa dia pacarmu? "
Yu Ri masih cukup terkejut.
Ia masih hanya menatap Ahn Jeong Won.
Ahn Jeong Won," aku ingin tahu kau punya pacar?"
Yu Ri menggelengkan kepalanya.
Ahn jeong Won tersenyum mengangguk," aku punya kesempatan mendekatimu."
Yu Ri menarik nafas lalu berkata," Tuan Ahn Jeong Won. Disini, aku bisa membantumu untuk bernegosiasi. Kau bisa mengatakannya padaku. Percayalah padaku."
Ahn Jeong Won menatap Yu ri.
Ia menatap pistolnya.
Lalu ia berkata," baiklah. Kau jujur padaku. Ada siapa saja disana?"
Yu Ri lalu menoleh ke luar.
Di monitor tertulis," jangan katakan ada sekretaris disini."
Yu Ri mulai berkata," disini ada Senior Lee dan Senior Park kepolisian pusat korea, inspektur Won InJae, direktur kepolisian pusat. Dan ada beberapa staff monitor."
Ahn Jeong Won," benarkah? Kau tidak berbohong ? Lihatlah mataku."
Yu Ri menatap Ahn Jeong Won.
Ahn Jeong Won tersenyum dan mengangguk.
Lalu berkata," baiklah. Aku ingin tahu, mengenai kasus penyanderaan 1 minggu lalu. Siapa yang menyuruh untuk melakukan penyergapan? "
Yu ri terkejut mendengarnya.
Yu ri menatap ke Injae, lalu menoleh keluar dan melihat senior Lee.
Ahn Jeong Won pun berdiri dan mendekati ketua Kim.
Ia berkata lagi," katakan yang sebenarnya Nona Cha...bukankah kita bisa saling mempercayai."
Yu Ri," Tuan Ahn Jeong Won...kejadian saat itu sangatlah cepat. Dan..."
Ahn Jeong Won tertawa," bukan itu yang kutanyakan! Kenapa kalian tidak bisa berkata sebenarnya dan selalu menutupi kebenaran! "
Ahn Jeong Won begitu emosi.
Di monitor muncul tulisan, " jangan katakan bahwa itu ketua Kim."
Yu Ri begitu bingung saat itu.
Injae baru saja menerima pesan surrel dari anak buahnya.
Ia membukanya dan terkejut.
Itu adalah laporan panggilan di handphone ketua Kim.
Diantaranya ada panggilan no telp. Dan ternyata itu adalah milik presiden direktur komunikasi.
Ahn jeong won segera mengarahkan pistolnya di kepala ketua Kim.
Direktur Han segera bicara dari luar.
Ia menyambung dan berkata," Tuan Ahn Jeong Won. Kita bisa bicara baik baik. Jadi mohon tenanglah."
Semuanya menatap direktur Han.
Ahn Jeong Won tertawa mendengarnya.
Lalu Injae mengarahkan handphonenya dari samping agar Yu ri melihatnya.
Yu Ri terkejut melihatnya.
Ia menoleh ke kamera lagi dan hendak memberitahu jawaban Ahn jeong Won.
Tapi Ahn Jeong Won sudah menarik pistolnya.
Dan Ketua Kim pun terjatuh.
Semuanya terkejut melihatnya dan terdiam.
Ahn Jeong Won mendekat ke kamera dan berkata," Nona Cha Yu Ri. Seharusnya kau berkata jujur. Aku akan berikan waktu 1 jam, aku ingin bertemu dengan direktur Yin, pemilik stasiun TV. Aku menunggumu."
Ahn Jeong Won segera menutup video callnya.
Yu Ri masih terkejut dengan kematian ketua Kim.
Senior Lee terdiam begitu juga senior Park.
Lalu Yu Ri berdiri.
Ia berjalan keluar diikuti Injae.
Yu Ri berjalan mendekati direktur Han dan senior Lee.
Senior Park pun keluar dari ruang meeting ikut mendekati Yu ri.
Mata Yu ri sudah memerah.
Ia berkata," kenapa?...kenapa aku tidak boleh mengatakan yang sebenarnya? Jika kalian ingin aku bernegosiasi. Biarkan aku melakukannya tanpa campur tangan kalian!"
Direktur Han menarik nafas.
Ia juga merasa bersalah atas kematian Ketua Kim.
Sekretaris Kong menjawab," bagaimanapun juga, kau harus mengikuti kami."
Yu Ri menoleh ke sekretaris Kong dan berkata," karena keputusan kalian, ketua Kim harus dikorbankan?..."
Direktur Han," inspektur Cha. Tenangkan dirimu. Kita semua juga kehilangan ketua Kim. "
Senior Park memegang lengan Yu ri agar lebih tenang.
Direktur Han berkata," cepat cari posisi direktur Yin dan bawa dia kemari. "
Yu Ri menarik nafas.
Tiba tiba Injae berkata," Ahn Jeong Won, bukan menginginkan negosiasi. Tapi yang dia lakukan hanya lah balas dendam dan melampiaskan kemarahannya. "
Semua menoleh ke Injae.
Lalu Injae berkata lagi," reporter Lee hanya menyamar. Jika sekali lagi kalian tidak mengatakan sebuah kebenaran. Akan ada korban lagi. "
Sekretaris Kong menatap Injae dan berkata," yang perlu kalian lakukan adalah mengulur waktu. Hanya itu. "
Injae menatap sekretaris Kong lalu berkata," kami akan mengulur waktu dan... menyelamatkan mereka dengan cara kami. Itu yang akan kami lakukan mulai sekarang."
Senior Park tersenyum menang melihatnya.
Lalu Injae menoleh ke Yu Ri dan berkata," Inspektur Cha ada beberapa yang ingin kuberitahu. Ikutlah denganku."
Mereka berjalan ke ruang meeting.
Injae lalu memberikan handphonenya pada Yuri.
Disitu terlihat panggilan masuk dari handphone Ketua Kim.
Dan diantaranya ada 1 no telepon.
Yu Ri melihatnya.
Lalu ia menatap Injae.
Injaepun menganggukan kepalanya.
Dan berkata," ketua Kim menghubungi presiden direktur Komunikasi. Aku dengar...ketua Kim membutuhkan uang untuk membiayai rumah sakit istrinya. Dan sepertinya ia mendapat suap dari presiden direktur Komunikasi Koo. "
Yu Ri terdiam sebentar.
Lalu ia teringat saat kasus penyanderaan.
Ia tiba tiba datang, dan Ketua Kim terkejut melihat kedatangannya.
Dari itu, sudah ada keanehan dari Ketua Kim yang memintanya untuk kembali cuti dan berkencan.
Yu Ri berjalan keluar menghubungi Da Jung.
Senior Park berdiri dan menepuk pundak Injae sambil berkata," kau benar benar hebat saat menghadapi sekretaris Kong tadi. Aku dipihakmu."
Injae hanya tersenyum dan menunduk.
Senior Park tersenyum dan berjalan keluar.
Sebelum 1 jam akhirnya Direktur Yin datang.
Ia masih mengenakan setelan baju dan celana untuk bermain golf.
Yu Ri menyuruh memberikan dia jas dan mengenakannya.
Beberapa saat, tepat 1 jam Ahn Jeong Won menelepon lagi.
Direktur Yin sudah duduk di depan kamera. Dan disampingnya ada Yu Ri.
Injae berada di luar bersama senior Park.
Yu Ri memberi aba aba agar direktur Yin tetap tenang.
Ahn jeong Won lagi lagi tersenyum.
Ia berkata," Nona Cha, kau terlihat tenang setelah kematian ketua Kim. Bahkan kau bisa menuruti permintaanku membawa direktur Yin. Kau hebat sekali, Inspektur Cha..."
Yu Ri menarik nafas.
Lalu menjawab," karena aku harus tetap kuat dan tenang untuk bertemu denganmu lagi."
Ahn Jeong Won mengangguk senang.
Ia berkata," kau direktur Yin?..."
Direktur Yin pun mengangguk dan menjawab," aku direktur Yin dari stasiun TV. "
Ahn Jeong Won menoleh ke reporter Lee yang bersujud disampingnya.
Ia berkata," Reporter Lee. Kau beruntung sekali, seorang direktur mau datang demi kau."
Direktur Yin menjawab," aku cukup dekat dengan reporter Lee. Kami beberapa kali minum bersama."
Ahn Jeong Won," benarkah?..."
Yu Ri memperlihatkan note di handphonenya pada Direktur Yin untuk menanyakan kabar Reporter Lee.
Direktur Yin pun berkata," reporter Lee, kau baik baik saja?"
Ahn Jeong Won tersenyum mendengarnya," jawablah reporter Lee."
Reporter Lee pun akhirnya menjawab," aku baik baik saja Direktur Yin. Terima kasih atas perhatianmu."
Direktur Yin,"tenanglah kami akan menyelamatkanmu."
Ahn Jeong Won tersenyum dan berkata," sebagai seorang direktur kau sangat perhatian sekali pada staffmu."
Direktur Yin mengangguk dan berkata," terima kasih."
Ahn Jeong Won," maaf direktur Yin. Jas mu sepertinya sangat kekecilan. Coba kau berdiri sebentar."
Direktur Yin menoleh ke Yu Ri.
Yu Ri berkata," Tuan Ahn Jeong Won..."
Ahn Jeong Won menyaut," aku sedang bicara dengan direktur Yin. "
Yu Ri pun terdiam.
Akhirnya direktur Yin pun berdiri.
Ahn jeong Won tertawa.
Yu Ri memegang dahinya.
Begitu juga Injae.
Ahn Jeong Won," kau memang benar benar seorang direktur. Kau bilang, kau sangat dekat dengan reporter Lee. Dalam keadaan staffmu seperti ini, kau masih bisa bermain golf?..."
Injae lalu mengatakan lewat earphone.
Direktur Yin sempat mengenakannya sebelum bersiap menemui Ahn Jeong Won.
Injae," direktur Yin, jelaskan padanya. Bahwa kau terpaksa bermain golf untuk memenuhi undangan. Dan katakan, sungguh maafkan aku."
Direktur Yin pun mengatakan sesuai yang dikatakan Injae.
Ahn Jeong Won berdiri.
Dan berkata," Nona Cha...kau tidak belajar dari yang pertama. Bukankah sudah kukatakan padamu untuk berkata jujur. "
Yu Ri," maafkan aku. Aku hanya punya waktu 1 jam untuk membawa Direktur Yin, dan kebetulan dia sedang memenuhi undangan untuk bermain golf. Kami harus segera membawanya kemari. "
Ahn Jeong Won tersenyum.
Ia memberi isyarat kepada anak buahnya.
Lalu beberapa saat seorang sandera laki laki berlutut disamping reporter Lee.
Ahn Jeong Won," Nona Cha, kau mengenalinya?"
Yu Ri begitu terkejut saat melihat Han Kang menjadi sandera.
Direktur Han yang melihatnya juga sangat terkejut. Ia mundur selangkah karena shock putranya ada disana.
Senior Lee segera memeganginya.
Yu Ri," Han Kang!..."
Ahn Jeong Won," wah kau sepertinya sangat mengenalinya. "
Yu Ri," tuan Ahn Jeong Won!..."
Ahn Jeong Won," kau menyukainya?"
Yu ri menatap Ahn jeong Won.
Ia mengepalkan tangannya.
Injae melihat wajah Yu Ri yang sangat ketakutan dan khawatir.
Ahn Jeong Won," ayolah katakan sebenarnya. Jika tidak aku sia sia membawanya kemari."
Yu Ri akhirnya berkata," aku menyukainya."
