Seperti sebilah pisau yang menancap tepat menghujam punggung...
Tidak membuat ku Mati,,namun sakit nya tak mampu membuat ku berjalan tegap lagi..
Saat semua mata menatap untuk menghina...
saat semua bibir menyunggingkan senyum untuk menggunjing..
Dan sakit itu yang mengharuskan Aku pamit...Sahabat...
Aku menutup Buku harian ku,memasuk kan nya kedalam Tas,menghela nafas panjang kemudian beranjak untuk kembali masuk ruang kerja ku di sebuah Kantor swasta di kota ku.
Sebelum meninggalkan kantin,aku menyeruput sisa Es teh yang masih seperempat gelas.
Aku Gina,
Sebenar nya Aku sudah melupakan kenangan pahit masa sekolah ku.
Nama baik ku hancur,dan aku ditinggalkan teman-teman.
Saat itu,aku merasakan bahwa aku sedang berada di titik terendah dalam hidup ku,,bagai kan mimpi buruk,aku yang awalnya periang,berprestasi dan punya banyak teman seketika harus hancur sedirian,kesepian dan terasingkan.
Semua karena DIA..ya,,Dia yang kusebut SAHABAT.
Dan kini,Dia datang lagi di hidup ku,mengusik hati yang sudah sekuat tenaga ku tata kembali agar kembali dapat tersenyum,hati yang mulai terbiasa dengan Orang- orang baru,Hati yang tak lagi mengingat Nama nya yang pernah memporak porandakan hari- hari ku.
Dila,seorang staf Adm,yang baru saja data nya ku lihat di ruang Hrd.
Menurut bagian personalia,Staf Adm yang baru akan mulai masuk kerja hari ini.
Aku melirik jam di tangan ku,5 menit lagi pukul 8,itu artinya jam masuk kantor akan dimulai,namun aku belum melihat Sosok itu di ruangan Ini.
Aku memutuskan untuk kembali ke ruang Hrd untuk melihat kembali berkas lamaran itu,hanya untuk meyakinkan nama yang ada di Data itu.
"Dila juwita anindita.."
Perlahan aku mengeja nama itu,,ya..nama yang hampir 2 tahun ini tak ingin aku ingat..namun hari ini,,aku seperti menyelami luka lama,
dan melemparkan aku pada kenangan 2tahun yang lalu...
Siapa yang tak kenal Gina prameswari,
sebagai Anggota Osis yang aktif,aku kerap mengadakan berbagai macam kegiatan di sekolah ku.
Salah satu kegiatan ekskul yang paling banyak peminat nya adalah paskibra.
Dan hari ini,aku mengadakan latber dengan Sma sebelah,yang kabar nya memiliki Anggota paskib terbaik di kota ku.
Suatu kebanggaan besar bisa latihan bersama dengan Anggota paskib yang sering menjuarai di setiap lomba antar sekolah.
"Dila,,nanti siang kamu ikut kan??"
Tanya ku pada Dila sahabat ku.
Dila adalah sahabat terbaik ku bahkan sejak kami masih orok,hal itu karena Ibunya dan ibuku juga sahabatan dari kecil.
Dari mulai sekolah Tk sampe sekarang di Sma,kami selalu bareng,dan selalu satu kelas bahkan 1 meja.
"Iya Dong...pasti lah Aku ikut"
"Mau ngecengi cowok- cowok keren itu ya"
Ledek ku menyenggolkan bahu padanya.
"Hahahaha"
Tawa renyah kami berdua,mengiringi langkah kami menuju kantin.
Satu jam berlalu,kami tiba di lapangan sekolah,
Nampak Anggota Paskibra dari Sma sebelah sudah memenuhi sebagian lapangan.
"Gina..yang itu keren ya..."
Dila menunjuk salah seorang dari Anggota Paskib.
"Iya..,,kamu naksir??"
"Ah..enggak kok,,cuma kagum"
Dila tersenyum.
Latihan dimulai,,
***
Tak terasa,satu minggu sejak latihan bersama telah kami lalui,
dan hari ini,,latihan terakhir kami,sebelum mengganti kembali dengan sekolah lain.
Aku menyadari kedekatan Dila dan Abdi,
Di sela latihan,
"Dil,kamu udah pacaran ya sama Abdi??"
Tanyaku menyelidik.
"Ah...Ehm...Enggak kok,,enggak,,emang siapa bilang?,,enggak kok,,apaan sich...!!"
"Yang bener??,,pacaran juga gak apa kok,,hehehe"
"ih..apaan sih,,gak yaaa..."
