Hei guys, kenalin...gue adalah shella. Murid cewek yang cerdas tapi bandel. Gue ini sebenernya tu cewek baik-baik, tapi karena banyaknya tekanan batin jadii yaa gini. Berubah. gue punya temen, namanya lili, rosa, cindy, sama sania. Kita berlima adalah satu geng. Nama geng nya black fairy. Kita-kita tu sebenernya cewek-cewek baik, tapi karena karakter sama kebiasaan nya kayak berandal, kita dianggap bukan cewek baik-baik. Kebiasaan kita-kita yang suka balapan, suka ngerusuh bikin kita-kita selalu di panggil ke guru BK hampir setiap hari. Seperti hari ini, kita dipanggil gara-gara ketauan balapan liar tadi malem. seperti biasa begini.
Sekolah
"Mohon perhatian, kepada saudari Shella, Lili, Rosa, Cindy, dan Sania harap segera ke ruang BK." Seperti biasa, kita-kita dipanggil buat di ceramahin. Guru BK kita adalah Pak Anwar, guru yang lumayan ganteng dan keren. Banyak siswi yang rebutan buat ngemilikin dia. Tapi si dia nya cuek, alhasil banyak yang mundur. Balik lagi ke inti.
Shella, dan lainnya masuk ke ruang BK.
"Kalian semalem ngapain balapan?, udah gak sayang sama diri kalian?" Ucap pak anwar.
".....", kita-kita cuman nunduk. Walaupun kita-kita nakal, tetep aja kalo di marahin mah nunduk. Yang pastinya juga diem.
"Kalo kalian udah gak sayang sama diri kalian sendiri, kalian tu harus sayang sama orangtua kalian. Mereka udah susah payah cari uang buat sekolahin kalian, buat kalian jadi anak baik, pinter, cerdas, tapi kalian malah main-main. Hambur-hamburin uang buat taruhan balapan. Kalian itu tuh perempuan, kurangi pergaulan dengan laki-laki. Berteman dengan laki-laki boleh, asal tau batasan wajarnya." lanjut pak anwar.
"...." kita-kita cuma menghela nafas berat.
"Mengerti kalian." ucap pa anwar lagi
"Iya pak, ngertii". Ucap kita-kita.
"Kalian harus mengurangi waktu balapan kalian ya, jaga diri kalian baik-baik. Berteman sewajarnya, harus tau waktu. Jangan main terlalu malem lagi." nasihat pak anwar
"Baik pak. Kita akan ngurangin waktu balapan nya" jawab Cindy
"Iya pak, kita akan jaga diri baik-baik juga." Timpal rosa.
"oke. yasudah kalo gitu, kalian semua boleh keluar sekarang. Ingat pesan saya tadi." Ucap pak Anwar akhirnya.
"Baik pak, terimakasih." Ucapku.
Kita-kita pun keluar. Di perjalanan menuju kelas,
"Bosen banget kita dipanggil mulu ke BK, bisa-bisa kuping gue karatan juga kalo dengerin pesan pak anwar kayak gitu." Ucap Rosa.
"Hooh bener, ngatur-ngatur nya melebihi orangtua kita sendiri njir." Timpal Lili.
"Udahlah, mau dengerin ya syukur, enggak juga gak papa. Mau nurut ya tinggal nurut, kalo gak mau, yaudah kita bebas." Ucap Sania.
"Selama kita masih bisa dapat peringkat bagus, balapan liar gak buat pengaruh buruk buat nilai kita, kita masih bisa bebas balapan. Toh, Orangtua kita juga kan ngemaklumin kalo kita mau have fun sama masa remaja kita." Ucapku.
"Bener tuh, kita masih bisa balapan lah guys. have fun ajalah." Timpal Sania
"Kita harus bikin jadwal yang seimbang sekarang. Antara belajar sama balapan kita harus diatur. Kalo nanti kita di panggil ke BK, kita bisa nunjukin bahwa kita tuh punya aturan sendiri. Gimana?" Usul Cindy.
"Yaudah, lo aja yang atur. Kan lo yang sering nerima ajakan balapan sama temen-temen cowo. Lo juga yang harus bisa ngendaliin geng kita." Ucap Lili.
