Berawal dari perkataan dan ledekan dari teman-teman disekolahku,Namaku adalah Tania Joselin, dan biasa dipanggil selin. saat ini aku duduk di bangku kelas dua sekolah menengah pertama, aku adalah sosok gadis yang begitu pendiam dan polos, aku juga gadis yang tidak banyak memiliki teman karib seperti yang lainnya, aku berasal dari keluarga yang cukup sederhana, dan anak bungsu dari tiga bersaudara di keluarga kami.
pagi hari ini begitu cerah dan bersemangat, aku membuka jendela kamarku dan menghirup udara segar yang masuk, hari ini aku harus kesekolah dan melakukan aktivitas keseharianku,
kadang aku bosan dengan roda kehidupanku sendiri, aku terlalu dikekang oleh keluargaku sendiri, bahkan tidak bisa menikmati waktu bersantai dengan teman-temanku layaknya kedua sahabatku
aku selalu dipaksa untuk menjadi nomor satu dikelasku ataupun di sekolahku, tak heran jika aku selalu meraih peringkat pertama disetiap tahun mulai aku sekolah dasar,karna itulah aturan dirumahku yang mengharuskan anak-anaknya berprestasi di sekolah
"kita keluarga yang tidak mampu, jadi usahakan belajar dengan giat agar kelak kalian bisa meraih cita-cita kalian", itulah perkataan ayah dan ibuku jika melihat kami malas belajar atau bermain-main
kedua saudaraku terpaut usia yang sangat jauh dariku, aku punya satu saudara laki-laki dan sudah bekerja saat ini dan satu saudara perempuan yang masih berstatus anak sekolah di sekolah menengah atas,
hari ini aku kesekolah dengan jalan kaki, memang tidak terlalu jauh jarak sekolahku, hanya berjalan sekitar sepuluh menit saja, aku sendirian,karna kakak ku berangkat bersama temannya naik motor .
aku sampai disekolah dengan disambut kedua sahabat karibku, dan melangkah masuk kedalam kelas sambil mereka bercanda ria sesekali
"sel, pr sekolah kamu udah selesai belum?? minta dong aku belum siap nih",kata sarah sahabatku, bukannya dia tidak bisa mengerjakannya tapi waktunya akan ia habiskan dengan bermain sosmed dan berjalan-jalan bersama mamanya, sarah adalah anak orang kaya dan selalu dimanja oleh orangtuanya
"sarah nih selalu aja kaya gitu, kerjain sendiri sana", kata bimo sahabat ku laki-laki, tapi ia lebih dekat dengan perempuan dan kadang berbicara dengan gaya perempuan, tapi dia bukan ben**ng, tapi memang seperti itu sifatnya
" gak papa kok bim, lagiankan sarah mintanya gak tiap harikan?", kataku melerai agar keduanya tidak bertengkar dan kami mulai duduk dikursi masing-masing
" makasih ya sel, kamu memang sahabat yang terbaik deh", kata sarah dan memelukku dan aku mengambil buku pr sekolahku dan menyodorkannya pada sarah
tiba-tiba sorak dari teman sekelasku menggema dan meneriaki nama laki-laki kakak kelasku, dan sambil mengucapkan namaku, aku heran dan menoleh kearah teman-temanku
" kak rafa, selin menyukaimu, dia hanya malu bertemu denganmu",
"kak rafa, kata selin dia menyukai kakak",
"kak rafa, selin menunggumu nanti siang",
"kak rafa, kata selin dia menyukai kakak",
begitulah teriakan teman-teman sekelasku yang sangat heboh dan berisik, sementara aku hanya diam membisu tanpa mengeluarkan sepatah kata.
kak rafa tetap berjalan dengan gayanya yang selalu bisa membuat hati para wanita disekolahku klepek-kelpek, bahkan tak jarang ada yang mengungkapkan perasaannya secara langsung dengan kak rafa,
kak rafa adalah tipe cowok yang sangat dingin dan tidak banyak bicara, sangat di sukai oleh teman-teman disekolahku, dia adalah cowok populer dan sangat disukai oleh guru-guru kami, selain tampan dan berbakat, kak rafa juga seorang siswa yang pintar dan juga orangtuanya orang kaya.
tapi aku heran, mengapa teman-teman sekolahku meledek aku dengan kak rafa, sementara kami hanya pernah sekali bertemu dan itupun karna kami mengikuti olimpiade dan satu mata pelajaran.
