Hi, untuk orang yang mungkin tidak sengaja lewat di depan kost pak Lee mungkin asing dengan dua orang pria yang kini berdiri di depan pintu kamar masing-masing. keduanya terpaku sesaat setelah menyadari mereka mengenakan Hoodie dengan warna yang sama.
"Lo?" Kata mereka bersamaan. Sebab warna pakaian mereka yang sama, mari berkenalan saja biar tidak tertukar. Yang pertama, yang berdiri di sisi kanan, terserah kalian mau membayangkannya bagaimana. Dia adalah Raden Mas Sujimin Diningrat. Woah, namanya tak sepanjang tinggi tubuhnya. Sering dipanggil Jimin, keturunan ningrat Jogja yang mengaku memiliki darah biru padahal jika dicek darahnya sama saja berwarna merah seperti manusia pada umumnya. Mahasiswa jurusan Agroteknologi atas saran dari Rama nya, atau dalam bahasa Indonesia berarti ayah. Memiliki ucapan manis memikat tetapi tetap saja statusnya masih single. Katanya untuk apa memiliki pacar jika masih memakai duit orang tua? Memalukan menurutnya.
Dan disisi kiri, pria dengan postur bongsor dan bisep yang berotot sangat kurang pas dengan wajah yang terlihat seperti bayi. Menggemaskan. Dia adalah Septian Jungkook Atharendra. Anak kota yang sebenarnya juga anak manja. Tidak bisa jauh dari mama nya. Tetapi demi masa depan Jungkook rela mengejar sarjana teknik mesin. Walaupun di kost Jungkook diberi beberapa fasilitas oleh mama nya, berupa mobil. Uang bulanan yang tidak pernah telat dan selalu banyak. Dan juga beberapa perangkat game yang diletakkan khusus di kamar Jungkook agar pria itu tidak bosan. Tak lupa kulkas berisi banyak makanan. Pokoknya mama Jungkook selalu memanjakan anak tunggal nya itu.
"Heh, bocah ganti baju nggak Lo." Ucap Jimin dengan logat Jawa. Sebenarnya agak kesusahan di awal, mengikuti teman-temannya menggunakan panggilan Lo-Gue. Tapi seiring berjalannya waktu Jimin mulai terbiasa.
"Enak aja Lo bantet, gue yang keluar duluan. Lo aja yang ganti." Ucap Jungkook tidak mau kalah.
"Ndak bisa, Jadwal gue hari ini harus pake baju yang ini." Sahut Jimin, satu Minggu ke depan apa yang harus Jimin pakai sudah tersusun dalam jadwal, jadi tidak perlu susah-susah berfikir ingin pakai apa. "Gue juga punya prinsip, apa yang gue lihat pertama kali harus gue pake." Ucap Jungkook, berdasarkan prinsip itu jika Jungkook ingin memakai baju tertentu biasanya setiap malam Jungkook akan menatanya terlebih dahulu agar setiap ia bangun baju itulah yang akan ia pakai.
"Oke, kalau gitu kita samperin ibu-ibu yang lagi belanja di depan. Kita tanyain ke mereka siapa yang paling cocok pakai baju warna ini." Tantang Jimin, seperti beradu siapa yang paling lucu diantara keduanya.
Berjalan beriringan dengan sesekali menatap sengit ke arah lawan. Keduanya telah sampai pada ruang tamu. Tapi dari arah berlawanan muncul Taehyung dan Seokjin yang berlari seperti dikejar sesuatu.
"Hey, Lo pada kenapa?" Tanya Jimin, Taehyung berhenti sebentar. "Kalian mending lari, Hayati datang." Ucap Taehyung dengan napas tersengal-sengal.
"Terus?" Tanya Jungkook polos.
"Bawa buku akutansi." Jawab Seokjin hingga akhirnya yang berlari sekarang bukan hanya Seokjin dan Taehyung. Tetapi Jungkook dan Jimin juga. Melupakan niat mereka keluar rumah.