Pada saat itu saya sepulang mengunjungi tempat wisata di daerah Magelang bersama sahabat dengan 2 sepeda motor.., setiap motor berboncengan (cowo-cewe)..
Waktu itu pulang dari tempat itu pukul 3 sore, kita lewat jalan memutar.. disaat kita pulang hujan deras, saya mementingan & meminta sahabat saya untuk memakai jas hujan, tetapi saya engga memakai karena hanya ada 1, disaat seperempat perjalanan kita berhenti sejenak untuk istirahat dan makan, ketika selesai makan cuaca agak mereda, walau sedikit gerimis sahabat yang saya bonceng memutuskan untuk jas hujan tidak dipakai.. kita pun melanjutkan perjalanan..
Setelah beberapa jam kemudian kita berada di jalan bukit samping kanan kiri sudah terasa seperti melewati tengah hutan, tidak ada rumah atau pun lampu penerangan & kabut pun mulai turun menutupi jalanan.. jarak pandang hanya 1 meter
lampu penerangan hanya dari sepeda motor, kita melewati jalan hanya berpatokan dengan melihat garis marka agar tidak jatuh dari jurang/keluar dari aspal jalan.., ketika masuk jalanan yang sedikit rusak.. saya berhenti mendadak, sedangkan motor teman saya berada jauh didepan.., setelah berselang saya berhenti mendadak sahabat/teman wanita yang saya bonceng bertanya "kenapa berhenti mendadak?" ujarnya.. saya pun menjawab "tidak, tidak apa-apa.. nanti saya bakal cerita kalo sudah ada lampu penerangan", kemudian saya melanjutkan perjalanan kembali..
Setelah turun dari perbukitan/jalanan hutan bagian atas dan melewati kabut kita turun dan menemukan perkampungan dengan penerangan yang lumayan terang.. ketika berhasil melewati kabut dan jalanan yang gelap... kita merasa lega bisa menemukan jalan yang terang.
Begitu kita sudah mendapatkan perjalanan kisaran 70% kita memutuskan untuk istirahat kembali..
saya pun menceritakan ketika saya berhenti mendadak.. saya bilang "ketika saya berhenti mendadak tadi.., saya melihat Seorang perempuan anak kecil berwajah seperti kulit pohon (bertekstur pecah-pecah), mata berlubang hitam pekat tanpa pupil, lensa maupun bola mata.. begitu juga mulutnya hitam pekat.., ketika dia menyebrang jalan, saya rem mendadak karena telah menabrak anak perempuan itu (saya sempat melihat, ekspresinya sebelum tertabrak saya) dia berekspresi kaget seperti anak kecil kaget ketika tertabrak kendaraan, disitu saya kaget dan bertanya didalam hati "apa itu tadi? aku sudah menabrak anak kecil? tapi kok ada bayangan putih dominan hitam", saya tidak berani melihat kebelakang.. saya hanya melihat kedepan dan melihat dari spion, saya berbicara dalam hati lagi "kalo tertabrak kok tidak ada suara anak kesakitan dan ga ada orang, sahabat yang saya bonceng juga ga panik karna saya udah menabrak sesuatu, mungkin perasaanku saja..", selesai cerita.., sahabat yang saya bonceng menjawab "aku kira kamu rem mendadak karena menabrak belalang, yang aku lihat cuma belalang yang baru terbang", sahabat saya yang lain pun hanya mendengarkan dan ada yang ketakutan.., sambil beristirahat untuk ngemil di In*om*ret.., sambil saling bertukar cerita keseruan disetiap perjalanan.., setelah istirahat usai kita melanjutkan perjalanan pulang walau sempat berpisah karena saya salah ambil jalan tetap kita semua bersyukur bisa sampai rumah dengan selamat.
Sekian dan terima kasih.. 🙏🏼🙏🏼🙏🏼😇😇
(foto hanya pemanis)