mulai dari hari itu,teman-teman ku dan sarah sahabatku selalu meledek aku dan mengatakan bahwa aku menyukai kak rafa, dan tentu saja itu membuatku malu dan semakin tidak ingin keluar dari ruang kelasku walaupun jam istirahat berlangsung,
"sel,ga usah dipikirin apa kata mereka, yang pentingkan kamu ga seperti yang mereka bicarakan",kata bimo yang melihat wajahku sedikit ditekuk karena ledekan teman-temanku
"hehe maaf ya sel, aku ikut-ikutan doang kok, tapi beneran loh kamu sama kak rafa cocok", kata sarah dan langsung dipelototi oleh bimo dan menyikut tangannya
" aku malu rah, kan aku sama kak rafa ga ada apa-apa, lagin kalian kenapa sih harus ledekin aku sama kak rafa", tanya ku dengan sedikit wajah marah kepada sarah dan manjauh dari mereka berdua
"kamu sih rah,ngapain ikutan sama mereka sih",kata bimo yang ikut kesal dengan sarah dan berlari mengikuti ku
hari demi hari kulewati dengan berbagai macam gosip yang beredar disekolahku tentang aku dan kak rafa, sebenarnya aku tidak ingin ambil pusing, taoi kadang perkataan mereka membuatku marah atau kesal,
sedangkan kak rafa ia sedikit pun tidak peduli dengan gosip kami yang beredar, seolah tidak ada yang terjadi dan ia tetap santai seperti biasa,
tapi hari ini, aku sendiri tidak tau apa yang membuat kak rafa berubah dalam beberapa bulan ini, ia semakin sering datang kekelasku dan menghampiri ku dikursi, kadang tanpa ada alasannya ia hanya melihatku sekedar dan kangsung pergi dari sana
hal itu bahkan membuat seisi sekolah semakin membenciku dan kerap sekali mereka menyindirku ketika aku lewat di lorong kelas mereka
pagi ini aku dipanggil keruangan wali kelasku, dan aku pergi sendiri tanpa ditemani bimo atauoun sarah, aku berjalan dengan langkah yang tergesa-gesa tapi tiba-tiba tanganku ditahan oleh seseorang dari belakang
aku pikir siaoa yang menarikku, dan aku langsung berbalik melihatnya, betapa terkejutnya aku melihat kak rafa yang dengan gaya coolnya berdiri di depanku.
aku tidak tau perasaan apa yang aku alami saat ini, jantungku berdebar kencang dan pipiku langsung panas dan merah, aku malu dan takut ketahuan siswa yang lainnya
"ada apa kak? mengapa kakak menahanku?",tanyaku langsung debgab kak rafa dengan sedikit gugup dan takut
" aku ingin bicara denganmu, apa kau punya waktu istirahat nanti?", tanya kak rafa dengan lembut sambil melepaskan tanganku
" mau bicara apa kak? apa tidak bisa disini?",tanyaku lagi dengan tanda tanya besar dikepalaku
"tidak, aku ingin bicara berdua denganmu",kata kak rafa lagi dengan menaikkan alisnya satu
"baiklah kak, tapi dimana?", tanyaku dengan polosnya dan membuat kak rafa sedikit tersenyum
Tampan
"di taman sekolah, aku tunggu disana",jawab kak rafa dan langsung berlalu dari sana
sementara aku melanjutkan langkahku menuju ruangan wali kelasku, dan sampai disana ternyata wali kelasku meminta tolong padaku untuk menyatat materi kami, dan seperti biasa aku selalu mengiayakannya
jam istirahat tiba, sesuai apa yang aku katakan dengan kak rafa, aku harus menemuinya disana,takutnya kak rafa sudah menungguku disana,
aku melangkahkan kakiku dengan cepat dan menolak ajakan bimo dan sarah untuk kekantin, dan itulah biasanya yang aku lakukan
aku melangkahkan kakiku untuk menuju taman, takutnya kak rafa sudah menungguku disana
