seorang gadis cantik dengan rambut coklat ikal sedang duduk dengan linglung di taman sekolah.
Rose Blutige. tahun ini aku lulus dari sekolah atas, di hari kelulusan banyak anak mulai saling menyatakan cinta mereka.
bagaimana denganku?. aku tidak tertarik dengan hal seperti cinta dan yang lainnya, bahkan aku mulai bertanya-tanya, apakah hal itu begitu penting?.
dari pada memikirkan hal itu mungkin lebih baik aku pulang saja, lagian jemputan ku juga sudah datang. untuk keluarga seperti kami, cinta dan perasaan hanyalah hal yang paling tidak berharga. pernikahan sudah bukan di tangan kami lagi, bagi masyarakat kelas atas, pernikahan hanyalah alat tawar menawar untuk mendapatkan keuntungan.
kalian menganggap ku sebagai barang dagangan?. ya itu tidak salah sih, terutama perempuan sepertiku, siapa yang berani menawar lebih tinggi maka aku akan di berikan kepadanya. baiklah, jika bahasanya agak kejam, aku akan merubahnya.
bagaimana kalau begini 'siapa yang lebih kaya dan memberikan keuntungan yang lebih besar, dia berhak menikahiku'. apa itu cukup halus?.
hah lupakan, aku pulang saja. aku berjalan menuju parkiran mobil dan melihat orang tua berpakaian butler berdiri di samping mobil Maserati Levante Trofeo berwarna hitam.
"nona, silahkan"
namanya adalah Grounwell. dia memiliki rambut berwarna putih yang disisir rapi layaknya pelayan kelas atas. dengan beberapa kerutan di wajahnya. jika dilihat dari luar usianya mungkin terlihat di pertengahan 60-an, meski sudah tua dia masih terlihat bersemangat.
dia membukakan pintu mobil dan dengan sopan menyuruhku masuk ke dalam. aku masuk dan duduk dengan nyaman sambil menatap keluar jendela dengan linglung.
Grounwell:"nona. perjodohan anda akan dilakukan malam ini"
Rose:"aku tahu"
yah, inilah takdir yang menungguku. aku hanya berharap bahwa pria yang akan menjadi suamiku adalah orang yang baik. tapi apapun itu terserahlah, lagian aku juga tidak bisa melakukan apapun.
akhirnya setelah sekitar lima belas menit aku sampai di rumah. rumah ku cukup besar, setidaknya sekitar 25 hektar bergaya Eropa clasic dengan tiga lantai.
aku lelah dan ingin segera berbaring dan tidur di ranjang ku yang empuk. tapi itu hanya akan jadi harapan. malam ini adalah malam perjodohan ku, tidak mungkin mereka akan membiarkan ku beristirahat.
aku langsung di tarik oleh beberapa pelayan yang menyuruh mandi dan bersiap-siap untuk acara perjodohan.meraka memilih berbagai gaun yang akan aku kenakan. entah kenapa aku merasa bahwa mereka memperlakukan ku seperti boneka yang ingin mereka dandani.
langit mulai gelap dan bulan mulai menggantung di langit yang penuh bintang. akhirnya malam perjodohan tiba, aku tidak tahu bagaimana nasib ku setelah ini. mungkin aku akan menemui suami yang baik dan hidup bahagia selamanya atau justru sebaliknya, bertemu dengan suami yang kejam dan akan menderita selamanya.
malam semakin larut, tamu yang diharapkan tidak kunjung datang. rencananya malam ini aku akan di jodohkan dengan seorang pemuda dari keluarga yang posisinya jauh lebih tinggi dariku.
tap...tap .tap.
Suara langkah kaki terdengar. aku menunggu hanya untuk melihat bahwa yang datang adalah seorang lelaki sekitar usia lima puluhan yang memakai pakaian butler dengan senyum di wajah nya. sekilas aku sudah tahu bahwa dia adalah seorang pelayan.
apakah tuan muda ini begitu sombong hingga dia menyuruh pelayan untuk mewakilinya. dimana harga diri keluarga Blutige. lupakan saja, dengan sikap orang itu aku yakin bahwa ibuku tidak akan menerima nya.
