Hai hai, beri like juga komentar nya semoga suka yah teman-teman 🤗🤗
_________________$$________$$__________$$_________
Dewi adalah seorang gadis ceria nan cantik, lembut suaranya juga hatinya. Suka menolong siapapun itu entah orang yang di kenal ataupun tidak. Gadis berumur 17 tahun itu tinggal bersama ayahnya di sebuah gubuk kecil tinggal di desa yang orang-orangnya selalu mengucilkan keluarga Dewi karena terlalu miskin.
Tidak ada jalan di dunia ini... miskin di kucilkan dan kaya di manfaatin.
Saat ini Dewi sedang mencuci di sebuah danau hanya dirinya seorang... karena hari sudah sore konon kabarnya di sebuah danau itu adalah tempat pembuangan mayat dan jika sudah masuk sore hari maka akan bergentayangan arwah-arwah yang di buang. Jadi orang-orang kampung tidak berani mencuci jika waktu sudah sore. Namun Dewi adalah gadis yang tidak takut dengan hal-hal mistis. Dirinya memang percaya bahwa di dunia ini ada hantu namun dirinya tidak takut sama sekali.
"Aku harus menyelesaikan cucianku... takutnya ayah membutuhkan sesuatu" gumam Dewi menyeka keringatnya. Yah ayah Dewi tengah sakit saat ini itulah sebabnya Dewi cepat-cepat ingin menyelesaikan cuciannya karena tidak ada yang menjaga sang ayah di rumah.
Tiba-tiba terdengar seseorang minta tolong dari dalam danau yang tidak jauh dari tempat Dewi berada. Dewi terkejut mendengar suara teriakkan seorang pria ia menengadah kepalanya menatap ke setiap penjuru danau namun tidak ia temukan dan suara teriakan itupun lenyap.
"Mungkin hanya halusinaku saja" batin Dewi kembali melanjutkan cuciannya. Namun tiba-tiba suara itu kembali terdengar.
"Tolong! Tolong aku! siapapun tolong... tolong aku!" teriak seorang pria hal itu membuat Dewi langsung menghentikan kegiatannya. Ia lantas berdiri melihat kembali seluruh danau. Netranya menangkap gelembung air di tengah-tengah danau.
"Siapa di sana? jawab aku!" teriak Dewi dengan jantung berdegup kencang, pandangannya masih setia pada gelembung yang semakin banyak.
"Tolong! Tolong!" terihat kepala di permukaan air danau namun tidak lama kepala itu kembali masuk ke dalam. Tangan orang tersebut terangkat ke atas melambai-lambai pada Dewi seakan meminta tolong pada Dewi. Dewi lupa bahwa danau tersebut memiliki arwa jahat tanpa pikir panjang ia langsung melompat ke dalam. Jiwa kemanusiaannya seketika muncul tidak tahu apakah nyawanya akan selamat atau tidak... ataukah dirinya akan termasuk arwah danau selanjutnya.
Dewi berenang sekuat tenaga melupakan mistis pada danau yang sekarang ia masuk tadi. Yang ada di pikirannya saat ini hanya menolong orang yang meminta bantuannya.
Sampai pada tempat tujuannya. Mata Dewi membulat sempurna terlihat seorang pria tampan nan gagah yang sudah pingsan akibat lilitan tumbuhan danau itulah sebabnya pria itu tidak bisa naik ke permukaan. Entah darimana pria tersebut namun dengan cepat Dewi melepas ikatan tali danau dari kaki pemuda tampan.
"Aku akan menolongmu" bisik Dewi dalam hati. Setelah melepas lilitan tali Dewi membawa tubuh pria itu ke daratan, sedikit kesusahan memang karena yang ia bawa adalah sosok pria yang kekar sedangkan tubuhnya hanya sebatang kayu yang kurus.
Hingga sampai di sebuah daratan Dewi mendorong tubuh pria berotot di tepi danau dan ia segera naik.
"Wajah yang sangat tampan... aku baru melihatnya" lirih Dewi memandang takjub wajah sempurna di depannya.
"Hey, bangun! bangun!" Dewi menepuk-nepuk pelan pipi pria tersebut namun tak kunjung bangun.
"Kata kak Rani jika seseorang pingsan akibat tenggelam maka cepat beri napas buatan" ujar Dewi mengingat perkataan Rani, seorang wanita baik yang pernah memberikan sosialisasi di desa Dewi tinggal dan hanya Rani lah yang mau berteman dengan Dewi.
Sedikit ragu Dewi memajukan wajahnya mendekatkan wajahnya pada pria yang terbaring pingsan. Hendak memberikan napas buatan.
"Napasku hampir putus" keluh Dewi memegang dadanya yang berdegup tidak karuan. Melihat wajah tampan yang samar-samar terlihat dalam ingatannya.
Cup
Seketika mata Dewi melebar sempurna kala bibir seseorang mendarat di bibirnya bukannya menutup mata menikamati malah menatap tajam pada sosok pria tampan yang sudah bangun itu.
"Istriku, terima kasih sudah menolongku... aku akan pergi sekarang waktuku tidak lama lagi... jangan takut aku akan menjemputmu dengan dimensiku" jelasnya tersenyum tipis.
Cup
Ciuman singkat itu mendarat lagi namun bukan di bibir melainkan di dahi Dewi tiba-tiba sebuah cahaya dari langit menyambar sosok pria tampan dan seketika menghilang lenyap. Dewi terduduk lesu dengan jantung yang terguncang dahsyat jika Dewi tidak mengontrolnya cepat maka bisa di pastikan jantungnya akan terjatuh karena tidak bisa memuat gelombang-gelombang aneh yang tiba-tiba masuk.
"Siapa sebenarnya pria itu? istriku? suamiku? apa makna dari kata-katanya" gumam Dewi heran. Tangannya masih bertengger di dadanya menekannya kuat.
"dia akan menjemputku? sepertinya tadi hanyalah halusinasi sementara" batin Dewi dengan perasaan bercampur aduk ia mengambil pakaiannya dan langsung pulang ke rumah.
Pria tampan yang tadi di tolongnya terus menghantui pikirannya entah apa yang terjadi sebenarnya namun Dewi sangat menantikan di mana dimensi waktu akan datang padanya.
"Aku akan menunggumu" batin Dewi mantap.
.
.
.
.
.
.
.
TAMAT