Berjuang untuk Dia
Cinta bisa datang dengan tiba-tiba
Cinta pertama akan bertahan seumur hidup
Aku tak mungkin bisa melepaskannya
Cinta adalah saat aku menginginkan dirimu
Saat waktu yang berharga datang
Kau akan selalu bersama denganku
Cintaku tak akan pudar secepat itu
Cinta pertamaku akan aku kenang sepanjang masa
Meskipun dekat maupun jauh
Aku yakin hati kita masih tetap satu
Haruka Nakagawa itu adalah namaku. Terlahir dari keluarga konglomerat bukan berarti bisa selalu bahagia. Hanya menjadi ajang pamer membuatku sangat muak.
Aku bukan anjing, aku bukan kucing, aku juga bukan burung dalam sangkar, aku ini hanya seorang anak perempuan yang membutuhkan kasih sayang. Kenapa kalian tidak menyadarinya? untuk kali ini tolong biarkanlah aku berlari, biarkan aku bahagia, biarkan aku melebarkan sayap dan terbang.
"Aku cinta kamu" kata-kata yang pendek namun memiliki arti yang sangat luas.
Aku memiliki pacar yang bernama William Caddrick. Dia bukan dari keluarga kaya tapi kami sangat saling mencintai. Kami selalu menghabiskan waktu bersama.
"Will, kamu mau kemana?," tanyaku yang melihat William pergi.
"Ke perpustakaan," jawabnya singkat
"Hah, padahal aku bersama denganmu, kenapa kamu belajar terus-menerus?," tanyaku sambil memeluk tubuhnya.
"Aku melakukannya untukmu, kamu sangat tahu betul bagaimana pendapat ayah kamu terhadapku. Jika aku tidak terlahir dari keluarga yang sejajar maka aku akan menjadi menantu yang berkualitas," sahutnya membuatku tersenyum.
Aku sangat senang karena selalu bersama dengan Will. Dia selalu membuatku bangkit dan mendukung segala usahaku. Aku benar-benar beruntung memilihmu sebagai pacarku.
Untuk beberapa saat aku tak bisa berpikir, kepalaku seakan mau pecah, air mataku mulai mengalir begitu deras. Aku tidak mau orang yang aku cintai meninggalkan aku untuk selamanya. Aku bahkan belum membuat William bahagia.
"Apa dokter? William mengidap penyakit kanker?".
"Benar, sebenarnya aku tidak diperbolehkan untuk mengatakannya namun, melihatmu sangat mencintai Will rasanya hatiku semakin sakit," ucap dokter itu sambil menepuk pundakku.
"Aku adalah paman William, aku sudah menganggap William sebagai anakku sendiri. Saat aku tahu William mengidap kanker aku menyuruhnya untuk melakukan operasi namun dia selalu menolaknya. Keluarga kami sudah memaksa namun dia kekeh dan meninggalkan rumah," jawab dokter itu sambil menangis.
"D-dokter bagaimana cara agar William bisa sembuh? aku akan membayar sebanyak apapun untuk William. Tolong selamatkan William dokter".
"Dengan melakukan operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi obat yang ditargetkan, dan imunoterapi. Tapi kemungkinan sembuh sangat kecil karena kanker sudah menyebar," jawab dokter
"Tolong lakukan semua itu dokter, berapapun jumlahnya aku akan membayarnya".
"Baiklah, kami akan melakukan operasi. Aku sangat senang melihat kamu yang terus mencintai William, semoga cinta kalian tidak akan pudar," ucap dokter membuat tersenyum kecut.
"Bagaimana aku bisa membayar semua biaya pengobatan? sekarang aku bukanlah Haruka Nakagawa. Aku harus bertemu dengan papa".
Di ruang tamu aku melihat papa yang sedang berkerja. Aku mendekatinya dan berlutut. "Papa tolong bantu William", ucapku sambil menangis.
"Kamu tidak berhak meminta bantuan kepada papa," sahut papa dingin.