"maaf semuanya, pertama perkenalkan diri saya terlebih dahulu. saya adalah Sauvell. saya adalah pelayan pribadi dari tuan saya"
"baik. Sauvell, dimana tuan mu?"
yang menjawab adalah kleine katzengottin, ibuku. dia menggunakan gaun malam panjang berwarna ungu. rambutnya yang berwarna hitam di sanggul, ibuku dengan pakaian dan tempramen nya, dia masih terlihat sangat muda, jika dilihat dari luar mungkin seperti gadis di awal tiga puluhan.
dia berasal dari keluarga Katzengottin. salah satu dari keluarga tingkat empat. keluarga tingkat empat berada di bawah keluarga tingkat tiga dan begitu seterusnya. hingga yang teratas yakni keluarga bangsawan. dan untuk keluarga kami, itu berada di keluarga Duke. dimasyarakat modern masih ada hal seperti itu?. bagi manusia mungkin tidak ada kecuali di negara khusus, tapi bagi kami para vampir, tingkat keluarga menunjukkan kekuatan dari Bloodline kami. semakin tebal bloodline yang kami miliki maka semakin besar pencapaian kami di masa depan.
Sauvell:"itulah tujuan saya datang kesini malam ini. tuan muda harus melakukan sesuatu yang penting, jadi dia tidak bisa hadir malam ini".
Kleine:"jadi seperti itu. aku mengerti. kalau begitu perjodohannya bisa kita tunda"
Sauvell:"kalau begitu saya akan permisi dulu"
Sauvell membungkuk dengan hormat berjalan mundur sebanyak tiga langkah lalu berbalik dan pergi. aku agak bodoh saat menyaksikan ini. ibuku yang biasanya memikirkan kehormatan keluarga menerimanya begitu saja?.
Rose:"Bu.."
Kleine:"kamu bisa makan dan setelah itu beristirahat"
sambil mengucapkan kalimat itu, ibu berdiri tanpa perubahan sedikitpun dengan ekspresi nya, lalu berbalik dan pergi menuju kamarnya di lantai dua.
......
aku berbaring di tempat tidurku dengan tatapan kosong. hari ini perjodohannya di tunda. tapi ini bukanlah akhirnya, mereka bilang di tunda dan bukan di akhiri. aku masih ingin menikmati kehidupanku yang sedikit longgar saat ini.
aku sudah memutuskan. malam ini kita akan berkeliling kota sepanjang malam.
setelah mengambil keputusan, aku turun dari tempat tidur meninggalkan selimutku yang hangat dan mengganti piyama ku dengan jaket tebal.
aku pergi ke balkon, berhenti sejenak dan menatap bulan biru yang tergantung di langit, ceria bersama bintang malam.
kabut hitam perlahan berkumpul di bagian belakangku dan terkondensasi membentuk lima pasang sayap kelelawar. perlahan tubuhku mulai melayang dan terbang tinggi ke angkasa. saat kamu melihat ke atas kamu akan disuguhkan dengan bintang-bintang dan rembulan, sementara jika kamu melihat ke bawah, kamu akan melihat keindahan kota pada malam hari.
aku terus terbang dan mendarat di atas sebuah gedung pencakar langit. aku berjalan ke pinggir, memegangi pagar pembatas di atap gedung dan melihat hiruk pikuk kota di malam hari. kota yang penuh dengan kebisingan ternyata menyimpan keindahan jika dilihat di waktu yang tepat. seperti hidup ini, jika kamu memandang sisi negatifnya kamu akan selalu merasa bahwa hidupmu menderita, tapi jika kamu memandang sisi positifnya kamu akan selalu merasa lebih beruntung.
tanpa sadar aku mulai tersenyum sambil memandangi gemerlap lampu perkotaan.
"senyum yang indah"
sebuah suara magnetis yang datang dari belakang membuyarkan semua pikiranku. aku menoleh dan melihat seorang pria tampan dengan rambut coklat dan mata yang indah. kulitnya putih dan tubuh nya tinggi, sekitar 1,8m.
Rose:"apa itu ucapan yang seharusnya kamu katakan kepada orang asing?"