sesampainya aku disana, aku melihat kak rafa yang sudah duduk disalah satu kursi yang ada disana, aku menghampirinya
"kak rafa, udah lama nunggunya?"tanya ku sambil duduk disamping kak rafa
"gak kok sel, aku juga baru datang disini",jawab rafa dengan senyuman di bibirnya
"oohh gitu ya kak, kak rafa mau ngomong apa sama selin?",tanya ku dengan melirik kearah kak rafa
"gini sel, aku mau nanya sesuatu sama kamu",kata kak rafa dengan sedikit nada yang lirih dan pelan hampir tidak terdengar
"mau nanya apa kak?",tanyaku dengan sedikit kepo tentang apa yang ingin ditanyakan oleh kak rafa
"gini sel, umm apa kamu ada dekat sama cowok lain atau udah pacaran gitu??", tanya kak rafa sedikit pelan dan suara yang lirih
"gak ada kak, jangankan pacaran, selin mau keluar dari rumah sama teman-teman aja dilarang sama mama papa,selin",kujawab pertanyaan kak rafa dengan sedikit bingung dengan apa yang dia tanyakan
"hahahah masa sih sel, emang kamu di kekang banget ya sama ortu kamu?",tanya kak rafa dengan sedikit tertawa karna mendengar penuturanku
"iya bener kak, selin srius ini, ga pernah di ijinin buat keluar sama keluarga selin",jawabku dengan nada sedih dan wajah yang sedikit muram
"bagus deh kalo gitu, jadi mulai hari ini kita bisa berhubungan deket dong ya sel?",kata kak rafa lagi
"boleh sih, tapi selin takut sama omongan siswa-siswi diantara kita kak, kan kak rafa tau sendiri akhir-akhir ini kita sering banget dibicarain",kataku kepada kak rafa, karna memang itu yang betulnya, aku hanya takut nantinya bakal makin banyak yang membenciku
"denger ya sel, gak usah dengerin apa kata mereka, yang ngejalanin itu kita, yang ngerasain itu kita, jadi buat apa harus dengar omongan mereka",jawab kak raka sambil melihat kearahku dengan tatapan mata yang tajam
"baiklah kak, selin akan coba",kataku dan tersenyum kearah kak rafa
"kalau gitu, selin balik ke kelas dulu ya kak, bentar lagi mau masuk",kataku lagi dan meninggalkan kak rafa sendiri disana
tidak lama setelah itu, kak rafa menyusukku dibelakang, ia juga ikut kembali ke kelasnya karena bel masuk telah berbunyi.
semakin hari hubunganku dan kak rafa semakin dekat, kadang ia datang ke kelasku dan mengajakku untuk keluar ketaman sekolah, kadang juga kak rafa akan mengantarkanku sampai ke gang masuk rumahku,
aku senang,aku bahagia, karena aku tidak bisa berbohong dengan perasaanku yang telah menyukai kak rafa dari jauh hari, tidak-tidak, aku menyukai kak rafa dari kami masuk sekolah ini
saat itu aku melihat kak rafa yang sedang duduk sendiri di depan kelasnya, aku yang masih anak baru dan masih menjalani masa orientasi siswa tidak begitu mengenal kak rafa
awal pertama melihatnya, aku langsung terpesona karena wajahnya yang bawaannya cool dan tidak banyak bicara,
aku berpikir untuk mengubur perasaan ku, karena tidak mungkin aku bisa mendapatkan atau sekedar dekat dengan kak rafa, jangankan perempuan yang tidak ia kenal, untuk satu kelasnya saja sangat susah mendekatinya, maka dari itu aku memilih menyimpan persaanku untuk kak rafa,
hari ini kak rafa mengajakku untuk pergi ke perpustakaan, itu adalah hal yang rutin ia lakukan. dengan membawa tas miliknya dan buku yang ada ditangannya kak rafa menarik tanganku agar mengikutinya
"kak rafa, jangan tarik tangan selin gini kak, malu diliatin sama mereka",kataku sambil melepaskan tangan kak rafa
