Happy reading 😘
Sudah sebulan aku,Tania Wulandari menyamar sebagai adikku Talia Wulansari.Kami kembar tapi kami sangat dibeda-bedakan oleh orang tuaku.
Mereka bilang...
Seorang putri haruslah anggun dan elegan,bukan pecicilan dan angkuh.Ya memang benar, walaupun kami kembar tapi kami punya perbedaan sifat yang sangat besar.Kalau Talia bersifat lemah lembut, anggun,elegan dan yang pasti cantik dengan gaya feminim nya.Beda lagi denganku,aku sama sekali tak lembut saat bicara atau dalam melakukan sesuatu aku berkesan sangat kasar.Gayaku juga tak ada feminimnya sedikitpun.Jadi menurut orang tuaku wajar saja bila kasih sayang yang kami dapatkan berbeda-beda.Karena diri kami juga berbeda.Kalau Talia membanggakan, sedangkan aku memalukan.
Awalnya aku tak perduli dengan masalah ini.Tapi lama kelamaan mereka makin tak memperdulikan aku.Bahkan mereka mengganggap aku tak ada diantara mereka.
Aku sudah muak dengan semua ini.Sekarang akupun tak perduli juga dengan mereka.Apapun yang mereka lakukan aku sama sekali tak ingin tau.
Sampai suatu ketika Talia dijodohkan dengan tuan muda dari teman bisnis Papa.Tampan sudah pasti,karena tak mungkin sekali Papa akan menjodohkan adikku yang pada dasarnya adalah seorang model cantik.Dijodohkan dengan orang yang jelek.
Kali ini aku benar-benar sedih bercampur marah.Aku adalah kembaran Talia,meski mereka tak menganggapku.Tapi Talia masih sangat memperhatikan aku.Dan mereka melarang Talia untuk mengundangku di acara pertunangannya.Sebegitu tak sukanya mereka padaku.
➰➰➰➰➰
Pertunangan mereka sudah berlalu dan sekarang sudah berjalan selama 2 bulan lebih.Tapi dibalik semua yang orang lihat,selama 1 bulan ini begitu banyak masalah.
Adikku yang malang harus dibawa ke Singapura untuk berobat.Tak tau kapan dia mendapatkan penyakit itu.Tapi setelah sebulan dia bertunangan.Penyatiknya mulai menunjukkan diri.
Aku,yang logika sangat menyayangi adikku itu.Memaksa masuk ke kamarnya ingin melihat keadaannya.Tapi sesuatu yang sangat tak terduga.Tak tak pernah terlintas dipikiranku sama sekali.Kudapatkan dari adikku sendiri.
Saat aku masuk...
Dia menangis,terlihat sangat menyedihkan.Aku tak tau apa yang ditangisi dia.Yang ku tau Talia sangat tegar dalam mengatasi masalah apapun.Tapi sekarang dia menangis dengan putus asa.
"Lia,kau kenapa?kenapa menangis?kau kan kuat,jangan bersedih untuk hal kecil hemm."ucapku mendekatinya.
"Kakak."ujarnya sambil mendongak menatapku.
Dia bangkit dari duduknya dan menghambur memelukku."Kak,aku tak tau cara mengahadapi ini semua.Aku sama sekali tidak punya cara untuk ini."ucapnya.
"Kenapa? bukannya biasanya kau sangat pandai dalam mengatasi masalah apapun.Kenapa jadi lemah seperti ini."ledekku mencoba menghiburnya.
"Tapi ini beda kak.Sangat-sangat beda."
"Apanya yang beda?"tanyaku penasaran,apasih yang membuat adikku ini sampai putus asa.
"Kak ketika aku ke Singapura.Aku tidak tau harus berapa lama berobat disana.Kata Papa aku akan disana sampai sembuh.."
"Iyah kau memang harus disana sampai sembuh.Jadi apa yang membuatmu bermasalah sekarang?"ucapku memotong ucapannya.
"Kak bisa kah dengarkan aku dulu."kesal nya.
"Baik-baik, maaf ya kakak salah"dia hanya tersenyum mendengarku.
"Jika aku sembuh dalam waktu lama.Berarti aku akan meninggalkan kalian yang disini begitu lama.Aku percaya pada kakak meskipun aku pergi begitu lama kakak tidak akan mendapatkan adik baru lagi.Karena mana ada yang mau jadi adik kakak selain aku."ucapnya dengan ledekan diakhir.
