Aku adalah salah satu manusia di bumi ini yg merasa insecure dengan keadaan. Merasa iri dengan orang lain juga merasa kurang dengan semua apa yang aku punya.
Berawal dari SMP yg dimana aku gagal menjadi peringkat kelas selama 3 tahun, itu juga karena sifatku yg pendiam , malu bertanya , dan tak mau terlalu bergaul dengan teman teman dikelas kecuali sahabat ku.
aku mulai membandingkan diriku dengan teman teman dikelas bahwa aku tidak sebanding dengan mereka mulai dari wajah, gaya , kepintaran , dan juga pede dengan apapun sedangkan aku hanya biasa aja , pendiam , lugu , memiliki kemampuan standar, dari keluarga biasa, dan semua biasa biasa aja jadi aku kira aku tak sebanding dengan mereka.
Kursi kelas terus berganti setiap tahun dimana selama 3 tahun aku selalu sebangku dengan orang yg peringkat kelas sehingga membuatku iri dengan hal itu , aku pun mulai berkeinginan meraih peringkat kelas. karena ini adalah semester terakhir kelas 9 jadi aku harus berusaha mendapatkan juara tersebut hingga saat belajarpun aku menghapali setiap buku sampai membuat otak tak sehat.
Saat malam sebelum kelulusan tiba aku berimajinasi bahwa tanganku akan memegang piala diatas panggung dan tersenyum bahagia disana akan tetapi semua sirna saat tiba di hari kelulusan aku tak dapat meraihnya , kegagalan yg kudapat membuatku merasa malu pada diriku sendiri karena terlalu yakin dengan imajinasi ku .
Tak berhenti sampai situ saja , sifat insecure ku mulai merambat saat aku mendengar jelas seseorang yg terus berkata dihadapanku bahwa aku tidak cantik dibandingkan temanku rasa sakit mulai ada membuatku merasa insecure dan goyah hati , aku bingung apakah seseorang harus memandang wajahku terlebih dahulu, pikiranku mulai kacau dan selalu ada rasa iri terhadap orang orang yg lebih beruntung termasuk dengan teman temanku sendiri.
Hari demi harinya sifat insecure ku semakin memimpin mulai dari iri dengan orang yg beruntung dan berwajah cantik juga memiliki kelebihan yg banyak. Aku selalu berpikir mungkin orang akan mau berteman denganku jika aku membuat mereka bangga dengan kelebihan yg aku punya, imajinasiku pun terputar aku memikirkan yg bukan bukan tentang diriku bahwa aku menginginkan menjadi seseorang yg memiliki banyak kelebihan kubuat didalam khayalanku atau sebagai boneka pemeran utama disana . Dari imajinasi ku yg tak sesuai ekspektasi mengakibatkanku tak dapat mengekspresikan diriku di kehidupan nyata ini dan tak dapat mengontrol pikiran dengan baik karena jika ada hal yg memunculkan sifat insecure ku itu maka boneka yg kubuat di khayalan itu mulai memainkan perannya sebagai kesenangan ketika aku merasa sakit hati.
Aku merasa diriku selalu kurang dan tak ada hal yg dapat dibanggakan hingga membuatku hilang rasa semangat dan harapan bahkan aku selalu mengurung diriku dirumah, setiap aku melihat orang orang disana aku takut mereka akan mengatakan hal yg membuatku sakit hati. Ibuku selalu bertanya kenapa selalu mengurung dirumah tapi aku hanya mengatakan bahwa aku malas keluar rumah , ada tugas yg harus aku kerjakan juga alasan alasan lainnya , aku tak berani mengatakan pada ibuku bahwa aku takut berteman karena insecure yg kualami. Pastinya ibuku akan membantu mengalami masalah yg kualami .
Aku berusaha membuat diriku sadar bahwa sikap insecure itu tidak dapat membuat diriku bangga, tetapi sifat insecure itu malah aku pelihara dalam diriku , setiap ada kata kata yg tajam menusuk hati aku hanya diam dan merenungi setiap apa yg mereka katakan apakah aku terlalu kurang , Apakah ini bullying tapi kenyataannya adalah aku sendiri yg membully diriku disini aku selalu membuat diriku merasa kurang dengan keadaan padahal kita harus bersyukur dengan keadaan .
Aku selalu berpikir semakin tidak tidak untuk menjadi seseorang yg memiliki banyak kelebihan dan selalu berpikir tentang apakah aku harus menjadi apa yg mereka inginkan.
Hari demi hari lagi kulalui rambutku rontok yg banyak aku bingung apakah aku memiliki penyakit yg aneh? Atau yg lainnya, ketakutan pun dihati terasa hingga aku menelusuri web tentang rambut rontok yg kualami ternyata salah satu penyebab nya adalah banyaknya pikiran yg berlebihan. Aku mulai sadar bahwa pikiranku yg berlebihan tentang insecure menghancurkan diriku sendiri ,aku pikir aku tak harus membuat orang senang / membanggakan orang lain yg paling penting membanggakan diri sendiri lebih baik.
Awal diriku memutuskan untuk berubah adalah waktu SMA dimana aku mulai ingin menunjukan apa yg aku punya dan miliki . Aku berusaha tak pendiam , Bergaul tanpa rasa takut , menghindari rasa malu juga meninggalkan sifat yg membuat diriku hancur kelak dimasa lalu. Ternyata perubahanku membawa hasil yg ku inginkan selama ini yaitu juara kelas, walau hanya salah satunya yg dapat kubanggakan akan tetapi sikap sikap lsinnya yg dapat kukembangkan dalam diriku sudah stabil seperti bergaul dengan teman. aku sangat sangat bangga dengan hal itu kiranya aku tak harus menjadi boneka didalam imajinasiku lagi.
Sifat Insecure tidak mudah untuk di hilangkan dengan bersyukur menerima apa yg aku miliki adalah hal yg penting bagiku juga membuang penyakit hati . walupun sifat insecure ku ini masih kerap datang dan menghantui, aku berusaha untuk membunuhnya dan mengingatkan diriku untuk bersyukur dengan keadaan . Sampai saat ini aku masih tidak bisa mengatakan hal apa yg aku alami pada orangtuaku hanya lewat tulisan saja yg dapat kubuat itupun sangat lega.
Terimakasih telah membaca🦋