"kalau begitu, haruskah kita berkenalan"
Rose:"apa untungnya bagiku?"
lagian dia hanya manusia, kami ras vampir mampu hidup ribuan tahun, sementara manusia mungkin hanya seratus tahun atau lebih. umur itu terlalu pendek bagi kami.
"haruskah berkenalan untuk mencari keuntungan?"
Rose:"tentu saja"
"lalu, apa yang nona ini inginkan?"
aku tidak terlalu berharap banyak kepada manusia ini, tapi karena aku ingin melupakan semua urusanku malam ini, maka mungkin dia bisa menjadi teman yang tepat.
Rose:"aku ingin bersenang-senang malam ini, mungkin kamu bisa menunjukkan tempat yang tepat"
"setuju"
pria itu mengulurkan tangannya. saat aku menjabat tangannya itu terasa dingin dan halus. kuat tetapi halus.
Rose:"aku Rose"
"aku Grey"
Rose:"baiklah, kalau begitu kamu harus menepati janjimu"
Grey:"kalau begitu, tempat seperti apa yang nona inginkan"
aku memikirkan banyak tempat yang ingin aku kunjungi, tapi tidak mungkin untuk mengunjungi semua tempat itu dalam satu malam. jadi aku memutuskan untuk mengunjungi taman hiburan terbesar di seluruh kota.
Rose:"aku ingin mengunjungi taman hiburan"
....
kami berangkat menggunakan mobil BMW X6 berwarna hitam. sebenarnya akan lebih cepat jika terbang.
lima belas menit kemudian kami sampai di tempat tujuan. berbagai lampu yang berwarna-warni dan berkelap-kelip menghiasi mataku. aku ingin mencoba semua wahananya.
pertama-tama aku mencoba berbagai permainan untuk mendapatkan hadiah. tapi selalu Grey yang mendapatkannya untukku. jika aku memperhatikannya, dia sebenarnya adalah orang yang baik. entah kenapa aku merasa nyaman bila di dekatnya.
barang-barang yang kami dapatkan, menumpuk seperti bukit kecil. gimana aku bisa membawa semuanya. tangan ku tidak cukup.
Grey:"sini, biar aku bantu memindahkannya ke mobil"
Rose:"oke"
setelah memasukkan semua hadiah yang kami dapat ke dalam mobil, kami melanjutkan untuk menikmati berbagai macam wahana, yang terakhir yang aku Naiki adalah biang Lala.
saat sampai di puncak tertingginya aku melihat pemandangan kota yang indah. aku hanya memandangi kota sambil tersenyum. ini adalah ketenangan yang jarang aku dapatkan, perasaan tidak terkekang ini benar-benar menyenangkan.
aku menoleh kembali menghadap Grey yang sedang duduk di hadapanku. aku melihatnya tersenyum lembut dan menawan, entah kenapa jantungku berdetak lebih kencang dari biasanya. apakah laki-laki selalu bisa tersenyum semanis ini?.
Rose:"k, kenapa kamu melihatku seperti itu?"
Grey:"aku hanya mengagumi bulan yang ada di belakang mu"
Rose:" oh"
bulan?. kamu mau melihat bulan?. omong kosong yang bagus. jelas-helas dari tadi kamu memandangku.
kami turun dari biang Lala dan bersiap untuk pulang. saat di jalan kami mampir di sebuah restoran Italia. aku menyukai hidangan Italia.
aku memesan Ravioli dan Grey memesan Spaghetti. selain makanan yang kami pesan di sini juga di sediakan berbagai macam wine yang berkualitas.
karena aku bukan penggemar wine, aku tidak tahu wine jenis apa ini.
Grey:"aku menyarankan untuk gadis di bawah umur tidak minum nya"
Rose:"aku bukan_"
sebelum kata-kata ku selesai aku di sela oleh suara berdering dari telepon genggam Grey.
