Dipagi yg mendung,rintik hujan dan suara-suara burung berkicauan menambah suasana desa itu begitu sejuk,segar dan indah,mungkin tak akan ada yg mengira bila ditempat yg jauh dari keramaian kota ada sosok gadis cantik dengan kulit putih bersih dan perawakan yg mungil tinggal bersama laki-laki tua yg adalah kakek gadis itu,gadis itu bernama Luna dan sang kakek bernama Wiranto.
Kakek Wiranto seorang juragan tanah didesa itu dan sebagian lahan tanahnya ia jadikan tempat peristirahatan,villa-villa dan kolam-kolam ikan bagi yg ingin bermalam dan makan untuk para tamu yg datang dari luar kota.dan adapun lahannya berupa perkebunan teh yg luas, sawah-sawah yg berhektar-hektar luasnya dan hasil panennya dibeli oleh para rumah makan-rumah makan didaerah tersebut.
Dibalik ketegasannya seorang Kakek Wiranto ia juga sosok yg dikenal akan kearifannya,sopan santunnya,kebaikannya pada para pekerja ataupun pada orang - orang disekelilingnya,kakek Wiranto seorang kakek yg sangat sayang kepada cucu satu- satunya yaitu Luna,ia bahkan sudah mewariskan seluruh warisannya untuk Luna dan semua urusan tentang pengelolaan usahanya kakek Wiranto termasuk keuangannya dipercayakan pada cucunya Luna,karena Kakek Wiranto tau kalo Luna anak yang kecerdasannya diatas rata -rata untuk usia dia yg baru 17 tahun.
Luna gadis berusia 17 tahun lahir dari orang tua yang bernama ayah Rendra dan ibu Lintang,ayah Luna pergi entah kemana ia pergi setelah istrinya meninggal,sedangkan ibunya meninggal setelah melahirkan Luna,akhirnya Luna dibesarkan oleh sang kakek dan istrinya yg pada saat itu belum meninggal,istrinya kakek Wiranto meninggal pada saat Luna berusia 4 tahun.Pak Wiranto dan istrinya adalah orang tua dari ibunya Luna yg kebetulan ibunya Lunapun anak semata wayangnya dari Kakek Wiranto dan istrinya sehingga Kakek Wiranto begitu menyayangi cucu semata wayangnya jadi siapapun yang menyakiti cucu kesayangan nya akan berhadapan dengannya.
"criiingggg...criiinnnggg ...criinnggg...".alarmnya berbunyi.
"emmmhhhh...huaammm"sambil menggeliat Luna menggerakkan tangannya dan mengucek-ngucek bola matanya.
"duuhh aku kesiangan lagi dech mana belum sholat lagi dah jam setengah enam".sambil turun dari tempat tidurnya,maklum dia kesiangan karena semalaman dia habis ngerjain tugas sekolah dan kerjaan kakeknya.
pagi itu Luna melakukan aktivitas seperti biasanya mulai dari beres- beres rumah sampai membuat sarapan untuk kakeknya.
"waah- waah wangi apa sih ini hidung kakek sampe kenyang gini".sambil mendekati cucunya yg sedang asyik dari tadi masak di dapur.
"kakek tau aja ya hidungnya peka banget gitu kalau sama makanan" Luna sambil menjulurkan lidahnya .
"iyalah pasti peka ni hidung yang masak kan koki handal" timpal si kakek.
Luna dan kakek melakukan aktivitas nya dengan sarapan bareng sebelum Luna pergi sekolah.
"Lun kamu diantar supir apa pergi sendiri pake motor hmmm"..kata si kakek sambil menghisap cerutunya.
"aku mau pake sepeda kek,biar sekalian olah raga".sambil menggendong tasnya dan berlalu keluar .
Luna pun berpamitan dan berlalu pergi dengan mengayuhkan sepedanya.
Perjalanan dari rumah ke sekolah sekitar 2 kilo,dengan santainya Luna mengayuh sepedanya dia tidak malu ataupun risih dengan teman - temannya yang kebanyakan pergi dengan diantar pake motor ataupun kendaraan,justru Luna banyak berteman dengan para pengamen jalanan dan para preman yang ada didaerahnya tinggal jadi dia sudah terbiasa dengan orang- orang sekeliling nya.
"heyyy lu bocah mau kemana buru-buru amat,kaga liat apa ada kita-kita disini" sambil nepuk bahunya Luna.