"ngapain malu sih sel, lagian mereka udah sering liat kita juga",jawab kak rafa dengan santai dan tersenyum manis
hah sunggu tampan
heii hati, jangan terlalu bawa perasaan
aku sadar dengan posisi ku jika ingin bersama kak rafa, aku hanya seorang anak miskin yang harus dituntut menjadi pintar, sedangkan kak rafa hahaha
mudah baginya untuk menjadi idola dimanapun
beberapa bulan terakhir ini adalah kesempatan untuk tahun kak rafa belajar dengan fokus, mereka akan mengadakan ujian akhir sekolah tinggal beberapa bulan lagi, hal itu justru membuatku dan kak rafa menjadi lebih jauh dan kadang tidak bertemu lagi
sedangkan aku dan sarah sahabatku sudah bagaikan orang asing yang tidak pernah saling kenal, padahal selama aku dekat dengan kak rafa aku selalu mengutamakan sarah dan bimo, tapi sepertinya sarah ikut membenciku seperti layaknya siswa lainnya
aku berjalan dilorong kelas menuju toilet sekolah kami, saat itu jam istirahat banyak siswa yang berkeliaran disana tiba-tiba suara sorak mulai terdengar mengarah untukku
katanya gak suka tapi malah dekat
katanya sekedar teman diskusi tapi malah lengket
katanya gak mau dekat sama cowok kok malah lengket sama kak rafa
banyak cacian dan sindiran yang ku dengar daris setiap mulut pedas siswa-siswi sekolah itu, aku merasa mereka memang benar adanya, dulu sebelum aku dekat dengan kak rafa aku pernah mengatakan jika aku tidak menyukainya dan tidak ingin dekat dengan laki-laki, tapi nyatanya aku berhubungan baik dengan kak rafa
aku seolah menulikan telingaku dan melabgkah menuju toilet, tidak lama setelah itu aku kembali ke kelasku dengan perasaan yang sulit untuk digambarkan
mengapa semua orang harus membenciku?? salahkah jika aku menyukai seseorang? salahkah jika aku ingin seperti mereka, merasakan cinta seperti layaknya anak-anak sebayaku??
perasaanku mulai gundah dan cemas, aku ingin menjauhi kak rafa tapi itu pasti akan sangat sulit, tapi mengingat hubungan kami saat ini, pasti itu akan bisa kulakukan
👣👣💌
hari ini adalah hari ujian akhir kak rafa, setelah itu dia akan pergi dari sekolah kami dan akan meninggalkan ku sendiri, aku memang masih mempunyai sahabat yaitu bimo, tapi rasanya berbeda dengan kak rafa
selama kak rafa ujian sekolah aku tidak pernah bertemu lagi dengannya, karena kami diliburkan dan akan sekolah kembali saat mereka sudah selesai ujian, aku juga tidak punya ponsel seperti teman-temanku lainnya, msmbuat aku dan kak rafa tidak bisa berkomunikasi lagi,
tepat tanggal 10 mei hari dimana kami masuk sekolah dan suasana berubah drastis menjadi sepi. angkatan kak rafa sudah tidak sekolah lagi. dan yang paling membuatku bersedih karena kak rafa tidak disini lagi dan tidak ada temanku yang bisa membuatku tertawa seperti beberapa bulan yang lalu
aku melewati masa-masa ini dengan sedikit lesu dan tidak bergairah lagi, tapi aku memaksakan diriku untuk tetap bisa fokus pada sekolah ku, aku tidak ingin kedua orangtuaku mendapat panggilan ke sekolahku hanya karna nilai ku yang turun atau semacamnya
tidak terasa akhirnya aku sudah naik kelas saat ini, dan itu artinya kak rafa sudah mulai masuk sebagai murid baru disekolahnya, entah mengapa aku berpikiran tentang kak rafa hari ini, tapi aku berusaha untuk membuang pikiranku jauh-jauh.