Grey:"maaf. aku akan mengangkat telpon dulu"
Grey pergi untuk mengangkat telepon. tanpa sadar aku kembali melirik botol wine di atas meja. aku bukan gadis di bawah umur, memang sih aku terlihat seperti gadis SMA tapi usiaku sudah lebih dari 90 tahun ok. aku memasuki sekolah Menengah atas tiga tahun yang lalu. aku hanya memasuki sekolah supaya bisa menyesuaikan diri dengan masyarakat.
aku mengambil gelas wine itu dan menenggaknya, rasanya agak manis tapi bercampur dengan asam dan sedikit pahit khas alkohol. setelah hanya seteguk aku merasakan sensasi menghangat di seluruh tubuhku.
aku mengambil botol di atas meja dan menuangkannya ke dalam gelas dan meminumnya. kepalaku menjadi ringan dan seperti melayang.
Grey:"aku kem_... kamu, kamu mabuk?"
apa itu?, ahh... aku bisa melupakan ketidak bahagiakan ku. aku tidak bisa berhenti untuk menenggaknya, tiba-tiba tangan ku menjadi ringan dan botol wine yang tadi aku pegang sudah menghilang.
Grey:"kamu tidak boleh minum lagi"
dengan suara yang dingin dan tegas.
Rose:"kem.. ceguk...balikan"
Grey:"tidak, kamu sudah mabuk"
Rose:"aku.. ceguk..tidak mabuk"
Grey:"ayo, aku akan mengantarmu pulang"
Grey membawaku ke dalam mobil. aku melihat Grey menjadi sangat tampan. aku bersandar di lengannya dan merasakan otot-otot yang terlatih dengan baik. tidak bisa mengontrol diriku aku memeluk lehernya dan mencium pipinya.
Grey:" ini berbahaya menjauh lah"
Rose:"kamu sangat tampan"
kesadaran ku mulai goyah dan tidak jelas.
......
Rose:"kamu sangat tampan. malam ini kamu adalah milikku"
entah kapan aku tertidur, saat bangun aku mendapati diri ku di sebuah kamar yang besar dan kasur yang empuk. kepalaku masih pusing, aku memperhatikan sekeliling dan menyadari bahwa ini bukan lah kamarku. aku ingin turun dari ranjang, tapi aku merasa sakit di sekujur tubuh ku, terutama di bagian bawah. lebih parah aku mendapati bahwa aku tidak mengenakan apapun di tubuhku. aku dengan cepat membungkus kan selimut itu ke tubuhku dengan erat. sepertinya aku tau apa yang telah terjadi.
bajingan itu. lihat bagaimana aku akan merobek dan menghisap darahmu, kamu berani mengambil kesempatan dariku.
trak....
saat suasana hatiku sedang sangat buruk. aku melihat orang yang ingin aku cabik-cabik keluar dari sebuah ruangan dengan rambut yang basah dan hanya mengenakan sehelai handuk.
tubuhnya yang penuh dengan otot-otot yang terlatih dengan baik terpampang jelas di hadapan ku. otot-ototnya tidak berlebihan dan bisa di bilang seksi.bditambah dengan butiran air sebening kristal yang menetes dari rambutnya, ini benar-benar mahakarya.
tunggu. apa yang aku pikirkan, bukan kah kau ingin merobek bajingan ini, kenapa aku malah mengaguminya sekarang.
aku akan mencabik-cabik nya. mata yang semula hitam berubah menjadi merah dan gumpalan asap hitam muncul di belakang punggung ku berubah menjadi lima pasang sayap kelelawar.
aku ingin menyerangnya, tapi tiba-tiba aku merasakan tekanan yang sangat kuat yang menekan ku. disana aku melihat pria itu, mata yang awalnya berwarna biru kini menyala dengan warna merah, gumpalan asam di belakang punggungnya mulai terkondensasi. itu bukan asap hitam seperti yang aku miliki, tapi asap itu bercampur dengan warna merah darah. perlahan terkondensasi menjadi delapan pasang sayap kelelawar hitam dengan corak merah berdarah.
Rose:"kamu, kamu bukan manusia... kamu adalah vampir. dan lagi, Prince?"
Grey berjalan perlahan ke arah ku dengan wajah tenang. membungkuk dan perlahan berbisik di telingaku.
