Di ujung gang dekat universitas berdiri kokoh sebuah rumah berlantai dua yang berfungsi sebagai kost. Pemiliknya ada Hj. Solikin Atau bisa disapa pak Lee. Dihuni oleh tujuh pria dari asal-usul dan daerah yang berbeda. Berbeda nama berbeda pula kepribadian.
Baiklah kita mulai dari teras, kost dengan nuansa biasa saja hampir sama bentuknya seperti rumah-rumah tetangga. Hanya saja di depannya ada sebuah triplek besar bertuliskan Kost pria. Ditulis menggunakan cat sisa dari pembangunan rumah kost. Triplek nya juga sisa dari pembuatan salah satu sekat ruangan.
Lupakan soal kost, sebab kini di depan teras tepatnya pada dua kursi kayu dua orang pria saling beradu tatap. Merentangkan aura peperangan di sekitar mereka. Bagi anda yang indigo mungkin bisa melihat cahaya merah dan biru saling berperan diantara dua kubu berbeda. Tak hanya itu, kaos mereka pun seakan ikut berperang sebab mereka menggunakan kaos dengan dua warna yang bertolak belakang. Hitam dan putih.
Mari berkenalan dengan kedua orang yang tengah sibuk menjatuhkan lewat tatapan ini. Yang pertama si pemakai kaos putih, Teuku Seokjin. Berasal dari Aceh yang jauh-jauh merantau hanya untuk mengejar S1 kedokteran dan juga mengejar cinta anak si pemilik Kost. Angelina Hayati atau kerap disapa Hayati. Moto hidupnya adalah hidup dengan santai. Ia tak suka tertekan, karena menurutnya orang tampan sepertinya tidak cocok menjadi orang gila. Seokjin pantang stres.
Lanjut, pria dengan setelan kaos hitam bertuliskan sebuah merek terkenal. Kaos ini asli, bukan KW. Tapi butuh satu tahun lebih bagi pria ini menabung untuk membelinya. Pria ini hanya akan memakai kaos ini untuk bertemu Hayati seorang. Namanya I Made Taehyung. Sesuai namanya Taehyung adalah keturunan orang Bali yang kebetulan lahir di Jawa. Taehyung lahir saat kedua orang tua nya sedang berlibur di Jawa. Untung saja rumah sakit tersebar dimana-mana jadi Taehyung tak harus mengalami lahir di tempat-tempat yang tidak lazim. Merantau ke daerah kelahirannya di Jawa walaupun tidak tepat yang penting ia berada di Jawa. Mengejar S1 jurusan management resort yang nantinya akan sangat berguna setelah ia mendapat warisan dari kakeknya berupa resort di dekat pantai Bali. Sekalian menjadi tour guide dengan wajah tampan tiada tara.
Sesi pengenalan selesai, mari kita bahas sedikit seputar Hayati. Gadis kembang desa yang memiliki paras cantik. Nama panjangnya Angelina Hayati. Diberikan atas perpaduan usul Hj. Solikin dan Hajah Aminah. Waktu itu Bu Minah yang kebetulan sedang menonton salah satu drama paling ia sukai mendadak mulas-mulas. Ia tidak tahu ternyata itu merupakan kode dari Hayati jika dirinya ingin segera dikeluarkan. Lalu dengan tergopoh-gopoh setelah lari pagi kira-kira sepuluh langkah Pak Lee menyadari jika sang anak ingin segera melihat dunia. Lantas dengan sangat berkarisma ia mengendong sang istri menuju mobilnya. Walaupun tepat di ambang pintu Bu Minah nyaris terbanting karena pak Lee yang mendadak kram. Untung saja drama keluarnya Hayati tidak sampai lima ratus episode. Semuanya lancar sampai tepat di hari penentuan nama, pak Lee dan Bu Minah terlibat perbedaan argumen dimana Bu Minah ingin sekali menamai Hayati dengan nama tokoh drama yang ia lihat, Angelina. Dan pak Lee yang memang mudah lupa memilih nama Hayati sebab tanpa diketahui Bu Minah nama Hayati ia ambil dari nama mantan pacarnya, mudah diingat. jadilah penggabungan nama menjadi Angelina Hayati. Oke, ini terlalu panjang untuk disebut pembahasan sedikit.
Baiklah kembali lagi pada dua pria tampan yang masih saling menatap tajam satu sama lain.
"Gue yakin Hayati pasti milih Gue." Taehyung menatap lekat Seokjin seolah melupakan fakta jika Seokjin lebih tua dua puluh enam hari darinya. Seokjin terkekeh singkat. Berbalik menatap Taehyung tak kalah tajam.
"Yaudah ambil aja." Taehyung terkejut sampai-sampai kedua bola matanya nyaris keluar. Untung hanya nyaris, kalau benar keluar bisa bahaya. Tidak tampan lagi nanti. "Lho kok gitu sih?" Tanya Taehyung.
Seokjin mengedikkan bahu lebarnya. "Gue bosen saingan sama Lo terus. Lagian di fakultas kedokteran banyak cewek cantik yang ngejar Gue. Ambil aja dah Hayati buat Lo." Seokjin menyibak rambutnya ke belakang.
Taehyung menggebrak meja dengan keras membuat Seokjin ikut terkejut sampai-sampai tubuhnya mundur terkena sandaran kursi.
"Mana bisa kayak gitu, ini namanya nggak adil. Gue nggak mau tau, Lo harus tetep bersaing sama gue. Enak aja main ngalah-ngalah. Pokoknya kita harus selesaiin persaingan mendapatkan Hayati ini dengan gentleman." Ucap Taehyung dengan posisi berdiri, kedua tangannya berkacak pinggang. Tidak terima atas Seokjin yang mengundurkan diri begitu saja.
Sementara Seokjin mendengus singkat. "Gue sebenernya udah bosen, tapi yaudahlah. Ayo kita bersaing lagi. Gue harap Hayati milih Lo biar cepet. Gue udah ngantuk mau tidur lagi." Taehyung tersenyum cerah, ia kembali duduk di kursi semula. Menunggu Hayati yang rutin datang setiap pagi mengecek keadaan kost. Sesekali membantu bersih-bersih atau mengomel sebab keadaan rumah yang tidak terkondisikan.
Tak lama presensi gadis yang ditunggu-tunggu datang juga. Gadis itu memakai dress rumahan dan juga rambutnya yang dikepang satu lalu diarahkan ke samping. Taehyung dan Seokjin sempat terpana beberapa saat sampai mereka sadar apa yang sedang gadis itu bawa. Hayati datang lengkap dengan buku akutansi panjang sebab hari ini adalah hari membayar uang sewa kost. Menyadari itu Taehyung dan Seokjin saling menatap.
"Taehyung, kita dalam bahaya."
"Lo bener, hari ini kita damai aja."
Lalu persaingan cinta itu diakhiri dengan seri sebab kedua petarungnya yaitu Seokjin dan Taehyung sudah berlari secepat kilat masuk ke dalam kost.