Seperti menapaki hamparan duri yang siap menghujam garang langkah-langkah pelan.
Ibarat bejalan diantara sisi-sisi ranjau tajam yang siap menggores tubuh yang tertatih.
Gamang...
Memilih antara maju dengan Airmata ataukah Mundur perlahan dengan ribuan luka.
Aku tak menyalahkan mu...Aku tak menyalahkan nya,tapi rasa...
Ya...rasa lah yang sangat patut kusalahkan atas apa yang terjadi antara kita.
Aku menyeka Air bening yang tak kuinginkan mengalir membasahi wajahku bahkan hingga menggenangi raut duka ku sore ini di Lobby penjemputan Bandara.
Aku adalah Siska aleyana,seorang perempuan yang terjebak di suatu perjanjian konyol yang disepakati tak boleh ada duka dan amarah didalam nya,namun saat itu aku lupa,,bahwa tentang hati dan jatuh cinta,luka itu pasti ada.
Aku tertinggal sendiri..menatap mereka pergi..menjauh dariku,,dari angan yang merapuh.
Masih teringat jelas,saat dimana Aku lah yang berada di samping Reza,tertawa...mesra dan bahagia,,tapi itu dulu 1 tahun yang lalu.
Kini..aku harus terima,,bahwa cinta itu harus ku kembalikan utuh untuk DIA.
Berlapang dada..mungkin itu yang sedang aku coba.
****
Berawal dari sepi yang menghantui di setiap hari-hariku sebagai seorang yang selalu dalam kesendirian.
Dalam kesamaan rasa Reza hadir menawarkan kenyamanan,yang begitu sangat kutahu,bahwa ia memiliki kekasih yang saat itu tengah bekerja di luar kota dan sudah hampir 3 tahun tak kembali.
"Sis,,kenapa ya...kok aku ngerasa kalo kita saling mengisi??"
"Hahahahah....Saling mengisi gimana?"
"Ya..maksud aku,,kamu sendiri..dan aku kini sedang sendiri,,apa Kamu gak bosen??"
"Ehm...Aku sudah biasa sendiri..."
"Sis,,kalo aku suka sama Kamu gimana??"
"Ngaco Ah..., trus pacar kamu,,ehmm Siapa namanya??"
"Linda..."
"Nah iya,,Linda gimana??"
"Kamu nanya gitu??,,kamu berharap aku jawab apa coba??"
Aku terdiam,,jujur aku menyukai nya sejak lama..sejak masih sama-sama sekolah.
"Sis...kita jalani aja mau??"
"Jalani gimana za...kamu konyol"
"Sis..aku punya ide,gimana kalau kita jalani saja perasaan ini,,sampai detik dimana Linda kembali..kita sudahi gimana?"
"Ahhh...gila za,,kamu anggap ini sebuah game,ada-ada aja ogah....!!!"
"Yaa udah,,kalau gak mau jadian dengan status pacar,,gak papa...hahhaha,aku juga bercanda Sis..maaf ya"
Aku terdiam.
setelah hari itu,,hubungan kami semakin dekat,,bahkan sangat dekat.
Layak nya sepasang kekasih yang saling mencintai,,
Dan di suatu waktu,Reza kembali mengutarakan perasaan nya bahwa ia mencintai ku,dan kali ini,entah apa yang ada di fikiran ku,dengan lugas kusambut rasa itu,kuterima hatinya meski tak utuh..
Aku sadar rasa ini tak selamanya..hanya saja cinta dan rasa membutakan logika kami saat itu.
Dengan sangat percaya diri kami berdua yakin..bahwa jika tiba saat nya maka hati kami ikhlas untuk merelakan rasa yang pernah ada..melupakan cinta..dan kembali pada sedia kala.
"Sis..kamu yakin...kamu bisa??kamu yakin kamu kuat??''
Aku tak menjawab,,hanya senyum dan anggukan mantap lah yang membawa aku kedalam pelukan hangat Reza kala itu.
"Kamu harus tau Sis...Aku tak ingin mempermainkan perasaan mu,,begitupun Linda..Aku mencintaimu namun aku tak bisa meninggalkan Linda..karna komitmen kami bahwa akan selalu bersama sampai kelak menikah"
Ada pedih dihatiku mendengar penuturan Reza,namun aku percaya kelak aku pasti baik- baik saja meski harus melepasnya untuk bersama Linda yang entah kapan akan kembali.
"Kamu jangan mencemaskan aku za...Aku akan baik-baik saja...aku akan kembalikan separuh hatimu yang kupinjam dari Linda..bila tiba masa nya nanti,,utuh..tak kan berbekas sedikit pun"
Reza menitik kan Air mata mendengar penjelasanku.
"Kamu perempuan hebat yang pernah aku kenal Sis.."
Dan Aku tak menyangka...
Semakin hari perasaan ini semakin tak terkendali,,cinta ini begitu hebat..Begitu kuat..dan sangat cepat hingga ada rasa takut, dan rasa takut itu terus menghantui ku.
Aku takut Linda tiba-tiba hadir dan menghancurkan rasa ini,meski rasa ini memang bukanlah milikku.
Hari demi hari disetiap aku membuka mata,,harapan ku hanya satu...rasa ini jangan cepat berlalu..bukan ingin memiliki,,hanya ingin lebih lama lagi merasakan Rasa yang indah ini.
Siang ini,di salah satu cafe yang dekat dengan kantor ku..
"Sis...besok kamu ada waktu kan?"
Reza bertanya sembari membenarkan rambutku yang tertiup Angin.
"Ada,,akan selalu ada waktu buat kamu"
Aku membalas dengan senyum termanis.
"Oke,,pulang kerja...aku jemput ya..kita nonton yuk"
"Oke,,tapi sebelum nya temenin aku dulu ya za..Aku mau ke market,,mau belanja"
"Siap....!!!"