" hooh, lo aja yang atur oke. Kita mah ngikut aja dah pokoknyaa." Ucap Rosa.
"Oke, gue bakalan buat jadwalnya. Nanti gue kirim di GC kita." Balas Cindy.
Kita pun sampai di depan kelas.
"Eehhh ada geng langganan BK nihhh, gimana? seneng bisa terus ketemu sama pak Anwar?". Ucapan Cantika. Si ketua osis yang suka nyinyir geng kita. Dia tuh suka banget sama pak Anwar, dia selalu caper kalo ada pak Anwar. Dia juga punya geng yang namanya White Angel. Isinya orang yang suka nunjukin bakatnya. Ada si Resa yang punya bakat dalam bidang nyanyi. Ada juga Luna yang punya penampilan cantik, si primadona sekolah. Si cantika ini yang ahli dalam bidang matematika, dia selalu jadi kebanggaan sekolah. Makanya mereka orangnya jadi sok. Lanjut lagi yang tadi.
"Diem lo." Ucap Rosa.
Kita pun duduk di bangku masing-masing.
"Nanti malem kita harus ngumpul di BC, kita harus berubah. Oke." Ucap Sania.
Kita semua pun ngangguk.
skip malam.
Kita semua kumpul di BC (Base Camp) pukul 08.00 WIB tepat. Kita bicara soal panggilan tadi siang soal bikin perubahan di geng Black Fairy. Kita semua sepakat buat jadwal kegiatan geng ini adalah 70% belajar, dan 30% main. Kenapa kayak gitu?, karena sekarang bukan waktunya main-main. Sebentar lagi mau lulus sekolah, karena sekarang udah kelas XII. Gak kerasa bet udah kelas segini. Sekarang, geng Black Fairy akan berubah. Geng Black Fairy bakalan buktikan, kalau geng ini bukan buat hal buruk tapi hal yang baik. Kita-kita juga bahas soal kedepannya mau bagaimana, entah kuliah atau langsung kerja. Kita juga bakalan cari pasangan hidup juga (Mas Pacar). Yakali mau terus jomblo, wkwkwkwkk.
Pembahasan malem ini berakhir pukul 22.15 WIB. Kita semua pamit buat pulang ke rumah masing-masing, buat istirahat dan siap-siap besok sekolah.
Skip pagi.
"Selamat pagi dunia, selamat memulai hari baru dan perubahan baru." Ucap anggota geng Black Fairy di masing-masing rumah. Semuanya pun bangun dan bersiap. Pukul 07.00 WIB mereka berangkat sekolah, karena kebetulan hari ini mulai belajar dari pukul 07.30 WIB.
Skip sekolah.
Mereka berkumpul terlebih dahulu di tempat biasa sebelum masuk kelas, lalu berjalan bersama ke kelas. Banyak orang yang terpana dan heran melihat mereka, karena yang kebiasaan mereka yang selalu datang terlambat/siang, kini mereka sudah ada di sekolah sebelum waktu masuk. Begitupun dengan penampilan mereka, yang biasanya menonjolkan penampilan seperti anak cowok, sekarang dandanan mereka jadi feminim. Banyak cowo-cowo yang terpana, membuat mereka tertawa di sepanjang jalan menuju kelas. Dan akhirnya mereka pun sampai di dalam kelas. Semua orang di kelas terkejut dan heran dengan kelakuan geng Black Fairy. Sama seperti teman-teman yang lain, banyak teman cowok yang terpana melihat mereka. Geng nyinyir juga seketika jadi diam lihat perubahan mereka. Mereka sadar setelah bel masuk berbunyi. Guru pun masuk ke kelas.
Pak Anwar yang kebetulan masuk terlebih dahulu sebelum guru melongo, melihat geng Black Fairy sudah ada di dalam kelas. Karena biasanya, dia selalu memantau kelas sebelum pembelajaran mulai agar bisa mendata siapa saja yang masuk dalam daftar buku BK. Dan bertanya, "Apa ini benar kalian?, Apa bapak tidak salah liat?" Tanya nya. "Iya bener pak, kami ada di kelas sekarang." Jawab Rosa. "Bagus kalau begitu, kalian sudah berubah menjadi lebih baik. Tingkatkan lagi. Oke" Lanjutnya. "Siap pak" Jawab Rosa lagi. Pak anwar pun keluar dari kelas dengan rasa bangga, bagaimana tidak?, murid perempuan berandal nya sekarang sudah mulai berubah. Pak Anwar menyukai salahsatu perempuan di geng Black Fairy, siapa dia?. Hanya pak Anwar yang tahu. Wkwkwkwk.
