Perkenalan:
Hai namaku Tania aku kelas 6 SD, aku memiliki 1 sahabat bernama Kayla.
Jam 06:24.
"Druttut" suara HP Tania.
Tania lalu melihat pesan itu:
"Mulai sekarang kita nggak ada hubungan lagi kita nggak sahabatan lagi titik !!!!".
Kenapa si Kayla kok kaya gini pesenya?? mendingan nanti gw pergi ke rumah Kayla aja deh.
Di rumah Kayla.
"kok sepi?? jangan ² dia pindah rumah, kok nggak bilang aku! jahat. Tapi coba chat dulu ah" kataku.
Tapi sayangnya kontak Tania di blokir oleh Kayla.
"Ih kok dia jadi ngeselin bangettttttt apa salahku??"kataku.
Sebenernya di sekolah Kayla juga pindah sekolah, Tania pun kesal karena dia sama sekali nggak bilang mau pindah.
5 tahun kemudian.
Kini Tania sudah SMA, hari ini ada murid baru dan ternyata itu Kayla tapi anehnya wajahnya pucat dan badannya agak lemas. Tapi Tania masih marah kepada Kayla.
"Dasar kenapa coba dia udah pindah nggak bilang, blokir gw, ngechat aneh banget, sekarang malah pindah ke sini" batin Tania.
Selama di sekolah Tania selalu nyuwekin Kayla kaya nggak kenal, tapi suatu hari Kayla meninggal. Aku juga sebenarnya agak sedih mendengar meninggalnya Kayla tapi, guru juga nggak tau penyebab meninggalnya Kayla.
Beberapa hari kemudian.
Ibu Kayla memberikan surat kepada diriku. Itu adalah surat yang ditulis Kayla saat masih hidup:
Tania pasti kamu marah sama aku?? maaf ya : ) , aku nggak niat membenci kamu sebenernya, dulu aku pindah karena aku nggak mau kamu tau soal aku. Aku sebenarnya mengidap sebuah penyakit dan aku nggak mau bikin kamu sedih. Kamu ingatkan waktu kita janji.
flashback on
Di taman sambil makan eskrim🍦🍦.
"Tania kalo aku mening...." kata Kayla tapi, terpotong.
"Huss.. jangan ngomong gitu, gimana kalo kita janji kalo kita harus selalu bersama kecuali kalo bertengkar sebentar dan kamu nggak boleh ngomong gitu, aku pasti bakal sedih kehilangan sahabatku" kata Tania.
flashback off
"Hweeee" nangis
Maafin aku aku nggak tau soal hal itu, kalo aku nggak janji gitu waktu di taman pasti aku nggak akan pisah waktu kamu masih hidup dan kita nggak akan bertengkar. kata Tania sambil nangis-nangis.
____________________________
THE END