๐๐๐๐๐๐๐๐ฉ ๐๐ฉ๐ช ๐จ๐๐ก๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ก๐๐ฃ๐๐ ๐๐ฅ๐ ๐๐ช๐ ๐๐ฃ ๐จ๐๐ก๐๐ฃ๐ ๐ข๐๐ฃ๐๐ช๐ฃ๐ฉ๐ช๐ฃ๐๐ ๐๐ฃ , ๐ฝ๐ช๐ ๐๐ฃ ๐๐ช๐๐ ๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐ฎ๐๐ฃ๐ ๐๐๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ฉ๐๐ฃ๐ ๐จ๐๐๐ฉ ๐ข๐๐ข๐๐ช๐ฉ๐ช๐๐ ๐๐ฃ๐
Bagaimana rasanya jika seorang sahabat meninggalkan kita sendirian karena sudah memiliki teman baru . Lalu saat dia ditinggalkan , dia kembali pada kita . Tapi lagi-lagi dia meninggalkan kita untuk alasan yang sama . Rasanya sakit , marah dan kesal bukan ?
Itulah yang aku rasakan disaat aku menduduki bangku terakhir di SD . Embun , nama yang diambil dari embun di pagi hari itulah namaku . Dan sahabat ku yang suka cemburu saat aku bersama orang lain adalah Ilmi .
Aku adalah orang yang pendiam dan pemalu , posisiku di kelas tidaklah penting bagi orang lain . Ada atau tidaknya aku tidak berpengaruh pada kelas itu . Aku memiliki sahabat yang agak pendiam juga namun dia sedikit lebih berani dari padaku .
Kami bersahabat sejak kelas 5 SD , awalnya kami berjalan bersama tapi saling diam-diaman karena kami sama-sama pendiam .
Lama-kelamaan kami mulai dekat , disaat kelas 6 hubungan kami sudah sangat dekat sehingga kita sering berpegangan tangan saat jalan bersama . Tapi suatu hari aku merasa dia seperti ingin menjauh...
"emm , hari kita mau ngapain Ilmi ? " tanyaku
" Tidak tau " jawabnya singkat .
Seperti biasa terjadi lagi keheningan diantara kita , aku bisa melihat dari wajahnya kalau dia sudah mulai bosan denganku . Saat aku sedang berbicara dengan teman lain , dia kelihatan marah dan mendiamkan ku pada saat kami bersama . Hari ini aku ingin pergi ke kantin namun begitu aku akan mendekatinya dia langsung pergi .
" Dia meninggalkanku ? " batinku
Aku berjalan sendirian ditengah anak-anak yang berlarian . Dari kejauhan ku lihat dia sedang bersama teman-teman yang lain . Bermain bersama mereka tanpa mengajakku . Aku bersandar pada tembok dan melamun sendiri " Embun , hari ini kamu lagi-lagi sendirian . Tenang Embun , jam istirahat ini pasti akan segera berlalu . " Aku berbicara pada diriku sendiri.
"Embun , kamu sendiri ya . Bareng kita yuk ? " Miranda yang merupakan teman sekelas ku mengajakku untuk bergabung dengan mereka yang sedang duduk di kantin
"oh , ya udah yuk " tentu saja aku menerima ajakan Miranda. Setelah bergabung dengan mereka rasanya senang karena banyak yang mengobrol denganku .
Setelah beberapa hari bersama mereka , aku mendengar rumor kalau Ilmi menangis karena aku tidak ingin menjadi temannya lagi .Padahal aku tau kalau dia sudah ditinggalkan oleh temannya yang baru . Bukankah itu sangat menjengkelkan, padahal dia yang duluan meninggalkan ku tapi sekarang dia malah mau kembali padaku karena dia sudah sendirian . Dengan bantuan dari Cheli dan Miranda, Ilmi dan aku bersahabat kembali . Sebenarnya aku tidak ingin lagi menerimanya namun dia terus membujukku . Aku yang saat itu masih polos dan tidak terlalu mudah terbawa perasaan dengan begitu mudah memaafkannya .
Lalu , lagi-lagi dia meninggalkanku . Sekarang berbeda , dia tidak memberi kabar dan aku tidak bisa berbicara dengannya . Aku kesepian hampir sampai 3 bulan hingga aku kembali bergabung dengan Miranda dan teman-temannya.
Sekarang aku sudah SMP kelas 1 . Nilaiku naik drastis , aku mendapatkan rangking dua dikelas itu membuat dipandang dan diperlukan di kelas . Anggota kelasku juga sudah berbeda, Ilmi tidak lagi sekelas denganku dan sejak hari pertama sekolah aku sudah mendapatkan teman namanya Salma . Dia orang yang periang, aktif dan mudah bergaul.
Berteman dengan Salma membuat memiliki banyak teman , salah satunya Agatha . Kami selalu bersama di mana pun . Salma , Embun dan Agatha , inisial dari nama kami dapat membentuk kata SEA yang artinya laut . Begitu juga persahabatan kami yang seluas laut , Salma yang aktif melengkapi aku yang pendiam , Agatha yang tenang dan sabar selalu merukunkan jika ada pertengkaran . Dan aku yang pintar selalu membantu mereka menyelesaikan tugas .
"Kita kerja kelompoknya di rumah Embun aja yah ! " seru Salma .
"Iya , boleh kok " jawab ku
"Aku sih no problem " ujar Agatha
Semakin lama kami berteman , semakin dekat hubungan kita . Dan pada tanggal 19 Agustus tepatnya dua hari setelah kemerdekaan , kami memutuskan untuk menjadi Sahabat .
"WE ARE THE BEST FRIEND FOREVER ! " teriak Salma , Agatha dan juga aku seraya mengangkat gelas minuman kita .
"Kafe ini adalah tempat kita mulai bersahabat , jadi setiap kita ingin bertemu maka datanglah ke kafe ini " Salma memegang bahuku dan juga bahu Agatha
"Aku sangat senang memiliki teman seperti kalian " tambah Agatha
"Mari kita berjanji " aku mengulurkan jari kelingkingku .
"Kita tidak akan terpisah karena apapun . Meskipun kita memilih bidang yang berbeda di SMA , Kita kuliah di tempat yang jauh , ataupun kita sudah menikah . Kita harus tetap berhubungan dan menjadi sahabat . Sahabat yang tidak terpisahkan oleh jarak , sahabat yang hatinya tetap bersatu . Mari berjanji , kita akan tetap bersahabat sampai kita beruban ! Oke? " aku mengatakan semua yang ada di hatiku . Salma dan Agatha ikut merekatkan jari kelingking mereka pada jariku
"Iya janji ! " Salma dan Agatha menjawab dengan serempak .
Itulah janji kita , SEA tidak akan pernah terpisahkan dalam keadaan apapun , Ombak yang menghantam tidak akan menghancurkan pertahanan kita , badai yang keras tidak bisa memisahkan kita , dan musim kemarau yang sangat panas , tidak akan mampu mengeringkan kita .
โฆโฆSEA , Salma-Embun-Agatha
Demikian cerita "Our Promise" , silahkan tinggalkan kritik dan saran bagi yang berkenan...Eileenns