Perkenalkan namaku Jevan dan ini sahabatku namanya Jeslyn.
Hari yang cerah saat tersenyum bersamanya. Dia yang selalu ada bersamaku, menemaniku di saat saat yang paling penting dalam hidupku.
Aku mengambil ponsel di saku bajuku
“Jes ayo pulang udah sore!! Kan besok sekolah”.
“Iya tunggu Jev!”
Beberapa saat kemudian
“kamu kemana aja sih Jes? Aku nunggu di sini udah lama lohh”.
“iya maaf maaf tadi kan aku pergi ke perpustakaan”.
“Ahh kamu kebiasaan dehh kalo ke perpustakaan ga bilang bilang dulu. Yaudah yuk pulang besok kan sekolah”
“Iya Jev”.
Aku pun pergi menunggu angkutan umum dan kembali pulang ke rumah masing masing.
Keesokan harinya..
Dirumahku
"Selamat Pagi Jevan...”
“iya, Selamat Pagi Jeslyn tunggu sebentar ya pake sepatu dulu."
“Iya Jevan, aku tungguin nih.”
"Oke."
"Udah selesai pakai sepatunya."
"Sudah, ayo berangkat."
"Ayo."
Aku pun pergi seperti biasa ke sekolah, belajar seperti biasa. Dan kembali pulang ke rumah seperti biasanya.
Hari weekend tiba aku pergi bermain bersama Jeslyn ke bioskop.
Saat perjalanan Pulang…
“Jeslynnn?”
“Iya apa Jev?”
“Kamu gak lupakan minggu depan hari apa?”
“emang minggu depan hari apa??”
“Ihhhhh… Masa kamu gak inget sih, minggu depan itu hari ultah aku!!!”
“oh iyaaa aku lupaaa.. CIE yang mau ultah ummm… ada yang bahagia nie, pastinya karna mau dapet kado. Iyaaaaa kaan…?”
“hehehe.. Kamu tau aja Jangan lupa ya kadonya aku tunggu minggu depan”.
“Iya.. Iya.. Kalo aku gak lupa Hehehee…”
“ahhh kamu mah gitu..”
“iya.. iya.. dehh. Jangan marah dong”.
“hahaha… makasih ya Jes kamu tuh emang sahabat aku yang paling baik”.
Beberapa hari kemudian H-3 hari Minggu.
Tiga hari sebelum Ultah Jevan.
Seperti biasa Jeslyn datang ke rumah untuk pergi sekolah bareng.
“Selamat Pagi Jevannn..!”
“Selamat Pagi”
"Eh Tante, Jevan ada ga?"
“Jes titip Surat ya ke walikelas nya Jevan, Jevan ga sekolah dulu. Dia sedang sakit”.
“Oh gitu ya tan. Yaudah deh Jeslyn pergi sekolah dulu yaa. Selamat Pagi Tante”
“Hati-hati ya nak Jeslyn, Selamat Pagi Juga”.
Keesokan harinya aku masih tak bisa sekolah karena sakit.
Sampai akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba. "Nantikan jam 12 malem hari ultahku, aku gak akan tidur sebelum jam 12 malem”.
Tinggg.. Tingggg… Tinggggg
Suara dentingan jam yang terus melaju sampai Saatnya 5 menit sebelum jam 12
“Aku udah gak sabar nihhh...”
Ting ting ting… suara alarm yang berbunyi Dan menunjukan tepat pukul 12 malem.
Tiba tiba…
“Happy birthday… Happy birthday…”
“Happy birthday to you”. Kejutan Ulang tahun Dari mama dan teman teman semua, aku sangat senang Dan bahagia.
“Makasih ya mah udah buat ini semua”.
“Mah, Jeslyn mana ya mah Kok aku belum liat sih?”
“Mama juga ga tau”.
Tiba tiba Ada suara bel pintu berbunyi
“Eh, Jeslyn akhirnya kamu dateng juga. Kenapa telat? Aku udah Nuggu kamu tau Dari tadi”.
“Ah massa aku kan cuma telat 5 menit aja Kok. Happy birthday ya semoga kamu selalu bahagia. Nih kado Dari aku but kamu, maaf aku gak bisa lama-lama disini, aku Ada perlu dah. aku Pulang dulu yah”.
“Kenapa Pulang? Ya udah deh Kalo kamu mau pulang tapi besok ke rumah aku yah Jangan lupa!”
“iya, tapi pasti kamu yang bakal ke rumah aku”.
“Ya udah deh. dah… Hati-hati di Jalan yah”.
Keesokan harinya.
Saat aku menunggu Jeslyn, aku menerima kabar bahwa Jeslyn mengalami kecelakaan.
Saat akan pergi ke rumahku pada malam hari. Penyebabnya adalah karena Dia buru buru ingin pergi ke rumahku sehingga tidak melihat mobil yang Ada di depannya sehingga kecelakaan pun terjadi.
Sekarang Jeslyn sedang dirawat di rumah sakit. Itu lah yang dikatakan ibu jelita kepadaku.
“Apa Jeslyn kecelakaan!!!. Tatapiii Dia kan semalem ke rumahku Dan ngasih kado katanya Dia Ada urusan sehingga tidak bisa merayakan ulang tahunku”.
Setelah itu aku langsung pergi ke rumah sakit dengan yang lain. Dan menunggu kabar dari dokter.
Waktu berlalu begitu cepat sehingga tidak terasa sudah sore.
Tiba-tiba dokter datang Dan mengatakan
“Maaf bu, kamu tidak bisa menyelamatkan putri ibu karna dia kehilangan banyak darah”.
Setelah mendengar itu kakiku terasa lemas, aku menangis sampai.
Saatnya aku melihat keadaannya.
Aku sangat dirundung duka yang amat mendalam karena sahabat yang aku sayangi, Dia sudah pergi meninggalkanku ke tempat yang lebih baik.
Aku mencoba untuk ikhlas, tetap itu sangat berat untukku.
Keesokan harinya Saat pemakaman selesai aku diberi kado olah Mama Jeslyn.
“Jev, ini mungkin kado terakhir untuk kamu”.
Aku pun menangis haru
“Terimakasih Tante”.
“Iya sama-sama Jevan”
"Jevan, harus kuat ya"
"Iya tan, Tante juga harus kuat".
Aku pun Pulang ke rumah, Dan Saat itu aku sadar bahwa kado yang diberikan oleh Mama Jeslyn sama seperti yang Jeslyn beri kepadaku.
Tapi Saat aku melihat tempatku menyimpan kado dari Jeslyn ternyata kadonya hilang.
Aku tersadar mungkin itu adalah kata kata terakhir yang ia ucapkan sebelum meninggalkanku.
SELAMAT JALAN SAHABATKU.
KAU AKAN SELALU.
MENJADI SAHABAT YANG TAK TERLUPAKAN.
"The most beautiful friend is when we are sad or happy, he will always be by our side."
Terimakasih yang sudah membaca^-^
"Death is only determined by God.
But Friendship, will never be lost in this world."