Semua yang ada dimarkas mendengar pengakuan Yu Ri.
Direktur Han menarik nafas mendengarnya.
Ahn Jeong Won tersenyum senang.
Ia jongkok disamping Han Kang dan berkata," kau juga menyukainya?"
Han Kang mendengarnya.
Ia menatap wajah Yu ri di laptop.
Lalu HanKang berkata," aku mencintainya."
Ahn Jeong Won menoleh menatap Yu Ri," inspektur Cha sudah mempunyai pacar. Padahal di awal, kau mengatakan kau tidak punya pacar. "
Ahn Jeong Won tiba tiba memukul muka Han Kang.
Han Kang pun terjatuh.
Yu ri," tidakkk!!"
Semuanya pun ikut terkejut melihatnya.
Ahn Jeong Won mendekat ke kamera," itu akibat kau tidak berkata jujur. "
Yu Ri," Ahn Jeong Won, apa yang kau inginkan? "
Ahn Jeong Won," kau marah?"
Yu Ri terdiam melihatnya.
Injae," inspektur Cha. Kau harus tenang. Dia ingin bermain denganmu. Kuncinya tenanglah."
Yu Ri mendengarnya.
Ia lalu menarik nafas dalam dalam.
Dan berkata," aku tidak bisa marah padamu. Kita harus bicara dengan kepala dingin bukan?"
Ahn Jeong tersenyum mengangguk," itu yang kusuka darimu. Kau selalu bisa tenang meski aku sudah berusaha membuatmu marah."
Yu Ri mendengarnya seakan Ahn Jeong Won sudah mengenalnya dekat.
Lalu Ahn Jeong Won berkata pada direktur Yin," direktur Yin, duduklah. Aku ingin bertanya sesuatu padamu."
Direktur Yin pun duduk.
Ahn Jeong Won," benarkah...reporter Lee adalah reporter stasiun TV? Benarkah dia staffmu?"
Semuanya terkejut mendengarnya.
Yu Ri menatap direktur Yin.
Yu Ri menggelengkan kepalanya, dengan maksud untuk mengatakan yang sebenarnya.
Tapi monitor disamping laptop tertulis bahwa direktur Yin harus menjawab Ya.
Injae diluar melihatnya.
Dan berkata pada direktur Han disampingnya," tidak. Direktur Yin harus berkata sebenarnya."
Sekretaris kong pun menjawab" dia tidak boleh mengatakan yang sebenarnya. Kita harus melindungi sersan Lee."
Injae menggelengkan kepalanya.
Lalu ia berkata pada direktur Yin," direktur Yin , kau harus mengatakan yang sebenarnya siapa reporter Lee."
Yu Ri pun setuju.
Direktur Han pun menyaut," katakan yang sebenarnya. Jika ingin semua sandera selamat."
Sekretaris Kong menoleh menatap Direktur Han, ia berkata," direktur Han!"
Direktur Han," disini adalah tanggung jawabku. Jadi aku akan mendukung bawahanku."
Akhirnya direktur Yin pun berkata," maafkan aku. Tapi sebenarnya, reporter Lee bukanlah seorang reporter. Dia bukan staffku. "
Ahn Jeong Won tersenyum mendengar jawaban Direktur Yin.
Yu Ri berkata," dia seorang anggota dari badan Inteligen. Maafkan kami."
Ahn jeong Won menarik nafas.
Lalu berkata," akhirnya, kau bisa berkata jujur. Katakan pada direktur Han agar tenang, putranya akan tetap hidup. Aku...melakukannya untukmu Nona Cha."
Yu Ri menarik nafas dan berkata," terima kasih."
Ahn jeong Won tersenyum dan berkata," kau bisa begitu mencintainya. Tapi kau melupakan 2 orang terpenting dalam hidupmu."
Yu Ri terkejut mendengarnya.
YU ri," apa maksudmu?"
Ahn jeong Won" kau akan tahu, setelah kau membantuku membawa presiden direktur Komunikasi. Aku ingin bertemu dengannya."
Yu ri," apa?"
Ahn jeong Won mengangguk dan berkata," baiklah . Aku akan berikan waktu 2 jam untukmu. "
Ahn jeong Won menarik Han Kang dan berkata," jangan khawatir, aku akan menjaganya untukmu. Sampai jumpa."
Video pun mati.
Yu Ri terdiam melihat laptop di depannya.
Yu Ri pun keluar bersama direktur Yin.
Sekretaris Kong," presiden direktur Koo tidak mudah untuk ditemui. "
Yu Ri menatapnya dengan tegas dan berkata," aku akan menemukannya dan membawanya sendiri kemari."
Direktur Han mengangguk," lakukanlah Inspektur Cha."
Inspektur Cha pun mengangguk.
Lalu ia berjalan bersama Injae ke ruang meeting.
Yu Ri ," minta Do San dan Da jung mencari tahu keberadaan presdir Koo. "
Injae pun mengangguk.
Dalam waktu 10 menit mereka menemukannya.
Lalu Yu Ri berkata," aku akan pergi menemuinya dan membawanya kemari. Inspektur Won, berjaga jagalah disini. "
Injae mengerti maksud Yu Ri.
Ia berkata," baiklah. Kau bisa percayakan padaku."
Yu Ri mengangguk.
Ia menepuk lengan Injae sebelum berjalan pergi," aku percaya padamu."
Lalu Yuri berjalan pergi.
Senior Leepun menemaninya.
Injae duduk dikursi.
Lalu ia membuka file file tentang Ahn jeong Won.
Ia ingin tahu, bagaimana bisa Ahn Jeong bukan orang kewarganegaraan korea.
Injae lalu bicara dengan anak buahnya," Ji Gyeom, bantu aku untuk mencari tahu tentang asal Ahn Jeong Won. Aku ingin lebih detail tentang kehidupan pribadinya. "
Senior Park yang ada disampingnya mendengarnya.
Ia berkata," kau ingin mencaritahu siapa sebenarnya Ahn Jeon Won?"
Injae mengangguk.
Lalu senior Park berkata," aku pernah dengar...dia yatim piatu. Dia diadopsi oleh orang luar, bukan orang korea. "
Injae terkejut mendengarnya.
Injae," ia yatim piatu?..."
Ia merasa tidak jauh berbeda dengannya.
Injae lalu berkata lewat headsetnya," Ji Gyeom, cari tahu lewat panti asuhan di seluruh korea. Aku tidak tahu bagaimana caranya kau menemukan informasinya. Tapi aku yakin kau bisa."
Ji Gyeom tersenyum dan berkata," baiklah. Tenang saja. Aku akan menemukannya."
Injae menoleh ke senior Park dan berkata," terima kasih senior Park. Informasi yang kau berikan cukup menjadi kata kunci untuk mencari tahu tentangnya."
Senior Park tersenyum.
Ia mengangguk dan berkata," memang tidak salah mempromosikanmu kemari dan menjadikanmu partner Yu Ri."
Injae tersenyum," justru aku beruntung memiliki tim yang hebat disini dan juga anak buahku. "
Ji gyeom dan Do Yoon yang ada di markas tersenyum senang dan toas mendengar kata kata Injae.
Yu Ri dalam perjalanan bersama senior Lee.
Ia berkata," aku merasa Ahn Jeong Won mengenaliku. Dia seperti tahu tentangku."
Senior Lee yang menyetir menoleh ke Yu Ri.
Ia menatap ke depan lagi dan berkata," ia sangat cerdik dan licik. Karena itu seakan membuatnya mengetahui semua tentangmu."
Yu Ri menarik nafas panjang.
Ia teringat katakata Ahn Jeong Won.
[ Ahn jeong Won tersenyum dan berkata," kau bisa begitu mencintainya. Tapi kau melupakan 2 orang terpenting dalam hidupmu." ]
Waktu sudah hampir 2 jam.
Tapi Yu Ri belum juga datang bersama presdir Koo.
Injae menatap senior Park.
Senior Park pun mengerti maksud Injae.
Senior Park," jika Yu Ri belum juga datang. Gantikan dia sementara."
Injae mengangguk," baiklah."
10 menit sebelum Ahn Jeong Won menelepon.
Injae mendapat pesan surrel dari Jin gyeom.
Data mengenai panti asuhan.
Jin Gyeom menulis : " aku belum bisa menemukan informasi panti asuhan tempat Ahn Jeong Won. Dia memang yatim piatu, dia memiliki 2 orang adik perempuan. Aku akan terus mencoba mencari informasinya. Hanya saja aku bisa menemukan data dirimu dan seorang wanita yang selama ini kau cari. Kang Han Na, dia diadopsi oleh orang tua yang awalnya tinggal di Incheon lalu ia pindah ke Seoul karena kerjaan orang tuanya. Aku akan kirimkan alamatnya. "
Injae terdiam membacanya.
Beberapa saat pesan masuk dari Jin Gyeom alamat rumah orangtua Kang Han Na.
Jin Gyeom : " di Winsle County Town House, Gyeonggi-do, Seoul. No 12."
Injae berkata dalam hati," aku menemukanmu..."
Tiba tiba video call pun masuk.
Ahn Jeon Won sudah menghubungi lagi.
Waktu sudah berjalan 2 jam.
Senior Park," Inspektur Won, Ahn Jeon Won sudah menghubungi lagi."
Injae pun mengangguk.
Ia segera duduk di depan kamera.
Ahn Jeong Won mulai muncul di layar laptop.
Ahn Jeong Won menatap Injae, wajahnya cukup terkejut tapi tetap tersenyum.
Ia berkata," kau...bukan Cha Yu Ri. "
Injae tersenyum, ia menundukkan kepalanya, lalu menatap kamera lagi dan berkata," halo, aku Won Injae. Rekan Nona Cha Yu Ri. Senang bertemu denganmu Tuan Ahn Jeong Won."
Ahn Jeong Won menarik nafas dan berkata," jadi kau rekan Cha Yu Ri. Wajahmu juga cantik dan menyenangkan. Tapi...kenapa bukan Cha Yu Ri yang bertemu denganku? Aku sudah cukup lama memberikan waktu untuknya. Kenapa? "
Injae tersenyum ramah dan menjawab," Nona Cha, sebentar lagi akan segera datang. Aku rasa, karena Seoul selalu macet. Sehingga dia terhalang. Tapi, kau bisa berbicara denganku dulu. Aku juga ingin berkenalan denganmu, Tuan Ahn Jeong Won."
Ahn Jeong Won tersenyum.
Ia menggelengkan kepalanya dan berkata," kalian benar benar menyepelekanku. "
Tiba tiba anak buah Ahn Jeong Won membawa 4 sandera dan 2 sandera dibelakangnya.
Ahn Jeong Won melepaskan tembakan ke atas.
Semuanya pun menjerit.
Injae pun juga terkejut.
Injae segera berkata," Oppa!"
Ahn Jeong Won terdiam.
Ia menatap wajah Injae.
Injae," boleh aku memanggilmu Oppa?..."
Senior Park, direktur Han dan semuanya yang ada di markas menatap Injae dan cukup terkejut dengan kata kata Injae.
Jin Gyeom dan Do Young yang sedang online dengan Injaepun saling bertatapan.
Ahn Jeong Won," kau memanggilku oppa?"
Injae mengangguk dan berkata," aku dengar...kau memiliki 2 orang adik...aku pun sebenarnya punya seorang kakak laki laki. Jadi kita hampir sama bukan? "
Ahn Jeong Won tersenyum.
Ia pun mulai tertarik dengan Injae.
Ia mengangguk," baiklah. Aku suka dengan panggilan itu. Ternyata kau pintar juga, Won Injae. "
Ahn Jeong Won menoleh ke belakang dan menyuruh sanderanya, seorang anak perempuan untuk mendekatinya.
