" jangan menangis ya "
Aku tak menyangka jika larangan mu adalah penyebab tangis terhebatku, karena setelah itu kamu tak lagi ada di sisiku.
Pukul 8 malam kamu mengirim pesan agar aku tak risau, karena besok aku harus menjalani operasi. Aku mengidap usus buntu yang cukup parah.
"Tik tik tik"
Suara hujan mulai terdengar seolah mewakili tangisan ku malam ini.
" jangan menangis ya "
Suara itu terdengar menenangkan meski hanya lewat pesan suara saja. Sedikit cerita dia adalah tunangan ku gandi. Kita akan menikah 4 bulan lagi, sudah banyak persiapan yang kita buat dan keluarga besar kami berdua pun turut mempersiapkan pernikahan kita. Dia sangat tampan dan gagah kumis tipis, mata coklat, rambut hitam rapi dan tingginya yang jauh melampaui ku membuat ku tergila gila dengan nya.
Namun ada hal yang kurang aku sukai darinya hobinya bermain balapan motor kerap kali membuat ku risau, aku takut suatu saat ada hal buruk yang terjadi padanya.
Setelah pesan suara itu terkirim dia tidak lagi membalas pesan ku.
" mungkin ketiduran " gumam ku dalam hati.
Meski di juluki anak motor dia tidak biasa tidur malam, aku pun memutuskan untuk tidur dan bersiap untuk hari esok.
Ke esokan harinya aku bangun pagi sekali, karena jam 6 nanti harus segera ke rumah sakit. Tidak ada pesan yang kamu kirim kan pagi ini aku menjadi semakin risau tapi aku berfikir bahwa kamu sedang sibuk.
Operasi berjalan. Esok nya aku terbangun di ranjang rumah sakit, aku sadar bahwa operasinya telah selesai dokter dan orang tuaku berkata bahwa operasi ku berhasil tapi aku harus menjalani perawatan selama satu minggu.
Rasanya sangat membosan kan karena gandi sama sekali tidak menghubungiku
Marah, kesal, dan rindu berkecamuk dalam dadaku. Lihat saja aku akan memberi dia belajar ketika aku sembuh nanti.
Seminggu telah berlalu aku masih belum mendapat kabar dari gandi, kini tiba saatnya aku pulang dan menjalani perawatan di rumah, tubuh ku masih lemah jadi aku menunda untuk bertemu gandi, aku terus mencoba menghubungi nya namun hasil nya nihil dia sama sekali tidak membalas pesan ku.
Aku sudah di batas kesabaran ku putuskan untuk pergi ke rumah nya ibu dan ayah selalu berusaha menghalangiku seolah ada yang di sembunyikan tapi aku membatu dan tetap ingin pergi ke rumah gandi.
Aku berangkat bersama sopir keluarga ku, jalanan ini tampak sepi dan sunyi rintik hujan mulai turun mengiringi perjalanan ku perasaan ku campur aduk di buatnya.
Mobil berhenti tepat di depan rumah gandi, di sana sangat sepi ada beberapa bunga di sekitar rumah.
" tok tok tok" aku mengetuk pintu dengan cepat rasa nya sudah tak tertahankan lagi.
" ceklek " pintu terbuka, ibu ganti menatapku dengan mata sayu nya dia menyapaku dengan lirih
" eh nak ninda " Sapanya.
" Ibu gandi nya ada, ninda kangen sama gandi bu "
Wajah ibu gandi seketia pucat dia menghela nafas beberapa kali sampai dia mengajak ku untuk bertemu gandi di sebuah tempat.
Ibu gandi menggandeng tangan ku menuju halaman belakang yang sepi, di sepanjang jalan aku melihat bunga mawar kesukaan gandi di pajang dengan cantik.
" sepertinya gandi memberiku kejutan " pikirku dalam hati.
Aku semakin tak sabar untuk bertemu pujaan hatiku itu. Aku membayangkan harum parfum nya yang aku rindu.
Ibu gandi berhenti melangkah dia berdiri tepat di depan ku.
" itu gandi nak, gandi sudah tidur nyenyak " ibu melangkah menjauh dari hadapan ku dan mulai terisak. Saat ku palingkan wajah ku ke depan seketika dunia seolah runtuh, di sana ada gundukan tanah bertabur bunga dan batu nisan putih.
" ini bukan gandi " kataku dalam hati sambil mencoba untuk meyakin kan diriku sendiri.
Aku mendekat, disana tertulis nama laki laki calon suami ku "gandi putra dintara".
Aku terduduk lemas di samping makam kekasih ku aku tidak bisa berkata apapun hanya air mata yang membanjiri tanah gembur ini.
1 bulan telah berlalu aku tahu penyebab kematian gandi adalah kecelakaan karena rem sepedanya blong dan akhirnya dia menabrak mobil bak. Aku mencoba tegar dan ikhlas meski berat aku akan terus berjuang, aku masih sering mengirim pesan ke nomor nya yang tidak lagi aktif meski aku tau tak akan ada jawaban setidaknya rindu ku terbalaskan dan sampai sekarang ketika aku sedih kata kata itu selalu menyemangati ku.
" jangan menangis ya ".
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
😊