Veni sangat sedih dan kecewa, karena kekasihnya pergi tampa ada kabar, Selesai wisuda.. Haris mengulang sebelum acra wisuda selesai. Anis ayang sibuk berfoto dengan temannya. merasa ke hilangan dengan Haris yang tiba-tiba menghilang tampa kabar.
Dia sangat terpukul, dengar kabar dari temannya Haris. Danu.. memberi kabar. Kalau Haris pergi di bawa sesorang dengan tergesa-gesa.
Veni terdiam di kamarnya, baru saja ia menikmati ke bahagian setelah kepergian kedua orang tuanya, kini ia kembali di tinggal orang uang di cintainya.
Kenapa ia selalu ditinggal pergi, Kenapa.... Apakah aku tidak pantas untuk bahagia.. bisiknya dalam hati.
Veni keluar kamarnya, dilihat nenek sedang duduk di kios peninggalan orang tuanya, Veni tinggal dengan neneknya berdua saja. neneknya sudah tua. . Dia tidak bisa lagi ke sawah untuk berkebun seperti biasanya. sehingga sawah miliknya hanya disuruh garap sama tetangganya. dan mendapatkan hasil setelah panen.
Rumahnya yang sederhana, dengan kebun yang di buat ayahnya dulu. kini masih tetap di olahnya. untuk mengisi waktu senggang di sela-sela kesibukannya.
Dia senang berkebun bunga, dan di masukan ke polibek. kini bunganya sudah banyak di beli tetangganya yang hoby bunga.
Sebenarnya dia ingin ke Kota untuk mencari pekerjaan sesuai dengan ijazahnya. karena kalau di andalkan hidup seperti ini, rasa sangat sulit untuk berubah.
Namun ada keraguan di hatinya, tentang nenek. tidak mungkin ia meninggalkan nenek yang sudah tua sendirian. Hanya nenek yang tinggal.sauadaran bapaknya sangat jauh. Ibunya anak tunggal sepertinya.