Aku baru saja selesai mengerjakan tugas pekerjaan rumah ku,ketika ponsel ku berdering 3 kali,panggilan dari nomor baru.
"Halo gina..."
"Halo..ini siapa?"
"Ini Riki Paskib"
"Oh...iya ki,ada apa ya nelpon??"
"Maaf ya ganggu malam-malam,,cuma mau mastiin teman kamu Dila udah resmi ya jadi pacar nya Abdi,,soalnya kami mau majakin si Abdi mau minta Pajak Jadian..hahhahha"
"Wahh...Aku gak tau ya ky,,tapi seingat ku,,waktu itu aku tanya Dila katanya...mereka gak pacaran kok,,tapi gak tau juga ya..."
"Waaahhhh,,Ada kekasih yang tak dianggap nih...hahahah,,kasian banget nasib lu broooo...memalukan..."
Suara ramai terdengar menyoraki seseorang,,dari seberang.
Sepertinya Riki sedang kumpul sama teman- teman nya termasuk Abdi,dan sepertinya juga ponsel Riki di loudspeaker,sehingga percakapan kami terdengar jelas oleh teman-teman nya.
"Halo...."
ucap ku memastikan Riki masih mendengarkan ku.
"Eh...iya...Haloo...halo...Gin,,maaf- maaf..ya udah dulu ya gin..bye.."
Tut...tut...
Sambungan terputus.
Sungguh tak ada perasaan apa-apa saat itu,aku berfikir semua tak kan ada dampak,dan semua akan baik- baik saja.
Pagi ketika aku memasuki gerbang sekolah,Tak ku dapati sosok Dila yang biasa menunggu ke datangan ku di depan gerbang.
Baru saja Aku meletak kan Tas di meja,
Tiba-tiba,
Prakkk!!!
Aku tersentak,ketika Dila datang dan menepak meja ku dengan keras.
"Dila...kamu kenapa?"
Tanya ku heran.
Tak menjawab tanyaku,Dila malah mendorongku hingga aku jatuh terduduk di kursi.
Belum sempat aku bertanya tentang yang terjadi,Dila keburu mencecarku dengan berbagai tuduhan yang aku tak mengerti.
"Kamu jahat ya Gin....Sama sekali aku gak nyangka..kamu suka ya sama Abdi??,kamu sengaja ya..bilang kayak gitu sama semua teman nya Abdi??biar apa coba???,,kamu tau???sekarang Abdi mutusin Aku!!!,,kamu senang kan??,,Puas kamu???"
Kata- kata Dila yang berapi-api sungguh sama sekali tak ku fahami.
"Dila..tunggu,,Aku bisa jalasin..!!
Aku berusaha mengejar Dila yang menjauh dari ku dengan langkah yang sangat cepat.
"Dila....kamu salah faham,,aku bisa jelasin ke kamu.."
"Stop!!!,,Aku gak mau dengar apa- apa lagi dari kamu,,aku gak mau kamu ikuti aku,,!!"
"Dila..please...Maafin aku,,kamu harus tau yang sebenarnya...."
"Cukup Gin,,mulai hari ini...kita bukan lagi sahabat!!,,mulai detik ini antara kita gak saling kenal,,aku benci sama kamu!!"
Dila bejalan meninggalkan ku yang hanya bisa terdiam.
Namun,,baru 3 langkah Dila berhenti,,dan berbalik arah kepadaku
"Gin,,aku bersumpah akan balas semua sakit ini!!!,kita lihat dan kamu buktikan omongan ku!!"
2 hari berselang dari kejadian itu,Aku benar- benar kehilangan sahabat ku,,Dila pindah duduk menjauh dariku,tak pernah lagi ku dengar sapanya kepadaku.
Ku fikir hanya sebatas itu ternyata tidak...
Dila membuktikan ucapan nya..
"Kamu sabar ya dev...jangan nangis,,nanti kita lapor ke guru Bp ya"
Suara teman-teman yang menenangkan Devi membuat ku bertanya apa yang sedang terjadi.
"Devi kenapa Mil??"
Tanyaku.
"Hape nya Devi hilang di dalam tas"
Aku terperangah,baru pertama kali terjadinya kehilangan di kelas ku.
Hanya berselang beberapa detik saja,,mimpi buruk itu terjadi dengan begitu sangat cepat,ketika speaker sekolah memanggil nama ku untuk ke ruangan Bp.