Pembelajaran di kelas pun dimulai. Semua murid balajar dengan baik, begitupun dengan kelas yang lain.
Skip istirahat.
Geng Black Fairy bersiap untuk pergi ke kantin, tetapi mereka di hadang oleh geng White Angel. Mereka merendahkan geng mereka, agar mental mereka menjadi down. Tapi geng Black Fairy bukan orang-orang yang gampang terpengaruh. Mereka hanya pura-pura mendengarkan dan pura-pura menurut saja. Lalu mereka pun keluar kelas dan menuju kantin. Mereka bercerita banyak soal pelajaran mereka hari ini di kelas di sepanjang jalan menuju kelas.
Skip kantin.
Di kantin, mereka banyak disapa dan digoda sama cowok-cowok. Banyak yang memberi makanan dan minuman sehingga meja mereka penuh sebelum memesan makanan. Mereka hanya berterima kasih dan langsung memakan makanan dan minuman dihadapan mereka tanpa mau memesan makanan. "Lumayan, gak perlu ngeluarin duit, hahaaa" Canda Lili. "Hooh, bisa buat nabung niiihh duit bekal kita." Kata Rosa. "Nikmatin yang ada aja lah yaaa. Hahaa" Timpal Cindy. "Lumayan-lumayan." Kataku. "Ngomong-ngomong, diantara cowok-cowok tadi ada yang kecantol gak?" Kata Sania. "Maksudnya?" Kataku. "Maksudnya, ada yang pas enggak buat dijadiin pacar?" Kata Sania lagi. "Hmmmm, gak tau deh." Kata Rosa. "Halaahhh, entar aja dah mikirin kek gitu. Kita fokus buat berubah jadi lebih baik dulu. Kalo nanti ada yang pas tinggal gas." Kata Lili. "Hooh, nanti aja. Sekarang kita nikmatin ini dulu, rezeki di depan mata jangan sampai mubazir. wkwkwkwkkk." Timpal Rosa. Kita semuapun makan. Setelah makan kita semua pergi ke kelas buat lanjut pelajaran hari ini.
Skip kelas.
Di kelas pun langsung belajar tanpa hambatan apapun sampai bel pulang pun berbunyi.
Triiiiiiing (anggap bel pulang sekolah).
Pembelajaran oun selesai, dan guru mengakhiri pelajarannya. Kita semua beres-beres buat pulang. "Kita ngumpul di cafe yuk, sebelum pulang." kata Lili. "oke, gass." timpal Rosa. Mereka berlima pun keluar kelas dan menuju parkiran. Mereka bersiap untuk ke cafe biasa mereka kumpul.
Skip cafe.
mereka pun sampai di cafe, sebagian mereka mencari tempat duduk dan sebagian lagi memesan makanan dan minuman buat mereka. Setelah selesai, mereka pun duduk bersama. Mereka pun membuka percakapan.
"Hari ini bener-bener luar biasa banget menurut gue, karena apa? kita gak denger speaker buat manggil kita ke ruang BK. Hahaa" Kata Lili. "Yaapp, bener banget. Pak Anwar aja sampe bengong pas liat kita-kita udah ada di kelas." Kata Cindy. "Kita harus jadi lebih baik lagi. Kalau perlu, kita harus kalahin geng White Angel." Kata Sania. "Bener tuh, Kita harus berusaha buat ngalahin mereka. Kita tunjukin, bahwa kita adalah orang-orang yang lebih baik dari mereka." Kataku. "Gue setuju." Kata Rosa. "Ehh btw, kek nya gue suka deh sama Pak Anwar." Celetuk Lili. "Hah!??, yang bener Li?" kata Cindy. "Ya boong laahhh, Hahahhahaahaaha" Kata Lili. "ahh lu mah bikin kaget aja." Kata Rosa. "Becanda, kalian kenapa kaget kek gitu?, atau jangan-jangan........"Kata Lili membuat penasaran. "Jangan-jangan apaaa?" Kata Cindy. "Kalian berdua yang suka Pak Anwar yaaa, Hahahahhahahaa". Celetuk Lili lagi. "Diiihh ogah banget gue punya pacar bawel kek gitu." Jawab Rosa. "Tapi Pak Anwar lumayan juga siii, secara kaann dia cowok baik-baik, ganteng juga. Lumayan laaaahhh" Kata Sania. "Ganteng mobilnyaa. Hahahahahaaa" Kataku. "Valid bangett tuuu."Kata Lili lagii. Kita semua pun tertawa dengan meng-Ghibahkan guru BK kita. Wkwkwkwkwkk. Pembicaraan pun selesai karena makanan nya udah habis. " Sampai jumpa besok di sekolah gengs." Kataku. "Oke." Jawab mereka serempak. Kita semua pun pulang ke rumah masing-masing.