Drrrttt...Drrrrtttt..
Ponsel Reza bergetar,
Tak sengaja Aku melirik layar,Nama Cintaku terpampang sedang memanggil.
Hatiku seketika bergetar,seiring jantung yang berpacu cepat.
Perasaan cemburu tak dapat kuhindari.
Begitupun dengan Reza,yang sepertinya tengah berusaha menjaga hatiku.
"Halo Lin,"
Reza menjawab telp dengan sangat hati-hati.
Namun tak berselang lama,wajah Reza berubah,ia terdiam,yang ku dengar Reza hanya menjawab oke di akhir telpon nya.
2 jam berlalu,kami hanya saling diam,tak sepatah kata yang keluar dari mulut Reza.
"Za...kok diem...pulang aja yuk??"
"Sis...Aku takut semua berakhir...!!"
"Kamu ngomong apa Za?"
"Sis...Besok Linda kembali.."
Reza menggenggam tangan ku erat.
Glekk..
Aku menelan ludah,,tubuhku terasa sangat ringan hatiku tak tenang,,pikiranku kacau.
Apa yang Aku takutkan akan segera terjadi,perlahan Aku menarik tanganku.
Sebenarnya Aku sakit,namun mencoba untuk kuat.
"Oke Za...Permainan kita berakhir..!!"
Aku memaksa tersenyum dengan mata berkaca.
"Kamu yakin,,Sis?"
Aku cuma mengangguk,tenggorokanku sakit,Ada Air mata yang tertahan di pelupuk membuat Mata ku panas.
"Terima kasih Sis...sudah mewarnai hariku setahun ini,membuat nya indah,menemaniku,kamu perempuan terbaik,,"
Air mata yang kutahan,tertumpah..sesak yang menghimpit berubah isak.
Tak sepatah kata yang sanggup ku ucap,hanya tangis tanpa suara yang sakit nya tak bisa dijelaskan.
"Siska...Maafkan Aku yang membawamu dalam permainan konyol ini,,Siska...aku mohon jangan menangis,,"
"Jujur...Aku pun sakit sis,,aku tak pernah menyangka akan sesakit ini,,aku mencintai kamu..tapi Linda...."
"Sstttttt,,udah Za...jangan terusin,,Aku gak papa..,kita harus pegang janji kita,,aku masih ingat..aku pernah berjanji...akan mengembalikan Hati mu saat Linda kembali."
Aku berdiri,,bersiap meninggalkan Reza,namun dengan cepat Reza beranjak dari kursinya dan menarik tubuhku kedalam pelukannya.
"Siska....percayalah...Aku akan selalu mendoakan kamu di setiap malam ku..semoga kamu mendapatkan yang lebih baik dariku,,Aku mencintaimu..sungguh Sis..percayalah"
Perlahan Aku melepaskan pelukan Reza yang masih hangat sama seperti biasanya.
"Makasih ya Za...Aku pulang ya...."
"Sis...aku antar ya,,jangan nolak."
Aku mengangguk.
Di atas sepeda motor,Aku memeluk erat pinggang itu,pinggang yang mungkin setelah hari ini tak mungkin bisa ku sentuh lagi..
Kusandarkan kepalaku dan kunikmati aroma wangi punggung bidang itu,aroma yang mungkin akan kulupakan setelah sore ini.
Tangan Reza memegang mesra lengan ku,kembali air mata ini tumpah..bersama harapan yang mungkin patah.
Sesampainya di depan rumahku,
"Sis,besok ikut ke Bandara ya..aku jemput..kita kan besok ada janji,,setelah nya baru kita ke bandara"
"Ya..."
Jawabku singkat.
Keesokan harinya,
Reza benar menjemputku,dengan memasang wajah ceria,aku menghampirinya,tak ingin kutunjukkan kesedihanku didepan Reza.
Hanya ada kelang 2 jam sebelum pesawat mendarat,tentu itu tak kan cukup untuk menonton dan belanja seperti janji kami kemarin.
Akhir nya kami memutuskan menghabiskan waktu dengan duduk berdua di Taman dekat Bandara.
Tak ada yang kami bicarakan,,kami hanya saling diam.
Tibalah saat yang paling menyakitkan bagiku.
Di loby Bandara,
"Za..Aku gak ikut ya,,biar aku duduk disini aja,,aku gak enak sama Linda,biar nanti aku pulang naik taxi"
"Kamu beneran gak papa Sis?"
"He..eh...ya udah sana buruan...!!!"
Dengan duduk bersandar sembari memainkan ponsel,,aku terus berusaha tenang,setenang saat aku dulu berjanji aku kuat dan akan baik- baik saja.
10 menit berlalu,
Nampak sepasang kekasih saling merangkul melintas dari jarak yang tak terlalu jauh dari tempat duduk ku...
Rona bahagia tergambar jelas di wajah sang perempuan yang tak lain adalah Linda.
Sementara Reza,wajah nya menatapku dengan tatapan sendu,,seolah tengah memikirkan hatiku yang hancur luruh bersama cinta yang terhenti sampai disini.
Aku tersenyum getir,mengangkat tanganku dan melambai,melepas kan harapan yang memang bukan untuk ku.
Reza membalas dengan Anggukan kecil.
Selamat tinggal cinta...terimakasih pernah meminjamkan separuh hatimu untukku...
Aku terluka sangat dalam,,namun aku pernah bahagia bahkan sangat bahagia..kala itu.
Kini pemilik hati mu kembali,,dan aku memenuhi janjiku,,ku kembalikan separuh hati mu untuk dia yang paling berhak atas hati mu seutuh nya,
Tangis ku pecah..hatiku patah...
bersama dengan cinta yang kupaksa musnah.