•𝐎𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐚𝐤𝐮 𝐢𝐝𝐨𝐥𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐧𝐲𝐚𝐭𝐚 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐦𝐞𝐧𝐲𝐞𝐛𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧
Selena Herlin , seorang mahasiswi yang berkuliah di jurusan komunikasi demi bisa menjadi asisten dari idolanya . Namun tak disangka Idolanya ternyata berbeda dari yang ia lihat di layar kaca .
"Selamat Nona Selena, anda diterima untuk menjadi asisten dari Tuan Derick " manajer yang bertanggung jawab atas aktor Derick yang akrab disapa Rickie memberitahu Selena kalau dia diterima .
"Terimakasih , Pak manajer . Saya akan bekerja sebaik mungkin " Selena membungkuk 90 derajat untuk menunjukkan rasa hormatnya .
"Baiklah kamu akan mulai bekerja besok . Senang bekerjasama denganmu Nona Selena " Pak Manajer dan Selena berjabat tangan .
Selena sudah bangun pagi pagi agar tidak terlambat dihari pertama kerjanya , dia berpakaian rapi dan mempersiapkan segala kebutuhan nanti . Setelah mengunci pintu kosnya , Selena berangkat dengan menaiki MRT . Karena jam kerja , MRT itu sangat sempit dan berdesak desakan membuat Selena menjadi sedikit berantakan .
"akhirnya tiba juga " Selena segera berlari keruangan Tuan Derick .
"Selamat pagi Tuan Derick saya adalah asisten barumu " Selena menyapa Derick yang sudah duduk didepannya
"Kyaaa! Jika dilihat dari dekat dia lebih tampan dan berwibawa" Selena berteriak dalam hatinya karena kagum melihat ketampanan Derick
"Buatkan aku kopi " titah Derick
"Baik pak "
Saat Selena hendak berbalik dan membuat kopi . Derick memanggil nya dan ternyata Derick tidak ingin dipanggil dengan panggilan 'Pak' karena panggilan itu terlalu tua untuk orang yang usianya hampir sama dengan Selena.
"Kopinya terlalu manis , ganti " , "Terlalu panas " , " Sangat pahit "
Derick tampak sengaja mempersulit Selena dengan membuatnya bolak balik .
"hah! hah , Derick ini kopi anda yang tidak terlalu manis pahit dan panas " Selena membawa kopi balik dengan nafasnya yang tersengal-sengal
"Sudahlah , aku tidak ingin minum lagi . Ayo pergi "
"Ka..kau sengaja ya "
"Kau yang terlalu bodoh sehingga bisa kukerjai " Derick menjulurkan lidahnya seolah sedang mengejek Selena .
Selena sempat tidak bisa mencerna apa yang ia lihat dan dengarkan . Ternyata orang yang selama ini dia idola kan adalah orang yang sukai mengerjai bawahannya .
Sekarang Derick dan Selena menuju ke tempat Meet and Greet yang dilaksanakan di lantai teratas Mall Bintara . Semua penggemar gila mengerumuni Derick dan membuat Selena bersusah payah menghalangi mereka .
Tangan Selena tercakar-cakar oleh penggemar Derick . " Kamu gak papa? " tanya Derick
"Ya , cuman luka sedikit saja " Selena mengoleskan salep pada lukanya .
Saat Meet and Greet berlangsung , entah dari mana muncul seorang hater yang ingin menyerang Derick . Dia membawa senjata tajam berupa pisau dapur , dan karena kedatangannya secara mendadak jadi tidak ada yang menyadarinya sehingga hater itu berhasil melukai pergelangan kaki Derick .
"Dasar haters gila " ucap Derick yang sudah duduk diruang istirahat .
" Siapa suruh kamu terlalu tampan sehingga pacar dari haters itu sangat menyukai mu dibandingkan pacarnya sendiri " ledek Selena yang sedang membalut Luka Derick
" Jika dilihat dari dekat, Selena imut juga ya " gumam Derick dengan suara kecil .
"Apa yang kau bilang ? "
"Ti..tidak ada " Derick memalingkan wajahnya dari tatapan Selena karena tidak tahan melihat kecantikan dan keimutan Selena .
Luka Derick sudah selesai dibalut . Jarum jam sudah menunjukkan pukul 4 sore , setelah mengantarkan Derick ke hotelnya Selena pun pulang kerumahnya . Dia langsung membantingkan diri ke kasurnya yang lembut .
"Hah...lelahnya hari ini " Selena menghela nafas panjang .
•••><•••
"Selena , hari ini ikutlah denganku ke jamuan artis hari ini "
"Untuk apa aku ikut ? Itu bukan kewajiban ku "
" Bukankah itu juga kewajiban mu ? "
"Tapi itu tidak tertulis di surat kerja ku " seru Selena yang sedang membereskan baju baju syuting Derick
" Mulai sekarang itu tertulis " Derick meletakkan tangannya di bahu kanan Selena
" Hei , dimana kau meletakkan tanganmu ? Dan bagaimana bisa kau sesuka hati menambah tugasku " Selena menghindar dan pergi membereskan bagian lain .