"eeh bro gua kan mau sekolah,lah elu pada kagak sekolah pake nanya- nanya gua lagi"sambil berentiin sepedanya
"duuh jadi malu kalo bos yang ngomong" sambil garuk- garuk palenye tuh si Kodir
"lun kapan kita nongkrong lagi dong sambil ngamen- ngamen gitu" kata temennya si Kodir satunya.
"ntar dech gue atur jadwal dulu ya lagi sibuk banget deh ciuus " sambil angkat dua jarinya.
dan pertemuan merekapun berakhir dengan kepergian Luna.
✨✨✨
Sebuah mobil alvard memasuki rumah mewah bergaya eropa.
"tolong bawakan tas saya ke tempat kerja." dengan gagahnya keluar dari mobil dan kacamata hitamnya dia berbicara pada asisten pria yg bekerja disitu.
"siap tuan muda".sambil menganggukan kepalanya
diruang tamu yang cukup luas duduk seorang pria tua dengan memegang koran,usianya tidak jauh dengan usia kakeknya Luna walaupun sudah tua tapi dari perawakannya terlihat masih bugar.
namanya Ganda Pramudya Antolin seorang Kakek keturunan Belanda dan jawa dari 2 cucu satu laki-laki dan satu perempuan dari putranya.
Opa Ganda biasa dipanggil oleh cucu-cucunya,ia seorang pengusaha elit yang sahamnya ada disetiap perusahaan terutama perusahan mobil yang ia kelola bersama cucu pertamanya yang bernama Lian Antolin.
Lian Antolin cucu pertama dari opa Ganda pernah menikah dan mempunyai seorang putri yang berusia 4 tahun yang bernama Kirana antolin ,karena istrinya meninggal pada saat Kirana berusia 2 tahun,Kirana diasuh oleh Lian Antolin.
"hallo honey swetty you ok".mencium puncuk kepala Kirana .
"haii Daddy im ok". sambil memainkan bonekanya dia menghampiri ayahnya dan memeluk.
,✨✨✨
"sayang nanti malam Daddy pulang terlambat ya,kamu harus tidur lebih awal ok".
"ok Daddy aku bobo ma unti aja ya".dengan cadelnya ia bicara .
"opa....mmm...nanti malam aku pergi dulu sama anak- anak kantor ke kafe".sambil duduk dipinggir kakeknya.
"bilang aja mau kencan,dasar bocah". sambil memukulkan korannya pada muka Lian.
".....opa apaan siih...aku tuh bukan bocah kaliii.
orang sekeren gini dibilang bocah".dengan wajah datar dan dinginnya Lian bicara.
kita tinggalkan hingar-bingar perkotaan dan beralih kesebuah rumah yang begitu asri nan indah apalagi disuguhi pemandangan yang aduhai begitu cantiknya seorang gadis tingal bersama kakeknya yaitu Luna Atmaja.
"kek Luna sudah mendaftar untuk les dikota". sambil tangannya sibuk memegang laptop.
"nanti sepulang sekolah Luna gak langsung pulang tapi langsung lanjut les ya kek". tangan masih sibuk dengan laptopnya.luna tak menyadari orang yang diajak ngobrolnya yaitu kakek Wira tidak bergeming dengan sautan Luna karena kakek Wira sedang tidak sehat.
takut cucunya khawatir akhirnya dengan terpaksa kakek wira menjawab sautan Luna dengan menahan rasa sakit yang sedang ia rasakan.tanpa sepengetahuan Luna kakek wira memang punya riwayat penyakit liver, terkadang kakek wira selalu menutupi dari Luna jika ia sakit,karena takut merepotkan dan membuat khawatir cucunya.
"kakek ijinin kamu tapi ingat jangan lupa bawa bekal makanan biar kamu tidak telat makan nak".dengan mengusap-ngusap kepala cucunya.
"kakek cuma berpesan dimanapun dan kapanpun kamu berada,kakek ingin kamu itu mandiri dan kuat walaupun kakek tau kamu itu orangnya gak mau kalau dibantu".sambil menahan sakit dan tangisnya kakek Wira berbicara.
Luna sejenak berpikir dalam hatinya,"kenapa kakek bicara seperti itu seperti orang yang mau pergi jauh aja".
"kek....emangnya kakek mau kemana sih kok ngomongnya aneh gitu".menghampiri dan memeluk kakek wira.
"gak toh nak...kakek ngomong gitu supaya kamu itu jaga diri karena kamu tuh wanita,kakek gak mau terjadi apa-apa sama kamu".memeluk erat cucunya.
saatnya Luna pergi untuk sekolah dia pamitan dengan mencium tangan kakek wira dan memeluk kakek wira agak cukup lama,tidak seperti biasanya Luna memeluk kakek dengan begitu eratnya.
perasaannya saat itu... Luna serasa tidak ingin jauh dari kakeknya dan dia enggan untuk pergi sekolah.
ia merasa aneh dengan perasaannya yang tidak seperti biasanya,dan Luna terlihat malas untuk pergi sekolah.
