"𝘽𝙚𝙧𝙪𝙗𝙖𝙝𝙡𝙖𝙝 𝙙𝙚𝙢𝙞 𝙙𝙞𝙧𝙞𝙠𝙪, 𝙮𝙖...? "
Arley , remaja nakal yang merupakan ketua geng MX . Geng MX merupakan geng preman sekolah . Suatu hari Arley jatuh hati pada seorang gadis lembut di sekolah yang membuatnya ingin memiliki gadis itu . Gadis itu adalah Shania , siswi lembut dan pintar namun penakut .
" Jadilah pacarku , ya ? " tiada angin tiada aba-aba Arley tiba-tiba menembak Shania di hadapan gengnya
"Terima! Terima ! " teriak serempak Geng MX
Shania tentu saja tidak berani menolak Arley didepan banyak preman . Mau tidak mau Shania harus menerimanya namun dengan satu syarat .
"Kamu harus berubah jika mau bersama ku " itulah syarat yang diberikan oleh Shania .
"Berubah? Berubah bagaimana ? " tanya Arley kebingungan.
"Kamu harus menjadi orang yang baik dan tidak memiliki banyak masalah karena aku tidak ingin tertarik kedalam masalah masalahmu " jawab Shania.
"Baiklah . Sepakat " Arley memasangkan gelang bertulisan A ke tangan Shania
Shania tidak menyangka sangat mudah berbicara dengan Arley . Ia setuju begitu saja dengan persyaratan Shania . Mulai hari ini tanggal 17 September , Arley dan Shania berpacaran.
Namun tidak mudah berpacaran dengan Arley . Shania sering diajak untuk bermain bersama geng nya . Jujur saja Shania merasa takut , tapi Arley selalu melindungi Shania . Ia tidak membiarkan sehelai pun rambut Shani disentuh oleh orang lain .
Perlahan Shania jatuh cinta pada Arley meskipun Arley belum berubah . Hari ini Arley melakukan tawuran dengan preman sekolah lain . Arley menempatkan Shania di rumahnya dibawah perlindungan anak buah kepercayaannya .
Arley tau musuhnya pasti akan menganggu orang yang menjadi pacarnya oleh sebab itu dia harus mengerahkan anak buahnya yang terkuat untuk melindungi Shania .
"BUK-BUAG-DUG" Arley terkepung dan dia dipukuli oleh tiga orang musuhnya .
"Hahaha M4ti kau ! " seru David , musuh bebuyutan Arley yang merupakan ketua Geng Zero
" ugh..." Arley sudah berdarah-darah akan tetapi mereka masih saja tetap menginjak dan memukul . Hingga terdengar sirine polisi berbunyi baru mereka mau pergi .
Arley sudah diantarkan ke rumah sakit . Kini Shania dan bawahan Arley sedang menuju ke sana . Setelah sampai mereka mencari-cari ruangan Arley dan akhirnya menemukannya
" Bos , bagaimana kamu bisa runtuh begini ? Biasanya Lo akan dengan buasnya menghabisi mereka " sindir salah satu tangan kanan Arley
"Mungkin saja , karena kita tidak ada disisi bos...ya kan " tambah yang lainnya sambil merangkul temannya
Arley tidak menjawab tetapi ia memberi isyarat mata pada bawahannya untuk keluar .
"Oh itu bos , kita pergi ngerokok dulu ya "
Setelah bawahannya keluar . Arley menarik tangan Shania hingga terjatuh di atas badannya . Arley menatap lembut mata Shania , lalu bertanya " Kenapa , takut ya ? " Shania tidak menjawab ... lalu Arley berkata " Lihatlah, aku tidak apa-apa bukan ? Jangan ngambek lagi ya... " Untuk kali ini Shania sedikit tergerak , dia menarik bangku kemudian duduk dan mulai mengeluarkan suaranya
" Kenapa ? Kenapa harus aku yang menjadi pacarmu ? "
Pertanyaan Shania membuat Arley terdiam sesaat .
"Karena kamu yang teristimewa diantara semua wanita yang pernah kutemui "
"Lalu mengapa kau lebih memilih melindungi ku daripada dirimu sendiri ? "
"Sebab kamu sangat berharga di hati ku . Aku ingin bisa melindungimu di sisa kehidupanku " Arley mencium punggung tangan Shania .
" Baiklah kamu menang . Kamu berhasil membuatku jatuh cinta padamu sebelum kamu menepati syarat yang kuberikan " ujar Shania dengan muka cemberut dan kesal . Arley berhasil membuat Shania jatuh cinta dan semakin terikat dengan dirinya.
" Aku..aku pasti akan memenuhi syaratmu dalam waktu yang dekat . Jadi percayalah padaku " Arley menarik Shania kedalam pelukannya . Wajah Shania terhalang oleh badan besar Arley
"Dasar badboy ! hum " gumam Shania , yang perasaannya bercampur aduk antara kesal , bahagia dan sedih .
