"Berita hari ini, telah di temukan sekumpulan mayat di dalam sebuah karung di tempat sampah. Terduga pelaku masih blm ditemukan. Dan korban yang baru ditemukan baru 5 sisanya 7 korban blm di temukan. Sekian dari berita hari ini"
"Ihh kok serem ya berita nya, lain kali aku gk bakal keluar rumah ahh takut" kata ku yang sedang menghabiskan sarapan ku. Aku adalah siswi di sekolah menengah akhir di *****. Nama ku park eum bi.
Aku keluar rumah ku untuk pergi kesekolah, aku berjalan menyusuri komplek rumah ku. Sekolah dengan rumah ku tidak terlalu jauh, jadi aku memutuskan untuk jalan kaki. Akhirnya aku sampai di sekolah. Aku memulai aktivitas sekolah ku seperti biasa, belajar, istirahat, belajar, dan pulang. Tapi hari ini beda, sekolah harus di pulang kan lebih cepat karena salah satu murid di sekolah menemukan sebuah mayat di dalam kamar mandi perempuan.
Polisi berdatangan, semuanya ketakutan, dan terduga pelaku adalah pelaku yang sama seperti yang ada di berita tadi pagi. Karena pelaku akan meninggalkan jejak yaitu di kaki korban akan ada tulisan Red yang di ukir menggunakan pisau. Aku sangat ketakutan. Dan aku memutuskan untuk naik bis pulang ke rumah.
Aku pun sampai di rumah. Aku mandi dan membersihkan rumah ku. Aku pergi ke supermarket dekan rumahku dan membeli beberapa bahan makanan. Saat perjalanan pulang dari supermarket aku melihat ada seorang perempuan yang sedang berlari ketakutan. Aku hanya diam karena aku tidak tau apa yang terjadi. Aku pun pulang dan memasak makanan untuk ku, dan memakan nya. Dan setelah itu aku pun pergi tertidur karena ketakutan dengan yang tadi pagi.
Keesokan hari nya sekolah diliburkan beberapa minggu karena takut akan terjadi lagi kejadian yang kemarin. Saat aku menyalakan televisi, aku terkejut. Karena ada korban baru dari pelaku kemarin, dan pelakunya adalah perempuan yang aku lihat kemarin. Seketika tubuh ku lemas dan terjatuh ke sofa. Aku semakin ketakuan saat itu. Aku menggunci semua jalan masuk ke rumah ku. Pintu, jendela, hingga loteng ku.
Saat siang hari ada seorang siswa yang mengetuk pintu ku dengan ketakutan. Aku melihat nya dan ekspresi nya sama seperti korban perempuan kemarin. Dan aku pun mempersilahkan nya masuk karena aku takut kalau dia akan menjadi korban selanjutnya dari pelaku tersebut.
Siswa itu bernama kim ji seong. Aku memberinya makan dan minum dan menyuruh nya untuk membersihkan diri terlebih dahulu, karena dia terlihat sangat kotor. Aku memberinya handuk, celana, dan baju ku. Dia pun membersihkan tubuh nya dan memakai pakaian yang aku beri.
"T.. terima kasih kak, sudah m.. membiarkan aku masuk"
"Iya sama sama, kamu tinggal dimana?"
"A.. aku tinggal di belakang komplek ini"
"Ohh ya, mau aku antar pulang?"
"T.. tidak n.. nanti si red akan membunuh ku"
"Red ?"
"I.. iya dia"
Aku pun ingat tentang perkataan polisi kemarin, kalau 0elaku terkenal dengan nama red. Aku pun membiarkan nya menginap beberapa hari.
"Hmm baiklah aku akan membiarkan mu tinggal sampai kau mulai tenang ok?"
"O.. oke terima kasih kak"
Aku mengambil kasur lama ku di loteng, aku bertanya dia ingin tidur dimana.
"Ji seong kamu mau tidur dimana?"
"Kalau dekat kaka boleh?"
"Ohh baiklah"
Lalu aku pun menaruh kasur ku itu di samping ranjang ku.
Kita pun mulai tidur, tapi aku selalu menyisir dahulu sebelum aku tidur. Ji seong yang melihat nya mengambil sisir ku dan menyisir rambutku. Aku terkejut karena dia tiba tiba seperti itu, dan aku bertanya padanya.
"Ehh knp? Knp kamu menggambil sisir nya"
"Ahh maaf kak udh kebiasaan dulu ji seong sering sisirin rambut nya kaka nya ji seong maaf"
"Ohh gitu hm, kalau gitu kamu boleh angap kaka itu kaka kamu, biar kamu lebih nyaman. Cepet sisirin rambut kaka, kaka ngantuk nih"
Ji seong hanya tersenyum dan mulai menyisiri rambut ku sambil tersenyum.
Setelah dia selesai menyisir rambut ku, aku mengangkat dia naik ke kasur ku dan aku pun menyirisi rambut nya. "Rambut yang lembut" kata ku. Aku merapihkan rambut nya karena dari tadi rambut nya sangat berantakan. Setelah itu aku berbaring dan memeluk ji seong dan tertidur. Sebelum aku tertidur aku melihat wajah imut ji seong yang tertidur.
Keesokan hari nya, aku terbangun lebih dahulu. Aku memasak banyak makanan, dan menyiapkan air hangat untuk dia mandi. Ahh dia sudah bangun. Ji seong menuruni tangga dengan wajah bangun tidur nya. Ahhh lucu sekali. Aku mencubit pipi nya pelan dan menyuruhnya untuk makan. Aku pun duduk di samping nya dan mulai makan. Dia hanya diam dan melihat semua makanan nya.
