Dua buah pintu beras dengan ukiran-ukiran yang membuat decak kagum setiap orang yang melihatnya, membuat seorang anak perempuan penasaran dengan apa yang ada didalam ruangan itu.
Melisa dan beberapa anak-anak rombongan tour sekolah mengunjungi sebuah museum, disana juga ada beberapa perpustakaan buku.
Melisa dan anak-anak yang lain mengelilingi museum selama beberapa jam di pandu oleh Tour guide.
Saat Tour guide menjelaskan tentang beberapa benda-benda kepada anak-anak, Melisa melihat ada sebuah pintu besar yang tiba-tiba muncul disalah satu dinding museum. Melisa pun bertanya pada Tour guide tentang pintu itu, tapi sayangnya Melisa dianggap halusinasi karna hanya dia yang bisa melihat keberadaan pintu besar dengan ukiran-ukiran itu. Saat Melisa mencoba untuk berjalan mendekati pintu itu, guru dan Tour guide memanggilnya untuk pergi ketempat selanjutnya. Akhirnya Melisa pun mengikuti Tour guide dan rombongannya, walaupun begitu Melisa masih penasaran dengan pintu besar itu.
Mereka mengelilingi beberapa tempat-tempat yang sudah ada didaftar jurnal yang guru berikan sebelum mereka sampai di museum.
Jam istirahat makan siang mereka berkumpul di restauran terdekat dan guru memberikan mereka waktu istirahat 1 jam sebelum melanjutkan ketempat selanjutnya. Melisa tidak ikut makan siang, dia pergi diam-diam ke sudut paling belakang supaya bisa nenyusup pergi kembali untuk melihat pintu itu lagi.
Dia penasaran kenapa hanya dia yang bisa melihat keberadaan pintu besar itu sedangkan Tour guide dan yang lain tidak bisa melihatnya. Sesampainya disana Melisa mencoba untuk mendekati pintu itu, tiba-tiba ada 2 penjaga yang berpatroli mengawasi museum. Melisa pun bersembunyi dibalik patung-patung yang dipajang didekat dinding yang tadinya muncul pintu aneh. Setelah para pengawas itu pergi, Melisa kaget kenapa pintu itu tidak terlihat lagi. Dia berfikir apa tadi dia hanya berhalusinasi seperti yang Tour guide katakan padanya, Melisa masih tidak percaya. Dia yakin bahwa pintu itu tadi benar-benar ada, dia menunggu beberapa menit tapi pintu itu tetap tidak muncul. Dengan keputus asa'an dia hendak pergi, saat dia melangkah pergi beberapa meter. Melisa tidak sengaja meraba dinding dan dia merasakan ada sesuatu yang aneh dengan dinding itu. Saat dia menekan dinding itu, barulah muncul kembali pintu dengan lebar 6 meter dan tinggi 8 meter. Melisa berdecak kagum melihat pintu itu yang berwarna coklat tua seperti sudah usang, Melisa pun mencoba pembuka pintu itu tapi pintu itu tidak mau terbuka, dia mencoba lagi dan lagi, tetap saja tidak mau terbuka.
Akhirnya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan temapt itu, Melisa berjalan sembari tangannya meraba dinding-dinding museum.
Tanpa disengaja dia menemukan sebuah benjolan didinding itu seperti sebuah tombol kunci, Melisa pun menekan tombol tapi tetap tidak ada efek sama sekali. Beberapa saat kemudian dia mencoba memutar tombol itu, tiba-tiba gemuruh besar terdengar dan pintu itu mengeluarkan suara.
Ceklel..........
Mellisa pun merasa kalo pintu itu sedah tidak terkunci lagi dan bisa terbuka, Melisa bergegas lari menuju pintu ukir besar itu dan mendorongnya. Saat dia melihat kedalam.
Wahhhh..... besar sekali!