"Papa untuk kali ini saja tolong kabulkan permintaan Haru. Haru tidak pernah meminta apapun dari papa, Haru mohon papa bisa membantu William," ucapanku meyakinkan.
"Tidak bisa, karena kamu lebih memilih pria itu daripada Edmund seharusnya kamu bisa tahu konsekuensi yang akan kamu terima," ucapan papa membuat hatiku merasa sakit.
Bagaimana tidak selama ini aku selalu membuat papa mengakui diriku. Aku selalu belajar dan membuat irang lain iri dengan semua apa yang sudah aku capai.
"Selamat ini aku selalu menuruti kata-kata papa, aku bahkan tak pernah berkata tidak ataupun meminta apapun. Untuk kali ini saja aku berharap papa mau menyelamatkan nyawa William", ucapku sambil berlutut di kaki papa.
"Baiklah tapi ada 1 sarat yabg harus kamu penuhi. Kamu harus menikah dengan Edmund".
Apa papa benar-benar mengatakan itu? Ternyata benar, sebanyak apapun aku berusaha untuk menjadi manusia aku tetaplah anjing yang selalu menuruti apa yang majikannya katakan.
Apa yang harus aku lakukan? jika aku bekerja aku tidka bisa membayarnya dengan cepat. Meskipun papa angkat William membantu meringankan pembayaran tapi itu masih kurang. Tuhan apa yang harus aku lakukan?
"Papa akan menunggu jawaban darimu," ucap papa meninggalkan aku sendiri.
Ke esokkan harinya aku mencoba mencari pekerjaan sebanyak-banyaknya. Meskipun demikian aku tidak bisa membayar uang rumah sakit setengah pun. Dengan sangat terpaksa aku menjual properti yang diberikan mendiang mama untukku.
Aku menatap erat wajahnya. Rasanya sangat sakit melihat orang yang dicintai menderita "Bagaimana dengan kondisi William?," tanyaku kepada papa will.
Raut wajah papa William sedih dan terlihat begitu lelah "Untuk sekarang kondisinya sudah membaik. Tapi nak, lihatlah kondisi tubuhmu. Maaf karena aku tidak bisa membantumu lebih dari ini".
"Saya baik-baik saja pak, saya juga mengerti bahwa keuangan keluarga bapak merosot untuk bulan ini. Saya malah berterimakasih karena bapak mau mengoperasi William".
Bagaimana caranya aku mencari uang untuknya? aku sudah mengambil semua waktuku untuk bekerja. Aku rela tidak melanjutkan kuliah hanya untuk bekerja. Meskipun teman-teman sudah berdonasi tapi uangnya tetap tidak cukup.
Rasanya sangat lelah. Tubuhku sudah tak bisa aku ke kendalikan. Aku terjatuh dan pandanganku mulai kabur.
Saat aku membuka mata pemandangan familiar terlihat. Sekarang aku di rumah sakit keluarga Nakagawa. Aku melihat sekeliling dan terdapat tubuh William di kamar yang sama. Aku memeluk tubuhnya begitu erat.
"Ukhuk, Ha-haru ini sangat sesak".
Air mataku menetes. Apakah aku masih dalan keadaan bermimpi? Aku mencubit tanganku dan rasanya sakit. Aku tersenyum dan memeluk tubuhnya. "Will, akhirnya kamu sadar. Aku sangat sedih saat kamu berbaring sakit. Tolong jangan meninggalkan aku".
"Akhirnya kalian bangun," ucap papa.
"Kenapa kami berada di sini?," ucapku.
"Papa sangat takjub dengan apa yang kamu lakukan. Papa sudah sadar bahwa papa selalu mengekang kamu seperti hewan. Papa merestui hubungan kalian," ucapan papa membuat kebagian ku bertambah.
Lihatlah perjuanganku tidak sia-sia. Ketik kau sudah bertekad maka sesuatu yang kamu impikan akan nyata. Berdoa dan berusaha itulah kuncinya.