Meski ketakutan, ibunya menenangkannya.
Lalu anak perempuan itu maju mendekati Jeong Won.
Injae mulai sedikit khawatir melihatnya.
Tapi ia tetap tenang.
Anak perempuan itu duduk di pangkuan Jeong Won.
Jeong Won berkata dengan anak itu," kau suka bernyanyi? "
Anak perempuan itu mengangguk.
Jeong Won," apa lagu yang kau sukai?"
Anak perempuan itu sedikit takut menjawab, tapi akhirnya ia berkata dengan sedikit gemetar," Gom Se Mari ( 3 Bears )..."
Jeong Won tertawa mendengarnya.
Lalu ia berkata," biar kakak itu yang menyanyikannya. "
Injae terkejut menatap Jeong Won.
Jeong Won," kenapa?...kau tidak bisa menyanyikannya? "
Jeong Won memutar pistolnya dengan jarinya.
Jeong Won," kau membuat anak ini menangis. "
Tiba tiba Injae mulai menyanyi.
Ia cukup lancar menyanyikannya.
Jeong Won mendengarnya dan menatap Injae.
Saat Injae menyanyi,
Yu Ri pun datang.
Ia sempat mendengarnya.
Yu Ri cukup familiar dengan lagu itu.
Setelah selesai menyanyikannya.
Terlihat mata Injae sedikit memerah.
Ada kenangan manis dimasa kecilnya karena lagu itu.
Jeong Won menatapnya.
Lalu ia akhirnya tersenyum dan berkata,"kau...sangat tulus untuk menyanyikan lagu itu."
Ahn Jeong Won menoleh ke anak perempuan di sampingnya," kau boleh kembali ke ibumu."
Jeong Won tersenyum dan menepuk pelan kepala anak perempuan itu.
Anak perempuan itu pun berjalan kembali kepelukan ibunya.
Jeong Won," baiklah. Won Injae, kau lulus, kau berhasil mengulur waktu agar aku bisa tenang menunggu Rekanmu. Jadi...Cha Yu ri belum juga kembali?"
Tiba tiba Yu Ri membuka pintu ruangan Injae.
Ia pun segera berdiri di samping Injae.
Yu Ri," tenang saja, aku sudah kembali, Tuan Ahn Jeong Won.'
Jeong Won tersenyum,"baguslah. Kau beruntung memiliki rekan seperti Won Injae. Aku sarankan, kau terus pertahankan dia."
Yu Ri tersenyum," terima kasih. '
Injae pun berdiri. Lalu ia mempersilakan presdir Koo duduk.
Jeong Won pun membungkukkan badannya.
Dan ia berkata," senang bertemu denganmu lagi, Presdir Koo."
Presdir Koo sedikit menganggukan kepalanya dan ia berkata," lama tidak berjumpa Ahn Jeong Won."
Jeong Won dan Presdir Koo pernah bekerja sama dalam perdagangan senjata.
Presdir Koo," kau sudah bertemu denganku sekarang. Jadi apa yang kau inginkan?"
Jeong Won," sebenarnya sejak kita sudah tidak bekerja sama lagi. 1 bulan yang lalu, akunku di bank swiss diblokir. Aku tidak tahu kenapa itu bisa terjadi."
Yu Ri mendengarnya.
Lalu ia menatap Injae yang berdiri disamping.
Ahn Jeong Won berubah menjadi sopan sikapnya.
Presdir Koo pun menjawab," baiklah. Aku akan membantumu untuk membuka akunmu yang diblokir. Kau tenang saja."
Jeong Won pun membungkukkan badannya dan berkata," terima kasih presdir Koo."
Presdir Koo mengangguk. Dan berkata," hanya itu bukan? "
Jeong Won," ada 1lagi yang ingin kutanyakan padamu.'
Presdir Koo," katakanlah."
Jeong Won," kau kenal dengan Nona Yoo Yeon Joo?"
Presdir Koo mendengarnya.
Semuanya menatap Presdir Koo.
Presdir Koo," Yoo Yeon Joo? Siapa dia?"
Jeong Won," kau tidak mengenalinya? Kau yakin tidak mengenalinya?"
Injae segera menulis pesan lewat handphonenya ke Jin gyeom untuk mencari tahu identitas tentang wanita bernama Yoo Yeon Joo.
Presdir Koo," aku tidak mengenalinya."
Jeong Won tersenyum.
Lalu Jeong Won menunduk berkata," aku hanya ingin tahu, kenapa kau membunuhnya, jika kau tidak kenal dengannya."
Yu Ri dan Injae menatap Presdir Koo.
Jeong Won," Nona Cha, seharusnya kau tahu bagaimana Yoo Yeon Joo dibunuh. Kau ada disana saat dia dibunuh. Kau lupa kasus penyanderaan?"
Yu Ri terkejut mendengarnya.
Ia pun teringat kasus penyanderan 1 minggu yang lalu, perempuan yang disandera dan dibunuh.
Yu Ri menatap Jeong Won.
Jeong Won," kau mengingatnya?"
Yu Ri mengangguk," aku mengingatnya."
Akhirnya, Jingyeom menemukan siapa Yoo Yeon Joo itu.
Ia segera berkata ," inspektur Won, Yoo Yeon Joo adalah adik angkat Ahn Jeong Won. "
Injae terkejut mendengarnya.
Jingyeom berkata lagi," Yoo Yeon Joo sempat membantu Ahn Jeong Won. Dia seorang lulusan akuntansi. Karena ia dikeluarkan dari pekerjaannya, Ahn jeong Won membantunya mencari pekerjaan baru baru ini."
Injae lalu menulis note di handphonenya dan memperlihatkan pada Yu Ri, bahwa Yoo Yeon Joo adalah adik angkat Ahn Jeong Won.
Yu Ri menarik nafas panjang melihatnya.
Ahn Jeong Won berkata," aku akan ceritakan siapa Yoo Yeon Joo itu. Dia adalah adik ku. Aku membawanya dan mengenalkannya padamu predir Koo. Kau memberikannya pekerjaan sebagai sekretarismu. Tapi...demi membuka kebusukanmu, dia menolongmu untuk mencari bukti. Karena akhirnya kau menyadarinya. Kau mengirim anak buahmu untuk membunuh adikku. Kau mengaturnya, hingga melibatkan ketua tim kepolisian...kalian benar benar busukkk!"
Ahn Jeong Won mulai emosi.
Tapi ia menarik nafas.
Lalu ia berkata," maaf aku sedikit emosi. "
Yu Ri," maafkan aku. Aku yang bersalah, karena aku tidak berhati hati."
Jeong Won tersenyum dan menggelengkan kepalanya," bukan. Bukan kau yang salah. Akulah yang salah, sudah membuatnya untuk membantuku. "
Jeong Won berdiri.
Ia memegang pistolnya.
Presdir Koo tiba tiba berkata," Ahn Jeong Won, aku akan membantumu apa saja yang kau butuhkan. Itu sebagai permintaan maafku."
Jeong Won menoleh," permintaan maaf? Kau sudah ingat siapa Yoo Yeon Joo sekarang?"
Presdir Koo menarik nafas dan berkata," aku tidak tahu kalau dia akan terbunuh."
Jeong Won tertawa mendengarnya.
Tiba Tiba Jeong Won menarik pistolnya dan menembak tangan reporter Lee, lalu ia menembak tangan Han Kang juga.
Semuanya terkejut melihatnya.
Yu Ri pun berdiri dan menjerit," Ahn jeong Won!!"
Jeong Won menoleh," aku akan membuka kebusukanmu Presdir Koo, dan semua pejabat yang terlibat. "
Jeong Won mendekat ke kamera dan berkata pada Yu Ri," Nona Cha... maafkan aku jika aku sudah melukai orang yang kau cintai. Kau harus merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan. Aku akan berikan waktu 2 jam, kau harus membawa Pejabat Park Seun Geun. Aku ingin bertemu dengannya. "
Yu Ri," Ahn Jeong Won. Aku akan membantumu untuk mengungkapkan semuanya, tapi aku mohon percayalah padaku dan ceritakan padaku. Aku pasti akan mengungkapkan kejahatan para pejabat itu."
Jeong Won tersenyum ," kau percaya padaku?"
Yu Ri ," aku percaya padamu. Jadi aku mohon percayalah juga denganku. Dan...jangan lukai mereka. "
Jeong Won tersenyum.
Ia mengangkat jari telunjuknya.
Dan berkata," baiklah. Aku akan percaya padamu. Tugasmu, bawa Pejabat Park Seun Geun. Sampai jumpa."
Tiba tiba video callpun mati.
Yu ri sangat kesal.
Ia melemparkan earphone ditelinganya.
Presdir Koo pun berjalan keluar.
Yu Ri dan Injae bertatapan.
Mereka berjalan keluar bersama.
Lalu Injae menghalangi Presdir Koo pergi.
Dan Yu Ri berkata di depan Presdir Koo, sekretaris Kong.
Ada juga Direktur Han dan senior Lee.
Yu Ri," kami akan melakukan penyelidikan pada Presdir Koo mengenai kasus pembunuhan Yoo Yeon Joo. "
Sekretaris Kong," kau tidak punya bukti."
Yu Ri ," kami akan menemukannya. "
Yu Ri menoleh ke Injae.
Dan Injae mengangguk.
Direktur Han," lakukanlah."
Yu ri," Siap!"
Senior Lee tersenyum mengangguk pada Yu Ri.
Injae mengambil borgolnya dan memborgol tangan Presdir Koo," kami dari kepolisian pusat Seoul, menangkap anda Presdir Koo, atas tuduhan sementara pembunuhan Yoo Yeon Joo dan kasus suap pada Ketua Kim. Mohon kerjasamanya."
Presdir Koo tersenyum tipis, dan mengangguk," kalian akan menyesal nanti."
Injae," kami tidak akan menyesal, selama kami benar."
Lalu Injae membawa Presdir Koo bersama senior Lee.
Dan mereka menyerahkan ke kepolisian untuk penyelidikan.
Saat berjalan kembali ke markas.
Senior Lee," inspektur Won. Kau sangat pintar menyanyi."
Injae tersenyum mendengarnya.
Ia berkata," dulu saat kecil aku sering menyanyikannya lagu itu. Kakak kakakku sangat suka melihatku menyanyikannya bahkan aku memakai gerakan dari lagu itu."
Senior Lee," benarkah?"
Injae mengangguk," mereka bilang. Aku sangat imut. Seperti beruang."
Senior Lee tertawa mendengarnya.
Senior Lee," kakak kakakmu pasti sangat menyayangimu. Mereka ada di Sokcho?"
Injae terdiam sebentar.
Lalu ia menjawab," aku terpisah dari mereka saat kecil. Kami tinggal di panti asuhan. "
Senior Lee terkejut mendengarnya.
Ia berkata," maafkan aku."
Injae menggelengkan kepalanya," tidak apa apa. "
Injae lalu masuk ke dalam.
Senior Lee menarik nafas , dan berkata," tidak hanya Yu Ri, ternyata Inspektur Won juga bernasib sama. Kalian benar benar hebat."
Saat Injae masuk.
JinGyeom meneleponnya.
Jingyeom," Inspektur Won, aku menemukannya. Aku menemukan posisi Ahn Jeong Wom. Lalu...saat aku sempat melihat video nya, saat video call terakhir. Aku menangkap, baju para sandera sedikit tebal. Mereka dikenakan rompi dengan bom. Kau bisa melihat foto yang ku kirim di pesan. "
Injae," itu artinya, BIN tidak bisa sembarangan menyergap ataupun meledakkannya."