Decak kagum terpancar jelas dari matanya. Didepan matanya dia melihat sebuah ruangan besar penuh dengan buku-buku yang berserakan dilantai, bertumpukkan diatas meja dan tertata rapi di rak-rak buku. Tapi didalam sama dia tidak melihat satu pun orang yang menjaganya, Melisa pun berjalan masuk ke perpustakaan itu. Saat dia masuk pintu itu pun otomatis tertutup.
Ceklek.... Blem!
Dia kaget tapi tidak mempedulikan tentang pintu itu karna dia masih penasaran dengan buku-buku didalam perpustakaan itu. Dia mencoba melihat lebih dekat, tiba-tiba...
Miau....miau....miau.....!
Ada 2 ekor kucing yang menjaga perpustakaan itu menghampirinya, karna Melisa suka dengan binatang. Tentu saja dia sama sekali tidak takut dengan 2 ekor kucing itu, Melisa mendekati 2 ekor kucing itu dan mengelus kepalanya.
Melisa membaca beberapa buku yang ternyata isinya dongeng-dongeng fantasi yang belum pernah dia dengar, Melisa melihat sebuah buku besar yang diletakkan diatas meja dengan ditutupi sebuah kotak kaca. Melisa mencoba membuka kotak kaca itu dan mengambil buku itu, buku itu pun tiba-tiba mengambang terbang mengeluarkan cahaya dan terbuka. Keluarlah sesuatu yang menakjubkan dari dalam buku itu.
Petualangan pun dimulai.
Melisa seolah-olah terjatuh dari ketinggian, tiba-tiba saat dia membuka matanya dia berada di sebuah tanah lapang hijau rerumputan yang sangat luas dan kedua ekor kucing itu pun ikut berpetualang dengannya.
Melisa berdiri dan melihat sekitar tapi tidak melihat apa-apa, dia kebingungan bagaimana caranya dia kembali ke museum. Kucing-kucing itu pun berbicara pada Melisa, sontak saja Melisa kaget dan mencoba menghindar. Tapi kucing-kucing itu meyakinkan bahwa hanya mereka yang dapat membantu Melisa pulang ke dunianya. Melisa bertanya pada kucing-kucing itu bagaimana caranya supaya dia bisa kembali ke perpustakaan. Kucing-kucing itu pun menjawab pertanyaan Melisa.
"Bagaimana caranya aku bisa kembali lagi ke perpustakaan?" Tanya Melisa
"Kamu hanya perlu pergi ke kastil Merry dan masuk kedalam sana, tapi kasti Merry terletak cukup jauh dari sini." Jawab salah satu kucing
"Aku harus pergi ke arah mana untuk menemukan kastil Merry?" Tanya Melisa kembali
"Ikuti saja kamu, kami sudah sering membawa banyak orang pergi ke kastil Merry. Tapi beberapa orang yang melewati desa akan menetap disana dan ada beberapa yang tidak ingin kembali kedunia asalnya dan memilih untuk menetap disini, jadi berhati-hatilah dengen bujukan mereka". Ucap kucing-kucing itu memperingatkannya.
Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan. Melisa mengikuti kucing-kucing itu dari belakang, setelah melewati beberapa perbukitan dan hutan yang rindang mereka pun sampai di desa yang disebutkan oleh salah satu kunci. Melisa pun melihat betapa damainya didesa itu, bahkan dia melihat beberapa orang asyik bercanda tawa, dan anak-anak bermain. Ada salah satu orang yang mendekatinya dan bertanya.
"Apakah kamu orang dari dunia atas" tanya sosok laki-laki yang berdiri tegak didepannya, sebut saja Virgon.
"Iya, aku dari dunia atas dan sedang mencari dimana letak kastil Merry berada" jawab Melisa dengan nada tenang, dia tidak boleh terlihat gugup atau takut karna kucing tadi sudah memperingatkannya.
"Untuk apa kamu mencari kastil Merry, menetap saja disini dengan kamu dan hidup damai." Ucap Virgon membujuk Melisa.
"Aku ingin kembali ke duniaku dan menikmati hidup disana." Ucap Melisa tegas mempertahankan keinginannya untuk kembali.
