Hai kamu, iya kamu. Terima kasih sudah mau bertahan hidup hingga saat ini dengan lika liku kehidupan yang pernah kamu jalani. Terima kasih sudah mau berubah menjadi lebih baik dari kemarin. Terima kasih kamu tidak pernah menyerah atas ketidak berhasilanmu.
Tapi, itu dulu. Sekarang aku sedih karena kamu. Karena kamu sudah berubah. Banyak sekali berubah, hingga aku tak tahu siapa kamu.
Kemana semua hilangnya itu? Kemana? Dan kenapa kamu berubah? Kenapa kamu kembali terperangkap dalam masa lalu? Kenapa?
Kenapa kamu yang sekarang mudah rapuh? Mudah menangis? Tak sekuat dulu lagi? . Huft... Kemana diri mu yang sebelum berubah kembali ke masa lalu yang kelam? Yang selalu berdiri tegak dan tak pernah menundukkan pandangan mata dan kepala saat orang lain menghina mu, saat orang lain tak mempercayai mu, dan kau melalui semua itu dengan tenang.
Kamu yang dulu tak pernah menunjukkan sisi kelemahan mu pada orang lain, walau pun mereka orang tua mu. Kamu yang dulu mampu menguasai emosi. Kamu yang dulu selalu bertindak bijak, dewasa, dan tegas, sampai-sampai tak ada yang berani mengganggu mu.
Kemana semua itu? Tolong jangan berubah ke masa lalu yang kelam. Jadilah orang terkuat versi dirimu. Jadilah orang yang hebat versi dirimu. Karena aku yakin kamu bisa! Semoga kamu bisa merenungi apa yang ku tulis ini.
8921, 12:28
df_f