JALAN APAPUN AKAN DITEMPUH ~ Avner tersenyum, secangkir Matcha Latte bercampur botulinum siap diberikan kepada Audrey, mantan kekasihnya.
***
Hujan sedang deras-derasnya sore itu.
Pertemuan tak terduga antara Avner dengan mantan kekasihnya yaitu Audrey, di sebuah kafe, adalah hal luar biasa yang patut ia syukuri. Bagaimana tidak, dalam hitungan hari, gadis yang masih begitu ia cintai itu akan menjadi milik orang lain. Ya, Audrey akan dinikahi oleh pria pilihan orangtuanya.
"Terima kasih, Tuhan." Batin Andre, tak dapat menyembunyikan perasaan bahagianya bertemu dengan Selly kembali.
Avner mendekatkan kursinya ke arah Audrey.
Tak pernah ia sedekat ini lagi setelah setahun, lamanya ia terpaksa merelakan gadis
kesayangannya itu dimiliki oleh lelaki lain.
***
Seperti yang kalian tau, hujan memang begitu pandai membawa ingatan kita ke masa lalu.
Dan kita hanya bisa terdiam ketika dipaksa untuk menikmatinya, tanpa bisa menolaknya sedikitpun.
Karena di dalam derai hujan, ada suara-suara yang timbul dari masa lalu. Karena di dalam derai hujan ada lagu yang hanya bisa didengar oleh mereka yang rindu.
Hal yang sama terjadi pada Avner.
Ingatannya tertuju pada kenangan beberapa tahun lalu, saat Aurey masih menjadi Kekasihnya. Beberapa potong pertanyaan yang kemudian menjadi sebuah percakapan manis antara Avner dan Audrey.
Keduanya larut dalam kisah cinta masa lalu. Mata coklat Audrey tampak berbinar. Tampaknya Audrey belum benar-benar bisa melupakan mantan kekasihnya yaitu Avner.
***
Hujan, secangkir Cappucino dan Matcha Latte membuat suasana semakin hangat. Ada hal yang tak bisa lagi ditutupi, Avner melepas semua topeng yang ia kenakan selama ini.
Topeng kebahagiaan, Topeng ketegaran, Topeng keikhlasan, dan juga topeng-topeng lainnya.
Topeng-topeng tersebut, ia tanggalkan begitu saja di depan Audrey.
Kini hanya, yang tersisa hanyalah wajah muram, tanpa harapan. Karena satu-satunya harapan yang Avner miliki telah sirna.
Sebotol botulinum telah siap Andre keluarkan dari sakunya ketika Audrey hendak pamit ke toilet.
"Perempuan itu harus jadi milikku seutuhnya, bukan orang lain!" Pikiran Andre melayang-layang, tak dapat ia kuasai.
Audrey telah kembali dari toilet, disambut sebuah senyuman manis dari Avner. Tangan Audrey mengambil secangkir Matcha Latte yang sudah hampir habis. Setiap tegukan Audrey mengakibatkan butiran keringat dingin Avner jatuh tak beraturan, tremor pada tubuhnya juga tak dapat dihindari.