Injae segera berlari ke dalam dan mencari Yu Ri.
Yu Ri sedang berusaha memanggil Pejabat Park.
Injae mendekatinya.
Yu Ri," kau kenapa?"
Injae," kita harus mencegah BIN melakukan penyergapan ataupun meledakkan markas mereka."
Yu Ri ," apa maksudmu?"
Injae," anak buahku menangkap sesuatu. Para sandera mengenakan rompi berisi bom. "
Yu Ri menatap Injae," apa?!"
Senior Park yang duduk disamping mendengarnya ikut terkejut,"apa?! Dia benar benar sudah gila!"
Yu Ri terdiam sebentar.
Injae duduk lalu ia menatap Yu Ri.
Injae," Inspektur Cha..aku sudah menemukan posisi mereka. Biarkan aku menemuinya. "
Yu Ri segera menjawab," tidak. Kau jangan bodoh."
Yu Ri melihat laptop lagi.
Senior Park menatap Injae dan menggelengkan kepala.
Injae tidak mempedulikan senior Park.
Injae ," inspektur Cha. Dengarkan aku. Dengan aku ke sana. Aku bisa melihat keadaan para sandera. Dan aku bisa memikirkan bagaimana menyelematkan mereka. Jika perlu aku akan menggantikan dr Han. "
Yu Ri," lebih baik kau bantu aku membawa Pejabat Park."
Injae terdiam.
Ia berdiri dan berjalan keluar.
Senior Lee mendekatinya dan memberikan coffee.
Injae ," terima kasih.'
Senior Lee," kau perlu coffee untuk tenang. Sehingga kau punya semangat lagi membujuk inspektur Cha."
Senior Lee sempat melihat dari luar , apa yang dilakukan Injae.
Injae menarik nafas.
Dan berkata," Inspektur Cha benar benar sulit diajak bicara."
Senior Lee tertawa mendengarnya.
Ia lalu berkata," baru sekarang kau mengatakan hal itu? Tapi jika kau tahu. Denganmu, ia berbeda. Ia lebih cepat akrab dan terbiasa. Karena biasanya, partnernya tidak pernah bisa bertahan lama. "
Injae ," wow. Mengagumkan."
Senior Lee tersenyum," hanya kau yang mengatakan dia mengagumkan."
Injae tertawa.
Lalu Injae meminum coffeenya.
Injae membuka handphonenya.
Ia berkata pada Senior Lee," jika kasus ini sudah selesai. Aku ingin mencari seseorang. Senior Lee, kau tahu alamat ini?"
Injae memperlihatkan alamat di handphonenya pada Senior Lee.
Senior Lee melihatnya.
Dan berkata," alamat ini...bukankah ini alamat rumah orang tua Inspektur Cha."
Injae menatap senior Lee.
Ia terkejut mendengarnya.
Injae," alamat orang tua Inspektur Cha?"
Senior Lee mengangguk.
Injae berjalan pergi.
Ia menelepon Jingyeom.
Injae," Jingyeom, kau bisa bantu aku untuk mencari tahu, apakah Kang Han na merubah namanya?"
Jingyeom,"baiklah kau bisa tunggu aku."
Injae," terima kasih."
Injae terdiam dan berkata dalam hati,"benarkah itu kau? "
Injae berjalan masuk ke markas.
Saat ia masuk.
Ia mendengar pembicaraan direktur Han dan Yu ri. Ada juga senior lee dan senior Park di sana.
Direktur Han," bagaimanapun juga, kita harus bisa membawa pejabat Park. Ini demi keselamatan sandera."
Yu Ri," Tim ku sudah mencoba menjemputnya. Tapi ia tidak bersedia."
Direktur Han terdiam.
Yu Ri," aku akan coba untuk bicara dengan Ahn Jeong Won. Aku tidak bisa membiarkan ada korban lagi. Han Kang...aku pasti menyelamatkannya."
Injae tiba tiba masuk dan berkata," aku bisa mencoba mengulur waktunya. Anak buahku menemukan posisi Ahn Jeong Won. Hanya saja, semua sandera mengenakan rompi berisi bom. BIN tidak bisa begitu saja menyergap bahkan meledakkan tempat itu begitu saja."
Yu Ri," Inspektur Won!"
Injae," aku akan ke sana menemui Ahn Jeong Won. Kami bisa berbicara. Aku bisa mengamati keadaan disana. Atau mungkin aku bisa bertukar tempat dengan salah 1 sandera. Dan sementara itu Inspektur Cha bisa mengulur waktu sampe mendatangkan pejabat Park."
Yu Ri," kau jangan bodoh.'
Direktur Han," baiklah. Lakukanlah."
Yu Ri menoleh ke direktur Han.
Begitu juga senior Lee dan senior Park.
Mereka terkejut dengan keputusan direktur Han.
Injae pun berkata," Siap!"
Injae berjalan keluar.
Yu Ri mengejarnya.
Yu Ri memegang tangan Injae.
Injae pun menghentikan langkahnya dan menoleh.
Yu Ri," kenapa kau mau melakukannya? Apa kau bodoh? Kita semua tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Ahn Jeong Won!"
Injae," aku tahu apa yang aku lakukan. Percayalah padaku. Seperti, aku juga percaya padamu, Inspektur Cha. "
Yu Ri menatap Injae.
Ia menarik nafas.
Yu Ri," aku baru tahu bahwa kau keras kepala. "
Injae tersenyum.
Yu Ri pun akhirnya tersenyum.
Yu Ri," pergilah. Dan kau harus kembali dengan selamat. Kau masih hutang mie kacang. "
Injae mengangguk.
Lalu Injae berkata," aku akan membawa beberapa tim ke sana untuk berjaga jaga. Anakbuahku Jingyeom dan Do Young mereka akan terus membantumu mencari informasi yang diperlukan."
Yu Ri mengangguk.
Injae ," aku pastikan semuanya selamat. Termasuk dr Han. 1 lagi, setelah ini, terbiasalah memanggilku Injae. "
Injae tersenyum.
Yu Ri menatap Injae dan tersenyum sambil berkata," aku akan pikirkan nanti."
Injae mengangguk, lalu ia berjalan pergi.
Injae sampai di depan sebuah gudang besar.
Timnya bersiaga agak jauh. Ia hendak berjalan, handphonenya berbunyi.
Lalu ia mengangkatnya.
Jingyeom," Inspektur Won. Mengenai Kang Han Na. Dia merubah namanya mengikuti marga keluarganya yang baru. Cha Yu Ri, namanya yang baru."
Injae mendengarnya.
Langkahnya terhenti.
Tiba tiba ingatannya berputar 15 tahun yang lalu.
[ Han Na memegang tangan Injae dan berkata," kakak pasti akan kembali untuk menemuimu. Kakak janji padamu."
Injae kecil menangis tersedu sedu menatap kakaknya.
Ia menggelengkan kepalanya.
Injae kecil," jika kakak tidak kembali..aku yang akan mencari kakak. "
Han Na tersenyum mengangguk.
Mereka mengikat jari kelingkingnya.
Lalu Han na pergi.]
Injae yang teringat hal itu, setetes airmata keluar dari matanya.
Ia berkata pelan," Eonni..."
Tiba tiba earphone ditelinganya terdengar suara," Inspektur Won...kau sudah sampai disana?"
Suara Yu Ri terdengar di earphone.
Injae pun tersadar.
Lalu berkata," iya..."
Yu Ri mendengar suara Injae sedikit aneh.
Yu Ri," Inspektur Won, kau baik baik saja?"
Injae ," aku tidak apa apa.
Aku akan berjalan masuk dan melihat keadaan di dalam. "
Injae pun berjalan masuk.
3 orang polisi memakai rompi hitam mengikutinya dari belakang.
Saat di depan pintu.
Ada 2 orang penjaga berdiri.
Mereka memegang pistol dan mengarahkan ke Injae.
3orang polisi di belakang Injae pun juga mengarahkan pistolnya ke mereka.
Injae," aku ingin bertemu dengan Ahn Jeong Won. Katakan padanya, Won Injae datang ingin bertemu dengannya."
2 orang penjaga itu bertatapan.
Lalu salah 1 dari mereka masuk.
Beberapa saat penjaga itu datang dengan membuka pintu.
Penjaga," masuklah."
Injae pun berjalan masuk diikuti 3 polisi di belakangnya.
Tapi 2 penjaga itu melarang mereka masuk.
Injae," kalian tunggu aku di luar."
Injae melihat sekitarnya.
Lalu ia masuk ke sebuah ruangan.
Ahn Jeong Won sudah duduk menunggunya.
Ahn Jeong Won tersenyum dan berkata," Won In Jae. Kau benar benar mengejutkan, kau menemukanku dan menemuiku. "
Injae tersenyum lalu berkata," akhirnya kita bertemu secara langsung, Oppa."
Yu Ri di markas mendengarkan perbincangan mereka.
Yu Ri," Oppa??..."
Senior Park mengangguk.
Jeong Won tertawa.
Ia berdiri lalu berkata," aku suka sekali kau memanggilku Oppa. Hanya kau yang ku perbolehkan. "
Injae," terima kasih.'
Ahn Jeong Won," jadi...untuk apa kau menemuiku?"
Injae ," aku ingin bernegosiasi denganmu Oppa."
Jeong Won," negosiasi? ..."
Jeong won menarik nafas.
Lalu berkata," aku sedang tidak ingin bernegosiasi. Aku hanya ingin bertemu dengan Pejabat Park. Jadi...jika kau ingin selamat. Segeralah pergi.'
Injae," ayolah, Oppa. Anggap, aku adalah adikmu yang memohon padamu. "
Jeong Won menatap Injae.
Ia berjalan mendekati Injae.
Ia tersenyum.
Jeong Won," kau bisa beritahu aku, apa alasan yang bisa membuatku mau menurutimu?"
Injae menatap Jeong Won.
Wajah Injae terlihat tenang.
Injae berjalan lebih dekat dengan Jeong Won.
Dan ia berkata," kita sama sama memiliki nasib yang mirip. Kau dan aku yatim piatu. Kita punya masa kecil yang sama bukan? Lagipula...aku menginginkan memiliki seorang Oppa."
Jeong Won cukup terkejut dengan jawaban Injae.
Dari sejak awal ia memanggil Oppa bahkan ia menyanyikan lagu 3 bears. Dan sekarang ia cerdik sekali, bisa mengetahui tentang Asal usul Jeong Won.
Jeong Won menarik nafas.
Ia terdiam sebentar.
Lalu akhirnya ia mengangguk dan berkata," kau menarik sekali. Baiklah. Aku akan menurutimu. Kau ingin bernegosiasi seperti apa?"
Yu ri di markas.
Masih berusaha untuk mendatangkan pejabat Park. Sambil ia mendengarkan perkataan Injae.
Waktu tinggal 1jam lagi.
Tapi sepertinya pejabat Park bersikukuh tidak mau datang.
Yu Ri menarik nafas panjang.
Ia cukup ragu dan gemetar saat itu.
Sementara itu,
Injae menjawab Jeong Won untuk bernegosiasi dengannya.
Injae," oppa...aku akan ikut denganmu. "
Jeong Won tersenyum," ikut denganku?..."
Yu Ri berdiri mendengarnya.
Lalu ia berkata," jangan bodoh inspektur Won. "
Injae tidak mendengarkannya.
Yu Ri berkata lagi," dia memberimu kesempatan untuk pergi. Jadi pergilah dari sana. Sudah cukup kau melihat keadaan disana!"
Injae menjawab Jeong Won," tapi sebagai gantinya, bebaskan dr Han."
