Happy reading 😘
Hai aku Putri Maharani.Umurku 20 tahun dan aku masih kuliah semester 2.Seperti kebanyakan kaum hawa.Aku adalah penyuka novel ber-genre romantis.Apalagi membaca salah satu hobiku.Ahh ya aku juga penggemar makanan berjenis coklat.
Oh Iyah....
Aku anak satu-satunya dari sepasang pasutri Tio Sadewa dan Nira Sari.Karena aku adalah anak satu-satunya mereka,aku sangat dimanjakan di keluargaku.Terkadang karena terlalu manja aku sampai lupa bahwa aku sudah tau 20 tahun.
Sebenarnya berapapun usiaku Mama dan Papa tak pernah mempermasalahkan itu sama sekali.Kapanpun aku mau bersikap manja aku bebas melakukannya.
Hidupku sudah terasa sangat indah setiap harinya.Aku menjadi putri setiap saat di Mansion.Tentu saja aku putri dari Istana ku sendiri.
Menyinggung tentang Pertemuan Pertama Dengannya. Huhfh aku punya kesan memalukan untuk itu.Kalau kalian tanya Pertemuan dengan siapa ya pasti jawabannya Doi lah...😅
〰️〰️➰〰️〰️
Jadi Aku bakal mulai dari...
Di pagi yang cerah seperti biasanya jika aku sedang tidak ada jam kuliah.Aku hanya akan bersantai-santai dirumah.Dan sekarang aku memutuskan untuk membaca novel di taman belakang rumah.Ditemani dengan coklat panas dan cookies coklat kesukaanku.
Bersantai ditaman dengan pemandangan sejuk memang sangat menyenangkan saat ini.Sama sekali tak merasakan beban hidup.
"Putri"
"Sayang,dimana?Mama ingin bicara."tiba-tiba saja Mama teriak memanggilku.
"Iyah Ma,Putri ditaman."jawabku sedikit berteriak, karena posisi Mama seperti mengarah ke kamarku dilantai dua.
Kulihat Mama berjalan menghampiriku dengan senyum di bibir indahnya.Mama memang sangat cantik parasnya.Jadi aku sebagai putri pasti kebagian wajah cantik Mamaku ini.
"Lagi ngapain hemm?."tanya Mama lembut padaku.
"Lagi nyantai aja ma.Kenapa nyariin putri?."tanyaku.
"Itu Papa bilang,dia dapat undangan dari temen bisnisnya.Katanya anak temennya ulang tahun."ujar Mama.
"Jadi?."ucapku pura-pura tak tau apa maksud Mamaku.
"Sayang jangan bersikap seolah tak tau apa maksud Mamamu ini."ujar Mamaku.
Aku langsung menutup novelku dan beralih menatap Mama"Mama aku sungguh-sungguh tidak tau apa maksud mama mengatakan semua ini loh."ucapku sambil memeluk Mamaku manja.
Sebagai anak satu-satunya tentu saja aku akan manja.
"Dasar anak nakal,ingin membodohi Mamamu dengan wajah polosmu ini hem...sekarang sudah tidak bisa."ujar Mama sembari mengelus rambutku.
"Tapi ma,kenapa aku harus ikut?"tanyaku.
"Ya karena yang punya acara anaknya.Tentu saja Mama dan Papa akan mengajak anak juga."ujar Mama.
"Kenapa harus begitu?"tanyaku lagi.
"Ya ampun sayang, ikut aja deh ya.Seperti biasa biar ada yang bisa Mama pamerin sama temen Mama nanti."ujar Mama.
"Oke-oke, Mamaku yang cantik putrimu ini akan ikut dengan kalian."ucapku.
Huhh... inilah salah satu alasan Mamaku mengajak aku ikut setiap ada pesta-pesta dari teman mereka.Kata mereka anak yang berprestasi harus dibanggakan.Apalagi putri cantik yang sangat membanggakan.Ya aku memang salah satu pelajar berprestasi dari Aku SD sampai sekarang.Jadi Mama dan Papa sangat membanggakan aku setiap ada pertemuan dengan teman atau rekan kerja mereka.
Mereka memang pekerjaan keras, tapi mereka tak pernah sekalipun melupakan aku disela-sela kesibukan mereka.Itulah mengapa aku tidak pernah bisa membuat mereka kecewa.Tak ada sedikitpun niatku untuk membuat mereka merasa tidak dihargai.Mereka memang masih tetap memberiku peraturan diusiaku yang sudah,ekhem.Mungkin sudah berajak dewasa kali ya.Tapi merek juga tidak pernah terlalu mengekangku.Bahkan mereka memang tidak mengekang ku sama sekali.Hanya sering memperingati dan menasehati untuk bekal hidup kata mereka.