Virgon pun menunjukkan arah dimana letak kastil Merry berada.
"Disanalah letak kastil Merry berada, kami sudah mencoba beberapa kali tapi tetap tidak bisa membukanya. Keberuntungan setiap orang hanya satu kali untuk mencoba membuka pintu itu, jika sudah mencobanya dan tidak berhasil kembali kami terpaksa harus tinggal disini. Itulah sebabnya kita tidak bisa kembali, jika kamu bisa membukanya maka kamu bisa kembali kedunia atas tapi kami tetep tidak bisa ikut denganmu." Ucap Virgon menceritakan pengalaman mereka pada Melisa.
"Apakah dulu pernah ada yang bisa membuka pintu itu." Tanya Melisa penasaran
"Pernah, dan dia mencoba membawa kekasihnya keluar. Alhasil kekasihnya meninggal dengan cara mengenaska, dari situ kali tidak berani meninggalkan tempat ini." Jelasnya
"Maksudnya?..
Meninggal dengan mengenaskan?"
Melisa semakin penasaran.
"Dia mencoba mebawa kekasihnya keluar dan tiba-tiba pisau-pisau besar menghujani kekasihnya itu, karena hanya orang yang bisa membuka pintu itu saja yang bisa kembali kedunia atas." Jawabannya
Melisa pun berpamitan dan pergi menuju kastil Merry bersama kucing-kucing itu. Sesampainya disana, Melisa disambut dengan pintu gerbang yang sangat megah dan besar. Dibalik pintu berbang itu sudah terlihat pintu kayu dengan ukiran-ukiran seperti di museum, saat Melisa ingin mencoba membuka pintu itu. Dia mengurungkan niatnya dan kembali ke desa untuk bertanya pada yang lain bagaimana mereka bisa gagal membuka pintu itu untuk mengetahui apa saja yang sudah mereka lakukan sehingga mereka bisa gagal. Setelah Melisa mendengar apa yang mereka ceritakan Melisa kembali ke kastil Merry dan mengingat saat pertama kali dia membuka pintu besar itu di museum. Dia baru ingat ternyata Hanya dia yang bisa membuka pintu itu, karna hanya Melisa yang tau bagaimana cara membukanya. Sama seperti saat di perpuatakaan, Melisa pun mencari tombol berbentuk kupu-kupu untuk membukanya. Setelah dia berhasil membukanya hanya ada waktu 10 menit hingga pintu itu tertutup kembali, saat pintu itu tertutup jika Melisa terlambat untuk keluar maka selamanya dia akan terkurung didunia itu dan tidak akan bisa kembali lagi ke museum tempat dia semula. Melisa bergegas keluar dan tiba-tiba kastil Merry seolah-olah runtuh, Melisa seperti ikut terjun kebawah. Sontak saja dia berteriak kencang, saat membuka mata dia sudah berdiri di dalam perpustakaan.
Melisa bergegas keluar dari perpustakaan.
"Blem!" Suara keras akibat pintu yang tiba-tiba tertutup membuat jantungnya berdetak kencang.
Sebuah tangan memegang pundaknya dan...
"Melisa kamu dari tadi kemana aja, ibu guru cari dari tadi". Ucap seorang perempuan yang ternyata guru Melisa.
Melisa mencoba berbalik menengok dinding dan ternyata pintu itu sudah lenyap kembali, Bu guru menceritakan bahwa dia baru telat 5 menit untuk jam makan siang. Karena ibu guru kasian takut Melisa nantinya kelaparan saat melanjutkan studi tour, ibu guru mencarinya untuk makan siang. Melisa kaget, karena dia merasa bahwa dia didalam sana sudah sekitar 7 hari yaitu 1 minggu tapi kenapa didunia nyata hanya 5 menit..
Terimakasih sudah mampir membaca karya tulis saya😘😘😘🤗🤗🤗🤗
Jangan lupa like dan coment