Jeong Won tertawa mendengarnya.
Jeong Won," kau pintar sekali. Apa dr Han sangat berarti?"
Injae tersenyum," sebenarnya, semua sandera disini sangat berarti. Tapi, jika aku minta semuanya dibebaskan. Apa kau mau? Karena itulah, aku hanya bisa menyelamatkan dulu 1 sandera. Sisanya...oppa yang akan menyelamatkannya."
Jeong won mengangguk.
Ia lalu duduk.
Dan diam sebentar.
Meski begitu, ia lebih tertarik dengan Won Injae.
Entah kenapa.
Jeong Won mengangkat kepalanya dan berkata," baiklah. Aku akan menurutimu. Kau boleh ikut denganku, dan aku akan bebaskan HanKang."
Yu ri menggelengkan kepalanya.
Senior Park dan senior Lee menarik nafas.
Yu Ri berkata," Hei! Won Injae! Kenapa kau keras kepala sekali! Jika kau jadi sandera siapa yang akan menyelamatkanmu?!"
Semuanya menatap Yu Ri setelah Yu Ri berkata seperti itu.
Injae tersenyum mendengarnya.
Injae masih tidak menghiraukan Yu Ri.
Ia berkata pada Jeong Won," oppa, aku percaya padamu. Dan kau percaya padaku bukan? Dr Han akan pergi dengan anak buahku yang menunggu di depan. aku tidak membawa banyak anak buah. Jadi , kau bisa percaya padaku. Mereka akan segera pergi setelah membawa dr Han. Hanya saja, oppa harus pastikan dr Han tetap hidup sampai ia pergi meninggalkan tempat ini."
Jeong Won tersenyum dan mengangguk," baiklah. Kau bisa percaya padaku. Astagaaa, aku benar benar seperti memiliki seorang adik lagi."
Lalu Jeong Won meminta anak buahnya membawa dr Han.
Dan mereka bertukar.
Han Kang menatap Injae," Inspektur Won..."
Injae mengangguk dan tersenyum," pergilah. Anak buahku menunggumu di depan."
Han Kang," terima kasih...kau harus selamat."
Injae hanya tersenyum.
Lalu Han Kang berjalan pergi.
Jeong Won tersenyum dan berjalan mendekati Injae sambil berkata," aku akan berikan waktu untukmu, untuk memastikan dia pergi dengan aman."
Injae," terima kasih, oppa."
Jeong Won mengangguk dan duduk.
Yu Ri," Injae...kau benar benar..."
10 menit berlalu, akhirnya anak buah Injae melaporkan Han Kang sudah selamat dan mereka sudah pergi jauh.
Lalu Injae berkata pada Yu Ri," inspektur Cha...lebih baik aku memanggilmu, Onnie..."
Yu Ri menarik nafas mendengarnya.
Injae berkata," selanjutnya aku serahkan padamu. Kau tenang saja, aku akan berusaha memastikan semua sandera disini aman. "
Yu Ri terdiam sebentar, lalu ia menjawab," aku pasti akan mengeluarkanmu dari sana. Percayalah."
Injae tersenyum mengangguk.
Matanya sedikit berkaca kaca.
Lalu ia melepas earphonenya dan membuangnya ke lantai dan ia menginjaknya.
Yu Ri menarik nafas lagi setelah telepon Injae sudah terputus.
Ia memegang kepalanya dengan tangan kanannya.
Senior Park ," aku benar benar tidak tahan melihat semua ini. "
Senior Lee hanya menarik nafas.
Akhirnya Injae mulai menghadapi Jeong Won.
JeongWon tersenyum mendekati Injae, setelah tangan Injae terikat.
Jeong Won," kau benar benar berani sekali Nona Won. Begitu tertariknya kau padaku?"
Injae ," aku hanya bisa mengulur waktu agar bisa bicara denganmu. Dan aku lebih suka bicara secara langsung."
Jeong Won tersenyum.
Ia berkata," begitu beruntungnya Cha yu Ri memiliki partner sepertimu. Apa untungnya kau sampai melakukan ini untuknya? "
Injae menatap Jeong Won.
Ia menjawab," sama seperti aku menganggapmu oppa, aku sudah menganggapnya onnie. '
Jeong Won tertawa.
Lalu tiba tiba ia menampar Injae dengan keras.
Hingga bibir Injae berdarah.
Jeong Won," aku tidak suka kau memanggilnya Onnie. Kau tidak tahu seperti apa dia? "
Injae menatap Jeong Won.
Jeong won," bawa dia pergi."
Anak buahnya pun menyeretnya.
Jeong Won berkata lagi," jangan lupa beri dia asupan, dia adalah adik angkatku. Perlakukan dia lebih baik daripada yang lain."
Jeong Won tersenyum.
Akhirnya 2 jam tepat.
Panggilan video Jeong Won mulai masuk.
Yu ri sudah bersiap di depan kamera.
Jeong Won tersenyum seperti biasanya.
Ia berkata," hai Nona Cha Yu ri. Oya, rekanmu. Won Injae, dia sudah bersama denganku. Dan...Han Kang, pacarmu, dia sudah pergi dengan aman bukan?"
Yu Ri mengangguk," terima kasih. Kau mau melepaskan Han kang."
Jeong Won tersenyum.
Yu Ri berkata lagi," bagaimana keadaan Nona Won?"
Jeong won ," tenang saja. Dia baru aku beri makan. Kau sungguh beruntung memiliki rekan sepertinya. Dia mau berkorban untukmu. "
Jeong Won menarik nafas dan berkata," seharusnya, kau tidak pantas mempunyai rekan seperti dia."
Yu Ri menatap Jeong Won.
Jeong Won tersenyum dan berkata," oya, bukankah aku ingin bertemu dengan pejabat Park? Kau sudah membawanya?"
Yu Ri," maafkan aku. Pejabat Park sangat sulit untuk ditemui. Tapi kau bisa tenang, justru karena ia menolak. Ini membuat kami jadi penasaran untuk mengungkap semuanya. Jadi, kau bisa membantu kami untuk menceritakan semuanya. Aku pasti akan membantumu untuk mengungkap semuanya."
Jeong Won menatap Yu Ri.
Ia terdiam sebentar lalu berkata," kau bisa kupercayai?"
Yu Ri mengangguk," percayalah. "
Jeong Won," bagaimana dengan direktur Koo?"
Yu Ri," kami sudah menangkapnya. Dan kami sedang melakukan penyelidikan. Kami sudah mendapatkan bukti tentang kasus suap yang berhubungan dengan Ketua kim. Karena itulah, bantu kami untuk mendapatkan bukti bukti yang lainnýa. Dan...aku akan menangkap mereka."
Jeong Won menarik nafas panjang.
Ia menggelengkan kepalanya.
Lalu berkata," aku butuh pejabat Park...tapi, kau tidak mampu membawanya."
Jeong Won berdiri.
Ia seperti menyuruh anak buahnya.
Beberapa saat,
Injae muncul.
Dan ia terjatuh ke lantai.
Kedua tangannya diikat.
Jaket hitam yang ia pakai sudah terlepas.
Ia hanya mengenakan kaosnya.
Yu Ri melihatnya.
Injae seperti tidak sadarkan diri.
Lalu Jeong Won mendekatinya.
Dan mengangkat dagunya.
Ia berkata," nona Won...? Nona Won...bangunlah."
Semua di markas melihat di video.
Jeong won lalu menoleh ke kamera dan berkata," tunggu sebentar..."
Jeong Won berbicara dengan anak buahnya dan berkata," hei! Kau, bukankah sudah kubilang jangan terlalu banyak! "
Anak buahnya berkata," maafkan aku."
Jeong Won tersenyum ke kamera dan berkata," sepertinya, Nona Won sedang terpengaruh obat. Dia sedang fly. Maaf anak buahku terlalu banyak memberinya obat. "
Yu ri terkejut mendengarnya.
Begitu juga senior Park, senior Lee dan direktur Han.
Senior Park," dia sudah gila!"
Jeong Won," kau ingin bicara dengannya? Aku akan membangunkannya.'
Jeong Won menepuk pipi Injae dan cukup keras hingga ke 3 kalinya,
Yu Ri berteriak," cukup!! Aku Mohon!.."
Jeong Won menghentikannya.
Lalu ia menoleh dan berkata," kau kasihan padanya? Kau memohon padaku hingga kau marah seperti itu."
Jeong Won melepaskan dagu Injae.
Hingga Injae terjatuh lagi ke lantai.
Lalu Jeong Won berdiri dan duduk di depan kamera lagi.
Ia berkata," katakan padaku, kau kasihan pada rekanmu?"
Yu Ri menatap Ahn Jeong Won.
Matanya sedikit memerah.
Ia berusaha menahan emosinya.
Ia berkata," dia...seorang perempuan. Dia temanku, Jadi aku mohon..."
Injae perlahan membuka matanya. Meski belum kuat untuk duduk.
Ia mampu bersuara.
Ia berkata ," Inspektur Cha...aku tidak apa apa...kau tenanglah."
Yu Ri mendengarnya samar samar.
Jeong won menoleh ke Injae.
Lalu ia menatap ke kamera lagi dan tersenyum," Nona Won kuat sekali. Dia perempuan yang hebat. Kau bisa tenang bukan setelah mendengar suaranya."
Yu Ri menarik nafas.
Ia berkata," Won Injae...kau harus kuat. Aku pasti akan menyelamatkanmu."
Jeong Won mengangguk.
Dan berkata," aku sungguh terharu. Kau bisa begitu perhatian dengan orang lain. Tapi...kenapa kau tidak bisa memperhatikan keluargamu sendiri?"
Yu Ri menatap Jeong Won.
Yu Ri," apa maksudmu? Tuan Ahn Jeong Won..."
Jeong Won menatap Yu Ri.
Dan berkata," kau bisa selama ini hidup dengan nama Cha Yu Ri. Apa kau lupa dengan namamu sebenarnya?..."
Yu Ri terdiam mendengarnya.
Senior Lee mendengarnya ikut terkejut.
Hanya ia yang tahu tentang Yu Ri.
JeongWon tersenyum.
Lalu Jeong won berkata pada anak buahnya," bawa mereka kemari.'
Beberapa saat semua sandera ada di belakang Jeong Won.
Jeong Won mengambil pistolnya.
Ia memainkan pistolnya.
Dan berkata," Cha Yu Ri...karena kau tidak bisa membawa pejabat Park. Aku akan bermain main denganmu sekarang. Kau tahu, aku suka dengan kejujuran. Jadi sekarang, katakan padaku, siapa namamu yang sebenarnya?"
Yu Ri menatap Jeong Won.
Lalu lewat monitor disampingnya tertulis," dr Han kang sudah kami amankan. Sekarang, kau cobalah mengulur waktu dan dan katakan sebenarnya."
Yu Ri masih diam.
Yu Ri," Tuan Ahn jeong Won...kita bisa membicarakan tentang..."
Tiba tiba terdengar suara tembakan.
Jeong Won hendak menembakkan ke arah reporter Lee.
Tapi Injae ternyata berhasil sekuat tenaga berdiri dan mendorong reporter Lee ke samping.
Sehingga Injae terkena tembakan di lengan kanannya.
Yu Ri terkejut mendengar suara tembakan itu.
Begitu juga lainnya.
Jeong Won ," Nona Won...kau benarbenar mengagumkan. Dalam keadaan terpengaruh obat, kau masih bisa menyelamatkan orang lain. Aku kagum padamu.'
Jeong Wong lalu menarik Injae ke sampingnya.
Injae berusaha menahan rasa sakit tembakan di lengannya.
Terlihat darah mengalir keluar dari lengannya.