aku berjalan pulang kerumahku hari ini, dan tiba-tiba dari arah belakang ada suara motor yang berhenti, aku menoleh dan menatap siapa gerangan itu
"kak rafa!!?,ngapain kak rafa disini??", tanyaku dengan terkejut kehadiran kak rafa disana
"selin, ayo naik, aku akan mengantarkanmu pulang seperti dulu",kata kak rafa lembut dan tersenyum
senyum yang kurindukan dan selalu membuatku bersedih karenanya
"tidak apa-apa kak,selin jalan kaki aja, lagian gak jauh lagi kok",jawabku sambil tersenyum dan mulai melangkahkan kakiku lagi
" udah gak papa,lagian udah lama loh kita gak bertemu apalagi ngaterin kamu pulang kaya gini",jawab kak rafa dan langsung turun dari motornya,menariku dan memakai helm dikepalaku
"ayo naik",kak raka menolehku dibelakang, aku menurutinya dan kami melaju menuju rumahku, aku banyak berdiam selama perjalanan, begitu juga dengan kak rafa, ia seolah ingin mengatakan sesuatu tapi ia takut untuk bicara
"sampai juga akhirnya, ayo turun",kata kak rafa dan aku dengan wajah malu turun dan melepaskan helm yang ada dikepalaku
"makasih ya kak tumpangannya, maaf repotin",kataku dan ingin pergi dari sana, tapi tangan kak rafa menarikku dan menghentikan langkahku
"sel, mulai besok aku yang akan mengantarkanmu, kamu cuma nunggu aku di gerbang aja, gak ada penolakan ya sel!",kata kak rafa dengan sedikit penekanan, bukan lagi tawaran melainkan sebagai ancaman ditelingaku
"baik kak",jawabku dengan perasaan kikuk didepan kak rafa,
"yaudah aku pulang ya",kak rafa mengelus rambutku dengan lembut, ohh Tuhan jangan membuat jantungku seperti mau meledak saja
"kak rafa hati-hati di jalan, jangan ngebut ya",kataku dengan pelan dan langsung melangkah melanjutkan jalanku kerumah
👣👣
tiga tahun aku berhubungan baik dan dekat dengan kak rafa, sampai akhirnya ia melanjutkan studynya di luar kota, sedangkan aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas dan kan mengikuti ujian akhir sekolah,
aku sering diajak kak rafa kerumahnya dan diperkenalakan dengan orang tuanya, aku senang dan bahagia,akhinya gadis polos sepertiku menagalami yang namanya jatuh cinta
tapi aku dan kak rafa belum punya hubungan pasti, ia hanya ingin fokus ke studynya dahulu baru akan membicarakan tentang hubungan kami, aku setuju dan tidak mempermasalahkannya, toh juga kami sudah saling kenal dan sama-sama direstui oleh keluarga kami.
.
hari ini tepat hari ulang tahun kak rafa, aku menyiapkan kado untuk kak rafa, memang hanya kado kecil-kecilan yang ku persiapkan,
aku menghubungi kak rafa dan mengatakan bahwa nanti malam aku ingin bertemu dengannya, ia menjawab iya dan aku memutuskan panggilan kami,
dengan style baju kaos oblong dan jelana jeans berwarna hitam, dan kemeja yang senada dengan celana yang ku gunakan, ditambah dengan sepatu berwarna silver, aku melihat penampilan ku di kaca dan tersenyum sendiri.
aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 19.05, yang artinya sebentar lagi kak rafa akan datang menjempuku, aku bersiap-siap dengan perasaan campur aduk,
sesaat ku dengar suara motor berhenti di depan rumah, mamaku memanggilku dan mengatakan kak rafa ada didepan, aku langsung keluar dengan wajah yang bahagia,
"udah siap??",tanya kak rafa dengan lembut
"udah kak, kita berangkat sekarang, mam aku jalan sama kak rafa bentar ya",kataku dan mencium tangan kak rafa
"tante, selinnya aku bawa keluar dulu ya",kak rafa berpamitan dengan mamaku dan kami langsung berangkat dari sana
"kita mau kemana sel??",tanya kak rafa kepadaku
"ummm kita ke taman aja ya kak, selin pengen kesana",jawabku dan langsung diangguki oleh kak rafa
tapi tidak lama sebelum kami sampai ke taman, bunda kak rafa menelfonnya dan mengatakan kak rafa harus cepat-cepat kerumah, dengan wajah lesu kak rafa meminta maaf padaku dan kami melaju kerumahnya,
aku dan kak rafa masuk kedalam, tidak biasanya rumah kak rafa seoi seperti ini, aku heran dan bingung, mungkin keluarga kak rafa mau memberikan suprise kepada kak rafa.
kami melangkah kearah belakang rumah kak rafa dan benar, disana banyak orang dan terlihat ayah dan bunda kak rafa ada disana
tapi tunggu,, ada beberap orang yang asing disana menurutku, dan juga seorang gadis cantik duduk dengan bunda kak rafa dengan senyuman bahagianya, tapi bukankah itu sarah???