Skip Rumah masing-masing.
Mereka semua membuka sepatu dan tas mereka, menyimpannya di tempat masing-masing. Dan setelah itu, mereka semua mandi agar lebih segar. Setelah itu mereka rebahan.
Skip malam.
Mereka pun makan malam di rumah masing-masing dan menceritakan kejadian hari tadi di sekolah. Mereka menceritakan bahwa perubahan mereka berdampak besar, yaitu mereka banyak diberi makanan dan minuman oleh para siswa. Wkwkwkwkwkwkk. Setelah itu, mereka pun tidur.
Skip pagi.
Mereka berangkat ke sekolah dan berkumpul seperti kemarin. Hari yang sama seperti kemarin lagi. Belajar lalu pergi ke kantin. Di kantin mereka di sediakan tempat khusus oleh para siswa, dan di meja nya sudah tersedia banyak makanan dan minuman seperti kemarin. Hanya saja, hari ini kelihatan banyak dan ada beberapa coklat dan di beri nama masing-masing pengirim nya.
Beberapa hari berlalu. Kejadian itu menjadi biasa saja, tidak ada yang berubah. Perlahan, kedudukan White Angel mulai menurun dan menghilang. Tergantikan dengan geng Black Fairy. Beberapa bulan lagi mereka akan menghadapi ujian sekolah, mereka selalu mengfokuskan pada pelajaran mereka daripada main sekarang. Ujian semester pun mereka mendapatkan peringkat 5 Besar semua nyaa, yaitu pertama Sania, kedua aku (Shella), Ketiga Rosa, ke empat Lili, Dan kelima Cindy. Itu sudah bagus, kita semua bersaing dalam pembelajaran dan bersahabat baik dalam luar pelajaran.
Skip seminggu menuju Ujian.
Di kantin.
"Gak nyangka ya kita, udah mau lulus aja." Kata Cindy. "Hooh, berasa baru kemarin kita sekolah yaa." Kata sania. "Sekolah nya aja yang memang lama, berubah nya yang baru kemarin. jadi berasa bentar sekolah nya." Kataku. "Gue jadi Rindu sama Pak Anwar. Semenjak kita gak di panggil ke Ruang BK, kita jadi jarang ketemu sama Pak Anwar." Kata Rosa. "Hooh bener, lumayan rindu juga. Keinget banget waktu dia nasihatin kita-kita yaa." Jawab Lili. "Iya, dia yang banyak nasihatin daripada orangtua kita padahal. Kita harus ngucapin terimakasih sama Pak Anwar." Kataku. "Hooh. Nanti kalau ujian beres, kita ketemu Pak Anwar yuk. minimal kita terimakasih laah buat semua nasihat dia." Timpal Sania. "Bagusnya kita bawain apa yaaa." Kata Lili. "masalah bawa bingkisan mah, nanti aja. Sekarang kita fokus buat ujian minggu depan. Udah itu, kita pikirin buat Pak Anwar." Ide Rosa. "Iya, kita harus punya nilai bagus. Buat bisa orangtua kita bangga." Timpal Cindy.
Pembicaraan pun selesai.
Skip Ujian
"Semoga hari ini lancar." Kata Sania.
"Semoga, kita semua bisa ngerjain nya, Lancar juga dalam ujian." Kataku.
"Mudah-mudahan." jawab semuanya.
Ujian dalam semimggu pun selesai, mereka bersiap untuk ke rumah Pak Anwar.
