Aku Aura calista masih bersekolah kelas 11 SMA Jurusan IPS. Aku orangnya cuek pada hal apapun kecuali tentang sahabatku, meskipun aku dikelilingi banyak teman namun ada seorang yang sudah kuanggap seperti sahabat dan keluargaku. Namanya Aurora gadis yang sangat cantik dan baik kulitnya putih dan rambutnya ikal curly. Kami bersekolah di tempat yang sama hanya kelas kami saja yang berbeda, dia masuk jurusan IPA karena dia lebih pandai dalam pelajaran berhitung dan membuat rumus. Kami bertemu saat baru masuk di Sekolah tersebut karena suatu hal yaitu karena kami sering kesiangan/terlambat saat jam masuk pelajaran yang membuat kami harus mendapat hukuman. Pertemuanku dengannya sangat konyol menurutku...
Hari itu di halte bis.
"Ah kesiangan lagi, mana mata pelajaran pertama Bahasa Inggris. Aduh gawat Gurunya killer!!" Seru seorang siswi sambil melihat jam ditangannya.
"Bisnya belum datang apa gimana ini? Ko ga keliatan nongol sih dari tadi." Kataku menimpali perkataan gadis tersebut. Tiba-tiba gadis itu berjongkok menempatkan wajahnya dilututnya dan menangis "hei kenapa kamu nangis? Belum sarapan?" Kataku heran.
"Aku ga mau masuk sekolah hari ini, ini sudah telat banget pasti bakalan dihukum." Jawabnya sambil menangis terisak.
Kulihat logo sekolahnya ternyata dia bersekolah ditempatku juga. Aku punya ide karena sudah terlanjur basah mending mandi sekalian pikirku, lalu aku membujuknya agar mau pergi bersamaku. Aku berjongkok dihadapannya.
"Hei sepertinya kita berada di sekolah yang sama, kalau kamu ga mau berangkat ke sekolah kita bolos aja sekalian..." Bujukku.
"Tapi apa tidak apa-apa?" Katanya masih ragu.
"Tentu saja tidak apa ini juga sudah telat banget kan?" Kataku
Tapi disaat kami sedang berunding tiba-tiba ada sebuah mobil yang mendekat, betapa terkejutnya kami saat melihat siapa yang keluar dari mobil tersebut.
"Kalian sedang membolos? Ayo ikut bapak ke sekolah!" Seru pak.Beni guru BP disekolahku.(anggap saja itu namanya)..
Kami terkejut melihat nya, kami sudah tak bisa berkelit lagi. Akhirnya kami mengikuti pak. Beni ke mobilnya dan pergi ke sekolah.
Setibanya di sekolah kami langsung mendapat hukuman, berdiri di tengah lapangan.
----
Disekolah tepatnya di lapangan tempat Aura dan Aurora mendapat hukuman berdiri memberi hormat ke bendera kebangsaan kita.
"Aku Aura siapa namamu?" Tanyaku
"Aurora, eh nama kita hampir mirip yah.?" Jawabnya.
"Wah iya tu, by the way kamu ga apa-apa kan dihukum seperti ini? Aku sarankan kita nikmati aja semua ini, karena mungkin kita akan merindukan masa-masa ini dikemudian hari." Ucapku sambil memandang langit biru, "aku harap masa depan kita akan secerah langit di angkasa."
"semoga." ucap kami bersamaan kemudian kami saling memandang dan tertawa.
-----
Sejak saat itu kami mulai menjadi dekat menjadi sahabat kental hingga kini kami kelas 11. Pernah suatu pagi aku dan aurora mengendap-endap dibelakang kelas karena terlambat dan sering sekali kami ketahuan oleh pak Beni itu, entah mengapa pak Beni seperti memiliki indra keenam bagiku dan pada akhirnya kami selalu mendapat hukuman.
Banyak waktu yang kami lalui bersama, mulai dari belajar bersama membolos bareng belanja berdua hang out berdua, ya diibaratkan kita berdua bagai sepasang sandal jepit yang lagi viral itu hehehee...
----
Entah bagaimana dengan kalian?
Aku sangat tidak suka jika sahabatku terluka atau bersedih, seperti kemarin saat akan ada ulangan Pendidikan Agama, Aurora nampak kesulitan lalu aku mencoba membantunya dengan menuliskan semua tipe soal yang telah dibuat untuk ulangan dan memberikannya pada Aurora agar dia bisa mencontek dan mempelajarinya... tapi akibat kecerobohannya contekan itu pun ketahuan, dan aku pun harus bertanggung jawab dengan cara mengulang ulanganku di ruang guru dengan soal yang dibuat ulang, begitupun juga dengan Aurora. Ah lucu sekali perbuatan yang dibayar kontan, tapi itu semua tidak membuat kami menjauh...karena bagiku Aura Aurora adalah sesuatu yang spesial yang tidak bisa ditukar dengan apapun.
Aura Aurora adalah pelipur lara dikala suka dan duka.
_