"Karena aku adalah bos mu .Jadi ikutilah perintah ku nona Selena "
Selena terpaksa mengikuti Derick ke perjamuan itu . Pada saat perjamuan Selena harus terus melayani Derick, mulai dari mengambilkan minum , makan dan bahkan Selena harus mengikuti Derick kemanapun ia pergi . Setelah berjalan kesana kemari , Selena menyerah karena sudah terlalu lelah .
"Derick , ijinkanlah aku istirahat . Aku sangat lelah "
" Tidak boleh , bagaimana seorang asisten bisa beristirahat jika bosnya masih bekerja "
" Kau tidak tau rasanya , Begitu pulang kau hanya perlu tidur dan berbaring baring . Sedangkan aku masih harus memasak makan malamku sendiri , membersihkannya rumah . Sekarang seharusnya adalah waktu istirahat ku tetapi aku mengikuti mu ke perjamuan ini . Ini sangat melelahkan " Selena mengoceh pada Derick.
"Tunggu disini sebentar " Derick menyuruh Selena untuk duduk dibangku di pojok ruang perjamuan dan menunggunya
"Huh ! dasar menyebalkan "
Beberapa saat menunggu , Derick kembali dengan membawa beberapa desert dan minuman dingin
"Tambahlah energi mu , pesta ini akan berlangsung sampai jam 1 malam . Kita tidak bisa pulang sebelum itu " Derick menyerahkan kue kue itu kepada Selena
" Apa ?! Masih sangat lama ? Padahal aku sudah ngantuk nih , huhu jam tidur ku hilang " Selena terkejut karena pesta nya masih lama berakhir .
"Jangan mengoceh lagi , makan saja . Aku akan menyapa beberapa temanku dan kembali lagi . Tetap disini , Oke? "
Setelah beberapa jam , tibalah waktu untuk pulang . Selena yang tertidur digendong oleh Derick ke mobilnya .
"Selena , bangunlah . Dimana rumahmu ? aku akan mengantarmu pulang " Derick menggoyang goyangkan badan Selena
"Sudah selesai ya ? Bagaimana aku bisa berada dimobil? "
"Eh , itu ... kau dipapah oleh pak supir "
" tuan, jangan memfitnah saya -_- " batin pak supir .
"Sudahlah lupakan itu . Katakanlah dimana rumahmu ? "
"Oh itu dijalan Raya no 7 "
"Baiklah , pak supir berangkat ke sana " titah Derick
Begitu sampai ke rumah , jam sudah menunjukkan pukul 2 malam . Masih banyak pekerjaan yang harus Selena lakukan yaitu mencuci pakaiannya, mandi dan menyiapkan barang keperluan besok pagi . Waktu tidur nya hanya tersisa 5 jam lagi karena dia harus berangkat kerja pada pukul setengah tujuh pagi .
"Pagi , asisten Selena " sapa pak Manajer
"Pagi Pak ! " balas Selena yang kelihatan lesu
"Selena sudah datang ya " Derick mendengar suara Selena dari jauh
"Selena , pergi ke toko G diperempatan sana dan beli sebuket bunga " Pak Manajer memberikan uang dan menyuruh Selena pergi membeli bunga .
Matahari diluar sana sudah bersinar sangat terik. Selena merasa kepanasan namun apa daya ini adalah pekerjaan yang ia impikan dari dulu .
"Pak , ini buket nya . Kalau begitu saya pergi dulu ya pak " Selena menyerahkan buketnya lalu pergi untuk mendinginkan badan.
"Selena , pijatkan pundakku "
"Baik , pak Derick " Derick meminta dipijat kan pundaknya karena lelah sehabis syuting .
" Cukup , pergi ke ruangan ku dan ambilkan kotak berwarna kuning diatas meja "
"Tapi pak ruangan bapak jauh sekali dan lagi liftnya sedang rusak . " Selena menolak karena ruangan Derick berada di lantai 5 sedangkan mereka berada dilantai terbawah
"Bukankan tugas asisten adalah mematuhi perintah atasannya dalam keadaan apapun " Semua orang sedang melihat jadi Selena tidak ingin menimbulkan masalah , selelah apapun dia tetap harus mematuhi perintah dari Derick .
"Baiklah , akan segera saya bawakan "
Beberapa menit kemudian , Selena tak kunjung kembali . Pak manajer menyuruh bawahannya untuk mengecek apa yang terjadi .
"Apa yang dia lakukan, kenapa sangat lama ? " batin Derick .
"Pak manajer , gawat ! Asisten Selena terjatuh dari tangga " bawahan yang tadi pergi mencari Selena , kembali membawa kabar buruk .
Selena tidak mampu membuka matanya , yang bisa ia dengarkan hanyalah sirine Ambulans yang berbunyi keras dan namanya yang dipanggil panggil oleh orang yang tidak bisa ia lihat .