Skip di perjalanan.
"Kita kesana bawa apaan?" Kata Rosa. "Beli parsel buah-buahan aja laah yaa. Biar gak repot." Jawab Lili. "Kita beli roti atau cake kayak gitu juga gimana?" Usulku. "Iya, gitu aja dah. Buah-buahan sama cake, biar sopanan laahh." Jawab Sania. Di perjalanan pun mereka membeli apa yang dibutuhkan.
Skip rumah Pak Anwar.
Tuk tuk tuuuukkk. (anggap suara ketuka pintu aja ya guys)
pintu pun di buka oleh Pak Anwar langsung. Kita semua dipersilahkan masuk ke rumah. kita diperlakukan layaknya tamu, bukan sebagai muridnya. Pak Anwar pun memulai pembicaraan, "Ada apa kalian datang kesini?, saya kaget sekali loohh, kedatangan kalian kesini tanpa mengabari dulu." Ucap Pak Anwar. "mmmm...kami kesini mau silaturahmi saja sama bapak, sudah lama kami tidak bertemu dengan bapak." jawabku. "Rupanyaa kalian rindu denga bapak yaaa. hahahahahaaa." Pak Anwar menjawab. "Hehe, iya pak, kami rindu sama bawel nya bapak melebihi orang tua kami." jawab Lili sambil nyengir. "Alah kalian ini, bisa aja." Ucap Pak Anwar. "Kami mau berterimakasih, karena bapak kami bisa berubah menjadi lebih baik sekarang ini." Kata Sania. "Yang bisa membuat kalian berubah itu adalah diri kalian sendiri, bukan bapak. Bapak hanya memberitahu dan menasihati saja." Pak Anwar merendah. "Kami semua sangat berterimakasih karena bapak mau memberitahu dan menasihati kami dengan baik, sehingga kami bisa berubah seperti sekarang." Kata Rosa. "Iya sama-sama, bapak bangga dengan kalian. Perubahan kalian sangat menakjubkan. Bapak sangat bangga sekali." Ucap Pak Anwar Terharu. Kita semua pun tersenyum. "Ini pak diterima bingkisan dari kami." Ucapku memberikan cake padanya. "Iya pak, maaf cuma segini adanya." Susul Sania. "Tidak usah repot-repot, dengan adanya kalian kesini bapak sudah cukup."Ucap Pak Anwar. "Ini tidak sebanding dengan yang bapak berikan kepada kami, mohon diterima ya pak." Kata Cindy. " Aduh, saya sangat malu. Kenapa kalian repot-repot, bikin bahagia bapak saja." kelakarnya. Kami semua pun tertawa. Ternyata Pak Anwar adalah orang yang asik juga. "Minggu depan adalah hari kelulusan yaa." Ucap Pak Anwar. "Iya pak." Jawab Lili. "Di hari kelulusan nanti akan ada kejutan. Semoga kalian semua hadir yaa." Ucap Pak Anwar. "Tentu kami akan hadir pak, karena itu hari kelulusan kami pak. Bagaimana bapak ini, masa tidak hadir"Jawabku gemas. "Oke-oke, semoga kalian tidak terkejut yaa." Ucap Pak Anwar lagi sambil nyengir. "Emang bapak mau ngapain?" Tanya Lili. "Ada deh, liat aja nanti." Jawab Pak Anwar. "Kalian di sini aja main dulu-bapak mau kebelakang sebentar." Pamitnya. "Silahkan Pak." Jawabku. Pak Anwar pun meninggalkan kami semua di ruang tamu, kita bertanya-tanya dengan maksud dari Pak Anwar Tadi. Tapi kita semua memilih untuk menunggu hari melulusan tiba untuk mengetahui nyaa. Pak Anwar pun kembali dadi belakang, kebetulan kita semua mau pamit untuk pulang juga. "Pak kami pulang dulu yaa, udah sore takut orangtua nyariin." Kata Sania. "Ohh yasudah, kapan-kapan main lagi yaa." Jawab Pak Anwar. Kita semua pun salaman dan meninggalkan rumah Pak Anwar dan pulang ke rumah masing-masing.
Skip hari kululusan pun tiba.