aku terkejut bukan main, melihat pemandangan seperti ini membuatku sesak dan ingin langsung pergi dari sini,tapi aku sadar itu akan sangat memalukan
"nak rafa udah datang, ehh ada nak selin juga, ayo sini sayang duduk dulu",kata bunda kak rafa sambil menarikku untuk duduk bersama mereka
"jadi semua sudah ada disini, kita mulai acaranya sekarang ya",tambah bunda kak rafa lagi, hal itu semakin membuatku bingung dan perasaan kalut dan takut
"jadi begini rafa, ayah dan bunda sudah sepakat untuk menjodohkanmu dengan nak sarah, semua keluarga sudah sepakat, kalian akan menikah ketika nak sarah sudah lulus SMA",kata ayah kak rafa dengan tegas, seketika membuatku mematung ditempat
sedangkan kak rafa seperti menahan emosi, ia tidak bersuara ataupun marah
satu detik
dua detik
tiga detik
kak rafa menoleh kearahku yang sudah menundukkan kepala, aku ingin pergi dari sini, aku tidak ingin mendengar ini
"tapi ayah, aku tidak mengenal dia, dan aku tidak menyukai perjodohan",kata kak rafa dengan berdiri dan nada yang tajam dan dingin,
"rafa!!! kau tidak boleh menolaknya, ini sudah kesepakatan keluarga kita,bahwa kau harus menikah dengan nak sarah",kata ayah kak rafa dengan tak kalah tegasnya
mendengar itu kak rafa langsung menarik tanganku keluar dari sana, ia dengan langkah tergesa melajukan motornya dengan kecepatan tinggi,
aku takut dan refleks memeluk kak rafa dari belakang, kami berhenti disebuah taman yang tak jauh dari kawasan rumah kak rafa
"kak rafa, jangan seperti ini, kendalikan emosi kakak",kau mulai mengajak kak rafa berbicara dengan lembut dan mengelus lengan kak rafa
"tapi sel, aku tidak menyukai wanita munafik itu, aku juga sudah mencintai wanita lain",jawab kak rafa dengan masih emosi di pancaran matanya
"kak dengarkan selin, mungkin kakak saat ini belum bisa menerima sarah, tapi suatu saat nanti kak rafa pasti bisa mencintainya",kataku dengan sok bijak dan tegas, padahal dalam hatiku sangat sakit dan sedih
aku mencintai kak rafa, ia laki-laki pertama yang menerimaku dan membuatku jatuh cinta, tapi mengapa ketika aku mencintainya menjadi seperti ini
"selin, dengarkan aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintai wanita seperti sarah, dan perjodohan itu tidak akan terjadi",jawab kak rafa dengan memelukku dengan erat seolah tidak mau melepaskannya
"selin, aku mencintaimu, dan itu sudah sangat lama, aku mnyukaimu dari dulu, dan akan tetap seperti itu",perkataan kak rafa seolah membuatku kehilangan sebagian kesadaran ku dan jantungku mulai berdetak ingin meledak lagi
"ka..kk..kak.. raf..a beneran ngomong kayak gitu?",tanyaku sedikit ambigu dengan keadaan
"sel, dengar ya, mulai awal aku sudah menyukai mu, hanya saja aku ingin hubungan kita dekat lebih dahulu supaya saling mengenal satu sama lain, aku juga ingin kita berdua fokus untuk cita-cita kita dahulu, tapi mendengar apa yang ayah katakan tadi, aku takut jika kamu nanti akan menjauh dariku dan akan mencari laki-laki lain, aku tidak ingin itu terjadi sel",kata kak rafa dengan menggenggam tanganku dengan erat dan mata yang teduh
aku tersenyum dan memeluk kak rafa kembali, aku senang dan bahagia akhirnya kak rafa mengatakan perasaannya padaku, tapi aku tidak ingin kak rafa melawan ayahnya sendiri demi hubungan kami
"tapi kak rafa, hubungan kita tidak akan direstui oleh orangtua kak rafa, aku juga tidak ingin kak rafa menjadi anak yang melawan pada orangtua, jadi terimalah perjodohan kak rafa dengan sarag", kataku di sela-sela pelukanku dan kak rafa
"sel aku tidak ingin melepasmu, bagaimana pun caranya",kata kak rafa yang tetap bersikeras untuk tidak menerima perjodohannya dengan sarah
"kak dengerin selin, kalau kita memang ditakdirkan untuk bersama,apapun yang akan menjadi penghalang pasti akan dilancarkan, tapi sekeras apapun kita berusaha kalau tidak ditakdirkan bersama akan tetap berpisah kak",kataku dan melepaskan pekukanku dengan kak rafa
"tapi sel, aku tidak ingin pisah denganmu, aku mencintaimu",kata kak rafa sambil terus menggenggam tanganku
"selin juga mencintai kak rafa, tapi kita ikuti jalan yang sudah ditakdirkan untuk kita, dan ini kado buat kak rafa, selamat ualng tahun dan semoga menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi",kataku dan mengeluarkan kado kecil dari tasku
👣👣💌
setelah satu minggu dari kejadian ulang tahun kak rafa, aku semakin sering bertemu dengannya, kadang kak rafa sengaja datang ke rumahku untuk menemuiku, aku sudah tidak sekolah lagi, karena kami telah selesai ujian akhir sekolah,
hari ini aku keluar untuk berjalan-jalan, sekarang aku sedikit diberi kebebasan oleh orang tuaku, mereka mengijinkanku keluar tapi denga batas tertentu,
saat sedang berjalan sendiri, di danau sekitar aku melihat sosok laki-laki yang sangat familiar untukku,
kak rafa??
