namaku lia, aku seorang gadis muda yang tak suka bersosialilasi. aku suka sendiri, namun ada satu orang yang selalu disampingku bagaimanapun aku mengusirnya. dia adalah sahabatku leon, dan inilah kisahku.
kisah ini bermula ketika umurku 6 tahun, saat itu umur leon 7 tahun. disuatu liburan musim panas, aku dan keluargaku berlibur ke sebuah pantai, kami menghabiskan waktu hingga sore. saat aku sedang memandang matahari yang perlahan mulai terbenam, ada seorang anak laki laki yang menghampiriku.
awalnya aku cuek, aku pikir dia pasti tidak menghampiriku. namun ternyata dia datang padaku, dia bertanya "siapa namamu? ". aku diam, aku tak suka bicara apalagi dengan orang yang baru bertemu.
aku berdiri dan berniat mau pergi, ketika aku mulai berjalan anak laki laki itu berkata "tunggu! ". aku berbalik dan menghampirinya dan bertanya "ada apa? ". anak laki laki itu mengeluarkan sesuatu dibelakangnya, dan memberikannya padaku. itu adalah bunga, sepertinya bunga itu dia memetiknya sendiri. aku tak tau dari mana dia mendapatkannya, aku memang tak seperti anak perempuan lainnya yang feminim tapi bukan berarti aku tak suka bunga.
aku menerimanya, lalu dia berkata "jadilah sahabatku! ", tanpa pikir panjang aku mengatakan iya, karna aku pikir kami tidak akan bertemu lagi. dan ucapannya hanyalah omong kososng.
sekolah kembali dimulai, tak disangka ketika aku sedang di perpustakaan ada anak laki laki yang menghampiriku. "hai" ucap anak laki laki itu, aku menoleh ke arahnya. betapa terkejutnya aku ketika tahu, bahwa anak laki laki itu adalan leon.
"kau? " aku terkejut melihatnya, aku tak menyangka dia adalah kakak kelasku. "namaku leon, hari itu kita belum sempat berkenalan" ucapnya padaku, aku hanya menjawab "aku lia".
hari terus berganti, aku dan leon makin tumbuh dewasa. kami menghabiskan waktu kami bersama, disekolah yang sama. hanya saja setiap leon lulus, dia akan menungguku disekolah untuk menjemputku, karna kami berbeda angkatan.
hingga suatu hari ketika hari wisudaku, leon mengajakku ke pantai. tak disangka dia mengungkapkan perasaannya padaku "lia, aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu dipantai. aku tak sanggup menahannya lagi, kumohon jawab aku. apakah kau mau jadi kekasihku? " ketika aku mau menjawab, tiba tiba leon memotongnya dan berkata "jika kau tidak menyukaiku, tidak apa apa. tapi tetaplah jadi sahabatku! ". aku menyentil kepalanya, "dasar bodoh! biarkan aku bicara dulu. aku juga mencintaimu, kebersamaan kita selama ini membuatku jatuh cinta padamu". tak disangka leon langsung menggendongku, dan berputar putar. dia memutar musik, lalu kami berdansa.
kami terlalu takut mengungkapkan perasaan kami, kami terlalu takut jika hubungan kami akan rusak. namun saat ini, aku sedikit menyesal 'kenapa ini tak terjadi lebih awal? " tapi sudahlah, sekarang aku sudah bahagia bersamanya.
The End