Di kelas sedang ada penyerahan raport dan pengumuman peringkat. Setelah beres, semua siswa di arahkan untuk ke lapangan. Pak Anwar sedang berada di panggung. Dia sepertinya mau berpidato. "Ehhh itu Pak Anwar Di Panggung." Kata Lili. "Kayaknya Pak Anwar mau ngasih kejutan itu dehh, yang di bahas minggu lalu." Ucap Rosa. "Hmmm, kita dengerin aja dulu." kata Sania. Tidak lama, Pak Anwar pun berbicara. "Halo selamat siang anak-anak." Sapa Pak Anwar dengan mic nya. "Siang pak," Jawab Kami serempak. "Pasti kalian bertanya-tanya, mengapa kalian di kumpulkan di lapangan." Ucap nya. "Pihak sekolah mempercayakan saya untuk membagikan hadiah untuk kalian yang mendapat peringkat 1.2.3 di kelas nya. Untuk Itu, Kepada setiap nama yang di panggil harus maju ke depan yaa." Lanjut Pak Anwar. Pak Anwar pun akhirnya menyebut satu-persatu anak yang mendapat peringkat 3 besar tersebut, hingga akhir nya kelas dari geng Black Fairy di panggil. "Sekarang dari kelas.....peringkat 3 adalah Rosa, beri tepuk tangan. Silahkan untuk Rosa maju ke depan. Yang Kedua adalaaaah Lili, silahkan ke depan. Dan yang Pertama adalaaaahhhh Shellaaaaa. Silahkan ke depan." Kita bertiga pun maju ke depan dengan rasa haru, Sania yang kemarin peringkat satu tidak masalah denganku, begitupun Cindy yang kemarin peringkat ketiga. Kita diberi hadiah dan juga buket bunga. Lalu dipersilahkan untuk kembali ke tempat semula. Penyebutan nama terus berlangsung sampai perwakilan dari tiap-tiap kelas selesai. Dan hampir penutupan, Pak Anwar berbicara kembali. "Bisa untuk saudari Shella untuk maju ke depan." Ucapnya. Lalu akupun maju ke depan. Terdengar riuh sorakan teman-teman yang lain, melihat aku berjalan ke depan sendiri. Akupun bertanya kepada Pak Anwar kenapa memanggil. Lalu Dia berbicara lantang dengan mic nya, "Disini saya mau memberi tahu kamu tentang sesuatu." Ucapnya sambil menghadapku. "Saya sangat menyukai kamu dari kelas 10, saya selalu memperhatikan kamu dari jauh saja karena saya belum berani mengungkapkan perasaan saya." Lanjutnya lagi. Sorakan terdengar dengan ramai dari teman-teman lain. "Saya menunggu saat-saat untuk memberitahukan keinginan saya terhadap kamu." Ucapnya lagi. Aku hanya bisa menatapnya, tanpa bisa berbicara. Karena aku belum paham arah pembicaraan nya kemana. "Saya, Anwar Maulana Ibrahim ingin menjadikan kamu sebagai Tambatan Hati saya, Teman hidup di kala susah dan senang saya, Pasangan hidup saya." Ucapnya lagi yang membuatku sangat terkejut. "Apakah kamu mau menerima saya di kehidupan kamu?" Tanyanyaa. Teman-teman menyoraki nya dengan berkata "Terima, terima, terima.". Dari situ akupun terharu, ternyata Pak Anwar ingin menjadikanku pendamping hidup nya. Pak Anwar pun memberikanku buket bunga yang besar dan berucap "Jika kamu membawa bunga yang berada di tangan saya, berarti kamu menerima nya. Kalau kamu tidak membawa nya, tidak apa-apa. Saya akan memaksa kamu." Sambil tertawa. Akupun mulai mendekat, memperhatikan nya dari atas rambut sampai kaki. Dan akupun memilih untuk menerima nya. Aku membawa bunga yang ada di genggamannya. Dia pun bahagia, dan berucap "Akhirnya, penantian saya selama ini tidak sia-sia. Terima kasih atas kalian yang mau mendengarkan perasaan saya." Teman-teman yang lain pun bertepuk tangan. Tamat
Terimakasih sudah mau membaca cerita ini yaa, jangan lupa like, komen, dan vote nya yaa. Follow akun aku yaaa😊😊😊