for my Big B.
Pungguk merindu bulan.
"Engaku adalah bintang yang tak tersentuh
dengan jemari mungil ku, bagai pungguk
merindukan sang bulan aku di antara kamu.
di kegelapan,aku sering mencuri memandang memberi kecupan mesra pada mu," bulan.
ketika pagi Engkau bagaikan mentari menyinari
bagaikan surya memberikan ke hangatan di lubu hati ku yang terdalam.
by, Esther qie.
Puisi itu terpampang di mading sekolah, dan membuat heboh di sana pasalnya tulisan itu adalah , tulisan yang di buat oleh si culun Esther yang berkacamata tebal, kutu buku dan seorang yang tertutup .
Esther mendekati papan mading itu, dan segera mengambil kertas tulisannya itu, entah siapa yang iseng memajang nya di sana.
"Kenapa bisa ada di sini, rutuk ku kesal.
aku menyusuri, lorong sekolah yang sudah sepi karena aku memang menunggu tidak ada orang yang melihat ku mengambil tulisan itu, bila banyak orang pasti aku di soraki dan di bully.
Aku berjalan dan sambil mengerutu dengan kesal
"Brakkkkk"!
Aku terpental jatuh ke belakang,
pantat ku menyetuh lantai dengan kasar ,
aku meringis, buku yang ku peggang berserakan.
juga di lantai.
"Maafkan, katanya mengulurkan tanggan.
"Astaga Adi Bagaskara, "jeritku dalam hati jantungku seperti berlompatan tak mau tenang.
aku berkedip dan menatapnya lagi," apakah makluk tertampan di sekolahan ini masih ada di depan ku.
"apakah sang idola di sekolah itu sudah tidak ada di hadapan ku "! saat aku mengedipkan mata, dia masih disana, dia adalah idola ku, orang yang pintar cerdas berprestasi dan tampan sekali.
"Hai... kamu tidak apa-apa ,?"tanya Bagas lagi.
Aku hanya mengeleng menutupi kegugupan ku.
Bagas membatu ku berdiri dan membantu mengambilkan buku-buku yang berserakan di lantai.
"Esther, ada waktu gak ,"? tanya Bagas.
"Eee..E..aaada..," jawab ku gugup dan grogi badan ku sudah panas dingin.
Bagas menarik tanggan ku ke kelas kami dan kami duduk di kursi berhadapan di tengah kami ada meja panjang sebagai pembatas antara kami.
"Esther ,apakah puisi yang kamu tulis itu untuk ku"?
tanya Bagas menatap ku dengan tajam.
aku membetulan kaca mata ku ,dan tanggan ku sedikit gemetaran.
Bagas menggegam kedua tanggan ku,menaruhnya di meja dengan tatapan yang dalam pada ku.
"Dag... dig... dug... jantungku terasa keras berdetak.
Aku menuduk tak tahan, menatap pria tampan yang paling popular ,"terkeren di sekolah kami dia idola para wanita disini.
"Esther, aku sebenarnya juga, mencintai mu, kata Bagas dengan masih menatap ku.
"A...apa..."tanya ku, dan aku mendogakkan kepala
menatap nya.
Apa a...aaku tidak sa-salah dedegar "? tanya ku gugup.
"Tidak, aku mencintai mu, mau kah engkau jadi kekasih ku "?? tanya nya lagi membuat aku makin gemetran.
"Eeee..bebenarkah.. "? mata ku mengerjab-gerjab tak percaya.
"Apakah...a..aku bermimpi...."?? tanya ku lagi.
"Tidak..."! jawab nya.
"Aku sangat mencintai mu,tapi aku binggung ,"
tak tau bagaimana mengatakannya ,"?
aku tak pernah mengungapkan cinta pada wanita .
" kebanyaakan merekalah yang melakukannya.
"Esther kemu begitu imutzs dan pandai,"
Aku menyukai mu dari pandagan pertama,
kamu beda dari wanita-wanita yang aku temui.
" Es.. mau kah kamu jadi pacar ku "? tanya Bagas.
"A.... A.... aku mau '! jawab ku.
Siapa yang tidak mau pacaran dengan mu"?
Idola di sekolah ku, idolaku, aku mengagumi mu dan kamu membuat aku bersemangat belajar dan selalu mendapat Rengking di sekolah.
karena kamu ,aku termotifasi megikuti jejak mu idola ku yang selalu juara. ," i Love you to Bagas gumam ku lirih dan menuduk." dia megecup keningku.
"Mulai sekarang kita pacaran, kata Bagas
" ya... mulai sekarang idola ku adalah pacar ku kata ku terseyum lebar.
Tekan ❤ baby jangan lupa dukung mereka ❤💕
------------Tamat-----------