mengapa dia ada disini??
siapa wanita itu??
aku bertanya-tanya kala melihat kak rafa dengan seorang wanita yang membelakangi kearahku, mereka berdua tampak asik berbicara
aku penasaran dan mendekat kesana, tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dan aku tersentak
"tante dina? ada apa tante??",tanyaku sedikit terkejut melihat keberadaan tante dina disana
" tidak apa-apa selin, tapi tante mau ngomong sesuatu sama kamu,",jawab tante dina dan mengajakku duduk tidak jauh dari sana
"tante langsung ke intinya aja, tante hanya ingin megatakan agar kamu menjauhi anak tante, rafa, tante tidak ingin acara pernikahan mereka batal karena kehadiranmu yang selalu menganggu rafa, tante menyayangimu seperti anak tante, tapi tante hanya tidak suka denganmu karna kita jauh berbeda, selin kau harus sadar dengan posisi mu, kau tidak bisa bersama dengan rafa",kata tante dina dengan penekanan dan itu membuatku sakit hati, dari awal hal inilah yang aku takutkan
"baik tante, selin akan menjauhi kak rafa",jawabku seadanya
"bagus, jangan pernah muncul dihadapan kami, dengar, kalau bisa kamu pergi dari sini",kata tante dina lagi dengan sorot mata tajam dan mengancam, dan setela mengatakan itu tante dina langsung pergi dari sana
aku menangis dalam diam, sakit sunggu sakit mendengar perkataan tante dina yang seolah merendahkan derajat keluargaku, aku tau itu memang benar adanya,tapi mengapa tante dina harus mengatakan hal sejahat itu.
aku pulang kerumah dengan perasaan kalut dan sedih, melihat kak rafa dengan sarah berduaan dan perkataan tante dina yang sangat kasar,
aku memutuskan untuk mengambil kuliah di luar kota, agar aku tidak bertemu dengan kak rafa lagi dan aku bisa melupakan kak rafa,
dan akhirnya aku diterima salah satu kampus diluar kotaku saat ini, aku akan berangkat dua hari lagi, dan selama itu juga kak rafa tidak menberi kabar untukku dan bahkan tidak pernah lagi datang kerumahku,
aku tersenyum dengan kisah cintaku yang kandas begitu saja, dan pada akhirnya aku meninggalkan semua kenangan kota ini hari ini, aku sengaja tidak memberitahu kepada kak rafa tentang kepergianku, dan memang dia tidak pernah lagi mencariku
👣👣💌
enam tahun telah berlalu dengan cepat, aku sudah menyandang gelar sarjana ekonomi dan hukum, yahh aku kuliah dengan beasiswa full selama ebam tahun ini. aku mengambil S1 dan S2 ku sekaligus bekerja disebuah perusahaan, saat ini aku sedang dalam perjalanan menuju kota kelahiranku, kota yang sangat aku rindukan dan menyimpan banyak kenangan
aku dijemput oleh kakak iparku dan kedua orangtuaku, mereka tampak bahagia melihat kedatanganku, begitupun aku, tapi ada sesuatu yang masih menganjal dihatiku saat ini, dan aku teringan dengan tulisanku terakhir kali dibuku harianku
cinta pertamaku,
masih erat tersimpan dilubuk hatiku
nama, dan wajah yang masih sama di beberapa
tahun yang lalu, aku tidak bisa berbohong
aku masih mencintainya
hatiku masih terbelenggu kepadanya
masih jelas mengharapkan cinta yang sudah kandas begitu lama
aku memang payah dalam urusan cinta
aku tidak ingin menerima hati yang baru
yang hanya mengisi sementara saja
ahhaah aneh bin bodoh, aku wanita yang paling bodoh menurutku, aku masih mencintai laki-laki yang mungkin saat ini sudah bahagia dengan keluarganya
kami berjalan menuju rumah dengan menyeret koper milikku, kulihat sekeliling rumahku yang memang sudah direnovasi tapi dengan suasana yang masih sepeti dulu
kamarku yang kurindukan, masih sama di enam tahun yang laku, foto-fotoku terpajang cantik disana, dan aku melihat sebuah foto kecil dimana aku berseragam sekolah SMA dan laki-laki dengan pakaian casual, cinta pertamaku
👣👣💌
aku berencana untuk tinggal beberapa minggu disini,karena aku mengambil cutiku ditempat ku bekerja selama enam tahun yang tak pernah ku ambil
hari ini aku berencana mengajak orangtuaku untuk pergi berbelanja dengan ditemani oleh kakak iparku.