"Kenapa diam saja? Ayo cepat dimakan"
"A.. ahh iya terimakasih untuk makanan nya"
Dia pun akhirnya menyantap makanan buatan ku.
Setelah itu aku menyuruh nya untuk mandi.
"Cepat mandi, atau mau kaka mandiin?"
"Ahh tidak, malu"
"Haha kalau gitu cepat mandi sudah ada baju, handuk dan air hangat di dalam. Cepat sana"
Dia pun masuk ke kamar mandi.
Setelah dia keluar kamar mandi aku melihat nya dengan seksama karena dia begitu lucu saat aku memberinya baju bajuku. Aku berfikir apakah mungkin aku menyukainya? Aku sempat berfikir seperti itu
Lalu ji seong menghampiriku dan mengusap bibirku. Aku terkejut dan saat itu jantung ku berdetak sangat hebat. Ternyata ada saus di bibirku dan ji seong mengusapnya.
Sudah sebulan lebih aku tinggal bersama ji seong. Aku dan ji seong mulai sangat dekat. Dan aku juga mulai menyukainya.
Dan saat aku akan menyatakan perasaan ku, kejadian itu pun terjadi.
Aku pergi ke luar untuk membeli beberapa bahan makanan dan beberapa baju untuk nya. Dan saat aku pulang rumah ku begitu kosong, aku sedikit khawatir dan aku mulai masuk. Aku terkejut karena di depan ku ada tubuh ji seong yang sudah tergeletak tak berdaya dan berlumuran darah. Ji seong memberi isyarat untuk aku pergi, tapi aku terlambat untuk pergi. Sang pelaku sudah menutup pintu dan mnguncinya. Aku sangat ketakutan, dan kau tau apa yang dia katakan kepada ku?.
"Hallo saya na jaem in salam kenal dengan mu park eum bi"
Aku terkejut. Dia mendekati ku dengan membawa sebuah pisau di tangan nya.
Ji seong yang dari tadi di belakang menarik baju ku yang membuat ku jatuh. Dia berkata
"Kaka jangan bunuh kak eum bi"
Aku terkejut karena ternyata pembunuh utu adalah kaka nya ji seong. Jaem in yang mendengar itu seketika sadar dan segera membawa adik nya ke rumah sakit.
Ji seong harus di rawat beberapa bulan. Dan jaem in tidak ingin melihat adik nya yang terluka seperti itu. Jaem in akhirnya meminta ku untuk memberinya satu ruangan agar dia tidak membunuh orang lagi. Akhirnya aku memberikan nya satu ruangan kosong di rumah nya.
Sebenernya aku takut harus tinggal bersama pembunuh ini. Tapi aku juga sedikit kasihan padanya. Aku menanyakan di mana rumah ji seong dan jaem in tinggal dan tidak ada yang tau. Hingga aku bertemu kakek tua yang sedang diam di pojokan jalan. Dan ternyata dia mengetahui nya. Dia mengantarku ke rumah nya ji seong dan akhirnya aku sampai di rumah nya. "Rumah yang besar" ucap ku setelah melihat rumah itu. Aku masuk dan melihat banyak sekali benda benda kuno. Dan aku melihat ada catatan medis milik jaem in. Ternyata dia memiliki kepribadian ganda, dan kepribadian nya yang lain itu seorang psikopat.
Aku pun pulang dan menemukan kamar jaem in sudah terbuka dan semua barang di sana sangat berantakan. Aku berlari mencari jaem in dan tidak menemukan nya. Keesokan hari nya aku terbangun dan melihat kalau aku sudah di ikat di atas kursi dan di depan ku ada jaem in yang bertingkah seperti orang gila. Aku ingin berteriak tetapi mulutku di tutup duluan oleh jaem in.
"Tenang, ini tidak akan sakit kok hanya perih sedikit"
"Jaem in sadar ada adik mu di rumah sakit"
Jaem in mulai sadar kembali dan bertanya
"Apakah ji seong sudah sembuh?"
Lalu tiba tiba dia menampar dirinya sendiri dan berubah menjadi psikopat kembali.
Dia melayangkan pisaunya ke arah ku, tetapi ji seong datang tepat sekali sebelum pisau itu menancap di kepala ku.1
"Kak sadar itu kak eum bi"
Lalu jaem in mulai sadar tetapi kepribadian nya mulai menguasai tubuh nya lagi dan melayangkan pisau nya ke ji seong. Dan ji seong tertancap ke kedua kalinya. Saat itu jaem in menusuk nya berkali kali dan ji seong mulai kehilangan banyak darah.
Aku mendorong jaem in dan memeluk ji seong.
"Sadar ji seong aku mohon sadar, aku ingin jujur padamu, sebenarnya aku menyukaimu, aku mohon sadar" kata ku sambil menahan tangis. Jaem in sudah berada di belakang ku dan menusuk ku. Aku terkulai lemas ji seong sudah mulai tak sadarkan diri. Dari detik detik akhir itu aku melihat jaem in yang sedang bertengkar dengan diri nya sendiri hingga akhirnya ia menusuk dirinya sendiri. Dari luar ada orang yang melihat nya dan segera menelpon ambulans. Ambulans datang aku dan ji seong di bawa ke rumah sakit tetapi jaem in tewas di tempat karena dia menusuk nya lebih dari 20 kali.
Akhirnya aku dan ji seong hidup bareng karena ji seong tidak memiliki orang lain lagi.
Ya kan ji seong?
"Hm benar sekali" ucap seorang lelaki manis yang duduk di sampingku.
Terima kasih sudah mau mendengar cerita ku.
Tunggu cerita dari teman teman ku yang lainnya.
Kamsahamida!!!