Grey:"aku hanya melakukan yang kamu minta tadi malam"
Rose:"yang aku minta?, kapan_"
aku hanya ingin menyangkalnya, tapi tiba-tiba aku mengingat kejadian tadi malam. aku benar-benar mendorong nya ke bawah?. tidak, ini sangat memalukan.
aku memalingkan wajahku karena malu. malam itu aku mabuk berat. oke , aku memang tidak tahan dengan alkohol. Grey ingin mengantarku pulang, tapi karena dia tidak mengetahui dimana aku tinggal, dia membantuku menyewa kamar di hotal. saat dia ingin pergi aku yang sedang dalam keadaan mabuk menahannya, dan akhirnya hal itu terjadi. aghh.... memalukan sekali.
Grey perlahan menyentuh pipiku dan mencium nya. setalah itu dia membisikkan sesuatu di telingaku.
Grey:"Rose. sekarang kamu adalah milikku"
Rose:"apa yang kamu katakan, walaupun kamu adalah seorang Prince hubungan ini tidak mungkin di lanjutkan"
aku melepas tangannya, berdiri dan meraih pakaian ku yang berada di sofa. aku mengenakan pakaian ku dan melihat Grey yang sedang mengawasi ku.
aku mendekat dan memeluknya. perasaan nyaman ini. sekarang aku tahu kenapa anak-anak itu akan begitu antusias. ternyata seperti inilah rasanya memeluk orang yang kamu sukai. tapi takdir lebih kejam daripada kelihatannya.
Rose:" Grey. aku juga menyukaimu. tapi, kadang jalan takdir akan lebih menyakitkan daripada tikaman belati. hubungan ini tidak mungkin untuk dilanjutkan. hubungan ini hanya hubungan satu malam, setelah ini kita akan saling melupakan"
tanpa sadar air mataku mulai jatuh tak terkendali. selama ini aku mengira bahwa semenjak kematian ayahku, aku tidak akan menangis lagi. tapi...
aku mengangkat wajahku dan melihat Grey menatapku tanpa mengucapkan sepatah katapun.
aku melepasnya dari pelukanku, dan berbalik untuk pergi. sampai tangan ku di pegang dengan erat.
aku berbalik dan menatapnya. perasaan ku campur aduk, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
aku sedikit berjinjit dan mencium bibir Grey, bibirnya lembut dan halus. Grey memelukku dengan erat dan memperdalam ciumannya. perasaan enggan muncul di hatiku, kesedihan perlahan tumpah, dan air mata kembali di torehkan di wajah ku.
saat aku hampir terengah-engah Grey melepaskan ciumannya dan menatapku dengan mata yang tulus.
Grey:"tinggal lah bersamaku"
Hatiku bergetar, bisakah?. tapi mengingat posisi keluargaku saat ini, aku tidak bisa melakukannya. aku tidak tahu apa yang akan dilakukan tuan muda itu terhadap keluargaku. walaupun aku belum pernah melihatnya, tapi dia juga merupakan Prince dan memiliki qween di keluarganya.
dengan air mata yang masih mengalir aku kembali menatap Grey.
Rose:"Grey. itu tidak mungkin. cinta ini akan di mulai saat matahari tenggelam dan berakhir saat matahari terbit. setelah ini kita akan menjadi dua orang asing yang tidak saling mengenal"
kali ini aku berbalik dan pergi meninggal kan ruangan. dengan perasaan yang berantakan, kesedihan, dan ketidak mauan, aku pergi meninggalkan hotel.
......
Lima hari setelah kejadian itu. aku duduk di balkon sambil memandangi bulan. mulai besok aku akan menjadi milik orang lain. Grey, semoga kamu akan bahagia. cinta yang bermulai saat matahari tenggelam dan berakhir saat matahari terbit, tapi matahari akan selalu tenggelam dan selalu terbit, semen Tara cinta ku akan berakhir selamanya.
------------------------------------------------------------------------------------
catatan: ada part duanya.
oh ya ini juga sebelum dimulainya cerita PRINCESS OF THE NIGH dimana tokoh utamanya bernama Emilia. kalau baca ntar tahu sendiri lah btw princess of the night itu novel Lo ya.