Beberapa hari dibawah perawatan Shania , Arley telah diijinkan meninggalkan rumah sakit . Arley dan geng nya merayakan pulihnya Arley dengan makan siang bersama di kedai dekat sekolah . Arley juga mengajak Shania sang kekasih hatinya untuk ikut .
Namun acara tidak berlangsung lancar , terjadi penyerangan tiba-tiba oleh Geng Zero yang orang nya mencapai dua puluhan sedangkan Arley hanya membawa sepuluh orang anggota .
Pertempuran sengit terjadi , karena Arley kalah jumlah Shania tertangkap oleh mereka .
"Arley ! Tolong aku " teriak Shania ketakutan .
"SHANIIAAA ! KALIAN LEPASKAN SHANIA ! "
" Oh, namanya Shania ya ? " ucap David sinis sambil mengangkat dagu Shania. Arley tidak bisa berbuat apa-apa karena tangannya ditahan oleh dua orang .
"Sepertinya aku pernah mendengarnya dari ayahku . Oh aku ingat , dia adalah gadis kecil yang selalu bersamamu saat kecil kan ? "
Shania dan Arley terkejut dengan perkataan itu . Sepertinya ada memori masa lalu yang terlupakan dari gudang memori mereka . Perlahan memori tergali kembali...
" Ayah dan ibunya Shania dibuang ke laut hidup-hidup oleh ayahku dan aku tak menyangka sekarang Adalah giliran anaknya . Dulu Shania melihat dengan mata kepalanya sendiri saat orangtuanya dibuang lalu kini Arley yang akan melihat sendiri kekasih kesayangannya mati tenggelam di lautan ataupun dimangsa oleh ikan " David berbicara sambil tertawa bahagia melihat penderitaan mereka .
" DAVID ! JANGAN KAU BERANI APA-APAKAN SHANIA ATAU KAU AKAN MENANGGUNG AKIBATNYA ! " Arley berusaha melepas diri namun usahanya sia-sia .
Sekarang mereka sudah berada di atas kapal kecil dan tepat di tengah lautan .
"Arley ! " Shania terus menangis sepanjang perjalanan tadi . Dia teringat orang tuanya dan juga ketakutan .
" Tidurkan dia ! Lalu buanglah dia !" perintah David
Anak buah David lalu memukul Shania hingga pingsan . Hati Arley teriris ketika melihat Shania tersiksa karena dirinya . Diam diam Arley sudah menghubungi anak buahnya yang lain akan tetapi mereka belum tiba juga , Ia berharap anak buahnya bisa tiba sebelum Shania dibuang ke laut .
"BUANG ! "
"TIDAAAKK ! SHANIAAAA . huhuhu- Maaf ...maafkan aku . Aku memang tidak berguna " Arley marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa melakukan apa-apa untuk menolong Shania .
"Bos kami tiba ! " geng Arley sudah tiba mereka menyerang dan menciptakan kesempatan bagi Arley untuk menolong Shania .
"Shania tunggulah aku ... " batin Arley .
Shania yang belum tenggelam terlalu dalam berhasil diselamatkan Arley . Ia membawa Shania ke pinggir laut dan membalingkannya .
"Shania...Shania bangunlah. Shaniaa..." Arley beberapa kali menggoyangkan badan Shania , memberi nafas buatan namun Shania tak kunjung bangun.
"Ar... Arley ? "
"Sha...Sha ? Syukurlah... Syukurlah kamu tidak meninggalkanku . Aku sangat takut tadi" Arley memeluk erat Shania .
Mereka berpelukan dipinggir laut dengan Ombak yang menghantam mereka . "Arley , ternyata kamulah sahabat ku dulu . Akhirnya aku menemukan keluargaku lagi " ujar Shania .
"Maaf , aku tidak berhasil melindungi dulu . Dan sekarang aku juga hampir kehilanganmu lagi "
" Tidak . Kamu tidak pernah gagal . Kamu akan selalu menjadi sandaran ku yang terkuat "
" Aku sangat depresi saat kehilanganmu dulu . Untung saja kita dipertemukan kembali . Dendamku sudah lenyap ketika aku menemukanmu lagi . Aku janji aku tidak akan menjadi Bad boy lagi . Ayo kita membuka lembaran baru , maukah kamu ikut denganku pindah ke negara lain ? "
" Ya , setidaknya aku akan selalu bersamamu disana . Karena saat bersamamu aku merasa sangat aman " ujar Shania dengan suara lemah lalu pingsan .
Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit . Arley dan Shania berpamitan dengan teman-teman mereka kemudian mereka terbang ke negara lain untuk membuka lembaran baru di kehidupan mereka .
Punggung Kuat Pelindung Ku
By : Eileenns