Yu Ri mengepalkan tangannya.
Matanya memerah.
Dan berkata," Ahn Jeong Won!"
Jeong Won tersenyum," bukankah kau hanya tinggal memberitahuku siapa namamu sebenarnya. Apa aku yang harus mengatakannya. Kenapa kau tidak suka dengan margamu sebelumnya? ... Nona Kang..."
Yu Ri terdiam.
Ia tidak berkutik.
Injae mendengarnya.
Yu Ri,"apa yang sebenarnya kau inginkan?"
Jeong Won menatap Yu Ri dengan tatapan serius.
Dan berkata," begitu mudahnya kau melupakan kakak dan adikmu?..."
Yu Ri begitu terkejut mendengarnya.
Ia berpikir bagaimana bisa seorang Ahn Jeong Won mengetahui kehidupan masa lalunya.
Tiba tiba earphone Yu Ri terdengar suara Do San.
Do San," inspektur Cha, aku menemukan identitas Ahn Jeong Won sebenarnya. Nama asli nya saat dulu sebelum berubah, adalah Kang Hyun Ki. Dia pernah tinggal di panti asuhan Harapan Cinta Kasih."
Yu Ri sungguh terkejut lagi mendengarnya.
Ia menatap Ahn jeong Won.
Matanya yang sudah memerah, mengeluarkan air mata.
Akhirnya Yu Ri berkata," Oppa..."
Jeong Won menatap Yu Ri.
Yu Ri berkata lagi," Oppa..."
......
Semua mata menatap Yu Ri.
Seakan seperti mimpi.
Jeong Won masih terdiam dan melihat wajah Yu Ri.
Yu Ri terlihat begitu menyesal dan sedih
Ia berkata lagi," oppa...maafkan aku. Maafkan aku. "
Jeong Won tidak bisa mengelak. Ia pun tidak bisa menahan matanya yang mulai berkacakaca.
Ia berkata," kau akhirnya baru mengingatku...Han Na. "
Jeong Won menarik nafas.
Yu Ri masih meneteskan airmatanya.
Injae, yang terduduk disamping Jeong Won.
Ia mendengarnya.
Matanya sedikit terbuka.
Ia terkejut mendengar semuanya.
Cha Yuri yang baru ia ketahui beberapa jam yang lalu adalah kakak perempuannya.
Ia mendengarnya sekarang memanggil Ahn Jeong Won 'Oppa'.
Senior Park yang tadinya duduk.
Ia berdiri.
Senior lee dan direktur Han ikut terkejut mendengar semua itu..
Semua staff dan anak buah Yu ri pun terkejut .
Jeong Won," kenapa? Kenapa kau tidak kembali menemui kami? Bahkan sampai aku kehilangan Hye Na. Kau tidak mengetahuinya bukan?! "
Yu Ri mengangguk," maafkan aku, oppa. Aku terus mencarimu dan Hye Na selama ini. Sungguh percayalah."
Jeong Won tersenyum tipis.
Yu Ri," oppa, aku mohon dengarkan aku. Aku akan membantumu untuk mengungkapkan semuanya. Karena itu berikan bukti bukti nya padaku. Lalu setelah ini, kita sama sama mencari Hye Na. "
Jeong Won tertawa mendengarnya.
Ia berkata," aku hanya..."
Tiba tiba, Injae berusaha sekuat tenaga, mengangkat tangannya yang terikat.
Lalu ia menggenggam pistol Jeong Won.
Jeong Won menghentikan kata katanya.
Dan menatap Injae.
Begitu juga Yu Ri.
Jeong Won," apa yang mau kau lakukan?!"
Jeong Won menjambak rambut Injae.
Tiba tiba Injae berkata," oppa..."
Mata Injae mengeluarkan air mata.
Wajahnya begitu sedih tapi ada haru.
Jeong Won terkejut menatapnya.
Injae," oppa...ini aku. Hye Na."
Jeong Won masih menatap Injae.
Ia mendengarnya .
Yu Ri pun menatap Injae.
Ia menggelengkan kepalanya.
Ia sangat terkejut mendengar katakata Injae.
Injae," oppa kau ingat aku?"
Jeong Won tersenyum dan menggelengkan kepalanya," kau...beraninya kau berbohong !"
Injae," aku memutuskan...pergi meninggalkan panti asuhan harapan cinta kasih dengan orang tua baruku. Dengan harapan, nanti suatu hari aku pasti bisa menemukan kalian lagi. Maafkan aku..."
Jeong Won mulai perlahan melepaskan genggamannya di kepala Injae.
Injae," kau ingat...aku pernah terjatuh dari pohon karena tetap memanjat dan tidak mendengarkanmu dan Onnie."
Yu Ri menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
Ia sungguh tidak menduga.
Injae adalah adiknya.
Jeong Won masih terdiam.
Injae," oppa..."
Injae lalu menatap ke laptop dan melihat wajah Yu Ri, kakaknya.
Injae tersenyum ," Onnie...akhirnya kita bisa bertemu lagi."
Yu Ri meneteskan air matanya.
Ia mengangguk menatap Injae.
Tiba tiba Injae mulai melemas.
Ia hendak terjatuh.
Jeong Won segera memeganginya.
Yu Ri pun berdiri, " Injae!..."
Jeong Won," Hye Na!..."
Injae menatap Jeong Won, kakaknya.
Ia tersenyum.
Tangannya yang masih terikat, berusaha memegang wajah kakaknya.
Injae berkata pelan," rasanya...rindu sekali mendengar panggilan itu."
Jeong Won pun akhirnya meneteskan airmatanya.
Perlahan, tangan Injae terkulai lemas.
Dan ia menutup matanya.
Jeong Won," Hyena!!"
Yu Ri," Hyena !!"
Tiba tiba video call pun terputus.
Yu Ri terkejut melihatnya.
Ia menatap keluar.
Lalu staff dari luar mengatakan," ia memutuskan video callnya."
Yu Ri terpaku.
Ia terduduk lemas di kursi.
Ia benarbenar tidak percaya dengan semua yang sudah ia alami.
Ahn Jeong Won adalah kakaknya dan Won Injae adalah adiknya.
Senior Lee dan senior Park segera masuk ke ruangan Yu Ri.
Senior Park pun menepuk pundak Yu Ri.
Ia tahu Yu Ri sangat terkejut dan terpukul dengan semua itu.
Ia tidak tahu harus senang atau sedih.
Yu Ri akhirnya memeluk Senior Park.
BIN pun akhirnya mulai bersiap melakukan penyergapan atas perintah sekretaris Kong dan juga Pejabat Koo atas dalang semua itu.
Do San menelepon Yu ri.
Yu Ri yang masih duduk mendengar handphonenya bunyi.
Ia mengangkatnya.
Do san," inspektur Cha, sepertinya, BIN telah melakukan penyergapan di markas Ahn Jeong Won."
Yu Ri terkejut mendengarnya.
Yu ri," Apa?!"
Yu Ri segera berdiri dan berjalan keluar.
Ia menemui Direktur Han.
Yu Ri," kenapa BIN sudah melakukan penyergapan ? Bukankah kalian tahu, para sandera mengenakan rompi dengan bom?!"
Direktur Han terkejut mendengarnya.
Ia menoleh ke Sekretaris Kong.
Direktur Han," Sekretaris Kong, kau yang memerintahkannya?"
Sekretaris Kong menatap mereka.
Lalu beberapa anggota BIN mengenakan jas hitam datang.
Sekretaris Kong," mulai sekarang, BIN yang akan ambil alih. Kalian terlalu lama mengurus Ahn Jeong Won. Dan..."
Sekretaris Kong menoleh ke Yu ri," karena Inspektur Cha ternyata memiliki Hubungan dengan Ahn jeong Won. Kau pasti tidak akan bisa mengesampingkan perasaanmu. "
Yu Ri menatap sekretaris Kong," apa?! Kau..."
Sekretaris Kong," lebih baik kalian keluar dari ruangan ini."
Yu Ri," kami tidak akan keluar! Kami akan menemukan bukti bukti kejahatan para pejabat yang terkait dengan Presdir Koo. Atau Mungkin...kau sekretaris Kong, juga punya hubungan dengan presdir Koo?..."
Sekretaris Kong sedikit gusar.
Yu Ri tersenyum menatap wajah Sekretaris Kong.
Lalu ia berkata," bagaimanapun juga, ini adalah markas milik direktur Kepolisian pusat Seoul."
Yu Ri menoleh ke Direktur Han.
Direktur Han mengangguk ia tersenyum dan berkata," kami tetap akan disini. "
Sekretaris Kong menatap licik direktur Han.
Sekretaris Kong," setelah kasus ini selesai. Kita harus bicara, Direktur Han."
Direktur Han hanya menatap sekretaris Kong.
Tapi ia tidak merasa takut dengan ancaman itu.
Lalu sekretaris Kong berjalan pergi.
Direktur Han menoleh ke Yu Ri," Inspektur Cha, tetap minta anak buahmu untuk selalu mengamati. Aku akan kerahkan tim kepolisian untuk melindungi sandera."
Yu Ri mengangguk," baiklah."
Direktur Han ," Kapten Lee, kerahkan anak buahmu. "
Senior Lee mengangguk," baiklah."
Senior Lee segera memerintahkan anak buahnya untuk berangkat ke markas Ahn Jeong Won.
30 menit setelahnya.
Yu Ri masih menunggu Jeong Won untuk menghubungi lagi.
Tapi, mereka mendapat telepon dari tim kepolisian Senior Lee, BIN sudah lebih dulu melakukan penyergapan dan meledakkan markas Jeong Won.
Yu Ri Berdiri dan segera keluar mendengarnya.
Ia hendak menyusul ke markas Jeong Won.
Senior Park segera memegangi Yu Ri.
Senior Park," Inspektur Cha! Apa yang mau kau lakukan?"
Yu Ri," aku harus ke sana! Aku harus menemukan kakak dan adikku! "
Senior Park," Yu ri!..."
Senior Lee dan direktur Han datang.
Senior Lee," tenang Inspektur Cha! Tim kita sedang mengecek disana."
Yu Ri menatap Senior Lee.
Wajah Yu Ri sudah memerah.
Matanya meneteskan air mata.
Ia terlihat begitu khawatir.
Direktur Han menepuk pundak Yu Ri dan berkata," mereka pasti selamat. Kita tunggu kabar dari tim kita."
Yu Ri akhirnya mulai tenang.
Yu Ri duduk di ruang meeting, ia menatap video terakhir Ahn Jeong Won.
Ia merasa ada yang berbeda.
Lalu ia membuka video sebelumnya.
Ruangan yang di pakai Jeong Won sedikit berbeda.
Ia lalu menelepon Do San," Do San, kau lihatlah video panggilan Ahn Jeong yang terakhir dan sebelumnya. Ruang yang ia pakai terlihat berbeda. Temukan posisi terakirnya."
Do San," baiklah."
Yu Ri," itu artinya...kalian masih hidup."
Setelah Do San mengecek, memang ada perbedaan.
Ia pun mulai melacak Ahn jeong Won.
Hanya saja, Ahn jeong Won memang sangat pintar untuk mengelabui posisi posisinya agar tidak terlacak lagi.
Yu Ri masih menunggu kabar dari Do san.
Do San pun menghubungi Yu Ri," inspektur Cha, lokasi Ahn Jeong Won sebelumnya memang sudah berubah dengan lokasi nya yang terakhir. Hanya saja...dia begitu pintar menyembunyikan posisinya. Aku masih belum bisa menemukannya."
Yu Ri menarik nafas.
Lalu ia berkata," baiklah. Teruskan saja untuk mencarinya."
