10 tahun telah berlalu.Kini aku berumur 27 tahun.Dulu,aku merupakan seorang pecundang yang selalu dibuli.Kini,aku telah menjadi pembosnis yang kaya raya.
Aku ingin membalas dendam terhadap semua prang yang telah membuliku 10 tahun yang lalu.Aku tidak bisa melupakan apa yang mereka lakukan terhadapku.
Setiap hari aku pergi ke sekolah,aku sering dikerjakan oleh mereka.Tidak kira cowok atau cewek,semuanya telah membuliku.
Mereka mengerjakanku dengan memasang berbagai perangkap ketika aku masuk ke kelas.Contohnya,menyediakan sebaldi air di atas pintu.Bajuku sering besah.Mereka juga membuang chewing gum ke lantai supaya aku memijaknya.
Ketika aku memasuki toilet.Mereka membullyku dan merampas semua duitku.Mereka membuka celanaku dan mengambil segala yang ada di dalamnya.Lalu menggantung celanaku di pintu hadapan toilet.
Para cewek juga sering membulyku.Mereka melayanku seperti haiwan peliharaan.Menyuruh aku membelikan itu dan ini.Kadang-kadang,mereka sengaja menjatuhkan makanan mereka dan menyuruh aku memakannya.
Kehidupanku 10 tahun yang lalu sangat menderita.Seluruh siksaan yang kalian berikan tidak akan kulupa.Aku tidak akan memaafkan kalian semua!
Hari ini,aku menjemput semua rekan sekolahku untuk perjumpaan reunion sekolah.Mereka semua datang ke tempatku dengan bangga tanpa ada rasa kesal pun.
Cowok:Wah!Revan...Ternyata kamu menghilang kerana udah bikin uang ya?
Cewek:Iih...makin ganteng ya kamu Revan?Gak nyangka pecundang yang dulu itu bisa berubah sekelip mata.
Mereka makan di tempatku tanpa ada rasa serba salah.Malah,mereka menyindir masa laluku.Dasar b*njing*n.Heh,lihat aja kalian.Akan kuhabiskan kalian semua hari ini.
Aku menyeringai sendirian.
Tiba-tiba,datang seorang cowok mendekatiku.
Rangga:Umm...Revan,apa kamu mengenaliku?*nada bersalah
Huh!Canda?Aku sangat mengenalimu,pembuli.Dia adalah Rangga.Dia telah menuduhku mencuri uang rakan sekelasku.Mana bisa aku lupa para pembullyku.
Aku:Ah,iya.Aku ingat kok.Kamu Rangga kan?*nada mesra
Rangga:Aku...aku mau minta maaf.
Aku:Apa kamu bilang?
Rangga:Maaf kerana telah menuduhmu 10 tahun yang lalu.Sebenarnya...
Perasaan amarahku meluap-luap tidak terkawal.Aku menarik tangannya lalu pergi ke sesuatu tempat yang tiada orang.
Aku:Hah?Sekarang kau baru meminta maaf?Kau sudah terlambat.Kenapa gak minta maaf sejak dulu lagi?
Rangga:Aku...aku merasa takut untuk minta maaf.Sebenarnya,mereka yang menyuruhku menuduhmu.
Aku:Ah!Aku tidak peduli!Sekarang,pergi dari majlisku ini!Kau tidak layak menghadirinya.
Rangga:Tolong maafin aku Revan...Aku bersalah...
Rangga mula menangis di hadapanku.
Aku:Aku bilang pergi!Pergi!
Mataku memerah.Aku mendorong ke arah sungai.
Rangga:Ah,Revan!!!
Revan terjatuh ke dalam sungai.Air mataku mengalir dengan deras.
Beberapa saat kemudian,kebakaran berlaku di majlisku.Suara teriakan mereka terdengar dari jauh.Aku merasa puas.Mereka semua mati kehangusan.
Beberapa hari kemudian,Rangga terdampar di pergigian sungai.Polis menemuinya dan membawanya ke balai penyiasatan sebagai saksi kebakaran yang berlaku di majlis reunion itu.
Polis telah menemukan semua mayat.Namun,satu mayat telah menghilang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sebenarnya...
Aku telah mati sepuluh tahun yang lalu.Aku mati bunuh diri terjun dari bangunan.Tetapi,roh aku tidak bisa hidup dengan tenang.Aku sering mengingati orang yang membullyku.
Akhirnya,aku berjaya membalas dendam terhadap mereka.Aku bisa hidup tenang kembali ke alamku.
Jangan sesekali membully seseorang kerana mereka yang dibully tidak pernah melupakan apa yang kita lakukan terhadapnya.
Jika kalian melakukan kesalahan,segeralah meminta maaf terhadap mereka sebelum terlambat.