" Pasien hanya mengalami benturan dikepalanya , dan demam biasa . Dia perlu dirawat dua hari di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut " ujar dokter yang menangani Selena .
Pak manajer dan Derick sudah berada di ruangan dimana Selena dirawat .
"Selena , Saya pikir anda tidak terlalu cocok menjadi asisten seorang artis . Sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini . Saya mohon anda mengerti " Pak manajer berbicara dengan tegas pada Selena yang masih lemah
"Maafkan saya Pak . Setelah keluar dari rumah sakit saya akan menyerahkan surat pengunduran diri saya " Selena hanya bisa menunduk saat mengatakan itu .
" Istirahat yang baik nona Selena , saya akan berkunjung lagi besok "
Setelah Pak Manajer meninggalkan ruangan sekarang yang tersisa hanyalah Selena dan Derick .
"Kenapa kamu begitu bodoh , apakah kamu tidak bisa menaiki tangga dengan baik " Derick duduk di ranjang dan mengangkat wajah Selena yang terus menunduk
"Ini semua salah mu ", Selena memukul - mukul badan Derick yang keras
" Jika bukan karena paksaan mu , aku tidak akan pergi ke perjamuan yang bukan termasuk tugasku . Aku juga tidak akan kurang tidur . Jika aku tidak kurang tidur , aku tidak akan pusing dan tidak akan salah menginjak anak tangga . Pokoknya ini semua salah mu , sia sia aku mengidolakan mu sehingga aku menolak menjadi dokter mengikuti ayahku melainkan menjadi seorang asisten artis demi bisa bersama mu . Sekarang aku tidak menyukai mu lagi , kamu sangat menyebalkan, aku benar-benar tidak suka pada mu lagi . Kamu bukanlah idola di hatiku lagi mulai sekarang . Pergilah aku tidak menyu.... "
"BERHENTI ! " Teriakan dan pelukan Derick menghentikan pukulan Selena terhadap dirinya , juga menghentikan tangisan Selena
"Maafkan aku , Selena . Sejak hari pertama kamu bekerja , aku merasa kamu memiliki kehangatan di dirimu , saat kamu membalut Luka ku , aku merasakan kenyamanan dan keamanan . Saat menatap mu lebih dekat , aku menyadari kamu sangat cantik dan manis . Semua itu membuat ku gila dan membuat ku tidak ingin berpisah dengan mu . "
" Derick.... " panggil Selena
"Tunggu , aku belum selesai berbicara . Perjamuan itu adalah perjamuan dimana semua orang membawa pacarnya . Aku membawamu kesana untuk menunjukkan pada publik kalau kamu adalah milikku . Aku tidak bermaksud melukai mu , maaf . Selena kumohon jangan berhenti menyukai ku , biarkan aku tetap menjadi idola di hatimu . Miliki lah aku ya ...? "
" Kamu... kamu sangat menyebalkan . Bagaimana bisa setelah membuat ku jatuh sakit kamu malah dengan mudah menyatakan perasaanmu " Selena mencubit lengan Derick
" Aku sudah melakukan persiapan. Lihat kotak ini yang tadi ku suruh ambilkan " Derick memperlihatkan kotak berwarna kuning pada Selena dan kemudian dia membukanya . Didalam kotak itu terlihat kalung bertulisan S
"Ini...ini " Selena tidak berkata-kata, dia sangat terharu dengan apa yang ia lihat
" Mau kah kamu menjadi bagian dari hidup ku , Selena ? "
"Derick , kamu tidak boleh ingkar janji ya ? "
Dibawah saksi matahari yang terik , mereka menjadi pasangan kekasih hari ini .
" Kita mengalami banyak suka dan duka untuk sampai dititik ini . Duka ku sebelum menjadi terkenal adalah aku pernah menjadi pengamen dan menyanyi dari toko ke toko . Setelah bertemu Pak manajer , hidup ku berubah drastis dan aku memilih banyak fans . Setelah dipikir lagi saat itu aku benar benar susah "
"Sedangkan aku seorang Selena yang menjalani hidup berkecukupan dan stabil , demi cita-cita ku , aku menentang orang tua ku dan keluar dari rumah . Aki harus berusaha keras mencari uang untuk makan sehari-hari ku . Dan sekarang semua itu terbayarkan , aku berhasil bertemu dengan mu dan bahkan menjadi kekasih mu "
Jari jemari Derick dan Selena yang saling menggenggam , senyuman Selena yang membuat Derick senang dan kegagahan Derick yang membuat Selena merasa aman . Jalan sore mereka di pantai yang sejuk menyempurnakan kencan pertama mereka .
" Setelah sampai dititik ini , bukan berarti kita akan berhenti . Jalan kita masih panjang , masih banyak roda kehidupan yang akan kita lewati . Jadi mari genggam lah tanganku , jalanilah sisa kehidupan ini bersama ku "
...Derick♥Selena...