〰️〰️➰〰️〰️
Malam harinya aku Mama dan Papa sudah dalam perjalanan menuju tempat acara.Acara memang dilakukan dimalam hari dan diselenggarakan di hotel.
"Mama,Papa tuh sebenarnya heran banget deh sekarang."suara Papa memecahkan keheningan dimobil.
"Heran kenapa Pa?"tanya Mama.
"Iya Pa"timpal ku.
"Ini loh sayang,Papa heran banget.Kenapa putri semata wayangnya Papa bisa sangat seperti ini.Padahalkan Mama gak cantik-cantik banget ya."ujar Papa seraya memasang wajah seperti sedang berpikir.
Mendengar penuturan Papa sontak aku jadi tertawa.Sedangkan Mama cemberut,berpura-pura sedang merajuk dengan perkataan Papa barusan.
"Papa,kalau Mama gak cantik-cantik banget gak mungkin dong putrinya bisa secantik aku."tutur membela Mama.
"Ha denger tu apa kata putriku.Papa aja yang bermasalah dengan matanya."saut Mama.
"Ahh,masak Iyah sih sayang."ujar papa tak percaya.
"Udah ahkk males nanggepin Papa.Suka jahat gitu sama Mama."ucap Mama merajuk.
"Hahah..."aku hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka.
"Ehh maaf-maaf ya Mama.Papa cuma bercanda aja kok.Yakan sayang, Mama itu cantik banget tau."bujuk Papa.
"Males ahh.."ucap Mama masih merajuk.
"Udah dong Ma Pa.Kita udah sampai nih."ujarku melerai.
➰➰➰
Didalam sudah ramai dengan tamu-tamu.Saat masuk tadi kami disambut langsung oleh tuan dan nyonya pemilik acara.Setelah itu kami menyapa orang yang berulang tahun.
Karena bosan aku memikih untuk pamit ingin berkeliling disekitar pesta pada Mama.Aku hanya ingin mencari suasana baru disini.
Berjalan sendiri memang sudah biasa buatku.Aku memang jarang bergaul dan sangat susah berinteraksi dengan orang baru.
Saat sedang santai menikmati suasana malam yang sejuk tiba-tiba aku dikagetkan dengan teriakan seseorang.
"Hei kau Gaun biru."teriaknya.
Aku yang sama sekali tak merasa dipanggil hanya terus melanjutkan perjalananku.
"Hei Gaun biru berhenti."teriakan itu lagi.
Aku hanya berpikir siapa sih yang bernama Gaun biru itu.Aneh banget namanya, orang tua mana yang memberinama seperti itu pada anaknya.
Terus melangkahkan kakiku menyusuri taman hotel ini.Acaranya memang dilantai dasar dan berhadapan langsung dengan taman.
Tiba-tiba saja pengait high hils ku terlepas.Aku berjongkok untuk memperbaikinya.Saat aku ingin melangkahkan kakiku kembali tiba-tiba pundakku ditepuk seseorang,membuatku kaget.Aku sontak membalikkan badanku melihat siapa yang mengagetkan ku.
"Kau Gaun biru kenapa tidak berhenti saat aku panggil."ujar pria itu.
"Kau memanggilku?"ucapku.
"Tentu saja kau lalu siapa lagi."
"Tapi namaku bukan Gaun biru."ucapku.
"Aishh."desah pria itu.
"Kenapa?aku kan memang bukan Gaun biru."ucapku enteng.
"Aku kan.."
"Dengar namaku Putri Maharani,bukan gaun biru."ucapku memotong perkataannya.
"Tapi kau kan memakai gaun biru ."ucap pria itu.
"Kalau begitu bicara saja dengan gaunku."jawabku datar.
'ehh kenapa aku bisa refleks mengatakan hal bodoh seperti itu.Ya ampun ini sangat memalukan sekali.'rutuk ku sendiri.
"Kau.. aishh sudahlah.Kau,apa kau yang berulang tahun?."
"Bukan."jawabku datar.
"Tapi Gaun biru mu menggambarkan seperti kau yang ulang tahun."ujarnya.
"Itu bukan urusanmu."ya ampun kenapa gaunku sangat dipermasalahkan oleh pria ini.Padahal gaunku terlihat biasa saja kali ini.
Menyebalkan....