Semua mata menyorot ke arah ku mengiringi langkah ku meninggalkan kelas,,
Ya...Aku dituduh mencuri ponsel Devi..
Aku tak tau siapa yang memulai gosip itu,hingga begitu tiba di kelas,sindiran pedas datang bertubi- tubi ditelinga ku,tatapan sinis mengucilkan ku hingga terasing sendiri,,tak ada yang mendekat,,apalagi bersahabat.
Tanpa aku bisa mengelak ketika pemeriksaan Tas,di dapati ponsel itu ada di laci meja ku.
Tanpa memberi aku kesempatan untuk membela diri,mereka menghakimi ku,menuduh hal yang tak pernah aku lakukan.
Aku menunduk menangis,tak dapat berbuat apa-apa.
hingga saat pulang sekolah tiba,Aku lebih memilih berlama- lama di dalam kelas,
ketika sudah mulai sepi,Aku beranjak melangkah meninggalkan kelas,baru saja kaki ku melangkah meninggalkan kelas,aku berhenti ketika tangan itu menarik lengan ku kasar.
"Hei...Apa kabar kamu???sedih??sakit hati???kamu lihat sendiri kan,,aku tidak main-main dengan ucapan ku"
Dila menatap tajam mataku,lalu meninggalkan ku.
Aku mengejar nya,
"Dila...jawab aku!!"
Ujarku ketika berhasil menjajari langkah nya dan menghadang nya.
"Apa??!"
"Apa kamu yang lakuin ini semua?"
"Iya....dan kamu tau....itu tak cukup membalas sakit hati ku..,,kamu membuat aku kehilangan orang yang aku cintai,,dan aku akan membuat kamu kehilangan teman- teman!!!"
"Dila...kamu jahat!"
"Sudah lah,,simpan kata- katamu,aku tak ingin lagi mengenalmu,,apalagi berbicara padamu!!"
Sejak hari itu,,Dila dan aku tak pernah lagi bersama,dan sejak hari itu pula aku sendiri terpuruk kesepian tak berteman.
Aku menguatkan diriku sendiri untuk menghabiskan 6 bulan terakhir di sekolah sebelum aku lulus.
Sakit,,pedih,luka dan kecewa,sahabat terbaik ku yang menghancurkan aku dengan fitnah nya yang kejam,hanya karena masalah cinta..sungguh rendah nilai persahabatan di mata nya.
Aku tidak dendam,,aku tidak membenci nya,,hanya saja menghapus dan melupakan mungkin adalah pilihan.
Aku Pamit dari rasa kesetiakawanan,Aku pamit dari cinta persaudaraan,,bahkan Aku pamit untuk tidak lagi mengenang nya.
Tanpa kusadari air mata ini menetes,buru- buru ku hapus,kupandang kembali selembar foto ukuran 4x6 yang terlampir.
kerongkongan ku sakit,terasa tercekat,,aku tak salah lagi..Dia orang yang sama.
Apa yang akan terjadi setelah hari ini,,bagaimana aku bisa melupakan nya jika nanti di ruangan yang sama aku akan lebih sering bersama.
"Gina..."
Sapaan dari seseorang yang suaranya masih sangat ku ingat menyadarkan ku.
Aku menoleh,dan Dila tepat berada di belakang ku.
"Gina...Aku sudah tau yang sebenarnya terjadi antara kita dulu..."
Aku menghela nafas,,
"Sudahlah..lupakan saja,,bahkan Aku tak pernah mengingat itu lagi,aku permisi"
Aku meninggalkan Dila.
"Gina..Aku mohon maafkan aku"
"Aku sudah memaafkan mu,dan seperti yang kau pernah minta..aku pun sudah melupakan mu"
"Gina...kau mau kembali bersahabat dengan ku??"
"Tentu kita mungkin akan menjadi Teman di tempat ini,,namun untuk bersahabat,,rasanya tidak mungkin.."
"Kenapa Gin??"
"Sebab,kau tak mungkin bisa mengembalikan nama baik ku seperti dulu kan??kau masih ingat,saat-saat dimana semua orang menatapku sadis dan menghakimiku sebagai seorang pencuri kan??,aku tidak bisa melupakan itu,,dan ku rasa kau pun tak melupakan tawa puas mu kala itu!"
Dila menunduk,mungkin sedang merasa kan pedih nya ketika dihadapkan dengan seseorang yang benar- benar kecewa terhadap nya atau bahkan menyesali keadaan mengapa harus kembali berjumpa dengan ku,,Mantan sahabat nya.
"Permisi Dila....AKU PAMIT"