"ko gak enak gini yah perasaanku,kayak pengen nangis,males kesekolah.....aaahhhh sebel deehh kalo dah gini".menepuk nepuk pipinya dan beranjak pergi menjauh meninggalkan rumahnya.
selama belajar Luna tidak pokus dan sesekali dia melamun,entah mengapa perasaannya saat itu begitu gelisah,Luna pun tak mengerti dengan perasaan dia yang gundah gulana.
sepulang sekolah Luna lanjut untuk les,padahal saat itu Luna enggan untuk les tapi Luna melanjutkan untuk pergi les karena ingat perkataan kakeknya agar Luna bisa jadi orang sukses.
selama les pun dia gundah gulana tidak bisa diam tangannya memilin- milin pisil yang ia pegang kadang pinsilnya ia gigit,pokoknya serba salah.
"Luna...!!!".terdengar ketokan meja.
seketika Luna kaget...."iiiia siaap pak"....sambil berdiri dan hormat karena kagetnya.
"...hahaha.....hahaha.....huhhhh dasar bego"....dibarengi dengan teriakan dari teman-teman lesnya.
"kamu melamun luna". kata seorang guru.
"...ma...ma..a..aaf pak guru saya salah." dengan menundukkan dan mengangguk-anggukan kepalanya.
"huhhhh .....paling juga ditinggal pacarnya selingkuh...kamu kan cupu mana mau pacarmu sama cewek cupu ....gkgkgk...".tertawa semua temannya Luna ngebully dia.
"heh...kalian tuh ya bisa-bisanya ngomong seperti itu".ucap pak guru
✨✨✨
selesai sudah les hari ini.....jam menunjukan pukul 15.00.Luna sepertinya enggan tuk beranjak dari tempat duduknya kakinya terasa berat tuk melangkah.membuat gurunya bertanya karena heran dengan Luna yang dari tadi terlihat gusar dan gundah.
"Luna kamu kenapa....!!,....kamu sakit atau...apa perlu saya antar pulng".sambil mendekati Luna yang dari tadi terdiam di tempat duduknya.
"gak apa-apa kok pak,saya bawa sepeda...saya baik-baik saja pulang sendiri cuma agak males aja," dengan sedikit tersenyum.
"ya sudah baik-baik ya dijalan".dengan menepuk pundak Luna.
Luna menggoes sepedanya dengan pelan dan agak malas,dia sesekali berenti dipinggir jalan tuk sekedar minum yang dibawanya dari rumah.
Disetiap jalan yang ia lalui banyak orang yang lalu lalang entah mau kemana atau habis dari mana,Luna sempat heran dan berpikir dalam hatinya,"ngapain ya itu orang-orang pada lalu lalang kesana kamari gak pada cape apa ya sudahlah ngapain juga ku urusin toh urusan mereka" sambil menggoes sepedanya lagi.
tak berapa lama Luna sampai dirumahnya kemudian dia merasa heran kenapa begitu banyak orang dirumahnya ada apa yah...pikir Luna.
sebelum sempat masuk rumah luna malihat orang-orang terdekat kakeknya bercucuran air mata....degg....ada apakah ini...seketika Luna serasa ditusuk dadanya teringat pada kakek wira.
"a..a..apa.. apa...yang terjadi mang".dengan muka pucat dan butiran- butiran air mata yang jatuh tak tertahankan.
Luna lari masuk kedalam rumah dengan meneriakan kakeknya..
"....kak..kek..k..k..."lalu terdiam sesaat...Luna kemudian terduduk lemas...didepan matanya dia disuguhkan pemandangan yang tidak dia inginkan seumur hidupnya.
sosok yang ia ajak ngobrol,yang ia peluk dan pamitan ketika pergi tuk sekolah,kini sudah terbujur kaku didepan matanya.
apa yang ia rasakan saat ini begitu sakit sesakit sakitnya serasa tertusuk pisau kejantungnya...ia terdiam dengan berurai air mata dan bibir yang bergetar tanpa berucap.
tiba-tiba....bruuuukkkk....Luna pingsan didepan jenazah kakenya.semua orang merangkul dan menggendong Luna ke kamarnya.
samar-samar Luna membuka matanya, kepalanya tera pusing dan berat.lalu kemudian dia teringat kakeknya.seketika tangisnya pecah.