kami pergi kesebuah mall terbesar dikotaku, dengan menggandeng kedua tangan orangtuaku, kami menelusuri setiap barang yang ada disan
mataku tertangkap sesuatu yang sangat ku kenal, Bukankah itu kak rafa?? tapi mengapa dia sangat berbeda dengan kak fara enam tahun yang lalu
dimana sarah istrinya?? apa mungkin dia hanya sendiri disini?? banyak pertanyaan yang ada di otakku, tapi aku tidak ingin menemuinya atau menegur sapa dengannya
aku melewati begitu saja tanpa sadar kak rafa sudah ada didepan ku, dimana mama dan papa?? aku mencari mereka dan ternyata mereka sudah jauh dariku dan kakak ku ada disana,
aku ingin menegejar mereka tapi dihentikan dengan panggilan kak rafa
selin??
selin!!?
kak rafa memanggil namaku, dan aku menoleh kearahnya
"kak rafa?? ada apa kak??",aku bicara seolah tidak pernah terjadi apa-apa dengan kami
"selin, bagaimana kabarmu, aku sangat merindukanmu, kenapa kau menghilang begitu lama dan muncul baru saat ini??", tanya kak safa dan memelukku dengan erat
"kak lepasin selin, nanti istri dan anak-anak kakak salah paham",kataku dengan mendorong kak rafs
"apa yang kau bicaraakn, siapa istriku, anak-anakku?? aku tidak pernah menikah selin, aku mencarimu selama ini dan menunggumu",kata kak rafa dengan nada yang sedikit emosi
"tapi kak, apa kakak mau membohongiku? seperti yang kakak lakukan enam tahun yang lalu",jawabku dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"dengarkan aku selin, aku tidak pernah menghianatimu atau melupakan mu.........",kak rafa menceritakan semua yang telah terjadi selama enam tahun ini
dan hal itu yang menyebabkan kak rafa berubah seperti ini, ia sangat kurus dan tidak ter urus
tiba-tiba dari arah belakang, bunda kak rafa datang, tante dina menghampiri kami dan langsung meminta maaf padaku dengan airmata yang menganak,
"tante, sudahlah, jangan seperti ini, semua itu masa lalu, selin sudah melupakannya dari jauh hari",jawabku dan memeluk tante dina
"selin, kamu masih mencintai rafa kan nak, tante menyetujui hubungan kalian nak",kata tante dina dan itu membuatku menjadi cangung
"selin, kamu belum menikah atau punya kekasih kan?",tanya kak rafa sedikit ragu
"belum kak, selin belum nemuin yang benar-benar cocok buat selin",jawabku dengan malu-malu, tidak bisa ku pungkiri lagi bahwa aku masih mencintai kak rafa
"menikahlah denganku selin, aku mencintaimu",kata kak rafa dan langsung memelukku dengan erat
"aku juga mencintai kak rafa",kataku dan membalas pelukan dari kak rafa
#END
#Tengkiuu buat semuanya😘😘 semoga suka dengan cerpen saya yang banyak kekurangan ini😍😍
#love you all