"Owhh kau meledek kakak mu hemm."ujarku memasang wajah marah.
"Tidak tidak kak,aku hanya bercanda saja."
"Tapi kak,aku tidak percaya dengan Leo tunanganku.Walaupun dia sangat baik dan lembut padaku.Tapi setiap hari dia dikelilingi oleh wanita-wanita cantik yang cari perhatian padanya.Belum lagi sifat ramahnya pada semua orang.Pasti dia akan tergoda nantinya dengan cewe lain.Dan aku berada sangat jauh dengan nya.Kak,aku mencintai dia.Aku tak ingin kehilangan dia."jelas Lia.
"Mengapa tak mengatakan padanya jika kau harus berobat dalam waktu lama.Jadi dia bisa ikut atau menjengukmu sekali-kali."saranku.
"Aku tak berani kak.Papa bilang jangan memberitahu mereka dulu tentang aku yang sakit.Takutnya mereka malah akan membatalkan pertunangan yang sudah terjadi."ujar Lia.
"Ya ampun Lita,jika dia memang tidak suka melihat kau sakit.Beritahu padanya jadi dia akan menjagamu sampai tak jatuh sakit sedikitpun."
"Kak,ini beda.Aku baru kenal dia, yang aku tau dia lembut dan baik padaku.Tapi jika menyayangiku sampai rela berkorban aku belum yakin.Sifat baik dan lembutnya berlaku untuk semua orang bukan aku saja. Huhh...sekarang aku harus bagaimana kak?"ujarnya lagi.
"Kakak tidak tau,selama ini yang mengatasi berbagai masalah hanya kau bukan kakak."jawabku.
"Sebenarnya aku punya satu cara kak.Dan ini benar-benar hanya ada satu cara.Tapi aku butuh bantuan kakak untuk ini."ujar Lia.
"Apa?"ucapku penasaran.
"Kak,jadilah diriku selama aku tak disini. Jadilah tunangan Leo sebagai Kotamu ini."ujar Lia.
"Ha...tidak"
"Kak ini adalah satu-satunya cara.Tolong bantu aku kak,aku tak mau kehilangan Leo."mohon Lia.
"Tapi kita jelas berbeda Lia."ucapku.
"Kita sama kak,tidak beda apapun.Jika belajar aku bisa jadi seperti kakak.Kakak pun sebaliknya. Please..."
"Apa kau tidak takut menyerahkan tunanganmu padaku."tanyaku.
"Aku percaya pada kakak.Kakak tidak mungkin menyakiti Lia mu ini."ujarnya.
"Oke oke kakak akan turuti kemauan Lia kecil ini.Sekarang bagaimana caranya agar bisa jadi seperti Lia."pasrahku.
"Aku akan melatih kakak sebelum ke Singapura."
"Owh...oke"
➰➰➰➰➰
Setelah itu aku benar-benar dilatih menjadi Lia .Dan sekarang aku sudah sebulan menjadi Lia.Aku akan pergi kencan dengan tunangan Lia.Dan memberi perhatian padanya.
Tunangan Lia benar-benar tidak buruk sama sekali.Malah dia sangat sempurna,aku sampai lupa diri.Ingin rasanya memohon pada Papa agar aku saja yang selamanya menggantikan Lia untuk Leo.
Tapi aku yakin, bagaimanapun nantinya aku memohon.Mereka tidak akan menurutinya. Tidak mungkin bagi mereka melukai hati putri kesayangan mereka.
Aku sudah sering mencoba untuk mengatakan pada Leo.Jika sebenarnya yang selalu bersamanya adalah aku Tania bukan Talia.Tapi aku selalu gagal.
Bukan karena takut tak diterima oleh Leo.Tapi aku masih ingat dengan Lia .Bagaimana nanti reaksi dirinya.Aku kakak yang sangat dipercayai nya menusuknya dari belakang.
Sekarang Aku harus berkorban lagi untuk kebahagiaan adik kecilku.Berjuang melupakan rasa cinta yang ada padaku untu Leo.Dan perjuangan itu untuk adik kecilku.
Selama hidup dari kecil selalu berdua.Walau aku harus merelakan semua kasih sayang untuk Lia.Tapi aku tetap berjuang untuk dia.
"Adik Kecilku Semoga Bahagia Selalu⊙﹏⊙"