Luna sejadi-jadinya menangis dan berteriak tanpa ada yang menghentikannya,karena semua orang yang berada disitu ikut mengerti dengan kondisi mereka.
✨✨✨
beberapa hari kemudian......
✨✨✨
"Luna maaf saya ganggu istirahat kamu,"kata pengacara kakek wira.
luna baru sembuh dari sakitnya sejak kakeknya meninggal.
"mmm...iya om ada apa...,kalau ada sesuatu yang ingin dibicarakan silahkan aku gak apa-apa kok dah baikan".saut luna.
pengacara itu duduk dan memberikan sebuah surat ,surat itu adalah surat wasiat dari kakek Wira untuk luna,surat itu ditulis jauh-jauh hari sebelum kakek wira sakit.
"Lun...ini surat wasiat dari pak Wira buat kamu,kamu baca isinya..
kemudian Luna membuka amplop yang didalamnya ada surat wasiat yang ditulis oleh kakek Wira untuk cucunya tercinta.lalu Luna membaca surat itu.
"teruntuk cucuku sayang yang amat kakek cintai,maafin kakek bila suatu hari kamu baca surat ini dalam keadaan kakek sudah lebih dulu meninggal kan kamu sendirian di dunia ini"...sambil bercucuran air mata Luna membaca surat itu.
"kakek tau kamu anak yang dititipkan Tuhan buat nemenin kakek yang sebatang kara ini,dan kamu adalah hadiah terindah untuk kakek karena kamu adalah cucu satu-satunnya kakek."dengan menghela nafas dan deraian air mata.
(duuhh maaf ya yang nulis ikut lebayyy dehh 😭 pembaca yang budiman tolong maafin saya 🙏🏻 author)
✨✨✨
Hari berganti..minggu berganti...bulan berganti.
✨✨✨
tak terasa luna memasuki usia 18 tahun dimana ia mengingat isi dari surat wasiat yang ditulis kakeknya.luna harus mengikuti wasiat kakeknya yaitu menikah dengan cucu dari sahabatnya kakek wira.
"Ya Tuhan... kenapa hidupku sial gini siih,duuh..ampun deh."Luna bicara sendiri
"gimana nanti kalau calon suamiku itu jelek item gendut lagi....diiihh... amit amit."sungut Luna.
ketika Luna sedang melamun,dia dikagetkan dengan kedatangan rombongan tamu yg tdk dikenal.
semua tamu masuk dan Luna disuruh duduk tanpa basa basi lunapun dinikahkan dngan pria yg dijodohkn kakeknya.luna bingung sekaligus senang karena pria yg jd suaminya sudah membuatnya terpana dengan ketampanannya.
hari itu adalah hari bahagia buat Luna karena akhirnya dia menikah juga dengan pria pilihan kakeknya.
Luna beruntung karena mendaptkn suami tampan gagah dan keturunan indo juga.
suaminya adalah CEO disebuah perusahaan asing.
malam yg ditunggu-tunggu pun tiba yaitu malam pertama nya si pengantin.
"apakah ini mimpi...oh tuhan bentar lagi aku akan diunboxing suamiku...oh no..no..."memegang pipinya yg agak merah.
saat suaminya masuk kamar dan mengunci pintu.
Luna sangat gugup dan tertunduk malu.
Luna duduk dipinggir kasur dengan memakai pakaian tidurnya yg agak-agak gimana gituh..😁.
kemudian si suami mendekat dan memegang tangan luna.luna merasa canggung didepan suaminya apalagi mata suaminya tidak melapaskan pandangan mata darinya.
"Luna apa kamu tdk keberatan aku buka bajunya."sambil memegang dagu Luna.
Luna pun dengan malu-malu mengiyakan.
tidak menunggu lama suaminya langsung membuka satu persatu kancing baju Luna...
setelah semua baju Luna terbuka saatnya suaminya mengunboxing Luna...................
Luna pasrah saat suaminya menidurkan dia dan saat bibir suaminya mengecup d*d* nya....
".... criiinnnggg..... criiinnnggg.....Luna terbangun dari tidur nyenyak nya dikagetkan dengan suara alarm jam yg sudah menunjukkan pukul 7 pagi.
"...whaattt....busyeeettttt.....aku mimpi....."Luna membelalakan matanya.
"iihhh...dasar alarm brengsek!!..dikit lagi kan aku tuh mau belah duren.
😂😂
"hmmmmm......nasib...nasib....balik lagi deh nguli jual kopi seduh.
💦 happy ending yg dramatis💦
~ok gaeesss makasih yg sudah mampir~
.