Happy reading 😘
Hidup tapi sendirian.
Ada tapi tak terlihat.
Itu adalah hal yang sangat buruk.Dan aku sudah pernah mengalaminya.Tapi sekarang gak lagi,gue udah lepasin semua itu.
〰️➿〰️
"Mila,gue denger-denger sebelumnya Lo Home schooling ya selama ini?" tanya Ria temanku saat ini.
Ya selama ini aku emang Home Schooling.Ketakutanku terhadap sesuatu memaksakan ku untuk sekolah dirumah.Tapi lama kelamaan aku juga jengah pada kehidupanku sendiri.Saat SMA aku memutuskan untuk sekolah,di sekolah yang semestinya.
Sekarang aku sudah setahun sekolah di Sekolah umum.Dan sejauh ini aku masih bisa menjauhi ketakutan ku.Tapi aku tak tau untuk kedepannya.
"Iyah aku emang Home Schooling selama ini.Kenapa kok nanya?."ucapku.
"Itu,emm kenapa Lo bisa Home Schooling?kenapa gak sekolah umum aja?"tanya Ria.
"Emm...kenapa ya."ucapku pura-pura berpikir. Padahal aslinya sekarang aku sedang sangat gugup.
"Kenapa hayo...?"
"Kalau waktu SD aku suka takut plus malam ke sekolah.Kan waktu aku mau masuk SD ya,katanya gurunya tuh galak jadi aku gak mau sekolah umum."alasan ku.
"Owhhh... trus waktu SMP kenapa?."
"Udah keenakan sekolah dirumah Ri,jadi ya gitu."kilah ku.
"Jadi sekarang kenapa Lo sekolah umum.Kenapa gak lanjut Home Schooling aja."
"Udah jengah Ri,jadi ya aku sekolah umum aja.Sumpek juga sekolah sendirian mulu."
"Tapi menurutku enakan home schooling kali ya Mil."ucap Ria.
"Kenapa Lo bisa bilang gitu."
"Yakan kalau home schooling bisa sambil makan."ucap Ria.
"Huuu...dasar tukang makan."ledekku.
"Ya gak papa kali Mil gue tukang makan lah Elo tukang bohong."
Degh..
'Apa Ria tau kalau aku sedang berbohong ya'
'Kalau iya,apa Ria gak bakal mau berteman samaku lagi'
"Mila."teriak Ria.
"Ehh iya apa Ria."kagetku.
"Noh...so doi udah jemput."ucap Ria sambil menunjuk ke luar kelas dengan moncongnya.
"Ihh moncongmu Ria,Doi siapa coba?."ucapku sambil mengalihkan pandanganku ke arah luar.
Ohh...
"Kak Gibran,Ria gue deluan ya.Daa..."ujarku pada Ria.
"Alah tadi katanya doi siapa.Giliran udah liat siapa orangnya gue langsung ditinggal."kesal Ria.
"Maaf Ria,daa.."teriakku lagi.
Kak Gibran Diandra, kakak kelasku yang satu ini memang terlihat menyukaiku.Bukannya aku kepedean ya.Tapi semua siswa di Sekolah juga tau gimana dekatnya aku dan kak Gibran.Ditambah dengan sikap kak Gibran padaku seperti sedang pdkt saja.
Aku sendiri tidak keberatan dengan kedekatan kami.karena kak Gibran juga merupakan salah satu most wanted yang sangat di kagumi.
"Kak Gibran."pekik ku.
"Iyah kah siapa lagi coba yang setiap hari menjemput tuan putri."ujar Kak Gibran terkekeh.
"Ihh kak Gibran mah, nyebelin tau."kesalku.
"Kakak gak pernah nyebelin tau kakak itu sebenarnya ngangenin."
"Kak ihh...udah ahh ayo kalau mau pulang.Kalau enggak ya udah gombal aja disitu terus."
Aku benar-benar kesal dengan gombalan kak Gibran kali ini.Bagaimana tidak di sini masih ramai,banyak yang memperlihatkan kami dari tadi.aku jadi malu sekarang.
"Iya iya sabar dong,udah gak sabar banget deh ini kayanya."
"Kak gombal sekali lagi,Mila gak bakal mau lagi ngomong sama kakak."ucapku mencoba mengancam kak Gibran.
"Ehh...Iyah ayo."
➰➰➰➰➰
Hujan?
Apa kenapa harus hujan.
Aku takut,ya ampun kenapa harus sekarang.
Sekarang aku sudah sangat ketakutan.Kueratakan pelukanku pada kak Gibran yang sedang menyetir motornya.Aku benar-benar sangat ketakutan saat ini.
Hujan?
Aku trauma dengan dia.
Karena hujan, kejadian yang sangat mengerikan terjadi padaku.Bukan,bukan padaku tapi pada orang yang aku sayangi.
Tanpa kusadari sekarang kami sudah berhenti di depan ruko pinggir jalan.Mungkin kak Gibran menyadari sesuatu yang terjadi padaku.Aku yang sudah sangat kalut, langsung menghambur kepelukan kak Gibran untuk menyembunyikan rasa takutku.
"Kenapa hemm?kamu takut hujan?".tanya kak Gibran padaku.
'aku hanya mampu menggelengkan kepalaku'.
"Tenang ya ada kakak disini."
"Kak Mira takut,sangat takut."lirihku.
"Gak papa,kan ada kakak."ucap kak Gibran.
"Kakak gak takut sama hujan?."tanya ku menatap kak Gibran.
"Emm enggak tuh,malah kakak suka banget sama hujan."jawab Kak Gibran.
"Tapi kak hujan itu serem banget,Mira takut." ucapku.
"Takut?sama hujan?.Mira takut kenapa?."
"Kakak tau gara-gara hujan Mira kehilangan kakak Mira.Hujan itu nyeremin kak,Mira takut kehilangan orang yang Mira sayang lagi gara-gara hujan."
"Begitu... sekarang jangan takut lagi ya.Sekarang ada kakak disini.Hujan gak selamanya menakutkan ko.Mira ada kakak,jadi kalau kakak aja gak takut Mira juga gak boleh takut."
"Tapi kak..."
"Cup cup jangan bantah harus nurut."
"Kak Gibran ihh..."