Yu Ri memegang kepalanya sambil berpikir.
Senior Lee pun datang mendekatinya.
Dan duduk di sampingnya.
Senior Lee," tim kita, tidak menemukan mereka. Tempat itu sepertinya sudah kosong. Itu artinya, saat ledakan terjadi, mereka sudah pergi."
Yu Ri mengangguk dan menjawab," benar. Aku juga baru menyadarinya setelah melihat video panggilannya terakhit. Ruangan yang ia pakai berbeda dengan yang sebelumnya. Aku sudah meminta Do San untuk mencari tahu dan benar. Mereka sudah pindah lebih dulu."
Senior Lee ," sepertinya, setelah Inspektur Won menemukan mereka dan datang. Ahn Jeong Won segera berpindah tempat."
Yu Ri menarik nafas panjang.
Yu Ri," aku sedikit lega."
Senior Lee menatap Yu Ri.
Ia berkata," sebenarnya...inspektur Won, sempat menanyakan sebuah alamat padaku. Katanya, setelah kasus ini selesai, ia ingin mencari seseorang. Itu adalah alamat rumah orang tuamu."
Yu Ri menoleh menatap senior Lee.
Yu Ri," lalu senior memberitahunya?"
Senior Lee mengangguk.
Ia menjawab," aku spontan berkata bahwa itu alamat rumah orang tuamu. Aku tidak berpikir apapun. "
Yu Ri," berarti...dia sudah mengetahuinya lebih dulu."
Yu Ri menutup mukanya dengan 2 tangannya.
Ia benar benar merasa bersalah.
Ia tidak menyadarinya.
Senior Lee memegang pundak Yu Ri.
Dan berkata," meskipun dia sudah lama berpisah denganmu. Tapi...sepertinya dia tumbuh menjadi gadis yang kuat dan menyenangkan. Kau sudah melihatnya bukan?"
Yu Ri menatap Senior Lee.
Ia mengangguk.
Senior Lee," kau seharusnya bisa sedikit lebih tenang. Mereka pasti baik baik saja."
Yu Ri berusaha tenang dan ia tersenyum.
Yu ri," terima kasih senior Lee."
Senior Lee pun tersenyum.
Beberapa saat handphone Yu ri berbunyi.
Ia mengangkatnya.
Ternyata Ji Gyeom anak buah Injae.
Ji Gyeom," Inspektur Cha, ini aku Park Ji Gyeom, Tim inspektur Won."
Yu Ri," Park Ji Gyeom, iya aku mengenalimu. Inspektur Won memberitahu padaku tentangmu. Ada apa?"
Ji Gyeom," inspektur Cha...aku menemukan sesuatu. Sepertinya Inspektur Won sudah tidak ada dilokasi sebelumnya. Aku baru menyadarinya, karena alat pelacakku tidak berbunyi. "
Yu Ri," apa?! Alat pelacak?"
Ji Gyeom,"Sebenarnya, inspektur Won memasang sendiri sebuah alat pelacak kecil yang menempel di dalam sepatunya, sebelum ia menemui Ahn Jeong Won. Aku menciptakan alat pelacak itu agar tidak mudah ditemukan."
Yu ri menarik nafas lega," itu artinya, kau bisa menemukan dimana posisi mereka sekarang?"
Ji Gyeom," benar. Aku akan kirimkan posisi mereka padamu sekarang. "
Yu Ri," baiklah. Aku tunggu. Terima kasih Park Ji Gyeom."
Ji Gyeom," sama sama, sudah seharusnya aku membantu inspektur Won."
Yu ri mengangguk.
Setelah menutup teleponnya.
Yu ri menoleh ke senior lee," Park Ji Gyeom anak buah Injae, menemukan posisi mereka sekarang."
Senior Lee," itu bagus. Kita akan segera menemukan mereka."
Yu Ri mengangguk.
Beberapa saat Ji Gyeom mengirim pesan posisi Ahn Jeong Won sekarang.
Yu ri, senior Lee dan senior Park juga timnya segera ke sana.
Sementara itu,
Jeong Won sedang duduk di samping Injae.
Injae berbaring di sebuah tempat tidur.
Ia masih belum sadar.
Beberapa saat Injae membuka matanya perlahan.
Ia melihat wajah Jeong Won di sampingnya.
Injae menatapnya, dan ia tersenyum.
Injae," oppa..."
Jeong Won tersenyum, bahkan senyuman yang lembut," kau sudah sadar."
Injae," rasanya seperti mimpi. Aku senang sekali bisa bertemu dengan oppa lagi."
Jeong Won mengangguk dan berkata," maafkan aku. Aku sudah membuatmu sampai seperti ini. Maafkan aku, Hye Na.."
Injae memegang tangan kakaknya dan berkata," kau harus ku hukum. Belikan aku jajjangmyeon."
Jeong Won tersenyum mendengarnya.
Ia mengusap pelan kepala Injae dan berkata," kau sudah sebesar ini sekarang. Kau seorang inspktur yang hebat. Oppa sungguh bangga."
Injae tersenyum dan berkata," memang sejak kecil aku ini hebat."
Jeong Won akhirnya tertawa.
Injae pun senang melihatnya.
Injae masih terpengaruh obat.
Ia masih terlihat lemas.
Lengannya sudah diobati oleh Jeongwon dan di balut dengan perban.
Jeong won,"tidurlah lagi. Sebentar lagi kakakmu akan datang."
Injae," Onnie?..."
Jeong Won tersenyum dan mengangguk," kau memasang alat pelacak di sepatumu bukan? Aku baru menyadarinya saat membuka sepatumu tadi. "
Injae menatap Jeong Won.
Injae," maaf...aku..."
Jeong Won tersenyum.
Lalu berkata," tidak apa apa. Tidurlah. Kita tunggu kakakmu."
Injae," oppa...han Na Onnie akan membantumu untuk mengungkap semua kejahatan pejabat itu. Percayalah. Setelah ini, kita akan berkumpul kembali."
Jeong Won tersenyum mengangguk.
Ia mengelus pelan kepala Injae dan berkata," tidurlah."
Injae mengangguk.
Lalu ia mulai memejamkan matanya lagi.
Dan sebentar saja ia sudah terlelap.
Jeong Won menarik nafas.
Ada setetes air mata mengalir di pipinya.
Lalu ia meletakkan sebuah flashdisk dan sebuah kertasnote disamping Injae.
Ia berkata pelan,"maafkan oppa...Hye Na..."
Jeong Won berdiri.
Lalu ia berjalan keluar.
Ia menemui anak buahnya dan memerintahkan agar mereka membiarkan para sandera berkumpul di ruangan.
Jeong Won," lepaskan rompi mereka semua. "
Setelah selesai.
Ia dan anak buahnya pergi meninggalkan rumah itu.
Beberapa saat mereka pergi.
Yu Ri sampai dengan timnya.
Rumah yang dipakai Jeong Won adalah bekas rumah panti asuhan Harapan Cinta Kasih yang sudah lama ditinggalkan dan kosong.
Yu Ri menarik nafas saat berdiri di depan rumah itu.
Timnya sudah masuk ke dalam.
Diikuti Yu ri, senior Lee dan senior Park.
Salah 1 polisi berkata," tidak ada penjaga dan juga Ahn jeong Won! Hanya ada sandera."
Yu Ri terkejut mendengarnya.
Ia segera berlari dan mencari Injae.
Seorang polisi berteriak," Inspektur Won ada disini!"
Yu Ri mendengarnya.
Ia berlari.
Diikuti senior Lee dan senior Park.
Saat melihat Injae, ia terbaring di tempat tidur.
Yu Ri segera mendekatinya.
Dan duduk di samping injae.
Yu Ri melihat lengan Injae sudah diperban.
Yu Ri memegang tangan Injae.
Lalu mengusap poni di dahi Injae.
Mata Yu Ri sudah berkaca kaca melihat adiknya.
Yu Ri," Hye Na..."
Injae pun terbangun.
Ia masih merasa lemas.
Ia menatap Yu Ri.
Injae," Onnie..."
Yu Ri mengangguk.
Injae perlahan ingin duduk.
Yu Ri membantunya.
Setelah ia kuat duduk.
Ia segera memeluk kakaknya.
Injae," onnie."
Yu Ri pun membalas pelukan adiknya.
Yu Ri," maafkan kakak. Hye Na..."
Injae menggelengkan kepalanya.
Ia menjawab," aku sangat merindukanmu kak."
Yu Ri mengangguk," kakak sangat merindukanmu.'
Senior Park yang melihat mereka pun terharu dan menangis.
Dan senior Lee tersenyum karena ikut senang.
Injae melepas pelukannya.
Ia teringat oppanya.
Injae," oppa? Dimana dia? Kakak sudah bertemu dengannya?"
Yu Ri ," oppa, dia meninggalkan rumah ini dengan anak buahnya. Kau dan sandera lainnya sudah aman."
Injae," apa?! "
Injae hendak keluar dari ranjangnya.
Tapi tangannya seperti merasakan sesuatu.
Ia mengambilnya dan itu ternyata sebuah flashdisk dan kertas note.
Injae melihat isi note itu.
Tulisan Ahn Jeong Won.
Ahn Jeong Won : " flashdisk ini berisi bukti bukti kasus korupsi seluruh pejabat. Aku percaya pada kalian. Inspektur Cha dan Inspektur Won."
Injae menatap Yu Ri.
Injae," Onnie! Pejabat Park dalam bahaya. Oppa...dia pasti menemui Pejabat Park!"
Yu Ri mendengarnya.
Ia pun ikut terkejut.
Yu Ri berdiri dan menoleh ke senior Lee," Senior Lee, kita harus ke sana!"
Senior Lee mengangguk.
Dan berkata," baiklah. Aku akan kirimkan tim kepolisian untuk segera menuju ke Pejabat Park."
Yu Ri mengangguk.
Injae pun berusaha berdiri meski tubuhnya masih lemas.
Yu Ri menoleh dan melihatnya.
Ia memegangi adiknya.
Yu Ri," kau mau apa? Biarkan senior Park mengantarmu ke rumah sakit."
Injae," tidak! Aku harus ikut. Kita temui oppa di sana."
Yu Ri," Won Injae !...kau masih lemas. Dan kau terluka."
Injae menatap kakaknya.
Matanya memerah karena berkaca kaca.
Injae," aku harus bertemu dengan Oppa, dan berbicara dengannya. Aku tidak mau kehilangannya lagi untuk ke 2 kalinya kak!"
Yu Ri menatap mata Injae.
Akhirnya ia menyerah.
Yu Ri menarik nafas, dan mengangguk," baiklah. Kita ke sana bersama."
Injae tersenyum.
Lalu Yu Ri membantu Injae berjalan.
Mereka keluar bersama dan segera naik mobil menuju ke kediaman Pejabat Park.
Ahn Jeong Won sudah sampai bersama anak buahnya.
Mereka masuk menerobos penjagaan ketat di kediaman Pejabat Park.
Saat sampai di sebuah ruangan cukup besar.
Rupanya Pejabat Park sedang ada bersama dengan para pejabat lain yang berkomplot dengannya, termasuk Presdir Koo.
Ahn Jeong Won berdiri di hadapan mereka semua.
Tentunya seluruh pejabat terkejut dan ketakukan melihat Ahn Jeong Won.
Ahn Jeong Won Tersenyum, dan berkata," jadi...kebetulan sekali kalian semua sedang berkumpul disini sekarang. Itu membuatku lebih mudah meringkus kalian smua."
Pejabat Park," Ahn Jeong Won, sudah cukup dengan semua yang sudah kau lakukan. Apa yang kau inginkan?!"
