Happy reading 😘
Aku Lita, seorang karyawan di salah satu perusahaan besar di Jakarta.Merantau ke kota metropolitan yang sangat besar ini.Bukan hal yang buruk bagiku.Selepas kuliah langsung melamar kerja,dan syukur langsung diterima.Aku memang tidak terlalu membutuhkan pekerjaan dengan cepat.Karena aku juga bukan dari keluarga yang kekurangan.Ahh maksudnya bukan ingin sombong,tapi orangtuaku memang cukup baik pekerjaannya.
Sekarang aku sedang perjalanan pulang ke apartemen ku.Tapi jalanan sangat macet sekarang.Ini memang hari yang sangat penting bagi semuanya.Terlebih bagi kalangan kaum remaja.
Tahun Baru...
Tadi aku sempat mendapat pesan dari teman kuliahku dulu.Mereka mengajakku kumpul malam ini.Aku yang memang sudah lama tidak ikut kumpul-kumpul pun menerima ajakan mereka.
Kring...kring..
Bunyi nyaring handphoneku tiba-tiba mengalihkan perhatianku.Aku langsung mengambil tasku dan merogohnya untuk menggapai handphoneku.
Saat sudah mendapatkan headphoneku, tiba-tiba saja ada yang berlari ke arah jalur laju jalanku.
Brak...
Kecelakaan yang sudah dipastikan pun tak bisa dihindari.Aku yang syok bercampur takut segera membanting handphoneku dan buru-buru keluar dari mobil.
Saat aku keluar dan menghampiri orang yang terbujur di depan mobilku.Aku langsung teriak minta tolong.Kulihat dia memang tak terluka parah.Tapi dia memang berdarah,panik...aku sungguh panik sekarang.
"Tolong..."
"Tolong..."teriak ku.
"Mbak ini kenapa?".
"Pak tolong ini kecelakaan,tadi ketabrak mobil saya."ucap ku.
"Tolong angkat ke mobil saya aja ya pak.Biar saya bawa ke rumah sakit."ucap ku lagi.
"Iya iya mbak.Ayo pak bantu."
Aku langsung berlari membukakan pintu mobilku.Setelah itu aku langsung berterima kasih kepada kedua bapak yang menolongku tadi.
"Ohh ya ampun kenapa sampe nabrak coba.Kerumah sakit atau apartemen aja ya.Tapi rumah sakit jauh dari sini sedangkan apartemenku sudah dekat.Ahh ke apartemen aja deh,aku telpon Dokter aja nanti."gumamku sambil melajukan mobilku tanpa melihat orang yang aku tabrak.
Tadi aku memang belum sempat melihat wajahnya.Karena tadi orang yang aku tabrak sedang dalam keadaan terbalik.
Sampai di apartemen aku langsung keluar membuka pintu lainnya.
Degh...
"Apa?apa ini?". saat ingin membopong tubuh orang itu aku kaget.Sangat kaget malah,kenapa bisa dia.
"Ya ampun kenapa harus kamu?hiks aku gak tega."ucapku tiba-tiba terisak.
Aku langsung membopong tubuhnya .Di depan resepsionis aku langsung meminta dipanggilkan dokter ke kamarku.
➰➰➰➰➰
"Kenapa harus kamu yang terluka?aku gak tega ngeliat kamu kaya gini."lirihku sambil menggenggam tangan nya.
(Nya-) Dia adalah My first love.Salah satu teman sekelas ku dulu saat SMA.Aku bahkan belum bisa melupakannya hingga saat ini.Tapi aku tidak yakin untuk berjuang lagi.Sebelumnya aku sudah ditolak olehnya.Ya sebagai perempuan aku pernah memberanikan diri untuk mengungkapkan cinta pada seorang cowok.Memalukan memang,ditambah sakit hati di tolak.
"Cepat sadar ya aku akan jagain kamu disini.Aku gak akan ninggalin kamu."
"Ahh iya aku mau ke dapur dulu masakin bubur untuk kamu.Pas sadar nanti pasti kamu laperkan?."
Aku pun memutuskan untuk memasak bubur saat ini.Aku berharap setelah selesai memasak nanti dia akan sadar dari pingsannya.Walaupun dia pingsan untuk beristirahat tapi tetap saja aku khawatir padanya.
Sedih banget rasanya melihat orang yang aku cintai terbaring lemah saat ini.Apalagi yang membuatnya jadi seperti ini adalah aku sendiri.Huhh...
Selesai memasak aku langsung kembali ke kamar lagi untuk melihatnya.Ternyata dia belum sadar,aku tunggu saja disini.
"Aku akan tetap disini, merawatmu sampai sembuh.Aku akan merawatmu semalaman bahkan bermalam-malam."ucapku sambil kembali menggenggam erat tangan nya dan meletakkan kepalaku di ujung ranjang.
Tak terasa aku terlelap sambil menggenggam tangan nya.Dini hari aku terbangun karena sentuhan dikepalaku.Perlahan aku membuka mataku dan mendongak.
Ha...
"Kau sudab sadar?apa ada yang sakit?kau?apa kau lapar?katakan sesuatu jangan diam saja.Aku jadi bi..."
"Suttt..."
"Cerewet"
"Kau, ihh nyebelin banget sih."kesalku karena dia memotong perkataanku dengan ledekan.kulihat dia hanya tersenyum saja.
"Jangan senyum-senyum gitu."tegurku.
"Apa ada yang salah dengan senyumanku?."tanyanya.
"Tentu saja salah.Itu sangat aneh."jawabku.
Tiba-tiba dia langsung turun dari ranjang dan berdiri dihadapanku."Apa disini hanya ada satu kamar saja?"tanya nya.
"Tidak di samping ada satu kamar lagi."ucapku.
"Ahkk.. apa-apa kau ini".jeritku tiba-tiba saja dia menggendongku.
"Kenapa suka sekali berteriak hemm."ujarnya lembut.Aku hanya memalingkan wajahku karena malu mendengar suara lembutnya.
Sampai dikamar dia meletakkan aku di ranjang.Menatap mataku dalam, meskipun aku tak meresapinya.
"Tidur lah,kau sudah merawaku sepanjang malam. Sekarang aku sudah sembuh."ujarnya lagi dengan lembut...
"Kau sungguh-sungguh sudah sembuhkan?."tanyaku.
"Iyah, sekarang kau yang istirahat Oke."ucap nya dengan lembut lagi.
Aku yang masih terpesona mendengar suara lembutnya hanya menganggukan kepalaku saja...