Ahn Jeong Won tersenyum sambil tangannya memainkan pistolnya.
Ia berkata," kau tidak berhak membentakku sekarang. Harusnya kau tahu, kau sudah tidak aman sekarang. Para penjagamu sudah mati ditanganku. Dan tinggal kalian yang menunggu gilirannya.'
Presdir Koo tersenyum dan berkata," BIN akan segera kemari. Kau pun juga tidak aman."
Ahn Jeong Won menatap Presdir Koo. Ia berkata," Presdir Koo, kau giliran pertama."
Jeong Won tiba tiba menembak kaki Presdir Koo.
Presdir Koo pun berteriak kesakitan.
Semua pejabat terkejut dan ketakutan.
Jeong Won tertawa melihatnya.
Lalu Jeong Won duduk disebuah kursi.
Dan berkata," kejahatan kalian...akan segera terungkap. Kalian mau memilih, untuk mati ditanganku? Atau dipenjara?..."
Sementara itu,
Yu Ri dan Injae sampai.
Senior Lee memerintahkan seluruh timnya untuk masuk terlebih dahulu dan melihat di dalam.
Setelah timnya berhasil meringkus beberapa anak buah Jeong Won.
Senior Lee pun masuk dan diikuti Yu Ri juga Injae.
Senior Park menunggu diluar bersama polisi lainnya.
Injae dan Yu Ri melihat Ahn Jeong Won sudah berdiri sambil memegang pistol.
Senior Park pun berjaga jaga membawa pistol juga.
Yu Ri masih memegangi Injae.
Lalu Yu Ri berkata," Oppa..."
Ahn Jeong Won menoleh.
Segera tangan Ahn Jeong Won yang memegang pistol ia arahkan ke pejabat Park.
Ahn Jeong Won," kalian...kenapa kalian kemari? Jika kalian mendekat aku akan cepat menembakkan ini."
Injae yang sebenarnya masih lemas.
Ia berkata sedikit pelan," Oppa, aku mohon. Jangan lakukan itu. Kau sudah berikan bukti kejahatan mereka pada kami. Kami akan mengungkap dan menangkap mereka."
Ahn jeong Won tersenyum.
Lalu ia berkata," tidak cukup memenjarakan mereka. Mereka sudah berbuat jahat. Kalian tidak tahu, siapa yang memfitnah ayah hingga ayah harus masuk ke penjara dan meninggal di sana? Mereka lah pelakunya! Karena mereka, ayah dan ibu kita menjadi korban. Karena itulah...mereka harus mengganti nyawa mereka."
Yu Ri dan Injae mendengarnya terkejut.
Yu Ri," Apa?!"
Injae meneteskan airmata mendengar itu semua.
Ternyata BIN sudah datang.
Mereka terlihat mengenakan senjata jarak jauh.
Ada titik merah di wajah Ahn Jeong Won.
Injae sekuat tenaga berjalan dan ia berdiri di depan jendela.
Salah 1 anggota BIN yang sudah mengunci shoot ke Ahn Jeong Won membatalkan tembakannya.
Yu Ri," oppa...aku dan Hye Na juga tidak ingin kehilanganmu. Jadi aku mohon. Kita serahkan mereka pada hukum."
Injae," setelah itu kita bisa berkumpul kembali. Oppa..."
Ahn Jeong Won meneteskan airmatanya.
Ia menggelengkan kepalanya.
Yu Ri hendak mendekati Jeong Won.
Ahn Jeong Won," maafkan aku..."
Saat Jeong Won melepaskan tembakannya.
Saat itulah kaca jendela pecah.
Dan peluru dari luar menembus kepala Jeong Won.
Injae terkejut dan berteriak," Tidakkkk!!!"
Injae terduduk lemas melihat kakaknya terjatuh ke lantai. Darah yang keluar membasahi lantai.
Injae pun tidak sadarkan diri.
Yu Ri segera berlari mendekati Jeong Won.
Sudah terlambat, Jeong Won meninggal.
Yu Ri menangis dan memanggil ," Oppaaa!!!!..."
Senior Lee mendekati Yu Ri.
Yu Ri memegang tangan kakaknya.
Dan mengambil pistol di tangan kakaknya.
Ia membuka pelatuknya.
Dan...tidak ada peluru.
Senior Lee melihatnya.
Ia menarik nafas panjang.
Kejadian itu terjadi sangat cepat.
Injae terbaring di kamar rumah sakit.
Yu Ri duduk disampingnya menemaninya.
Sudah semalaman Injae tidak sadar.
Dokter mengatakan bahwa Injae terpengaruh karena obat yang dosisnya sangat tinggi.
Dan juga Injae mengalami shock berat karena melihat apa yang terjadi dengan kakaknya.
Saat Yu Ri sedang keluar sebentar membeli kopi, Han Kang mendatanginya.
Yu Ri melihat tangan Han kang yang masih di perban.
Yu Ri," bagaimana dengan tanganmu?"
Han Kang tersenyum," sudah membaik. "
Yu Ri menarik nafas dan berkata," maafkan aku."
Han Kang tersenyum.
Ia memegang lengan Yu Ri dan berkata," aku tidak apa apa. Jangan merasa bersalah. "
Yu Ri menatap Han Kang.
Lalu Han Kang memeluk Yu Ri.
Han Kang," kau harus kuat."
Yu Ri mengangguk ," aku tidak apa apa. Masih ada Injae di sampingku."
Han Kang," dan juga aku akan selalu ada disampingmu."
Yu Ri tersenyum dalam pelukan Han Kang.
Injae pun mulai sadar.
Ia membuka matanya perlahan.
Dan melihat sekitarnya.
Yu Ri yang baru masuk ke kamar.
Melihat adiknya sudah sadar.
Ia segera berlari.
Meletakkan kopinya di meja.
Dan menghampiri adiknya.
Yu Ri," Injae...kau sudah sadar?!"
Injae menatap kakaknya.
Injae," Onnie...Oppa, dia..."
Injae menangis mengingat apa yang sudah terjadi pada Oppanya.
Yu Ri pun ikut menangis.
Ia menggenggam tangan Injae.
Ia tidak bisa berkata apapun.
Mereka hanya menangis bersama, mereka bertiga sudah bertemu kembali. Tapi akhirnya tidak bisa berkumpul bersama.
Setelah diperbolehkan pulang.
Taegwang datang tepat Injae hendak keluar dari Rumah sakit.
Injae," Gong Taegwang! kau baru datang menjengukku?...'
Taegwang," maafkan aku."
Injae sedikit marah.
Yu Ri tersenyum melihat mereka.
Yu Ri," baiklah. Aku masukkan dulu barang barangmu ke mobil. Kalian berbincanglah dulu. Kakak tunggu di mobil."
Yu Ri hendak berjalan keluar, dia berhenti sebentar dan berkata pada Taegwang," Hei ! Taegwang, sekarang kau harus sadar, ada yang lebih galak dariku bukan?"
Yu Ri tersenyum lalu berjalan pergi.
Taegwang tersenyum mendengarnya.
Taegwang mengeluarkan sesuatu dari jaketnya.
Dan ia berikan pada Injae.
Injae melihatnya, lalu menatap Taegwang," coklat? Untukku?"
Taegwang mengangguk.
Dan berkata," bukankah kau suka coklat?... makanlah. Kau akan cepat sehat kembali."
Injae tersenyum.
Lalu menerimanya," terima kasih."
Taegwang," kau...baik baik saja?"
Injae menatap Taegwang.
Ia mengangguk dan berkata," aku sudah jauh lebih baik sekarang."
Taegwang duduk di samping Injae.
Lalu Taegwang menepuk pelan pundak Injae.
Injae menoleh ke Taegwang.
Ia tersenyum.
Dan berkata," tenang saja. Aku sudah tidak apa apa. "
Injae menarik nafas pelan.
Lalu berkata," meski, kakak ku sudah tidak ada. Tapi, setidaknya, kita sudah bertemu. "
Taegwang mengangguk.
Injae," setelah ini. Kau harus sering baik padaku. Dan juga...mentraktirku."
Taegwang," baiklah. Akan aku lakukan. Aku akan terus menemanimu. "
Injae tersenyum.
Taegwang pun tersenyum menatap Injae.
Setelah selesai berbincang.
Taegwang mengantar Injae keluar.
Yu Ri sudah menunggu di mobil.
Injae," sampai jumpa."
Taegwang mengangguk.
Dan berkata," aku akan menghubungimu."
Injae tersenyum.
Lalu masuk ke mobil.
Yu Ri tersenyum pada Taegwang dan melambaikan tangannya.
Taegwang pun mengangguk dan tersenyum.
Dan mereka pergi.
Di mobil.
Yu Ri," sepertinya, Taegwang menyukaimu."
Injae menoleh ke kakaknya.
Ia hanya diam.
Lalu menoleh ke jendela.
Yu Ri tersenyum melihat adiknya.
Lalu Yu Ri berkata," dan...kau juga menyukainya. "
Injae," Onnie..."
Yu Ri tertawa.
Yu Ri," wajahmu memerah."
Injae memegang pipinya.
Dan berkata," tidak. "
Yu Ri senang bisa menggoda adiknya.
Yu Ri," adikku sudah besar sekarang."
Injae," Hei! Onnie, tentu saja aku sudah besar. Aku sudah berumur hampir 30 th."
Yu Ri tertawa mendengarnya.
Injae akhirnya ikut tertawa.
Injae dan Yu Ri mengunjungi makam kakak mereka.
Injae meletakkan bunga di depan nisan kakaknya.
Yu Ri," oppa...kau tenanglah. Aku akan menjaga Hye Na, dan tidak akan melepaskan tangannya lagi."
Injae tersenyum.
Injae," kami akan selalu merindukanmu."
Yu Ri mengangguk.
Mereka berdiri cukup lama disana.
Setelah selesai.
Mereka kembali bersama.
Yu Ri menggandeng tangan adiknya.
Injae pun tersenyum menatap kakaknya.
Injae," onnie, kita makan jajjangmyeon, bagaimana?'
Yu Ri," baiklah. '
Injae," aku mau cuti untuk beberapa hari."
Yu Ri," tidak boleh."
Yu Ri menatap Injae.
Injae ," kenapa menatapku?'
Yu Ri," Injae, kau tinggallah di apartemenku."
Injae,'' aku tidak mau."
Yu Ri,'apa?!"
Injae tertawa melihat wajah kakaknya.
Injae," dikantor, aku adalah partnermu. Lalu kita bertemu lagi di rumah. Aku tidak mau. "
Yu Ri memukul pelan kepala adiknya.
Yu Ri," kau harus mau. Kau tidak boleh pergi jauh lagi dari kakak."
Injae tersenyum.
Lalu ia menggandeng lengan kakaknya.
Injae," tentu saja aku mau."
Mereka tertawa bersama.
Akhirnya,
Kasus korupsi para pejabat pejabat terungkap.
Mereka semua di tangkap.
Flashdisk bukti kejahatan mereka di serahkan pada hakim.
Bahkan kasus pemfitnahan atas orang tua Yu Ri dan Injae pun terungkap.
Yu Ri dan Injae menarik nafas lega saat menghadiri sidang.
Mereka berjalan keluar bersama dari pengadilan.
Yu Ri menggandeng tangan Injae.
Lalu mereka tersenyum.
Menyambut hari hari mereka bersama, dimana waktu waktu yang lalu sudah terhilang saat mereka terpisah.
Meski Ahn Jeong Won tidak ada diantara mereka.
Yu Ri dan Injae yakin, kakaknya pasti sudah tersenyum melihat mereka.
The End...